I Want Bunda

I Want Bunda
Episode 82


__ADS_3

Terik mentari terus menyinari bumi dengan semangat siang ini, anak mochi yang tertidur dikamarnya merasa sedikit kepanasan walaupun pendingin udara sudah dinyalakan.


“Hoaaam, Bunda….” Ucap anak mochi


“Bunda dimana ?” katanya lagi


“Bundaaaaa,,, hiks,,,” teriak Aydin sambil hendak menangis


“Hiks, hiks,,, Bunda….” Katanya lagi yang kini sudah menangis


“Ada apa sayang ?” kata Naya yang baru saja selesai shalat zuhur langsung menghampiri Aydin yang menangis


“Hiks, hiks,,, Aydin kira Bunda sudah pergi… Aydin,,, Aydin ingin selalu ada Bunda ketika Aydin bangun tidur, Aydin tidak ingin tidak ada Bunda, Aydin takut Bunda pergi, Aydin sangat ingin Bunda ada untuk Aydin, hiks,,,” kata anak mochi sambil memeluk Naya


“Iya sayang, Bundakan tadi lagi shalat jadi tidak bias langsung menghampiri Aydin ketika Aydin memanggil tadi. Itu Bunda shalat disitu sayang” kata Naya sambil menunjuk sajadah yang masih tergelar dilantai kamar


“Hmm, maaf Bunda Aydin tidak tau jika Bunda sedang shalat” kata Aydin merasa bersalah


“Iya tidak apa-apa kok, kenapa Aydin sudah bangun sayang ? kan Aydin baru sebentar tidurnya” kata Naya


“Panas Bunda, Aydin berkeringat…” ucap anak mochi yang kegerahan karena memakai baju yang cukup tertutup setelah mereka berganti di butik tadi. Awalnya Aydin memakai seragam, namun setelah itu dibutik dia mebeli baju baru dan menggantinya dengan itu. Tapi bukan setelan jas tadi ya, ada baju lain yang mereka beli untuk Aydin.


“Baju Aydin begini sih, makanya panas sayang. Ayo kita berganti pakaian dan bunda ada bubuk ajaib yang bias membuat Aydin tidak kegerahan lagi” kata Naya sambil melepas mukenanya


“Benarkah Bunda, Ayo Bunda…” kata Aydin bersemangat karena mendengar bubuk ajaib


“Iya sayang, ayo kita berganti pakaian dulu…” ajak Naya sambil menuntun Aydin ke walk in closet dikamar tersebut


“Aydin punya tidak baju lekbong ?” Tanya Naya yang kebingungan mencari baju tanpa lengan tersebut


“Lekbong ? apa itu Bunda ?” Tanya Aydin karena baru pertama kali mendengarnya


“Itu sayang baju yang tidak ada lengannya” jelas Naya smabil terus mencari


“Oh, baju singlet ya Bunda…” jawab Aydin


“Iya sayang yang seperti itu, tapi yang berwarna jangan yang warna putih seperti dalaman Aydin” kata Naya


“Aydin tidak punya Bunda, adanya hanuaa warna putih” kata Aydin


“Hm, ya sudah kita pakai yang itu saja” kata Naya langsung mengambilkan singlet untuk Aydin


“Wah, nyaman sekali Bunda. Aydin tidak kegerahan lagi…” ucap anak mochi senang

__ADS_1


“Hehe, nah sekarang ayo kita pakai bubuk ajaibnya. Tapi Bunda juga mau ganti baju dulu ya sayang” kata Naya yang sudah menyiapkan baju daster untuk dirinya sendiri


“Sudah Bunda ?” Tanya Aydin yang melihat Naya baru saja keluar dari kamar mandi dengan memakai baju kuning ceraj dipenuhi motif bunga-bunga


“Sudah, nah sekarang ayo kita pakai ini…” kata Naya sambil mengeluarkan sebuah bedak dingin ditasnya


“Waaaah, ini ya Bunda bubuk ajaibnya” kata Aydin kagum


“Hehe, iya sayang… Bunda tambahkan air dulu ya sedikit nah setelah itu baru kita pakaikan kewajah kita” kata Naya


“Baik Bunda….” Kata Aydin setia menunggu


“Nah kesini sayang, Bunda akan menyapukannya ke wajah Aydin” kata Naya menyuruh Aydin mendekat


