I Want Bunda

I Want Bunda
Episode 88


__ADS_3

“Iya Ayah…” jawab Aydin yang dari tadi sibuk makan


“By by Aydin, Om pinjem ayahnya sebentar ya…” ucap Anton menyapa Aydin


“Iya Om” kata Aydin sambil mengangguk


Naya dan Aydin melanjutkan makan mereka, namun ketenangan dalam makan tiba-tiba terganggu dengan kedatang seseorang yang tidak Naya inginkan…


“Nay, kosongkan ? “ sapa perempuan tersebut menghampiri Naya ke meja mereka


“Iya Bu, kosong” jawab Naya


“Waaah, udah mau ludes aja nih Nay makanannya” kata Bu Rika sambil melihat kondisi meja dihadapannya


“Hehehe, dimakan berdua Bu sama Aydin…” ucap Naya


“Oooh, berdua sama Aydin… kirain sama yang diperut ternyata sama yang disamping. Hehehe…” kata Bu Rika menyinggung Naya


“Hahaha, gak ada siapa-siapa Bu diperut saya kecuali para cacing yang sedang berpesta makanan” kata Naya bercanda


“Hahaha, kamu bisa aja Nay. Aku kira kamu lagi berbadan dua sehingga berhenti di perusahaan… gak mungkin kan gak ada angin gak ada ujan kamu tiba-tiba berhenti” selidik Bu Rika


“Hahaha, Saya berhenti karena kerja di kantor itu kaku Bu. Semuanya sudah di atur, jadi saya lebih memilih pekerjaan menjadi babysitters karena kita bisa mengatur waktu dengan menyesuaikan jadwal kita. Apalagikan saya juga masih kuliah Bu…” jelas Naya


“Oooh, begitu ya...Hay Aydiiin,,, iiih gemesnya…” kata Bu Rika menyapa Aydin dan ingin menyentuh pipinya


“Hay Nenek…” jawab anak mochi namun menghalang tangan Bu Rika yang ingin menyentuh pipinya


“Lah kok saya dipanggil nenek ? panggil Tante donk Aydin…” kata Bu Rika


“Hm,,, Nenek itu ada garis-garisnya disini seperti yang Aydin tonton di tablet. Apa itu namanya Bunda ?” tanya Aydin pada Naya sambil menunjuk sedikit keriput didekat mata Bu Rika


“Keriput ?” jawab Naya tidak pasti


“Iya, keriput …. Nah nenek ada itu, jadi Aydin manggilnya nenek ” kata Aydin


“Ahahaha,,, ini bukan keriput Aydin, hanya make up saja…” kata Bu Rika menolak memiliki keriput


“Ooooh, Aydin kira keriput…” ucap anak mochi kemudian melanjutkan makannya


“Ya sudah Nay, aku mau nyamperin rekan-rekan yang lain ya” kata Bu Rika ingin pergi


“Iya Bu, silahkan…” kata Naya dengan senang hati


Akhirnya satu ekor lalat pergi, Naya merasa lega karena lalat tersebut sudah diusir pergi oleh anak mochi…


“Good job anak mochi…” batin Naya sambil mengusap kepala Aydin

__ADS_1


“Kenapa Bunda ?” Tanya Aydin tanpa menyadai kata-katanya menyakiti Bu Rika


“Bunda mau ini ? sini Aydin suapin…” kata Aydin sambil menyodorkan gummy bear untuk Naya


“Terimakasih…” kata Naya


Sementara tak jauh dari mereka berdua, Derya juga dihampiri oleh beberapa lalat yang ingin mencari keuntungan dengan dirinya. Rekan bisnis yang direkomendasikan oleh sang kakek itu ternyata memiliki maksud tersembunyi…


“Asselamu'alaykum Derya. Merhaba….” Sapa seorang pria yang sudah cukup berumur tersebut


“Wa’alaikumsalam. Merhaba….”jawab Derya


“Kamu pasti sudah tahu sayakan ? saya Tayyip, teman dekat kakek kamu…” kata pria yang berasal dari Turki tersebut


“Iya om, saya ingat kok. Selamat datang di Indonesia Om…”kata Derya


“Kamu tambah gagah saja Derya, setelah menjadi duda… hehe,,,” canda Tayyip


“Hehe, terimakasih om…” sahut Derya sedikit tidak nyaman dengan pujian tersebut


“Oh ya, om kesini sekalian mau mengunjungi anak om yang kerja diperusahaan kamu ….” Kata Tayyip


“Benarkah ? saya tidak tau jika anak om bekerja diperusahaan saya” kata Derya sedikit kaget dengan hal ini


“Iya, kamu tidak mengenalinya ya ??? Padahalkan kalian waktu kecil sering bermain bersama…” ucap Tayyip


