
Masih pada suasana yang sama, mereka sedang bermain di ruang bermain rumah Double K, dengan duduk melingkar dimeja bulat merekapun menikmati camilan siang mereka.
"Lihat, ini bentuk beruang, Wrooow…” ucap Aldo dengan ceria
“Wroooaaaw…” kivanc ikut berteriak dan bergaya beruang dengan cakarnya
“Hahaha, ini bentuk itik seperti Abang” ucap Kila ikut menunjukkan cookies yang diambilnya
“Ipan ukan itik de Ila” ucap Kivanc tidak terima
“Iya, tapi kelakuan abang seperti itik yang selalu mengikuti dibelakang” jawab Kila
“Hem” ucap Kivanc merajuk dan memalingkan wajah
“Kivanc, ini untuk Kivanc” ucap Aldo memberikan cookies
“Apa ini entuk uaya ?” Tanya Kivanc sambil mengamati
“Bukan, Buaya punya gigi yang tajam, sedangkan ini tidak ada. Jadi, ini bukan buaya Kivanc” ucap Aldo
“Oooh telus apa dong ?” ucap Kivanc bingung
“Itu abang yang suka nempel di dinding” ucap Kila
“Haa, benal icaaak” ucap Kivanc sambil menjunjung tinggi cookies nya
“Selamat siang keluarga kerajaan…” teriak seseorang dari luar
“Eh lagi pada main ya ?” Tanya seseorang yang memunculkan kepalanya dari balik pintu
“Ciang om Icak” jawab Kivanc menunjukkan cookiesnya
Anton yang mendengar panggilan Kivanc menatap Naya, pasti kanjeng ratu itu yang mengajari anaknya memanggil dirinya seperti itu.
“Bukan aku” Batin Naya sambil melambaikan tangan memberi kode
“Heee, iya itu cicak” ucap Anton tersenyum terpaksa saat baru menyadari bentuk cookies yang ditunjukkan Kivanc
“Om genit !” ucap Aldo sambil menunjuk Anton
“Hah ? saya ?” Tanya Anton bingung
“Iya, om kan yang sering ajak mommy makan siang. Makanya mommy tidak ada waktu untuk Aldo” ucap Aldo cemberut
“Ton ? benar ?” selidik Naya
“Tidak Kakak Ipar, aku tidak pernah selingkuh” ucap Anton segera mengklarifikasi
__ADS_1
“Ah kamu, kamu anaknya Bu Angel iyakan ?” ucap Anton saat melihat Aldo dengan baik-baik
“Tuh kan, om tau mommy. Iyakan om mau ambil mommy Aldo” ucap Aldo semakin cemberut
“Om Jahat !” teriaknya kemudian memalingkan wajahnya
“Ton, apapun urusanmu kemari. Duduk dulu kemari dan jelaskan” ucap Naya dengan serius, sebab anak kecil tidak pernah berbohong, jika dia sering melihat Mommy Aldo keluar bersama Anton pasti ada sesuatu yang terjadi
“Baik kak” ucap Anton patuh dan ikut duduk dikursi mini yang tersisa, padahal dia bisa saja tidak duduk disitu dan langsung duduk dilantai seperti Naya tapi entahla pikiran asisten yang satu ini
“Jelaskan !” ucap Naya dengan tegas
“Baik Kanjeng Ratu, begini saya memang mengenal ibu dari anak ini. Namanya adalah Bu Angel, dia salah satu pemilik saham diperusahaan. Akhir-akhir ini kami sering bertemu karena Bu Angel ingin berhenti kerja diperusahaan kami dan menarik kembali sahamnya. Saya mencoba membujuknya agar tetap menanam saham, karena saham dia yang ada diperusahaan cukup besar” jelas Anton
“Oh, jadi ini maslaah pekerjaan ? bukan ada hal lainnya” Tanya Naya
“Ya, betul. Saya selalu mendapat tatapan mengerikan dari anak ini saat menjemput Bu Angel untuk melakukan negosiasi” ucap Anton