“Naaah, gimana sayang sejukkan jadinya ?” Tanya Naya setelah selesai memakaikan bedak dingin tersebut


“Iya bunda, sangat sejuk sekali…”kata Aydin senang


“Nah sekarang Bunda juga mau memakainya…” kata Naya sambil menyapukan bedak tersebut kewajahnya


“Oh ya sayang, katanya Aydin punya ide untuk hadiah Ayah Aydin. Apa sayang idenya ?” Tanya Naya


“Oooh itu Bunda, kan Ayah suka sekali cheesecake jadi Aydin mau Bunda buatkan kue itu untuk hadiah ulang tahun Ayah” Kata Aydin


“Hm, bisa sih sayang. Tapikan kalau kue Ayah Aydin pasti juga sudah membelinya” kata Naya


“Hm,,, tapi Bunda belum membeli bahan-bahan untuk membuat kue nih sayang… kita harus berbelanja dulu” kata Naya yang akhirnya menyetujui ide Aydin, dia pikir sesuatu yang dibuat sendiri dengan kasih sayang mungkin akan lebih special dari pada membeli suatu barang.


“Sepertinya bahan-bahan untuk membuat kue sudah ada didapur Bunda, kita tanya sama Bi Lastri saja dulu” kata Aydin


“Iya yah, ayo kita kebawah dulu sayang…” kata Naya setelah selesai memakai bedak dingin tersebut


“Hm,,,” kata Aydin sambil mengangguk dengan semangat


Merekapun menuruni tangga menuju dapur utama dirumah situ, namun tampak sepi tidak ada para bibi disana.


“Hm sepertinya bi Lastri dan bi Ira sedang ada dikamar mereka sayang….”kata Naya


“Iya Bunda, kita cari saja dulu bahan-bahannya dikulkas yuk..” ajak Aydin sambil membuka kulkas


“Memang Aydin tau apa saja bahan-bahan untuk membuat kue sayang ?” kata Naya


“Tidak, hehe…Aydin hanya tau harus ada buah strawberry di atasa kuenya…” kata Aydin sambil mengambil strawberry dari dalam kulkas

__ADS_1


“Hah, kenapa harus ada strawberry sayang ?” Tanya Naya bingung


“Karena Aydin suka strawberry Bunda…” jawabnya anak mochi sambil memasukkan satu buah kedalam mulutnya


“Hahaha, Bunda pikir memang harus ada buah itu…” kata Naya sambil megacak lembut rambut Aydin karena merasa gemas


“Hehehe….” Aydin hanya senyum saja diperlakukan seperti itu


“Nah ini dia sayang bahan-bahannya, ada tepung, telur, gula, margarin, dan juga harus ada pengembang… tapi dimana ya ???” kata Naya yang kebingungan mencari pengembang kue didalam lemari


“Hm,,, Bunda tanya ke bi Lastri dulu ya sayang ke belakang. Aydin tunggu disini sebentar” kata Naya yang tidak kunjung menemukan pengembang kue


“Baik Bunda…” jawab anak mochi yang sudah duduk dilantai dapur sambil memakan buah kesukaanya


“Bunda tinggal sebentar ya anak pintarnya Bunda…” ucap Naya sambil berlalu


Setelah beberapa saat Naya kembali ke dapur beserta bi Lastri, karena bi Lastri juga tidak ingat dimana letak pengembang kue. Namun dari jauh terdengar suara seseorang berteriak…


“Tu,,,Tuyuuuuuul….” Teriak seseorang dari arah dapur


“Hah ? kenapa ?” Tanya Naya bergegas ketempat sumber suara karena disana ada Aydin yang dia tinggalkan sendiri


“A,,,ada tuyul Nay…” ucap orang tesebut tergagap


“Mana tuyulnya Ton ?” Tanya Naya kebingungan


“Haaaaah, emak kunti…” kata Anton kaget saat melihat Naya


“Eeeeh, Ton Edan… sembarangan banget sih ngatain aku hantu…” kata Naya yang tidak terima


“Mana tuyulnya ? gak ada tuh ?” kata Naya sambil mendekat ke arah Anton


“Itu,,, itu Nay…” kata Anton menunjuk sosok yang ada dibawah meja makan


.


.


.


.


.

__ADS_1


See you next episode ya 😉~~~


Apa benar si Anton bisa lihat tuyul ? 🤔


__ADS_2