I Want Bunda

I Want Bunda
S2_ Tertangkap (Bag.2)


__ADS_3

Beberapa menitpun berlalu dan Anton kini tiba di Kantor polisi, nampak Hans dari mobil sebelah juga ikut diturunkan dengan tangannya yang di borgol.


“Eh tuh mata kok tajem banget” gumam Anton kaget saat bertatapan dengan Hans


“Silahkan Pak Anton, lewat sini” ucap sang polisi yang tadi duduk disamping Anton


“Iiih ngeri ya, perusahaan hampir saja bekerjasama dengan osikopat seperti dia. Huh syukur saja aku berhasil menghentikannya, mesti minta bonus tambahan nih sama si Bos” batin Anton tidak memperhatikan ucapan si Polisi dan malah bengong menatap jalan menuju sel tahanan


“Anda ingin kesana ? kalau begitu silahkan ikut bersama dia” ucap si Polisi memanggil teman polisinya yang lain


“Selamat pagi Pak, saya Adit. Silahkan Bapak ikuti saya” ucap si Polisi yang bernama Adit menggiring Anton


“Hah, eh iya Pak” ucap Anton kaget karena ada polisi lain yang membawanya pergi


“Bapak harusnya sadar, usia anda sudah tidak mendukung untuk berdandan seperti ini” komentar Adit saat melihat style Anton saat ini


“Oh, ini bagian dari pekerjaan saya Pak” ucap Anton santai


“Anda menyamar untuk mngecoh kami ? apa kejahatan anda lebih besar dari yang kami ketahui ?” Tanya Adit segera merangkul Anton dan membawanya menuju ruangan


“Tidak, saya tidak pernah melakukan kejahatan yang melanggar hukum. Kejahatan terberat yang saya lakukan adalah menggelapkan gaji saya sebelum dikasih ke istri” ucap Anton bingung


“Anda bisa membela diri setelah ada saksi dan bukti, silahkan masuk kedalam sini” ucap Adit membuka sel tahanan, nampak tahanan lain menatap Anton dengan dingin


“Pak, saya tidak melakukan kesalahan apa-apa. Saya disini untuk melapor, saya ingin melaporkan percobaan pembunuhan yang terjadi di Komplek X tadi” ucap Anton sambil berteriak dan memegang erat tangan Adit agar tidak ditinggalkan diperkumpulan orang-orang tak taat aturan ini


“Anda ingin melaporkan kejadian percobaan pembunuhan yang baru saja kami tangani tadi pagi ?” Tanya si Polisi memastikan


“Ya, saya ingin melapor” ucap Anton serius


“Kenapa pimpinan menyuruh saya membawa anda kemari ?” Tanya Adit


“Em, saya,,, saya ingin mecoba makanan tahanan Pak adit. Pimpinan anda menyarankan itu pada saya” ucap Anton


“Oh, benarkah ?” Tanya Adit


“Ya benar. Kamu bisa mengkonfirmasinya pada pimpinan mu” ucap Anton memohon agar adit percaya


“Baiklah, mohon maaf atas kesalahpahamannya Pak. Silahkan keluar” ucap Aidit kembali membuka jeruji besi itu


“Huuuuh,,, akhirnya bebas juga…” ucap Anton merasa lega


“Silahkan lewat sini jika Anda ingin mencoba makanan untuk para tahanan” ucap Adit

__ADS_1


“Eh, tidak perlu Pak Adit. Saya tiba-tiba merasa kenyang, hehehe” ucap Anton tidak ingin berlama-lama dikelilingi oleh para tahanan disini


“Kalau begitu anda bisa langsung memberikan keterangan diruangan sebelah” ucap Adit


“Ya, saya ingin segera melapor” ucap Anton dengan pasti


“Silahkan lewat sini Pak” ucap Adit menggiring berjalan melalui sel tahanan yang lain


“Pak, apa ada jalan yang tidak horror. Tatapan mereka sungguh membuat merinding” ucap Anton sambil mengusap punggung lehernya


“Sudah hampir sampai Pak, kita menggunakan pintu penghubung disana agar tidak berkeliling jauh. Jika Pak Anton ingin jalan depan, kita bisa putra balik” ucap Adit


“Tidak, tidak perlu. Kita teruskan saja Pak” ucap Anton segera sebelum semuanya terlambat, lebih baik menahan beberapa menit lagi daripada putar balik dan melihat mereka yang sama untuk kedua kalinya


Akhirnya Anton berada diruangan yang tepat, kini dirinya sudah duduk dikursi pelaopr da nada seorang polisi yang menanyainya tentang kejadian pagi tadi.


