
"Kenapa anak kita bulat ayang, hiks ? kata Ayang mereka akan lucu seperti Adli” Tanya Sarah lagi
“Ayang, anak semua orang juga begini jika masih berumur 4 minggu, iyakan dok ?” Tanya Anton meminta dukungan
“Iya benar bu Sarah, bentuk janin akan terus berkembang menjadi bentuk yang sempurna sampai usia Sembilan bulan nanti. jadi ini adalah hal yang biasa jika bentuk janin seperti ini” ucap sang dokter menjelaskan
“Hm, jadi anak kami hiks,,, pasti akan bisa seperti Adlikan bu dokter ?” Tanya Sarah
“Siapa Adli ?” Tanya dokter tersebut bingung
“Itu keponakan baru mereka dok, bayi laki-laki yang baru saja lahir” ucap Nisa
“Ooh, iya bu Sarah. Janin ini nantinya akan berkembang seperti keponakan baru kalian” ucap sang Dokter mengerti
“Hm, baiklah… bulat-bulat cepat besar ya” ucap Sarah sambil mengelus perutnya
“Eeh, apa ini dok ?” tanya Sarah kaget karena merasakan sesuatu ditelapak tangannya
“Ini gel tadi bu, tunggu sebentar akan saya bersihkan dan mengirim hasil USG tadi” ucap sang dokter segera mengambil lap kering
“Nah sudah bersih, ibu Sarah sudah bisa turun dari ranjang” ucap sang dokter merapikan kembali pakaian Sarah
“Jadi bulat itu tanda Sarah hamil ya dok ?” Tanya Sarah pada ibunya
“Iya nak, selamat ya. Itu adalah janin kamu, hasil pembuahan dari kalian berdua. Jaga baik-baik dia karena itu adalah titipan” ucap Nisa dengan lembut
“Baik bu, Sarah akan belajar banyak dari ibu dan ka Naya” ucap Sarah sambil menggandeng tangan ibunya
“Silahkan duduk kemari Bu pak, ada beberapa hal yang perlu saya sampaikan” ucap sang dokter setelah melepas sarung tangannya
“Ayang bisa ?” Tanya Sarah melihat Anton yang mendorong sendiri kursi rodanya
“Gampang ayang, ini dekat kok !” ucap Anton yang menggerakkan otot lengannya
“Selamat ya Ibu dan Bapak atas kehamilan istrinya” ucap sang dokter mengucapkan dengan ramah
“Terimakasih dok” jawab Anton dan Sarah bersamaan
__ADS_1
“Jadi begini Pak, Bu, saya lihat dari data diri Bu Sarah bahwa beliau masih berusia diawal 20an ya. Usia ini merupakan usia paling awal dalam memasuki usia ideal kehamilan, karena umunya usia ideal seorang wanita hamil berada pada umur 20-35 tahun. Namun ini kehamilan pertama untuk Bu Sarah sehingga harus ekstra dijaga ya bu. Bu Sarah jangan terlalu lelah dan harus menjaga pola makan yang baik untuk nutrisi janin” ucap sang dokter menjelaskan
“Siap dok, banyak yang mendukung saya untuk menjaga si bulat. Saya akan berusaha sebaik mungkin !” ucap Sarah dengan yakin
“Selain itu kesiapan mental juga sangat penting, baik untuk istri maupun suami. Jadi saya sarankan karena kalian akan menjadi orang tua baru, kalian bisa mengikuti kelas kehamilan dan juga sering-sering membaca buku tentang kehamilan ya” ucap dokter itu lagi
“Demi si bulat Sarah akan rajin membaca dok, siap laksanakn !” ucap Sarah dengan gaya polosnya memberi hormat pada sang dokter
“Ibunya sangat bersemangat sekali ya Pak, semoga kehamilannya lancar” ucap sang dokter tersenyum melihat tingkah Sarah
“Terimakasih dok atas arahan dan do’anya. kami pasti akan menjaga sibulat dengan baik” ucap Anton yang sudah memutuskan untuk memanggil janin mereka dengan si bulat
“Baiklah Pak bu, kalian bisa mengambil hasil USG tadi dibagian administrasi. Saya sarankan agar Bapak dan Ibu Sarah bisa melakukan cek up dengan teratur ya agar bisa memantau perkembangan janin dengan baik” ucap sang dokter berdiri dan bersalaman dengan mereka semua
