I Want Bunda

I Want Bunda
Episode 108


__ADS_3

Derya dengan pasukannya segera menuju markas Tuan Takur yang sudah dibawa polisi tadi, dia perlu mengumpulkan bukti untuk memenjarakan tua keladi tersebut seumur hidup. Ketika hampir sampai, mereka bersembunyi dan mengintai dari jauh. Benar-benar seperti markas geng penyeludup pada umumnya ! banyak yang berjaga di depan gerbang yang menjulang, mereka semua berbadan besar dan sangar, tapi itu semua bukanlah yang menakutkan bagi seorang Derya Erhan Murat yang notabenenya adalah pemilik sabuk hitan taekwondo ini


“Bos bagaimana ? mereka sangat banyak “ Tanya Anton yang takut kena gebukin


“Jumlah kita ada berapa ? “ Tanya Derya mulai mengatur strategi


“Hanya 10 orang bos dan itu juga sudah dengan kita berdua” jawab Anton


“Hm,,, sudah cukup ! kamu ikuti rencana saya” kata Derya yang sudah menyusun strategi


“Bagaimana bos ?” Tanya Anton


“Kabar kalau Tuan Takur sudah ditahan pasti sudah menyebar dimarkas ini, jika kita menunggu polisi datang itu akan terlambat karena mereka sudah kabur selain itu saya takut adiknya Naya malah dijadikan sandera untuk mereka kabur dengan lancar. Jadi, kamu pancing mereka untuk keluar dari markas dan kumpulkan mereka disuatu tempat setelah itu yang lainnya akan memidik musuh dengan pistol bius dan sisanya baru kita serang dengan tangan kosong. Saya akan menyelinap kedalam ketika mereka semua sudah terpancing keluar oleh kamu ! prioritas pertama kita adalah menyelamatkan adiknya Naya” jelas Derya dengan earphone yang terpasang ditelinganya maka semua bodyguard yang membantu penyergapan ini dapat mendengarnya


“Kalian semua mengerti ?” Tanya Derya dengan tegas


“Mengerti bos !” sahut mereka hampir bersamaan


“Bos kenapa saya yang jadi umpan sih ?” Tanya Anton protes


“Di antara kita hanya kamu mulutnya yang paling petasan, bisa ngoceh sana sini” ucap Derya memberi alasan


“Sudah tidak ada lagi waktu untuk mengganti rencana, kamu cepat keluar dan pancing mereka !” kata Derya sambil mendorong Anton keluar dari persembunyian


“ALOHAAAA om om brewok. Itu jenggotnya kena kutuk ya ? Aku ada menjual pencukur jenggot ajaib looh, mau beli gak ?” kata Anton mulai memainkan peran jadi sales keliling


“Stoop... berhenti ! dilarang masuk !” kata o mom brewok yang menjaga pagar


“Aduuuuh, om brewok kalau makin dekat tambah ganteng deh. Tapi leboh ganteng lagi kalau brewok-brewoknya dirapikan ! Yuuuhuuuuu yang didalam aku bawa barang ajaib yang bisa menumbuhkan kegantengan kaliaaaan…” teriak Anton dengan gemulai


“Akkkhhh, merinding aku dengarnya” kata Derya sambil mengusap lehernya


“Hey, jangan membuat keributan disini !” kata penjaga


“Aduh om brewok, sini kita testymoney dulu… Yuhuuuuu om yang didalam mau melihat tidak penggunaan alat ajaib ini. Ayo keluar dong !” panggil Anton, dirinya berharap orang didesa ini memiliki rasa tahu yang tinggi sehingga tertarik dengan barang yang dia tawarkan


“Ooom, yuhuuuuu….” Teriak Anton lagi


“Alat ajaib gimana sih bro !” Tanya para antek-antek Tuan Takur ini mulai keluar dari markas


“Ini lo om, bla,,,bla,,,bla,,,” Anton menjelaskan penuh dengan keyakinan seakan-akan apa yang dia omongkan adalah benar

__ADS_1


“Good job Ton !” kata Derya mulai bergerak masuk kedalam markas, dirinya dengan lihainya memanjat tembok pagar dari belakang


Setelah mencari beberapa saat Derya melihat ada dua orang penjaga yang menjaga pintu sebuah ruangan dan dia yakin ada sesuatu disana, mungkin saja itu Sarah adiknya Naya


“Hm, hanya dua orang ternyata” dengan gesitnya Derya mendekati mereka tanpa menibulkan suara dan menyerang tiba-tiba, memukul leher mereka dengan sekali pukulan dan mereka pingsan dalam sekejap


“Mana kuncinya ?” gumam Derya sambil menggeledah saku penjaga tadi


“Ceklek….” Pintu terbuka setelah Derya memasukkan kunci yang tepat. Terlihat didalam sana ad seorang wanita yang baru tumbuh menjadi remaja tersungkur dengan penuh lebam


