
"Tiiiiiiiiitttt !!!” dengan segera Anton membunyikan klakson mobilnya
Mendengar suara klakson yang tiba-tiba membuat Haris dan Angel segera berbalik mencari sumber suara
“F*cking you !!!” ucap Hans dengan nekat tetap maju dengan pisaunya
“Awas !” ucap Haris segera melindungi Angel dan menjadi tameng
“Akh…” Haris berhasil menahan Hans walau tangannya tertusuk, kemudian Haris mencoba mengunci pergerakan Hans meski tetesan darahnya kini sudah membasahi baju
Angel berteriak histeris, dia panik dengan kondisi dihadapannya. Pak satpam rumahnya tidak ada karena sedang cuti, dirinya bingung harus meminta pertolongan kemana sebab komplek rumahnya sangat sepi saat ini.
“Mungkin ini saatnya” gumam Anton segera menurunkan masker hitam yang dia jadikan bandana sejak tadi, akhirnya masker itu digunakan dengan benar untuk menutupi hidung dan mulut diwajahnya
“Stop ! nine one one disini !” teriak Anton sambil menunjukkan layar ponselnya yang sudah terhubung dengan nomer polisi
“Siapa kau ? Shitt,,, kurang ajar !” ucap Hans berhasil lepas dari Haris dan kini beralih haluan ingin menyerang Anton
“STOOOOP ! kau mencuri hatiku-hatiku…” Anton malah menari untuk mengalihkan fokus Hans
Haris yang mengerti kode dan usaha Anton segera menyergap kembali Hans dari belakang.
“Akkkh… Sialan ! lepas !” ucap Hans kembali memberontak, dirinya berhasil dibuat lengah karena Anton yang terlihat aneh menurutnya
“Hiyaaaah…” Hans hampir berhasil lepas kembali namun…
“Dor,, dor,,, jangan bergerak !” ucap polisi yang datang melepaskan peluru peringatan lalu segera mengamankan Hans
“Sial !” ucap Hans semakin kesal karena tangannya sudah diborgol saat ini
“Kami mendapat laporan dari Pak Anton mengenai kejadian ini, mana yang bernama Pak Anton ?” tanya sang polisi pada Haris
“Tolong,,, tolongin Bro… jelasin aku bukan penjahatnya disini” ucap Anton yang panik sendiri karena dirinya juga diborgol
“Pak Anton ? itu anda ?” tanya Haris yang mengenali suara Anton
“Betul, aku atasan kamu anak magang. Buruan lepasin ! ” ucap Anton memaksa
“Beliau yang bernama Anton Pak, dia memang nampak aneh, sehari-haripun juga begini” ucap Haris yang memang bawahan langsung dari Anton
“Apa maksudmu mengatai aku aneh. Mau tidak kululuskan menjadi pegawai tetap hah ?” ancam Anton dengan gaya sangar karena kini dirinya sudah terlepas dari borgol
“Pak, borgol saja kembali” ucap Haris
__ADS_1
“Eh,,, eh,,, jangan Ris. Thanks ya” ucap Anton cengengesan karena mendapat ancaman kembali
“Haris, kau tidak apa ?” Tanya Angel mendekat
“Ah iya, shhht…. Sakit banget nih...” ucap Haris yang baru tersadar dengan tusukan ditangannya
“Maaf, maaf gara-gara saya tanganmu terluka seperti ini. Ayo kita kerumah sakit” ucap Angel khawatir
“Tidak apa, aku baik-baik saja. Kalau boleh tau memangnya dia siapa ? kenapa berniat jahat padamu” Tanya Haris sambil memegang tangannya
“Dia mantan suamiku, aku terkejut saat bertemu dengannya diperusahaan. Sejak saat itu dia selalu mengancamku dan berkata ingin merebut Aldo, aku takut Ris” ucap Angel mengeluarkan kegelisahannya
“Kenapa tidak dilaporkan saja ?” ucap Haris yang juga nampak khawatir
“Tidak bisa, aku tidak mempunyai bukti. Makanya aku semakin mengekang Aldo dan menghindari perusahaan agar tidak bertemu dengannya lagi, ternyata dia sampai tahu rumahku. Aku ketakutan saat didalam, makanya aku menghubingimu” ucap Angel
“Syukurlah” ucap Haris sambil menghela nafas lega
“Syukurlah untuk apa ?” Tanya Angel bingung
“Syukurlah kau memanggilku, itu artinya kau mempercayaiku untuk bisa melindungimu” ucap Haris tersenyum senang
