
“Bos anda iiiin… iih kenapa kalian sih !” ucapan Anton kesal melihat siapa yang baru saja masuk
“Hai om Anton” sapa orang yang membuka pintu
“Bos kecil kenapa datang sekarang ?” ucap Anton penuh ekspresi
“Tapikan ini kamal Aldo. Aldo itu teman Ipan bukan teman om Anton” ucap Kivanc
“Aih, pokoknya nanti kalau bos besar udah nyampe baru kalian masuk” ucap Anton mendorong kembali Kivanc dan Aydin keluar
“Om Anton aneh !” ucap Kivanc sambil merajuk
“Kau baru tau ? sebelum kau jadi cebong om Anton sudah begini !” ucap Aydin yang juga terdorong
“Cebong itu apa ka Ay?” tanya sambil memiringkan kepala
“Entahlah, Ayah selalu memanggil adik bayi diperut Bunda seperti itu” ucap Aydin yang juga tidak mengerti
“Hei kenapa kalian sangat susah didorong sih” ucap Anton
“Ipan idak ingin pelgi” ucap Kivanc yang ternyata berpegang erat dipintu
“Pantas saja terasa berat, ternyata aku mendorong kalian beserta gedung rumah sakit” ucap Anton melihat tangan Kivanc berpegangan dipintu
“Hehhehe…” ucap Kivanc terkekeh
☕☕☕
Ditempat lain, para orang dewasa segera bergegas kembali keruangan dengan cemas. Untunglah acara mereka sudah selesai dan Bram segera kekasir untuk menepati janjinya
“Bram, aku duluan ya !” ucap Derya
“Baik bro, hati-hati kami akan ikut mencari setelah ini” ucap Bram yang ditemani Santi
Deryapun berjalan dengan cepat keluar restoran diiringi dengan Naya dibelakangnya.
“Sayang, kamu bersama mereka saja. Kamu jangan berjalan terlalu cepat” ucap Derya yang baru sadar jika Naya mengikutinya
“Tidak apa mas, Naya juga ingin mencari mereka” ucap Naya nampak khawatir
“Baiklah mas akan lebih pelan” Ucap Derya menggandeng tangan Naya
“Bruk !!!” Derya menabrak seseorang karena tidak melihat kedepan
“Kalau jalan itu liat kedepan, mentang-mentang pacaranya ada disamping !” ucap orang yang terjatuh tersebut
“Maaf ya, maafin suami saya. Apa anda tidak apa-apa ?” tanya Naya membantu sedangkan Derya sama sekali tidak berniat untuk membantu, dia justru memegang tangan Naya agar segera mencari anak-anak
“Mas, dia terjatuh. Biar Naya bantu sebentar” ucap Naya
“Naya ?” tanya wanita tersebut mengangkat kepalanya
“Apa kita kenal sebelumnya ?” tanya Naya sambil membantu wanita itu
__ADS_1
“Heah ! Ternyata kau yang namanya Naya dank au pasti Derya bukan ?” ucap wanita tersebut menepis tangan Naya dan tersenyum sinis
“Siapa ?” tanya Derya menatap tajam karena orang ini mengetahu identitasnya
“Ingat kejadian 4 tahun lalu ? siapa yang sudah kalian bunuh ?” ucap wanita tersebut
“Hm,,, tidak siapapun” jawab Naya
“Hahahaa ! mana ada penjahat yang mengakui tindakan kejinya. Kau menjerumuskan adikku kejeruji hingga dia bunuh diri ! kamu penyebab dia mati ! kalian pelakunya !” ucap wanita tersebut membentak Naya menunjuk dengan kasar
“Hei, apa yang kau lakukan ! bicara dengan jelas !” ucap Derya segera melindungi Naya dan menariknya untuk berada dibelakang dirinya
“Heh ! aku akan membalas seratus kali lipat atas kematian Ajeng ! lihat saja” ucap wanita tersebut dengan tatapan membunuh
“Ajeng ? maksud anda Ajeng teman satu angakatan saya di kuliah dulu ?” tanya Naya memberanikan diri untuk bertanya
“Apa ada Ajeng lain yang kalian bunuh ? Ahaha, ternyata kalian memang benar orang jahat. Aku akan membalasnya !” ucap wanita tersebut mengambil sesuatu disaku jasnya
“Ada apa ini ribut-ribut ?” tanya seorang Satpam mendekat kearah mereka
“Tidak ada, ini urusan pribadi kami !” ucap wanita yang nampak seperti wanita karir itu kemudian berlalu
