I Want Bunda

I Want Bunda
Episode 47


__ADS_3

Deryapun menginjak gas dengan perlahan dan tak berapa lama kini mereka sudah berada dijalan besar yang penuh dengan kendaraan berlalu lalang.


“Ayah kita mau kemana ?” tanya Aydin


“Kita mau ke mall dulu untuk menyiapkan bingkisan” jawab Derya


“Untuk apa yah ?” tanya Aydin lagi


“Tanya saja dengan wanita yang memangku kamu itu…” jawab Derya sambil fokus menyetir


“Bunda, untuk apa kita menyiapkan bingkisan ?” tanya Aydin sambil menoleh kepada Naya


“Hm,,, kan kita ingin berkunjung untuk merayakan ulang tahun Aydin. Jadi ayah Aydin ingin menyiapkan bingkisan untuk mereka sayang” jelas Naya yang sudah bisa memahami situasi kenapa bosnya ini jadi mengajak mereka pergi


“Oh,,, jadi kalau kita ingin merayakan ulang tahun dengan teman harus ada bingkisan ya Bunda ?” tanya Aydin yang penasaran


“Tidak harus juga sih sayang, kita menyiapkan bingkisan untuk kenang-kenangan kepada mereka. Pasti mereka senang dan akan mengingat Aydin karena Aydin baik sudah memberi hadiah kepada mereka” jelas Naya


“Oh, Hm… Aydin mau kasih hadiah mereka mainan Bunda, biar bisa bermain bersama dengan Aydin. Boleh ?” tanya Aydin


“Aduh, mainan anak kecil itu mahalkan ya ?… mana cukup uangku…” batin Naya ingin menangis mengingat isi dompet yang semakin menipis


“Hehe,,, Aydin minta sama Ayah Aydin saja ya. Boleh atau tidak ?” kata Naya akhirnya


“Ayah, Aydin ingin memberi mereka mainan bolehkan ? tanya Aydin lagi


“Hm,,,,” jawab Derya


“Yes, makasih Ayah…cup…” Aydin sennag dan mencium Derya


Derya hanya melirik sekilas ke wajah Aydin yang nampak bahagia dan terbesit senyum kecil diwajah Ayah Bear itu. Senyuman bahagia melihat sang anak bahagia…


Suasana dalam mobil dipenuhi canda tawa Aydin dan Naya membuat perjalana tak terasa dan kini mereka sudah tiba disalah satu mall terbesar di kota itu.


“Ayo,,, “ ajak Derya sambil mengambil Aydin di pangkuan Naya. Derya sudah keluar lebih dulu dan membukakan pintu untuk Aydin keluar...


“Ternyata bos ini juga punya sisi perhatian ya, dia mengerti kalau kakiku sudah kesemutan karena memangku Aydin saat dijalan” batin Naya yang tersanjung dengan sikap Derya


“Terimakasih Bos,,, “ ucap Naya tulus


“Jangan ge er kamu. Saya hanya membukakan pintu untuk anak saya dan ingin menggendongnya karena ini pertama kalinya dia ke mall” jelas Derya dingin


“Ahaha,,,, siapa yang ge er bos…” jawab Naya canggung


“Aishhh, ku cabut pujian tadi yang mengatakan dia juga bisa perhatian ke perempuan” batin Naya kesal


Kini mereka sudah memasuki mall besar itu, ramai orang disana. Adyin yang baru pertama kali kesini matanya sangat berbisar melihat hal yang baru dilihatnya. Selama ini Aydin membeli mainan dengan online dan kemudian keesokan harinya mainan itu sudah ada dikamarnya, begitulah selama ini Aydin mendapatkan mainan-mainan dilemarinya tersebut.


“Wahhh Bunda, lihat itu banyak sekali patungnya…” kata Aydin yang baru pertama kali melihat patung manekin berjejer dietalase toko yang ada di mall

__ADS_1


“Iya sayang, kamu tau gak. Patung itu mereka semuanya botak lo…” ucap naya


“Hah, bernarkah Bunda ?” tanya Aydin tidak percaya


“Iya, itu rambut mereka semuanya palsu sayang” jelas Naya


“Oh, seperti om itu ya Bunda ?” tunjuk Aydin kepada salah satu pengunjung yang kebetulan kepalanya botak


“Humftt,,, iya sayang…” jawab Naya menahan tawanya, kenapa ada om-om botak didekat mereka itu kebetulan yang lucu


“Berarti om itu patung manekin ya Bunda ?” tanya Aydin lagi cukup nyaring, sehingga om botak yang ada didekat mereka merasa kesal dan pergi menjauh sambil menggerutu


“Haha, Humftttt….” Naya berusaha menahan tawanya mendengar pertanyaan polos Aydin


“Kamu jangan mengajarkan yang tidak-tidak dengan anak saya ya !” kata Derya yang kesal dengan Naya


“Saya mengajarkan yang benar Bos, Aydin hanya salah paham. Kita hanya perlu menjelaskannya sampai dia mengerti karena anak kecil seusia Aydin ini rasa ingin tahunya sangat besar jadi selalu bertanya tentang apa yang dilihatnya” jawab Naya membenarkan tindakannya


