
Di sebuah ruangan yang sudah cukup familiar, seorang wanita di ikat disebuah kursi dengan mulut dilakban. Dia adalah Naya, dia bingung kenapa dirinya di culik ? bukankah ini tidak seharusnya terjadi ?
“Shhht…” Naya sedikit pusing akibat obat bius tadi, dia mengerjapkan matanya beberapa kali untuk menyesuaikan cahaya didalam ruangan tersebut
“Hm, apa ini berjalan sesuai rencana ?” pikir Naya
“Bukankah seharusnya kejadian ini terjadi besok ?” batin Naya lagi karena seharusnya mereka menyergap sang paman Derya besok hari
“Semoga Mas segera menemukan Naya disini ! ini sepertinya ada dirumah belakang tempat tinggal para asisten rumah tangga yakan ?” batin Naya sambil melihat sekeliling
“Apa bi Ira dan bi Lastri baik-baik saja ya ?” pikir Naya
“Aduh mana mau ke toilet ini ih… Please mas Derya jangan lama-lama sampainya !!! atau gak aku suruh tidur diluar nanti malam” mohon Naya, dia sudah menghidupkan GPS nya sehingga Derya pasti akan tau dimana posisi dirinya saat ini. Walau handphonenya kini sudah di sita namun sebelum Naya dibius dirinya sudah berhasil menghidupkannya.
“Ceklek !” seseorang memutar kunci dan membuka pintu
“Merhaba” Sapa seseorang paruh baya
“Hay gadis kampung” sapa seseorang yang Naya kenal yakni Vera
“Begini ternyata menantu dari kakakku yang lugu itu ! tidak punya sopan santun untuk membalas sapaan seorang paman” ucap Altan kesal karena respon Naya tidak sesuai ekspektasinya, dihadapannya kini adalah seorang gadis yang anggun dan tetap tenang walau dibawah tekanan
Naya hanya merespon dengan memiringkan kepalanya, memikirkan apa hubungan Vera dengan Pamannya Derya. Dimana kakek dan nenek ? merekakan juga tinggal disini ? apa mereka baik-baik saja ? pertanyaan itu yang malah semakin mendominan di kepala Naya
“Woy, gadis kampung benar-benar gak punya sopan santun ya ! Prak !” ucap Vera sambil membuka lakban dengan paksa yang menutup mulut Naya tadi
“Shtt…” Naya sedikit meringis menahan sakit
“Hay, istri barunya Derya” sapa Altan
“Hay paman iblis” sahut Naya dengan ekspresi mengejek
“Whahahaaa… ternyata Derya benar-benar memilih istri yang sungguh menarik” kata Altan yang malah tertawa
“Saking menariknya sampai-sampai aku ingin menyingkirkannya dari dunia ini” bisik Altan di telinga Naya
“Heh, anda segeralah bangun ! jangan bermimpi di siang bolong” kata Naya tidak gentar
“Hahahaha,,, benar-benar menarik” kata Altan yang semakin tertarik dengan Naya
“Kamu akan mendapatkan 20% dari harta kekayaan kakek bau tanah itu jika kamu mau bekerjasama untuk menyingkirkannya dan juga menyingkirkan Derya. Bagaimana ?” tawar Altan
“Ayang, aku juga mau sebanyak itu” kata Vera bermanja sambil memeluk tangan Altan
“Hahaha, tenang kamu akan mendapatkan lebih dari dia. Tapi pastikan kamu atur agar dia menjadi istri ke tiga ku nanti” kata Altan menatap dengan nafsu kearah Vera dan Naya
__ADS_1
“Najis !!!” umpat Naya
“Apa yang kamu katakan hah ?!!!! ” bentak Altan
“Siapa yang mau jadi istri ketiga orang seperti anda! bahkan cicak pun tidak sudi menjadi istri anda !” kata Naya membalas
“Hm,,, semakin menarik ! kalau begitu kamu naik tingkat menjadi istri kedua ku !” kata Altan sambil menatap intes kearah Naya
“Ayang ih, kan kamu sudah janji untuk menjadikan aku istri kedua kamu” rengek Vera lagi
“Shiit, sana keluar ! kamu sudah tidak dibutuhkan lagi disini !” kata Altan sambil mendorong Vera untuk tidak lengket dengan dirinya
“Bodyguard ! bawa ulat keket ini keluar !” teriak Altan
“Bodyguard !!!” teriaknya lagi, karena belum ada yang merespon panggilannya
“Selamat, anda terkena jebakan batman !” ucap Naya yang kini sudah berhasil melepas ikatan tangannya
“Jangan bergerak, anda sudah kami kepung !” Polisi dan pasukan power rangers dikerahkan untuk menangkap Altan
“Hahaha, jangan mendekat ! atau sandera ini langsung tiada !” teriak Altan yang menahan Vera dan menodongkan pisau lipat ke leher Vera
Tidak ada yang bergerak karena mereka tidak ingin ada korban yang jatuh.