“Darimana asal teori itu” ucap Angel menunduk malu, jujur saja dirinya memang merasa aman dan nyaman saat bersama Haris
“Ah iya, ayo kita kerumah sakit Ris. Biar aku yang nyetir” ucap Angel segera memapah Haris untuk menuju mobil
“Permisi, mohon maaf Bu, anda sebagai korban bisa memberikan keterangan ke kantor terlebih dahulu agar tersangka bisa kami proses” ucap salah satu polisi menahan Angel, sedangkan Haris tidak karena dia terluka
“Hm, apakah Pak Anton bisa menjelaskan kejadian lebih dulu. Nanti setelah kami kembali dari rumah sakit kami akan segera melapor” ucap Angel pada Anton
“Bisa, tapi kau jangan mencabut saham yang ada diperusahaan” ucap Anton dengan gaya sombong karena dirinyalah satu-satunya yang bisa menolong mereka sekarang
“Ya, asalkan Hans tidak bisa ikut campur diperusahaan Pak Derya” ucap Angel
“Sudah dipastikan itu akan terjadi, dia yang berpikiran pendek dan psikopat itu tidak akan bisa diterima untuk bekerjasama dengan perusahaan” ucap Anton yakin
“Baiklah terimakasih Pak Anton” ucap Angel tulus
“Ya, kau uruslah dia. Ambillah tindakan yang tepat, kau sudah membuktikannya sendiri. Cepatlah sebelum menyesal” nasehat Anton
“Terimakasih Pak Anton, mari” ucap Angel segera membawa Haris kemobil untuk menuju rumah sakit
“Mari Pak Anton” ucap Haris sopan
__ADS_1
“Ya, hushhh,,, sana pergilah nikmati waktu kalian berdua” ucap Anton dengan bangga karena telah berhasil emnyatukan kedua insan itu
“Yosh… sepertinya misi akan berakhir lebih cepat dari perkiraan” gumam Anton
“Mari Pak Anton, silahkan naik mobil polisi” ucap sang polisi
“Lah kan saya bukan tahanan pak” ucap Anton bingung
“Mobil anda mengeluarkan asap disana Pak. Mesin sepertinya tidak kuat karena klakson yang terus dibunyikan” ucap sang polisi menunujuk Mobil Anton yang kini diamankan oleh pihak terkait
“Alamaaak, itu cicilannya belum lunas” ucap Anton sambil menepuk jidatnya
Mobil Anton kini telah diamankan oleh petugas damkar, mereka mencoba menhentikan asap untuk mencegak percikan api. Anton dengan terpaksa ikut mobil polisi untuk menuju rumah sakit, dirinya akan meminta biaya tugas tambahan pada sang bos untuk memperbaiki mobilnya nanti.
“Ngiunng,,, ngiuuung,,,” sirine mobil polisi berbunyi
“Jadi begini rasanya naik mobil polisi, kayaknya aku satu-satunya orang yang nyaman saat naik mobil polisi” batin Anton sambil meneguk sebotol air mineral yang tersedia
“Pak Anton, terimakasih telah bekerjasama dengan pihak berwajib untuk mengamankan pelaku yang melanggar aturan tersebut. Apakah anda terluka ?” Tanya sang polisi yang duduk disebelah Anton
“Tidak Pak, tapi saya lapar. Apa ada camilan disini ?” Tanya Anton sambil mengamati kondisi dalam mobil
“Mohon maaf Pak, kami tidak diperbolehkan makan saat bertugas. Saat dikantor mungkin ada makanan jika Bapak ingin makan disana” ucap Polisi mulai tersinggung dengan pertanyaan Anton
“Ah baiklah, begitu saja. Oh ya apa makanannya enak ?” Tanya Anton
“Ya, makanan untuk para tahanan adalah yang terenak disana. Bapak juga bisa masuk kedalam sel setelah ini” ucap Polisi sudah tidak tahan dengan pertanyaan Anton
“Ehehehe, tidak Pak. Terimakasih, saya akan makan diluar saja nanti. Maaf Pak, maaf…” ucap Anton menyatukan kedua tangannya untuk meminta maaf karena sadar jika Pak Polisi tidak bisa diajak bercanda lagi
“Hm…” ucap Polisi yang duduk disamping Anton dengan dingin
.
.
.
See you next episode ya 😉~~~
Jangan lupa tinggalkan jejak 👣
Misi pertama completed ! Gimana, ada yang mau sewa jasa detektif Anton tidak ? 🤭🤭🤭
__ADS_1