I Want Bunda

I Want Bunda
Episode 146


__ADS_3

“Ceklek…” pintupun terbuka


“Assalamu’alaikum Nek” ucap Naya lembut


“Wa,,, Wa’alikumsalam. Naya….” Ucap nenek terharu sambil memeluk Naya masih duduk dikursi roda


“Kamu kenapa Nak ? kenapa duduk dikursi roda ?” Tanya sang nenek khawatir


“Tidak apa-apa nek, Alhamdulillah Naya sedang diamanahi untuk menjadi seorang ibu nanti” jawab Naya sambil mengusap lembut perutnya yang rata


“Benarkah ? Alhamdulillaaaah” ucap Alara penuh syukur


“Ayo masuk-masuk sayang” ucap Alara membukakan pintu lebih lebar


“Terimakasih Nek” ucap Naya tulus


“Kek, lihatlah siapa yang datang menjenguk” ucap Alara sambil berjalan mendekati Metin


“Assalamu’alaikum kek, Alhamdulillah kakek sudah siuman” ucap Naya yang juga di dorong oleh bi Ira mendekat ke ranjang kakek


“Siapa ?” Tanya sang kakek yang kini sudah duduk dibantu Alara tadi


“Saya Naya kek, Nayyara Salma istrinya Mas Derya” ucap Naya kembali memperkenalkan diri


“Istri Derya ? dimana Derya ?” Tanya sang kakek


“Mas Derya sedang di meja resepsionis sedang mengurus cekout saya Kek, nanti akan menyusul kesini” ucap Naya lembut


“Kamu istrinya kan ?” Tanya sang kakek lagi


“Iya kek, Alhamdulillah sudah hampir satu bulan kami menikah” ucap Naya


“Pergi ! jangan dekat-dekat dengan Derya !” ucap kakek Murat meninggikan suaranya


“Kenapa kek ? kenapa menyuruh saya pergi ?” ucap Naya berusaha tegar


“Kamu… kamu akan dalam bahaya jika di dekat Derya. Semua dalang ini adalah Altan, kamu akan dalam bahaya Naya ! cepat pergi dan beritahu Derya bahwa dia harus waspada dengan pamannya itu” ucap Metin dengan kalut


“Kek, semuanya sudah aman sekarang. Paman Altan sudah ditahan, begitupula asistennya dan rekan-rekan yang membantu untuk menyekap kakek dan juga Naya” ucap Naya tersenyum hangat, kini dia mengerti bahwa semua yang dilakukan kakek adalah bentuk kasih sayang, namun cara kakek menunjukkannya yang berbeda daripada kebanyakan orang


“Benarkah ? Altan dan semua orang yang berusaha menyakiti keluargaku sudah ditahan ? apa buktinya ?” Tanya Metin masih belum bisa percaya


“Nanti Mas Derya yang akan menjelaskan lebih detailnya dengan kakek, tapi nanti bukan sekarang. Kakek banyak-banyaklah istirahat, fokus pada kesehatan kakek dan sisanya akan di urus oleh mas Derya” ucap Naya perhatian


“Tapi bagaimana dengan cicitku ? apa dia baik-baik saja ? Andai kamu tidak datang dan membuat mereka jatuh hati padamu, aku akan langsung menyembunyikan mereka !” ucap kakek dengan pedas

__ADS_1


“Aydin baik-baik saja kek. Saat ini sedang bersama Anton dan adik saya” ucap Naya yang kini dapat menerima ucapan pedas sang kakek, karena memang begitu cara dia mengungkapkan kasih sayangnya


“Hm, sudahlah… aku ingin tidur” ucap kakek Metin yang merasa lega karena semuanya sudah baik-baik saja


“Iya kek, kakek cepat sembuh ya” ucap Naya menggapai tangan Metin dan kemudian menciumnya


“Assalamu’alaikum kek, selamat istirahat” ucap Naya lembut


“Hm, wa’alaikumsalam” ucap Metin berusaha dingin namun semua orang bisa melihat senyum kecil di wajah kakek tersebut