“Sayang…” kata Derya yang baru tiba dan langsung panik ingin masuk kedalam ruangan mencari keberadaan Naya
“Bos, tenang dulu. Anda tidak bisa masuk kesana, biarkan polisi bertindak untuk menyelamatkan sandera” ucap Anton mencoba menenangkan bosnya
“Siapa yang di sandera ? oh wanita itu. Biarkan saja, yang terpenting adalah Nayaku !” jawab Derya masih celingak celinguk mencari Naya
“Kanjeng ratu ada dibelakang mereka dan lihatlah dia beraksi !” kata Anton yang baru melihat Naya ternyata ada dibelakang Altan dan Vera
“Apa yang dilakukan Nayaku ?” kata Derya gugup karena Naya kini sudah terlepas dari ikatan tali
“Bukhhh !” terdengar suara benda tumpul berhantaman, Naya mengangkat kursi dan memukulkannya ke kepala Altan
“Aaaakhhh….” Teriak Altan kesakitan karena belakang kepalanya mulai bercucuran darah
“Aaaaa,,,,” Teriak Vera terkena sebetan pisau yang dipegang Altan
Ketika kondisi pelaku kacau, polisi dan bodyguard segera bergerak ! pasukan power rangers langsung mendekat ke arah Naya dan melindungi Naya dari serangan balasan yang masih di usahakan Altan
“Mendekat ! selamatkan korban !” teriak komandan memimpin pasukannya
“Sayang, kamu tidak apa-apa kan ?” kata Derya langsung berlari menghampiri Naya
__ADS_1
“Sayang, maafkan aku yang ceroboh “ kata Derya memeluk Naya dengan erat
“Mas, Naya tidak apa-apa kok !” ucap Naya membalas pelukan hangat Derya
“Mas sangat khawatir sayang, ini semua pasti ada yang membocorkannya !” kata Derya menatap tajam kearah para bodyguard
“Sepertinya paman Mas tau keberadaan Naya dari Vera mas” jawab Naya
“Ya, bisa jadi. Periksa juga wanita itu !” kata Derya memerintah salah satu bawahannya
“Lapor tuan, kami juga menemukan empat orang sandera dikamar sebelah” kata seorang perwira polisi menghampiri Anton yang ada didekat mereka
“Hm, saya akan kesana” jawab Anton
“Siapa pak ?” Tanya Naya penasaran
“Sepasang lansia dan dua orang wanita paruh baya. Kondisi mereka lemah karena sepertinya dibiarkan terkurung tanpa makan dan minum” lanjut polisi melaporkan
“Apakah itu Nenek dan Kakek serta bi Ira dan bi Lastri ?” Tanya Naya sambil melepas pelukan Derya
“Ayo kita periksa !” kata Derya menggandeng tangan Naya
“Kenapa ?” Tanya Derya menoleh kebelakang
“Mas…” ucap Naya lemah sambil memegang kepalanya yang serasa dunia berputar
“Kita kerumah sakit sekarang !” kata Derya sigap menggendong Naya ala bridal style
“Anton ! serahkan semuanya disini pada orang lain. Kita kerumah sakit sekarang !” kata Derya setengah berteriak
“Baik Bos !” kata Anton, Anton hanya menatap dan mengangguk kepada ketua bodyguard yang ada menandakan bahwa tanggung jawab disini di serahkan pada dia
“Apa kanjeng ratu masih sadar bos ?” Tanya Anton yang kini sudah duduk dikursi kemudi
“Ya !” sahut Derya singkat, karena kini dirinya fokus menatap Naya yang sedikit pucat. Berdo’a agar Nayanya tidak apa-apa…
.
.
.
See you next episode ya 😉~~~
Maafkan author yg up malam² begini guys, soalnya author juga usaha buat ngeluangin waktu buat nulis setelah aktivitas author seharian 🙏🙏🙏
__ADS_1
Episode kali ini sedikit berat karena sedang tahap penyelesaiakn konflik guys, so thanks yang sudah membaca IWB sampai episode ini. lope you all ❤️❤️❤️