I Want Bunda

I Want Bunda
Episode 195


__ADS_3

3 tahun berlalu, Baby K tumbuh menjadi anak yang sehat dan cerdas. Kivanc tumbuh menjadi anak ceria yang aktif dan senang bermain, Kila tumbuh menjadi balita yang senang bermain air dan permainan angka. Aydin juga semakin bijak seiring bertambahnya usia. Sarah juga sudah lulus SMA, Dinda saat ini sedang kuliah sambil membangun bisnis onlinenya, keluarga Naya menikmati kebahagiannya.


Kebahagiaan semakin bertambah karena Anton memantapkan diri untuk bertunangan dengan Sarah, walau Sarah masih mahasiswi semester awal saat ini namun Anton berhasil meyakinkan keluarga bahwa pernikahan tidak akan menghalangi pendidikan. Waktu yang ditunggu-tunggu hampir tiba, saat ini Anton tengah disibukkan untuk menyiapkan acara pertunangannya.


“Ton, boleh minta tolong tidak ?” Tanya Naya yang menghampiri Anton di aula acara bersama dengan Keluarga kerajaan, Naya sedang menggendong Kila sedangkan Kivanc dan Aydin bersama dengan Derya tak jauh dibelakang Naya


“Apapun untuk calon kakak ipar” ucap Anton sopan, tidak ingin membuat kakak ipar marah karena takut restu akan dicabut jika membuat kanjeng ratu yang satu ini marah.


“Terimakasih Ton. Hm… begini, bisa jaga anak-anak sebentar tidak ? orang rumah sedang perawatan dan kami ada urusan yang harus dilakukan, kasian anak-anak jika ikut dengan kami” ucap Naya menjelaskan


“Maksudnya hari ini saya jadi baby sitter kanjeng ratu ?” Tanya Anton


“Iya tolong ya, ada Aydin kok yang pastinya dia akan membantu kamu” ucap Naya menyerahkan Kila ke gendongan Anton.


Anton menerima Kila dengan ekspresi bingungnya, bagaimana dia membagi waktunya. Balita ini pasti akan meminta bermain dengan dirinya, memantau dekor ruangan pun akan terhambat jika hal ini terjadi.


“Om, aiin” ucap Kivanc sambil memberikan bola pada Anton


“Om, Kila mau bunga tu” ucap Kila yang tidak cadel seperti Kivanc


“Haiiih, lagi-lagi seperti ini” batin Anton ingin mengeluh, namun jika dipikirkan lagi dirinya dapat mengadakan acara semewah ini juga karena kerja kerasnya menjaga kedua anak sultan ini. Kali aja bonus kali ini lebih besar, lumayan untuk mengisi kantong yang terkuras pikir Anton yang akhirnya menerima pekerjaan dadakan ini.


“Kakak tolong bantu om Anton jaga adik ya. Bunda pergi sebentar dengan Ayah” ucap Naya berpamitan dengan anak mochi, walau merasa enggan berpisah meski sekejap namun ini demi kebaikan semua.


“Baik Bunda” ucap Aydin yang sudah mengerti kenapa orang tuanya harus pergi tanpa mereka, dia harus bisa menjalankan misi dengan baik


“Ayah dan Bunda berangkat sayang” pamit Derya


“Ton, jaga anak saya degan benar !” ucap Derya memperingati asistennya itu


“Hm, awas aja kalau pulang bos bawa bayi !” ancam balik Anton karena dia tidak akan sanggup membelah diri jika ada bayi baru lagi


“Hehehe, lihat saja nanti” ucap Derya tersenyum penuh arti


Derya dan Nayapun pergi menuju mobil mereka


“Sayang jangan lupa sabuk pengamannya” ucap Derya sambil memasangkan seatbelt untuk Naya


“Terimakasih Mas” ucap Naya tersenyum


“Mana terimakasihnya” ucap Derya sambil mendekatkan pipinya


“Cup,,, Mas ih” ucap Naya yang malu sendiri setelah mencium pipi suaminya


“Hahaha, kamu masih saja malu-malu sayang padahal kita sudah hampir 4 tahun menjadi suami istri” ucap Derya tertawa renyah melihat tingkah istrinya sambil menginjak pedal gas dan melaju


“Iya ya Mas, tidak terasa ternyata sudah begitu banyak hari yang kita lalui bersama. Terimakasih atas semua moment yang sudah mas bantu ciptakan dihidup Naya, Naya bahagia menjalaninya” ucap Naya memberikan senyum pada Derya