“Dengan Pak Anton ?” Tanya sang polisi yang berdama Dodit didadanya


“Ya benar Pak” jawab Anton sedikit gugup karena dirinya seperti disidang saat ini, mana belum belajar lagi.


“Anda melihat semua kejadian dan bertindak sebagai saksi disini, tolong anda ceritakan bagaimana kronoligi yang anda lihat” ucap polisi tersebut


“Begini Pak,,, lalu begitu,,, lalu….” Antonpun menjelaskan dengan rinci apa yang dia lihat


“Kenapa anda berada disana ?” Tanya Pak Polisi


“Anda tau bahwa itu termasuk tindakan melanggar hukum ? anda telah melanggar hak privasi korban karena memata-matai” ucap Pak Polisi


“Em ya tapi ini kan hanya sebatas kerjaan Pak, saya hanya menjalankan tugas” jawab Anton membela diri


“Bisa anda panggil kanjeng ratu yang anda sebut itu kemari ?” Tanya Pak Polisi ingin mengetahui motif lebih dalam


“Em, tapi entar Baginda raja marah istrinya saya bawa ke kantor polisi” ucap Anton ragu


“Anda tidak mau bekerjasama dengan kami ?” Tanya Pak Dodit menatap serius


“Hm, baiklah akan saya panggil” ucap Anton kemudian mengeluarkan ponselnya dan menghubungi Naya


Kebetulan Naya sudah bersiap untuk menjemput double K, sesuai janjinya ketika sudah tidak mual lagi saat naik mobil dirinya akan sering menemani double K, menjemput dan mengantar mereka pergi sekolah. Tak berapa lama Naya tiba, dirinya mendapati Anton sedang bersandar tidur dikursi tunggu kantor polisi tersebut.


“Astagfirullah, jangan sawan ya kamu nak punya Om seperti ini. Jangan pernah meniru style yang aneh seperti ini” ucap naya kaget sambil mengusap perutnya saat melihat Anton


“Hooaaam, eh kanjeng ratu udah datang. Mari duduk kak” ucap Anton

__ADS_1


“Bisa-bisanya kau tidur dengan tenang dikantor polisi ton. Ckckck….” Ucap Naya menatap adik iparnya itu


“Ya habisnya ngantuk kak, tadi malam lembur karena buat debay” ucap Anton dengan ringan menceritakan rumah tangganya


“Hushhh ton, kalau tentang itu tidak perlu dibicarakan dengan orang lain” tegur Naya


“Oooh…” ucap Anton sambil menggaruk kepalanya


“Sudah hampir siang, kau kenapa tidak kembali ke kantor ?” Tanya Naya


“Saya ditahan disini untuk memberikan penjelasan. Oh ya saya sudah menemukan kandidat tepat untuk calon Ayah Aldo kanjeng ratu” ucap Anton segera melapor


“Dimana mereka ?” Tanya Naya sambil mencari-cari


“Rumah sakit” jawab Anton


“Hah ? kenapa ada disana ? siapa yang terluka” ucap Naya kaget


“Kanjeng ratu tidak tau ?” Tanya Anton


“Ton, jangan sok polos. Kau belum bercerita padaku bagaimana aku bisa tau” ucap Naya menahan kesal


“Oh iya ya, hehehe…. Begini Kak, Hans matan suami bu Angel ingin menikamnya namun Haris menyelamatkan, tangan Haris terluka dan kini dilarikan kerumah sakit” jelas Anton dengan ringkas langsung pada intinya


“Haris ? dia kandidat yang kamu maksud ?” Tanya Naya


“Yups,,, benar sekali” ucap Anton


“Terus kenapa kau memanggilku kesini ?” Tanya Naya


“Oh itu, Pak polisi mau minta keterangan kanjeng ratu mengenai kegiatan memata-matai” jawab Anton


“Kau menceritakannya pada polisi ?” Tanya Naya


“Ya, saya menceritkan apa adanya” ucap Anton


“Haih, Ton nambah kerjaan saja kau ini” ucap Naya kemudian bangkit dan melapor pada Pak Dodit, dia menjelaskan bahwa yang mereka lakukan sudah berdasarkan izin keluarga yang bersangkutan.


.


.


.

__ADS_1


See you next episode ya 😉~~~


Jangan lupa tinggalkan jejak 👣👣👣


__ADS_2