
“Mas apa tidak apa mereka kita tinggalkan disini ?” Tanya Naya khawatir
“Mereka justru senang dibiarkan bermain sayang, mas rasa mereka juga akan membantu Bram di sana” ucap Derya meyakinkan istrinya
“Maksud mas ?” Tanya Naya bingung
“Ayo masuk dulu, pakai seatbelnya ya” ucap Derya membukakan pintu mobil untuk istri tercinta
“Terimakasih mas” ucap Naya tersenyum hangat atas perhatian Derya bahkan dia mengamankan kepala Naya agar tidak terantuk
“Terimakasih yang benar bagaimana sayang ?” Tanya Derya yang kini sudah duduk manis dibelakang kemudian
“Cup, terimakasih suamiku” ucap Naya agak malu-malu
“Sudah sering dilakukan kenapa masih malu-malu sih, gemas kan aku jadinya” ucap Derya mencolek hidung Naya karena gemas
“Hem…” Naya malah tambah tersipu malu
“Kita berangkat ya” ucap Derya meminta ijin lebih dulu kemudian mulai menginjak pedal gasnya
“Mas, dede bayi makin aktif saja akhir-akhir ini” ucap Naya bercerita
“Benarkah, tapi mengapa ketika Mas memegangnya dia selalu diam” ucap Derya mengingat hal tersebut seperti sedang dipermainkan oleh dede cebong
“Kata dede bayi Ayah sih manggil dia cebong mulu” ucap Naya menyampaikan
“Sayang, Dede cebong itu lucu tau. Nama itu sangat menggemaskan, buktinya double K saja waktu diperut Mas panggil begitu juga dan sekarang lihat mereka” ucap Derya membela diri
“Mereka menjadi semakin lucu dan menggemaskan, begitukan sambungannya” ucap Naya sudah tau apa yang akan dikatakan Derya
“Hehehe, kita memang terlalu sehati sayang. bahkan kau bisa tahu apa yang belum terucap dari mulut ini” ucap Derya terkekeh
“Mas sudah terlalu sering mengatakan kalimat itu setiap kita membahas tentang nama dede bayi. Sampai Naya hafal mas” ucap Naya
“He, bahkan kalimat yang sering mas ucapkan saja kamu hafal, itu tanda kita sudah menyatu dan sangat saling mengenal sayang” ucap Derya menggoda Naya
“Mas coba pegang, dede bayi tidak setuju dengan itu. Dia protes dengan menedang” ucap Naya menunjuk perutnya
“Mana Mas tidak melihatnya ?” ucap Derya mengangkat alisnya
“Sini Mas pegang” ucap Naya segera menggapai tangan derya dan meletakkan diperutnya, itu membuat Derya tersenyum sumringah akhirnya istrinya berinisiatif untuk memegang tangannya lebih dulu
“Mas kenapa senyum-senyum sih, coba rasakan” ucap Naya
“Iya sayang, disini agak benjol sedikit pasti ini kakinya yang proteskan ?” ucap Derya menjawab asal
“Seperinya iya mas, nanti kita usg ya Naya ingin melihat wajah dede bayi seperti apa” ucap Naya bersemangat
“Dede cebong pasti mirip Ayah yakan ? ” ucap Derya percaya diri
“Dukhhh…” dede cebong nendang
“Tuhkan dia protes gak mau dipanggil dede cebong Ayah katanya” ucap Naya yang sebenarnya juga tidak setuju dengan panggilan itu
__ADS_1
“Hehehe,,, Ayah akan manggil begitu terus agar dia mau merespon saat Mas mengobrol dengannya” ucap Derya usil
“Mas iiih….” Ucap Naya agak kesal.
Begitulah perjanalan mereka menuju rumah sakit terlalu, obrolan mengenai sang dede cebong yang selalu tidak ada habisnya akan mereka bahas untuk mengisi waktu luang. Itu menyenangkan bagi mereka yang menanti kehadiran buah hati mereka.