“Mas juga bahagia sayang, I love you and I want baby again honey” bisik Derya


“Maaas…” ucap Naya menjadi malu


“Bagaiman jika kita pacaran dulu sayang, baru mengerjakan misi” ucap Derya

__ADS_1


“Tidak Mas, nanti kita terlalu lama meninggalkan anak-anak” ucap Naya


“Tidak apa sayang, mereka juga pasti bersenang-senang dengan Anton” bujuk Derya


“Hmm, Baiklah mas” jawab Naya dengan malu-malu


Sehingga terjadilah kencan dadakan itu mereka lakukan, menghabiskan waktu dengan makan romantis dan berkeliling mall seperti anak muda yang baru merasakan jatuh cinta.


Cinta itu banyak bentuknya dan akan menjadi indah jika kita bertemu dengan orang yang tepat. Jangan menyalahkan cinta atas rasa sakit yang kau rasakan, tapi salahkan diri yang belum bisa menemukan cinta yang membuatmu bahagia dan mensyukurinya.


***


Hari H pertunangan tiba, keluarga kerajaan sudah siap dengan pakaian mereka. Sarahpun juga sudah siap untuk menyandang gelar tunangan seorang Aton.


Mereka semua menuju gedung acara dengan perasaan campur aduk, sebagai kakak ada rasa bahagia disaat melihat adik yang dulu kita besarkan kini menemukan bagian rusuknya, merasa sedih karena kini adiknya itu sudah akan menjadi milik orang lain, namun juga merasa bersyukur karena orang yang akan menjaga adiknya adalah orang yang dia kenal.


“Sarah apa kamu yakin ?” Tanya Naya lagi


“Bismillah, Sarah siap kak” ucap Sarah berusaha menenangkan dirinya yang gugup


“Tapi kamu ngelangkahin Dinda lo rah” ucap Naya mencoba menghidupkan suasana yang hening


“Ya mau gimana lagi ka, Om Antonnya mau cepet-cepet” ucap Sarah yang masih kebiasaan memanggil Anton dengan sebutan Om


“Rah, sudah mau jadi tunangan kenapa masih dipanggil om ?” Tanya Naya


“Emmmm, karena sudah terbisa kak” ucap Sarah tidak menemukan alasan lain kenapa dirinya masih memanggil Anton dengan Om


“Ganti atuh nak panggilan kamu, tidak enak nanti jika didengar orang lain jika kamu memanggil calon suami kamu dengan sebutan om” ucap Nisa menasehati anaknya


“Udah panggil akang aja Rah” celetuk Naya


“Nah bagus tuh kak, nanti Sarah bilangin sama om Anton” ucap Sarah menyetuji Naya


“Eh beneran. Entar dikira sodara Rah” ucap Naya memberi tahu arti akang pada Sarah namun mobil sudah sampai didepan gedung acara.


Merekapun turun dari mobil dan menuju kamar yang sudah disiapkan, sambil menunggu acara dimulai riasana Sarah diperiksa kembali agar tampil dengan sempurna nanti. Dilain kamar ada Anton dan Derya serta beberapa teman Anton, Aydin dan Kevinc juga ada disana.


Beberapa menit menunggu, MC pun memulai acara tersebut. Diawali dengan do’a dan beberapa tarian tradisional untuk memeriahkan acara, kemudian memasuki acara meminta restu kepada orang tua. Anton yang orang tuanya tersisa sang ibu dan pamannya berada disebrang dan Sarah beserta ibu dan kedua kakaknya berada di sisi lainnya.


Kini tiba saatnya Anton menyampaikan maksud untuk meminang Sarah, Mc menyerahkan mic kepada Anton untuk menyampaikan niatnya tersebut.


“Bismillahirahmanirrahim, Saya terima nikah dan kawinnya… Eh salah….” Ucap Anton sambil menepuk jidatnya karena kecerobohannya itu


“Maksud saya. Bismillahirahmanirrahim, atas izin Allah dan restu Mama saya. Saya menyampaikan maksud saya bahwa saya menginginkan putri ibu yang bernama Sarah Shalehah menjadi makmum sholat saya, saya ingin putri ibu mencium tangan saya setelah selesai sholat, serta saya menginginkan dia sebagai istri dan ibu dari anak-anak saya kelak. Bersediakah Ibu menerima lamaran saya ?” ucap Anton dengan sedikit modifikasi akhirnya melamar dengan kalimat yang benar