“Dan kamu berhasil ?” Tanya Naya
“Masih belum, entah kenapa semenjak perusahaan memperluas cabang di Amerika Bu Angel nampak gelisah dan jarang berhadir keperusahaan. Kemudian dia juga tiba-tiba ingin menarik sahan diperusahaan, ini masalah yang cukup besar makanya saya yang harus turun tangan” ucap Anton lanjut menjelaskan
“Tapi Mommy tidak pernah ada dirumah, jika tidak pergi bekerja lalu mommy kemana ?” Tanya Aldo sedih
“Entahlah, itu urusan pribadi bu Angel saja tidak mengurusinya” jawab Anton
“Tidak tau kanjeng ratu, saya bukan agen rahasia yang mengetahui rincian semua orang bahkan sampai kedalam hati nuraninya” jawab Anton
“Padahal itu info yang penting” ucap Naya
“Memangnya kenapa itu bisa penting ?” Tanya Anton
“Cepelti ini om Icak, Aldo cedih kalena idak unya Daddy. Mommynya cibuk kalena halus kelja menggantikan daddy yang idak ada. Makanya ami mau cali daddy buat Aldo” ucap Kivanc menjelaskan
“Daddy baru ? hm… dikantor memang ada beberapa yang menyukai bu Angel, siapa yang tidak tertarik coba dengan body dan wajah nan menawan itu” ucap Anton sambil tersenyum
“Ton ! ingat Sarah” tegur Naya
“Hehehe, tapi lebih bahenol dan menawan istiri ku kok kak ipar” ucap Anton cengengesan karena memuji wanita lain dihadapan kakak ipar
“Huuuh, syukur ounya ipar baik. Gak diaduin kan ya ? kalau diaduin habis aku malam ini” batin Anton
“Apa mereka semua tulus ?” Tanya Naya
“Entahlah, saya tidak terlalu memperhatikan kanjeng ratu” jawab Anton
“Apa daddy untuk Aldo sudah ada ?” Tanya Aldo yang tidak memahami percakapan orang dewasa
__ADS_1
“cepeltinya daddy balu untuk Aldo kan cegela ada. Iyakan om icak ?” ucap Kivanc
“Bos kecil, siapa yang mengajarkan anda memanggil saya begitu ?” Tanya Anton tidak terima
“Idak ada” jawab Kivanc menggeleng
“Huuh, baiklah anggap saja anda tau secara autodidak” ucap Anton mengalah
“Jadi om, bagaimana ? apa daddy Aldo akan segera ada ?” Tanya Kila
“Entahlah” ucap Anton mengangkat bahunya
“Ton, kau awasi calon kandidat itu. Beritahu aku mana yang menurutmu paling baik, nanti Aldo akan menyeleksinya. Panggil saja mereka karena urusan perusahaan, aku yang akan minta izin dengan Bos Besar nanti” ucap Naya
“Cuannya ?” Tanya Anton
“Amal jariyah Ton, gak mau dapat pahala kau ?” Tanya Naya
“Hehehe, iya deh kak, iya….” Jawab Anton cengengesan
“Apa bica ? daddy balu Aldo akan cegela ketemu ?” Tanya Kivanc
“Semoga ya sayang, om Anton sedang mengawasi” ucap Naya
“Yey, yo ita akukan yel-yel tim” ucap Kivanc mengepalkan tangan kedepan
“Yey…” Aldo ikut bergabunng
“Ya” ucap Kila dengan pelan
“Hm ?” Naya hanya ikutan sambil bingung dengan ide anaknya
“Yeeaaahhhh !” Anton bergabung paling semangat
“Go,,, go,,, Daddy Aldo… Yeaaayyy !” teriak Aydin dan di iringi oleh Aldo
Ya, begitulah rencana mereka untuk menemukan daddy baru Aldo. Akankah rencana tersebut berjalan dengan lancar dan berakhir dengan baik. Tunggu kelanjutannya ya…
.
.
.
See you next episode 😉~~~
Jangan lupa tinggalkan jejak guys ✨✨✨
__ADS_1