“Sayang, ayo kita kencan” ucap Derya setelah selesai memeriksa keadaan buah hati ketiga mereka
“Kencan ? ini sudah sore loh Mas, anak-anak pasti sudah pulang kerumah” ucap Naya mengkhawatirkan anak-anaknya
“Dirumah ada yang jaga mereka kok sayang, kita jarang loh quality time berdua kayak gini” bujuk Derya
“Hm,,,, baiklah memangnya mas mau kemana ?” Tanya Naya akhirnya setuju
“Ayo kita pacaran ala anak muda” ucap Derya menyampaikan idenya
“Pacaran ?” Tanya Naya bingung
“Ya, dimulai dari aku memasangkan seatbelt kamu” ucap Derya segera bergerak lebih dekat dengan Naya
“Mas, Naya bisa sendiri” ucap Naya merasa canggung
“Sayang, hembusan nafasmu terasa dipipiku. Apa kamu menggodaku ?” ucap Derya membuat jarak mereka semakin dekat
“Mas ih…” ucap Naya mendorong Derya
“Hahahaa, aku bercanda. Tidak mungkin aku memakanmu sekarang, kesempatan quality time selain dikasur sangat langka. Aku akan memanfaatkannya sebaik mungkin” ucap Derya senang karena berhasil menggoda Naya
“Mas kenapa pikirannya kesana sih” ucap Naya pipinya merona
“Aduh sakit Mas” ucap Naya mengusap dahinya
“Sayang…” ucap Derya semakin mendekatkan wajahnya
“Iya iya, Naya tau panggil sayangkan” ucap Naya segera mencegah Derya untuk berbuat lebih
“Ayo kita jalan” ucap Derya segera kembali tenang dan mulai mengemudi
“Huuuuuffff…..” Naya menghembuskan nafas lega, sedangkan senyum mengambang dibibir Derya merasa senang karena berhasil kembali menggoda sang istri
“Kita kemana mas ? eh sayang ?” ucap Naya merasa canggung dengan keheningan beberapa saat tadi
“Kamu mau kemana sayang ?” Tanya Derya menoleh pada Naya
“Terserah kamu saja” jawab Naya
“Jawaban anak muda memang gitu ya sayang ? harus terserah ?” Tanya Derya
“Ya, Nayakan mendalami peran” ucap Naya ingin membalas Derya
“Aku tau loh café Terserah. Ada didekat sini mau kesanakan kamu ?” ucap Derya berhasil menghadapi kata terserah yang dilontarkan Naya
“Hah memang ada ?” Tanya Naya tidak percaya
__ADS_1
“Iya, Aku akan ganti nama café milikku jadi Terserah. Bagaimana mau kesana kan ?” ucap Derya
“Iiih, Naya sudah percaya tadinya. Mas ngeselin !” ucap kembali kesal
“Hahaha,,, sayangku sangat menggemaskan jika sedang kesal” ucap Derya mencubit lembt pipi Naya
“Mas jangan dicubit atuh, nanti ileran” ucap Naya mengusap pipinya
“Kau bukan anak kecil sayang, mana bisa ileran. Cup…” Derya kembali mencium pipi Naya
“Maaas, Naya lagi isi jangan dibuat darah tinggi atuh” ucap Naya memakai anak sebagai senjata
“Maaf sayang, maaf… Sebagai penebusnya Mas akan buat kamu bahagia sore ini” ucap Derya sudah menyusun rencana
“Mall ?” ucap Naya bretanya karena kini mereka memasuki parkiran sebuah mall
“Ya, Aku ingin menunjukkan pesonaku” ucap Derya mengangkat lasinya menebar pesona
“Pesona apa yang tersembunyi di Mall ? jadi salesman ?” tanya Naya
“Bukan itu sayang, kamu lihat saja nanti” ucap Derya memarkirkan mobilnya dengan aman
“Hm…” ucap Naya menurut
Merekapun turun dari mobil dan masuk kedalam Mall, entah pesona apa yang dimaksud Derya tapi Naya menantikannya
“Bersikaplah seperti pacar yang patuh dan menatap kagum aku ya sayang” ucap Derya menggandeng tangan Naya lebih erat mereka menaiki escalator satu persatu
“Kemana sih sayang ?” Tanya Naya merasa nyaman, kepalanya menempel dibahu Derya dengan nyaman
“Hampir sampai” ucap Derya menatap lantai atas yang akan mereka tuju
“Game ? Mas mau menunjukkan apa disini ?” Tanya Naya
“Kebanyakan pasangan muda akan bermain disini, Nah pertama ayo main basket” ucap Derya segera menuju permainan lempar basket
“Hey Bro, mau bertanding ?” Tanya Derya pada seorang anak muda yang ada disampingnya
“Hm boleh juga kak” ucap anak muda tersebut melihat penampilan Derya yang agak modis, walau memakai kemeja namun lengan tergulung dan stylish rambut yang keren membuatnya nampak muda
“Lihat aku sayang, aku pasti menang” ucap Derya pada Naya yang menunggunya disamping
“Semangat sayang !” ucap Naya memberi semangat
.
.
.
See you next episode ya 😉~~~
Jangan lupa tinggalkan jejak ✨✨
__ADS_1
Thanks all ❤️❤️❤️