
Nayapun bersiap-siap untuk pulang, dia masuk kembali ke kamar Aydin untuk mengambil barang-barangnya yang tertinggal disana. Naya berjalan pelan agar saat dia masuk nanti Aydin tidak bangun.
“Cklek….” Naya membuka pintu dengan pelan
Nayapun berjalan dengan berjinjit namun pandangannya terkunci pada suatu hal yang tidak biasa dilihatnya, nampak Ayah bear memeluk anak mochi ditempat tidur dengan penuh kasih sayang.
“Hm, ternyata dia benar-benar sayang dengan anaknya. Hanya saja tidak tau cara tepat yang disukai anaknya” ucap Naya sambil tersenyum melihat pemandangan langka itu
“Aduh kenapa juga itu tas ada didekat situ sih” batin Naya yang melihat tasnya ada dinakas dekat tempat tidur
“Jangan bangun ya….” Kata Naya tanpa bersuara sambil berjalan pelan
Nayaupun berjalan pelan untuk mengambil nakasnya, ketika dirinya sedang mengancing resliting tasnya Aydin bergerak sehingga menghadap dirinya itu mmebuat Naya gugup.
“Humfff,,, aku pikir bangun” batin Naya merasa lega setelah melihat mata Aydin masih terpejam
Nayapun berjalan memalingkan badannya dan senang karena dirinya bisa pulang cepat. Namun ketika dia berjalan ingin pergi seperti ada sesuatu yang menahannya
“Bunda….” Rengek Aydin yang memegang baju Naya di belakang
“Iya sayang, kenapa Aydin bangun sayang ? ayo tidur lagi ya….” Kata Naya sambil melepas pegangan tangan Aydin dibajunya
“Ayo Bunda juga tidur disamping Aydin” kata Aydin kini sudah duduk
“Em,,, tapi Ayah Aydin sedang tidur nanti akan terbangun jika Bunda ikut tidur disamping Aydin” kata Naya bermaksud menolak
“Tidak apa-apa Bunda, Ayah kalau sudah tidur sangat sulit untuk terbangun. Bunda tenang saja, ayo tidur Bunda…” ajak anak mocha menarik tangan Naya
“Baiklah, Aydin cepat tidur ya sayang” kata Naya sambil menepuk pelan bokong Aydin
Pelukan Derya terlepas ketka Aydin duduk tadi. Namun tetap saja Derya masih menghadap ke arah Aydin dan Naya, itu membuat Naya dapat melihat dengan jelas wajah tampan Derya
“Akh Naya, focus buat Aydin tidur jangan salah focus sama wajah yang bukan mahram” batin Naya mengingatkan dirinya
“Bunda, Aydin ingin mendengar senandung Bunda ketika dimobil waktu Bunda menidurkan Aydin itu…” kata Aydin meminta Naya untuk bersenandung pengantar tidur
“Baiklah sayang, tidur ya…” ucap naya kemudian menyenandungkan shalawat untuk Aydin tidur
Sambil mengantar Aydin tidur, ternyata Naya juga terhanyut dan merasa nyaman untuk memejamkan matanya sejenak. Namun ditengah perjalanannya menuju tidur Naya merasakan seusatu yang berat di pinggangnya…
“Apa ini ?” batin Naya smabil memegang sesuatu tersebut
“Tangan ????” kata Naya saat mengenali benda tersebut
__ADS_1
“Tangan siapa ?” kata Naya lagi sambil membuka matanya
“Astagfirullah, tangan Bos ! udah bukan mahram berat lagi nih tangan” gumam Naya sambil memindahkan tangan Derya agar tidak menyentuhnya
“Bunda….” Rengek Aydin yang ternyata belum tidur dengan lelap
“Iya sayang, tadi ada nyamuk jadi Bunda mengusir nyamuk sebentar. Aydin tidur ya sayang…”ucap Naya sambil kembali ke posisi awalnya.