“Bukan sayang, om itu bukan patung. Hanya patung saja yang botak tidak memiliki rambut seperti om itu” jelas Naya pada Aydin


“Kita belikan baju dulu untuk mereka” kata Derya sambil memasuki sebuah toko baju anak-anak


“Selamat pagi Ayah Bunda, silahkan dipilih baju yang cocok untuk anak anda…” sapa penjaga toko dengan ramah


Naya meresponnya dengan senyum ramah agak canggung karena penjaga toko pasti mengira mereka keluarga bahagia yang sedang berbelanja kebutuhan anak mereka. Sedangkan Derya hanya berlalu begitu saja tanpa menghiraukan penjaga toko.


“Bunda, Aydin mau bantu memilihkan boleh ?” tanya Aydin antusias


“Boleh dong, nanti tunjukkan ke Bunda ya. Jika itu cocok untuk mereka kita masukkan ke keranjang” ucap Naya


“Ayah, Aydin mau turun” ucap Aydin yang ingin turun dari gendongan Derya


“Jangan lari-lari dan jangan jauh-jauh dari Ayah !!!” peringatan dari Derya sambil menurunkan Aydin


“Baik Ayah,,,” jawab Aydin


Nayapun segera memilih beberapa baju untuk dibeli, sambil sesekali mengamati Aydin yang sangat senang memilih baju disamping Naya. Aydin selalu mencopy paste tindakan Naya, jika dia melihat Naya mengambil baju Aydin juga ingin mengambil baju tersebut dan sesekali dia meminta tolong Derya untuk mengambil bajunya karena dirinya tidak sampai meraih baju tersebut.


“Sayang, kenapa Aydin juga mengambil baju yang sama dengan Bunda pilih ?” tanya Naya


“Karena Bunda hanya membeli satu, jadi Aydin ingin belikan satu lagi dengan warna yang berbeda sehingga mereka bisa berganti baju dengan warna yang beda Bunda” jelas Aydin


“Hem,, pintar sekali anak Bunda ini “ Ucap Naya sambil mengusap lembut kepala Aydin


“Hem, keranjangnya sudah penuh. Aku rasa ini sudah cukup” batin Naya sambil melihat isi keranjang


“Bos, saya rasa ini sudah cukup” kata Naya


“Kenapa sedikit sekali ?” tanya Derya

__ADS_1


“Hah, sepertinya mata bos sedikit bermasalah. Keranjangnya sudah penuh bos, masa masih dibilang sedikit ? mana berat lagi bawanya…” ucap Naya tak percaya


“Bilang saja kamu malas bawanya, tuh letakkan disana saja keranjangnya. Tidak perlu digotong kemana-mana” jawab Derya sambil menunjuk sebuah kursi dengan gerakan kepalanya


“Okedeh bos…” kata Naya kemudian beranjak meletakkan keranjang dan mengambil keranjang baru


“Disana ada 30 anak bos, rata-rata mereka masih bersekolah TK dan SD” jelas Naya, dia berharap Derya segera mengakhiri sesi belanja ini


“Hm, ambil saja lagi bajunya. Saya rasa itu belum cukup…” kata Derya dengan santainya


“Saya tunggu disini, kamu jaga Aydin yang benar. Jangan sampai lecet anak saya !” kata Derya mengingatkan sebab dirinya saat ini ingin menerima telephone masuk


“Siap Bos,,,,” sahut Naya kemudian berlalu


“Ayo sayang kita pilih lagi bajunya” ajak Naya sambil menggandeng tangan Aydin


“Let’s go Bunda…” jawab Aydin masih bersemangat


“Oke sayang, kita bagi tugas ya. Aydin ambil saja semua baju anak laki-laki yang ada disebelah sana dan Bunda akan memilih baju anak perempuan disini. Biar belanjanya cepat selesai sayang” kata Naya yang sudah benar-benar lelah.


Untuk rak pakaian anak laki-laki saling berhadapan dengan rak pakaian anak perempuan sehingga Naya dapat mengawasi Aydin sambil memilih baju.


“Oke Bunda….” Aydinpun segera berlari menuju rak baju anak laki-laki yang berjejer disana.


Naya terus saja memilih baju yang dia rasa lucu dan menggemaskan. Dirinya tidak peduli seberapa banyak yang sudah dia ambil, jika Derya tidak keberatan dengan jumlah baju yang ada dikeranjang dirinya tidak akan menahan diri untuk mengambil baju yang ada disana.


“Sepertinya sudah cukup, sudah hampir jam 12 siang ” Kata Derya tiba-tiba


“Astagfirullah….” Naya kaget sehingga terlepaslah keranjang yang dipegangnya


“Bruk....”


Ngiung,,,ngiunggg,,,ngiung,,,,


Coba tebak, apa yang terjadi selanjutnya ? Kalau benar nanti malam author up satu episode lagi 💜


.


.


.


.


.


.


See you next episode ya 😉~~~

__ADS_1


__ADS_2