“Ck, keterlaluan sekali mereka ini “ guamam Derya kesal sambil mendekat kearah Sarah


“Tidaaak, jangaaaan. Jangan pukul saya. Ampun tuan…” kata Sarah histeris ketika ada yang mendekat pada dirinya


“Syuuuut,,, Sarah saya tidak ada niat untuk menyakiti kamu. Saya calon kakak ipar kamu, saya kesini mau menyelamatkan kamu. Jangan berisik ya !” kata Derya menenagkan


“Ka,,, kakak ipar ?” kata Sarah bingung


“Ah, maksud Saya. Saya teman dekatnya kakak kamu, Naya.” Jelas Derya


“Ka Naya ? Kak Naya ada disini ?” Tanya sarah


“Tidaaak, suruh ka Naya pergi. Jangan datang kekampung sini Kak ! Kak Naya akan diculik oleh anak buah Tuan Takur jika dia ada dikampung. Bawa pergi Kak Naya, tolong….” Pinta Sarah


“Syuuut, kamu tenang saja. Naya aman dan Tuan Takur sudah ditahan oleh polisi. Ayo kita keluar, saya tidak ingin kamu disiksa lagi disini !” kata Derya mencoba memapah Sarah yang tidak kuat berjalan sendiri


“Taaa, tapi,,, bagaimana dengan penjaga yang berjaga ?” Tanya sarah ketakutan. Sepertinya trauma yang dia dapat dari penyekapan ini sangatlah berbekas


“Aman, semuanya sudah aman diluar. Sebentar lagi aka nada polisi yang menyergap mereka dan menemukan bukti penipuan serta kekerasan yang mereka lakukan” jawab Derya sambil memapah Sarah keluar


Akhirnya sarah mencium aroma segar dari dedaunan, hampir satu bulan dirinya disekap dalam ruangan lembab tanpa sinar mentari yang masuk. Hanya lampu redup yang mengisi penglihatannya.


“Kak, aku… hiks,,, mau ketemu ibu dan kakak... hiks,,,hiks” kata Sarah yang tidak dapat membendung air matanya


“Iya, kita akan segera kesana. Ayo masuk dulu kedalam mobil dan ini minumlah agar kamu lebih tenang” kata Derya menenangkna Sarah. Dia sangat kasihan dengan sarah, diusia labilnya ini dia sungguh mengalami hal terburuk dalam hidupnya yakni menerima banyak kekerasan dari orang dewasa.


“Doaaar !!!” bunyi peluru memekakkan telinga


“Angkat tangan ! kalian sudah terkepung !” ucap polisi setelah melayangkan tembakan peringatan agar mereka semua tidak kabur


Para antek-antekpun berhasil ditangkap dan polisi menggeledah seluruh markas, bukan hanya penipuan dan kekerasan yang geng ini lakukan. Ternyata mereka juga merupakan Bandar pengedar obat-obatan terlarang.

__ADS_1


“Terimakasih tuan Derya atas kerjasamanya, mohon maaf karena keterlambatan kami sehingga anda menyelamatkan korban sendirian” kata ketua polisi menghampiri Derya


“Ya Pak. Saya harap mereka semua mendapatkan hukuman yang setimpal dengan kejahatan yang mereka lakukan !” kata Derya


“Baik Pak, kalau begitu kami permisi” kata Pak polisi kemudian segera berlalu


“Anton !” teriak Derya


“Siap Bos” jawab Anton sigap


“Sewa pengacara handal untuk membuat mereka mendapatkan hukuman yang lebih berat ! dan suruh detektif untuk menyelidiki cabang dari geng mereka ini. Saya tidak yakin mereka hanya memiliki satu markas disini. Saya ingin menyelesaikan ini sampai ke akarnya !” kata Derya dengan tatapan tajam


“Baik bos, laksanakan” kata Anton kemudian pergi untuk menghubungi orang yang di inginkan bosnya


“Hm, Sarah… ayo kita kerumah kamu !” kata Derya masuk kedalam mobil dan mulai menginjakkan pedal gas


“Booooss, booos jangan tinggalin saya !!!” teriak Anton mengejar mobil Derya


“Kenapa ?” Tanya Derya menghentikan mobilnya


“Lah saya pakai apa ke rumahnya Naya kalau bos tinggal !” kata Anton terengah-engah karena mengejar Derya


“Masuk !” kata Derya


“Wah, saya disupirin nih bos ?” tanya Anton dengan nada bahagia


“Hm” hanya itu respon Derya


Akhirnya penyelamatan hari ini berjalan dengan lancar dan sesuai rencana Derya, keberhasilan ini akan membuat keluarga Naya lebih bahagia. Dia berjanji akan terus menjaga kebahagiaan Naya untuk membalas semua kebahagiaan yang sudah Naya berikan pada anaknya, Aydin.


.


.


.


.


.


See you next episode ya 😉~~~

__ADS_1


__ADS_2