Mungkin karena lelah setelah seharian beraktivitas mata Nayapun juga ikut terpejam dan ikut tertidur nyenyak disana…
***
Derya POV
Setelah membagikan makanan kepada para pekrja dirumahnya Deryapun segera masuk kekamarnya dan mandi, setelah itu dia berniat untuk melihat sang anak dikamar sebelah…
“Aydin, kamu dimana ?” kata Derya ketika membuka pintu kamar Aydin namun tidak terlihat siapa-siapa disana
“kemana wanita itu membawa anakku” gumam Derya kesal
“Permisi tuan, jika tuan mencari Den Aydin. Mereka sedang ada di mushollah tuan” kata bi Ira yang kebetulan lewat dan melihat wajah Tuannya kebingungan
“Ya, termakasih bi Ira” sahut Derya sambil bergegas menuju musholla
Sampai tak terasa Naya sudah mengakhiri mengajinya dan kemudian hening tercipta, ada yang janggal menurut pendengarannya…
“Kenapa Aydin hanya diam ?” batin Derya khawatir dengan anaknya
“Dan Naya kenapa masih berduduk disana ?” tanya Derya pada dirinya sediri setelah mengintip ke arah Naya
“Ada sesuatu yang salah, aku harus kesana !” gumam Derya sambil berjalan dengan langkah besar
Naya memanggil Derya seperti mendapatkan sebuat hadiah yang diharapkannya mungkin karena dia kesulitan bergerak karena Aydin ternyata tertidur…
Deryapun segera mengambil alih Aydin dan membawanya masuk kedalam kamar untuk tidur
“Dasar wanita bodoh. Apa yang dia pikirkan ? sudah tau kakinya sedang sakit malah memangku Aydin, sudah dari dimobil tadi aku lihat dia terus memangku Aydin. Ck…..” batin Derya mengatai Naya
Derya meletakkan Aydin dengan lembut, dia tidak ingin membangunkan anaknya yang begitu tenang dan sepertinya sangat senang karena Naya akan terus bersamanya.
“Maafkan Ayah jika terlalu mengatur Aydin” ucap Derya pelan sambil mengusap wajah anaknya
“Maafkan Ayah jika gara-gara Ayah kamu merasa kurang kasih sayang, mungkin cara Ayah yang salah menunjukkan kasih sayang ayah. Benar kata wanita itu, cara Ayah memang salah dan terlalu mengekang Aydin…” gumam Derya meminta maaf pada anaknya yang tertidur, tanpa dirinya sadari Deryapun juga ikut tertidur sambil memeluk Aydin
__ADS_1
Derya tidur dengan tenang karena gundah dihatinya sudah terucap dari mulutnya walaupun orang yang dituju untuk mendengar ucapatan tersebut tertidur. Tak berapa lama, Deryapun mengerjapkan matanya mengumpulkan nyawa yang tertidur tadi…
“Kenapa Aydin besar sekali ?” tanya Derya dalam pikirannya
Saat Derya membuka matanya dan menoleh kearah Aydin, ternyata tangannya malah berada dipinggang seorang wanita yang tertidur disisi lain Aydin
“Heh, pantas saja Aydin terasa besar, ternyata beruang ini yang tersentuh ku tadi” ejek Derya sambil menjauhkan tangannya dari pinggang Naya
“Hm, kalau diam seperti ini terlihat lebih cantik dan anggun” batin Derya yang menatap wajah Naya dari kejauhan
“Tapi jika sudah bangun, orang ini tidak pernah diam dan seperti anak kecil yang suka bermain dengan Aydin. Memang lucu tapi sikap seperti itu tidak seperti wanita dewasa yang sesuai dengan umurnya” batin Derya lagi
“Hehehe,,,,” Derya tertawa pelan karena mengingat tingkah lucu Naya saat bermain dengan Aydin
“Bos kenapa ?” tanya Naya yang ternyata sudah bangun
“Tidak apa-apa” ekspresi Derya langsung berubah menjadi dingin
“Sudah sangat malam, apa kamu tidak ingin pulang ?” tanya Derya
“Hah, beneran bos ? sudah jam berapa ini ?” tanya Naya kaget, karena dia tertidur cukup lama
“Sudah hampir jam 11” kata Derya
“Kalau begitu saya pamit dulu bos” kata Naya bergegas mengambil tasnya dinakas dan berlalu
“Sopir sudah menunggu dibawah” kata Derya memberitahu. Saat Naya bersiap-siap merapikan jilbab dan mengambil tasnya Derya tadi sudah menghubungi sopir pribadinya untuk mengantar Naya
“Thanks…” ucap Naya kemudian berlalu
“Hm,,,” respon Derya sambil mengangkat satu alisnya bingung dengan apa yang dia lakukan ?
***
.
.
.
.
.
__ADS_1
See you next episode ya 😉~~~