“Baik dok, terimakasih” ucap Anton kemudian merekapun keluar ruangan
“Ayang, sini biar Sarah dorong ya” ucap Sarah saat melihat sang suami memutar kuris roda sendiri
“Jangan Ayang, ingatkan pesan dokter tadi, kamu jangan terlalu lelah bukan” ucap Anton yang tidak ingin menyusahkan istrinya
“Terimakasih bu” ucap Anton sebenarnya sungkan namun tangannya juga sudah lelah
“Kita kemana nak ?” Tanya Nisa yang kurang mengerti tentang seluk beluk rumah sakit
“Kita kesana bu, ke meja administrasi” tunjuk Anton
“Ah, baik” ucap Nisa merekapun berjalan melalui beberapa pasien lain yang sedang menunggu antrian
“Lihat, keluarga itu memperkerjakan lansia sebagai pembantu. Apa mereka tidak kasian diusia senjanya begitu masih bekerja dan mendorong tuannya seperti itu” gumam seseorang yang memperhatikan keluarga siput lewat
“Iya, jangan-jangan itu ibu mereka dan malah memperlakukan ibunya seperti pembantu dirumah” balas yang lainnya
“Bu, biar Sarah saja ya” ucap Sarah yang merasa tidak enak mendengar bisik-bisik tersebut
“Kamukan sedang hamil nak, biar ibu saja ya” ucap Nisa sebenarnya juga mendengarkan perkataan orang tadi namun dia menghiraukannya
“Tidak apa bu, ibu pasti lelah. ibu sudah beberapa hari ini tidak istirahat dengan baik karena seluruh keluarga kita berada dirumah sakit” ucap Sarah kemudian mengambil alih untuk mendorong kursi roda
__ADS_1
“Terimakasih bu, maaf ayang mas merepotkanmu” ucap Anton yang merasa tidak enak
“Tidak apa ayang, kan Sarah istri ayang sebagai bentuk bakti Sarah dong untuk melayani suami tercinta” jawab Sarah membuat hati Anton terbang
“Lihat orang itu memperkerjakan anak dibawah umur, kasian sekali anak itu seharusnya dia sedang duduk nyaman diruang kelas untuk menempuh pendidikannya bukan” gumam orang yang sedang mengantri di depan meja administrasi
“Kalian maunya apa sih ? kenapa selalu berkomentar dan menyalahkan padahal tidak tau kebenarannya !” ucap Anton emosi dan berdiri dari kursi rodanya
“Jangan berkomentar jahat dan menilai hanya dari melihat. Kalian tidak tau kebenarannya, tolong ya mulut kalian dijaga dengan benar. Karena ucapan yang keluar darimulut bisa menjadi pedang yang menyayat” ucap Anton masih kesal
“Hummfff,,, maaf saya sudah menganggu kenyamanan yang lain !” ucap Anton kembali duduk kekuris rodanya
“Biar mas saja yang dorong sendiri Ayang !” ucap Anton yang bergegas lebih dulu dari Sarah dan Nisa yang masih kaget
“Bu, itu tadi beneran Mas Anton ?” Tanya Sarah benar-benar kaget karena baru melihat suaminya semarah itu
“Ibu juga kaget Nak, mungkin ada tekanan atau perasaan yang dia pendam sendiri sehingga mempengaruhi emosinya. Tugas seorang istri adalah membersamainya dalam situasi apapun, tempat berbagi cerita senang maupun sedih, jadilah pendengar yang baik ya Nak” ucap Nisa sambil memberi wejangan
“Baik bu, nanti Sarah akan kembali bermain dokter-dokteran supaya Mas Anton mau bercerita dengan Sarah” ucap Sarah
“Dokter-dokteran ?” Tanya Nisa bingung
“Ya, Mas Anton adalah pasien yang harus Sarah perhatikan. nanti Mas Anton akan bercerita berbagai hal dengan Sarah. Sarah melihatnya di TV ada dokter yang menjadi tempat untuk bercerita dan melepas stress” ucap Sarah pada sang ibu
“Ooh, begitu ya” ucap Nisa yang hanya mengangguk karena tidak mengerti dokter seperti apa yang dimaksud Sarah
.
.
.
See you next episode ya 😉~~~
Jangan lupa tinggalkan jejak 👣
Adudu Sarah ada² aja 🙈
__ADS_1