I Want Bunda

I Want Bunda
Episode 169


__ADS_3

Merekapun berangkat menuju gedung tempat acara berlangsung, dengan pakaian yang serasi keluarga Naya menjadi pusat perhatian disana. Bukan karena pakaian mereka, tapi kelakuan Anton yang membuat mereka banyak dilihat orang.


“Hai” ucap Anton menyapa orang yang lewat disamping mereka


“Hai Cantik” sapa Anton lagi sambil melampaikan tangannya, entah ritual apa yang dia lakukan pagi tadi. Tapi sepertinya dia sedang kerasukan jin playboy.


“Bukh !” satu gebukan mendarat di dada Anton


“Bukh !” gebukan lainnya mendarat di punggung Anton


“Ops sorry om, tas Sarah ketiup angin” ucap Sarah menahan marahnya


“Hehehe, ampun. Aku cuma mau tes apa kamu cemburu atau tidak Rah, hanya bercanda saja. Seperti kata lagu cemburu itu tanda sayang” ucap Anton langsung mengatupkan kedua tangannya di hadapan Sarah


“Tinggalin aja Rah, diluar sana masih banyak cowok kok !” ucap Naya mengompori


“Eits… tidak bisa, saya sudah punya lampu hijau dari ibu camer. Iyakan Bu ?” Tanya Anton dengan senyum pepsodent yang percaya diri


“Tidak, saya tidak pernah memberi kamu lampu hijau” ucap ibu Naya tersenyum kikuk


“Lah, terus kemaren siapa ya yang sudah merestui saya” ucap Anton memutar matanya melirik Naya


“Sekarang sudah menjadi lampu merah. Jauh-jauh kamu dari adik saya jika hanya ingin mempermainkannya !” ucap Naya dengan tegas


“Ton ! 50% . ayo semuanya kita masuk, acara sudah hampir mulai” ucap Derya menyudahi perusak suasana pagi ini


“Sarah, Raaah. Aku cuma becanda kok tadi. Maafin aku ya...” ucap Anton berusaha membujuk Sarah yang merajuk


Setelah drama kusir kejaraan berlalu, mereka semuapun akhirnya duduk dikursi masing-masing dan menyaksikan acara wisuda dengan khidmad.


Ibu Naya terharu karena satu anaknya kini sudah berhasil menempuh pendidikan sampai tahap ini, melihat kondisi keuangan keluarganya dulu hal ini terasa mimpi. Karena kuliah membutuhkan biaya yang tidak sedikit, masih membiayai kedua anaknya yang juga sedang menempuh pendidikan, dan juga suami yang malah menjadi beban keluarga itu semua serasa sangat berat, namun takdir berkata lain. Anaknya berjuang gigih untuk menyelasaikan studynya, untuk meninggakan derajat orang tuanya itu kini berhasil dan membuat bangga sang ibu yang kini menjadi kepala keluarga itu.

__ADS_1


“Happy graduation Naya” ucap Indah menyambut dipintu keluar dengan sebuah buket bunga ditangannya


“Indah, terimakasih banyak. Semoga kamu cepat nyusul ya” ucap Naya memeluk erat Indah


“Nyusul yang mana nih Nay ? Bunting, Nikah, atau Wisuda. Jangan sampai ketuker urutannya. Kan gak lucu aku bunting dulu baru nikah. Idih amit-amit” ucap Indah yang ceplas seplos


“Ya nyusul wisudah lah Ndah, hilal kamu meyudahi jomblo akut aja belum kelihatan Ndah.” Ucap Naya


“Heh, mentang-mentang dah punya suami” ucap Indah pura-pura kesal


“Hehehe, becanda dah. Aku traktir makan siang, ikut yuk !” ucap Naya menghibur temannya


“Let’s Go !” ucap Indah semangat


“Oh iya, itu teman-teman yang lain pada nungguin kamu disitu Nay” ucap Indah menunjuk teman sekelas Naya yang kebetulan dekat dengan Naya berteduh di bawah pohon


“Hm, aku ijin dulu ya” ucap Naya menatap suaminya


“Mas, Naya boleh tidak menghampiri teman-teman Naya kesana” ucap Naya, mereka sudah mengabadikan moment keluarga didalam jadi Naya rasa tidak salahnya jika dirinya juga mengabadikan moment dengan teman seangkatannya


“Mas temani ya” ucap Derya sambil meggapai pinggang Naya


“Aydin, Ibu dan adik bagaimana Mas jika Mas ikut kesana ?” Tanya Naya


“Ada Anton. Ton ! kamu bawa ibu dan adik ipar ke resto nanti kami menyusul” Ucap Derya memberi perintah


“Siap laksanakan Bos” ucap Anton memberi hormat


“Silahkan lewat sini keluarga kerajaan” ucap Anton


“Hm, Aydin ingin ikut Bunda” rengek Aydin

__ADS_1


“Aaa…” Naya ingin berucap namun


“Jangan ya boy, teman Bunda ada yang bisa gigit orang jadi Aydin ikut sama nenek dan aunty saja. Biar Ayah yang menjaga Bunda” ucap Derya langsung memotong ucapan Naya


“Benarkah Bunda ?” Tanya Aydin minta kepastian


“I,, iya…” ucap Naya terpaksa karena sudah diberi kode Derya


“Hm, baiklah kalau begitu. Bunda jangan pulang terlalu lama ya. Aydin akan kangen nanti” ucap anak mochi


“Iya sayang, dadah hati-hati ya” ucap Naya mengusap kepala Aydin


“Dah Bunda…” ucap anak mochi akhirnya pergi


“Mas kenapa berbohong dengan Aydin ?” Tanya Naya meminta kejelasan


“Setelah menemui teman kamu, Mas mau pacaran sama kamu sayang” ucap Derya sambil mengedipkan matanya


“Apakah ini benar suamiku ? “ batin Naya yang kaget dengan perubahan sikap suaminya yang tidak malu lagi mengumbar kemesraan didepan orang banyak.


.


.


.


Jangan lupa baca ulang episode sebelumnya ya karena sudah aku ganti dengan episode 168 yang sesungguhnya 🤗


Thanks all yang sudah setia menantikan IWB up 🌹🌹🌹 dan maafkan author yang karena ada kesibukan jadi jarang up 🙏


Next day, bakalan rajin up kok😉 Jadi jangan lupa like, komen, dan vote ya guys...

__ADS_1


See you ✨


__ADS_2