“Apa kalian terluka ?” tanya sang Satpam yang mendekat karena Angel dan Haris yang melaporkan situasinya
“Tidak ada Pak, terimakasih” ucap Naya ramah
“Kalian tidak apa ? maaf baru menyusul karena aku benar-benar harus kekamar mandi dulu” ucap Angel yang datang bersama Haris
“Kembali kasih, memangnya dia siapa ? aku rasa kalian bukan orang yang punya musuh” ucap Angel sambil merangkul Naya
“Hm, entahlah…” ucap Naya diam tidak ingin membicarakannya
“Karena sudah ada Angel dan Haris, Mas duluan ya sayang.” ucap Derya kemudian berlari menuju rumah sakit
“Mas tunggu !” ucap Naya ingin menahan namun tidak berhasil
“Jangan dikejar Nay, kamu sedang berbadan dua” ucap Angel menahan Naya
“Baiklah, semoga anak-anak segera ketemu” ucap Naya patuh, merekapun berjalan menyusul Derya dengan langkah pelan
“Awas !” teriak Derya saat ada orang menghalangi dirinya untuk berlari
“Pak disini rumah sakit, jangan berlari !” tegur Satpam penjaga rumah sakit, Namun Derya tidak peduli dirinya tetap berlari
“Ton apa sudah ketemu ?” tanya Derya membuka pintu kamar Aldo dengan tergesa-gesa saat baru saja tiba
“Eh bos, hee… nih makhluknya sudah ada” ucap Anton menyambut dengan senyuman khasnya
“Kau berbohong ?” tanya Derya menatap tajam
“Tuh kan, sudah ketebak ini mah alurnya” batin Anton sambil memikirkan kata-kata
“Bukan Bos, ketika saya baru saja menelphone anda para bos kecil kembali kehabitat mereka dengan sendirinya” ucap Anton
__ADS_1
“Benar ?” tanya Derya memastikan
“Tangan Ipan cakit kalena Om Anton” ucap Kivanc mengadu
“Bos kecil, yang ditanya itu apa benar kalian balik dengan sendirinya bukan tentang tarik tambang kita” ucap Anton panik
“Apa maksudnya ?” tanya Derya menatap Aydin meminta penjelasan, karena kedua makhluk ini menggunakan bahasa yang sukar dimengerti
“Pertama, mengenai kami yang kembali ke kamar itu benar. Kami tidak tau jika Om Anton dan Ayah mencari. Kedua, tangan Kivanc sakit karena om Anton mendorong kami untuk keluar dan kembali kesini ketika Ayah sudah datang” ucap Aydin menjelaskan
“Hm, ternyata begitu ! apa parah ?” tanya Derya kemudian duduk dikursi dengan tenang
“Idak, ini idak cebecal anak dicebelah Yah” ucap Kivanc
“Anak disebelah ?” tanya Derya mengangkat alisnya
“Hm, Dii…” Kivanc ingin menjelaskan namun seseorang memotongnya
“Assalamu’alaikum, bagaimana Kivanc dan Aydin ketemu ?” tanya Naya saat baru saja tiba
“Undaaaa….” Teriak Kivanc agar Bundanya melihat kearahnya
“Alhamdulillah, syukurlah kalian sudah ketemu” ucap Naya segera mendekat dan memeluk Kivanc dan Aydin
“Maap Unda cudah buat Unda khawatil” ucap Kivanc didalam pelukan Naya
“Tidak apa, maad Bunda meninggalkan kalian tanpa ijin. Pasti kalian mencari Bundakan ?” ucap Naya melepas pelukannya
“Hm…” respon Kivanc mengangguk
“Oh ya Unda, dicebelah telnyata teman jahatnya Ipan” ucap Kivanc mulai bercerita
“Teman jahat ?” tanya Naya bingung
“Dia nakal kalena pelnah ganggu Nia Unda, tapi cekalang dia cakit. Lukanya lebih becal dalipada ditangan Ipan ini” ucap Kivanc menunjukkan tangannya yang agak merah
“Ini kenapa lagi sayang ?” tanya Naya segera menggapai tangan Kivanc dan meniupnya
“Kalena on Anton dolong !” ucap Kivanc menunjuk Anton tanpa merasa bersalah
“Habislah aku !!!!” kutuk Anton pada diri sendiri, niat ingin khawtir menjenguk bos kecilnya justru menjadi malapetaka
.
.
.
See you next episode ya 😉~~~
Jangan lupa like, koment dan vote jika berkenan ❤️
Thanks All 💞
__ADS_1