“Mungkin karena kalian berpisah saat SD sehingga tidak mengenali wajah masing-masing, hehehe… Nah kalau begitu om kenalin anak Om ya… Nak sini…” panggil Tayyip pada seorang perempuan dengan dress silver bling-bling


“Ada apa Baba ?” Tanya wanita tersebut


“Sini, Baba mau kenalkan kamu dengan teman masa kecil kamu” kata om Tayyip


“Nah Vera, kamu tau tidak jika Derya ini teman kecil kamu dulu sebelum kita pindah ke Turki” jelas Tayyip


“Iya, Vera tau kok baba… kan Vera masuk perusahaan Bos Derya juga karena hal ini…” jelas Vera


“Nah, jadi Nak Derya saja nih sepertinya yang tidak mengenali Vera anak saya…” kata om Tayyip


“Maaf om, mungkin karenakan saya diperusahaan hanya fokus untuk mengembangkan perusahaan om, tidak sempat berkeliling untuk mengenal lebih kepada karyawan…” kata Derya


“Iya om tau kok, kamu itu sibuk. Tapikan anak om selalu ada didepan pintu kamu Nak… masa tidak mengenalinya…hahaha…” kata om Tayyib dengan nada bercanda


“Hahhaha,,,,” Derya tertawa canggung, dia menyadari maksud dari ucapan tersebut


“Oh ya Nak, kamu tidak kepikiran untuk menikah lagi ? anak kamu sudah besar lo Nak, pasti sangat menginginkan Bunda baru…” kata Om Tayyip


“Masih belum terpikirkan Om….” Kata Derya

__ADS_1


“Hem, gak perlu terlalu dipikirin Nak. Kalau sudah ada calonnya bisa langsung saja ke KUA. Itu anak saya si Vera juga ada nak, kalau kamu tertarik om dengan senang hati mengurus pernikahannya nanti…” kata om Tayyip menawarkan anaknya


“Terimakasih om. Saya bisa kok mencari calon saya sendiri…” kata Derya mencoba menolak dengan halus


“Kalau kamu nyari sendiri takutnya seperti yang dulu nak, hanya mengincar kekayaan keluarga kamu, sayangnya ketahuan kakek kamu dan ingin kabur namun tragis malah tertabrak mobil truk saat itu…” ungkit om tayyip, semua kolega bisnis tau tentang rumor keburukan almarhum istri Derya karena hal tersebut menjadi viral.


Seorang istri yang mencoba kabur membawa harta suami, begitu mungkin judul beritanya. Awalnya sang istri masih sempat dibawa kerumah sakit dan melahirka pewaris, namun nyawanya sendiri tidak terselamatkan karena pendarahan akibat kecelakaan tersebut.


“Tidak, istri saya tidak begitu…” kata Derya langsung dingin, sejak awal dia berusaha untuk sopan dan menghormati tamu dari kakeknya ini. Namun ternyata dia malah menyinggung, hal yang paling sensitive bagi Derya...


“Kamu masih cinta ya sama istri kamu ? ini sudah lewat beberapa tahun Nak, sudah seharusnya kamu membuka hati kamu untuk memulai sesuatu yang baru…” kata om Tayyip menasehati


“Saya bisa mengurus diri saya sendiri, permisi.” Kata derya kemudian berlalu


Dia berjalan menghampiri Naya dan Aydin yang Nampak bahagia dengan makanan dihadapann mereka.


“Ton, kamu urus sisanya. Saya akan menunggu kamu di mobil …” kata Derya yang sudah tidak betah berada dikerumunan orang yang penuh dengan muslihat ini


“Baik Bos” kata Anton, Anton tau rumor tersebut dan sang Bos akan sangat kesal jika ada kolega bisnis yang mengungkit hal tersebut, entah seperti apa kenyataanya Anton juga tidak tahu…


“Aydin ayo pulang” kata Derya langsung menggendong Aydin


“Tidak Ayah, Aydin masih mau makan…” rengek anak mochi digendongan Dery


“Kata Ayah pulang, ya pulang !” Tegas Derya dengan penuh penekanan


“Bos kenapa ? sini biar Aydin saya saja yang gendong” ucap Naya yang ingin mengambil alih Aydin


“Ikut saya kemobil…” kata Derya langsung berjalan. Nayapun dengan tergesak-gesak mengikuti langkah Derya yang lebar


“Bukk…” Derya menutup pintu mobil dengan kasar


“Bos sini Aydinnya biar saya pangku…” kata Naya sambil mengambil Aydin yang ketakutan digendongan Derya


“Tidak apa-apa sayang, ada Bunda disini…” ucap Naya mencoba menenangkan Aydin yang kini sudah berada dipangkuannya, Naya dengan lembut mengusap punggung Aydin...


“Saya lelah Nay…” kata Derya sambil menyenderkan kepalanya dibahu Naya


.


.


.


.


.

__ADS_1


See you next episode ya 😉~~~


__ADS_2