“Saya menerima maskud baik nak Anton, tapi kembali lagi kepada anak saya. Apakah bersedia menerima pinangan nak Anton” ucap Nisa haru karena harus melepas satu putrinya lagi


“Bismillahirahmanirrahim, dengan izin Allah dan restu ibu serta kedua kakak saya. Sarah menerima pinangan om, eh maksudnya akang untuk menjadi calon imam Sarah dalam kehidupan Sarah” jawab Sarah yang kebingungan memanggil Anton


Tamu undangan berusaha menahan tawa oleh kelakuan pasangan ini, namun MC kembali mengisi suasana dan melanjutkan acara yaitu bertukar cincin.


Selanjutnya acara berjalan dengan lancar, para tamu undangan memberikan selamat dan mendo’akan semoga langgeng dan dilancarkan sampai hari pernikahan nanti. Kini saatnya Derya dan Naya naik ketas panggung untuk memberikan ucapan selamat.

__ADS_1


“Hay Om, selamat atas pertunangannya” ledek Derya


“Bos, jangan memperkeruh suasana hati saya yang sedang berbunga-bunga ini. Sebentar lagi saja juga bisa pamer kemesraan dihadapan Bos, lihat saja kalian akan iri dengan kami. Iyakan honey ?” ucap Anton


“Em iya om, eh honey maksudnya” ucap Sarah mencoba merubah panggilannya


“Selamat ya Anton, Dek Sarah, semoga lancar sampai hari pernikahan nanti” ucap Naya juga memberikan selamat dan pelukan hangat pada adiknya itu


“Terimakasih kak” ucap Sarah sambil membalas pelukan Naya


“Ini hadiah dari kami, sebuah rumah di komplek Citra Permai dekat dari sini” bisik Derya pada Anton sambil menyerahkan sebuah kotak berisi kunci rumah


“Waaaah, terimakasih bos. Terimakasih banyak” ucap Anton tidak bisa menutupi kebahagiaanya dengan bonus yang didapat, dia memeluk Derya dan menjabat tangan Derya dengan erat


“Sudah Ton, cukup. Kami belum makan, kami turun dulu ya” ucap Derya berusaha terlepas dari Anton


“Siap Bos, makan yang banyak ya Kanjeng ratu dan baginda raja” ucap Anton walau Derya dan Naya sudah turun dari panggung


“Heh, asistenku kenapa menggila setelah diberi hadiah” gumam Derya merasa malu mendengar teriakan Anton


“Sudah mas, ayo kita makan dulu mumpung anak-anak ada yang jagain” ucap Naya mengajak derya menuju prasmanan


“Kamu duduk saja sayang, biar mas ambilkan” ucap Derya sambil mebimbing Naya untuk duduk


“Terimakasih mas” ucap Naya


“Kamu mau makan apa sayang ?” Tanya Derya sebelum pergi


“Hm, Apa ada soto Mas ? Naya ingin makan yang berkuah dan tolong tambahkan banyak jeruk nipis ya biar tambah seger” ucap Naya tiba-tiba menginginkan makan itu


“Sepertinya ada sayang, tunggu sebentar ya Mas ambilkan” ucap Derya segera bergegas


Beberapa saat kemudian Derya kembali dengan dua buah makanan ditangannya


“Sayang ini soto kamu” ucap Derya meletakkan makanan tersebut dihadapan Naya


“Terimakasih Mas” ucap Naya menerima


“Huueeek,,, huueeek,,” Naya merasa mual padahal baru beberapa suap dirinya memakan makanan tersebut


“Kenapa sayang ? apa kamu sakit ?” Tanya Derya khawatir langsung memegang dahi Naya untuk memeriksa suhu tubuhnya


“Mas makan apa ?” Tanya Naya menahan mualnya


“Ini rendang” ucap Derya sambil mendekatkan makanannya


“Hoooeeek ! mas jauhkan itu. Naya tidak suka baunya” ucap Naya yang mual karena bau rendang


“Sayang kamu bisanya tidak seperti ini” Kata Derya kembali duduk setelah meletakkan rendang kemeja lain


“Entahlah mas” ucap Naya kembali memakan makananya


“Sayang, kamu sudah telat berapa hari ?” Tanya Derya mencurigai sesuatu

__ADS_1


“Hm, sepertinya dua minggu mas” jawab Naya dan akhirnya mereka sama-sama menyadari sesuatu itu 😁


...THE END ~...


__ADS_2