“Kenapa memakai kursi roda ? apa kamu cacat sekarang ?” Tanya Metin


“Hehehe, bukan kek. Naya sedang hamil muda saat ini jadi harus menjaga betul janin yang ada disini” ucap Naya sedikit tertawa mendengar pertanyaan kakek


“Kenapa tertawa ?” Tanya Metin


“Kakek lucu, kenapa gengsi kakek begitu tinggi ? padahal hanya ingin bertanya dan perhatian dengan orang” kata Naya


“Em, anu… Sudahlah. Kalian pergi jangan ganggu istirahat saya !” merasa malu karena tertebak oleh menantunya


“Hahaha, lihatkan Metin itu sebenarnya baik. Tapi caranya saja yang terlihat jahat” ucap Alara mendekat kearah Naya yang sudah duduk dikursi dalam ruangan tersebut


“Iya Nek, maaf Naya baru menyadarinya” ucap Naya


“Tidak Nak Naya, ini bukan salah kamu. Memang sangat sulit memahami sikap orang seperti dirinya itu, jika kita hanya mendengar dari telinga kita pasti merasa bahwa ucapan Metin sangat jahat tapi ketika mendengar dan kita berpikir mungkin akan terdapat makna lain dari ucapannya itu” ucap Alara


“Oh ya, kata dokter sudah berapa Minggu ?” Tanya Alara dengan lembut


“Sudah 5 Minggu Nek” jawab Naya tidak bisa menyembunyikan kebahagiaannya dan merekapun terus mengobrol sampai seseorang mengetuk pintu


“Assalamu’alaikum” ucap Derya saat sudah dibukakan pintu


“Wa’alaikumsalam” jawab mereka yang sedang duduk


“Nenek” ucap Derya sambil salim pada nenek Alara


“Derya, terimakasih sudah menjenguk kami kembali. Ayo duduk dulu” ucap Alara ramah


Derya sudah lebih dulu mengunjungi kakek dan neneknya sebelumnya, kala itu sang nenek baru saja siuman saat itu dan sang kakeknya masih belum siuman. Setelah tau bahwa kakeknya disekap Derya sadar bahwa selama ini musuh dia yang sesungguhnya adalah pamannya sedangkan sang kakek hanya diperalat oleh paman iblisnya itu ! Derya benar-benar menyesal karena telah menjauh dan menyakiti sang kakek selama ini.


“Terimakasih nek, apa kakek sudah siuman ?” Tanya Derya yang kini sudah duduk disamping Naya


“Kakek masih tidur, apa perlu nenek bangunkan ?” Tanya Alara


“Tidak perlu nek, kami juga sudah ingin pulang untuk menjemput Aydin. Mungkin nanti kami akan kesini lagi menjenguk kakek bersama Aydin” ucap Derya

__ADS_1


“Iya, baiklah. Terimakasih sudah mau memaafkan kakekmu Derya. Dia memang orang yang begitu pedas omongannya” ucap Alara sambil menatap suaminya yang tertidur


“Iya nek, Derya juga meminta maaf karena sudah salah menilai ucapan kakek” ucap Derya


“Ya, kalian berdua itu sama, sama-sama keras kepala dan memiliki lidah yang tajam ! Hehehe” ucap Alara


“Hehehe, benar nek… tapi kalau sudah sama pawangnya beda yakan nek ?” ucap Naya


“Bener tuh, hehehe” ucap Alara sambil mencaungkan dua jempol


“Hm, Sayang ayo kita pulang. Katanya kamu rindu Aydin ?” bisik Derya pada Naya


“Oh iya, Nek. Naya ijin pamit dulu ya. Mau ketemu Aydin, sudah seharian belumbertemu jadi kangen” ucap Naya pamit


“Iya nak Naya, nanti kunjungi kakek bersama Aydin ya. Pasti dia senang !” ucap Alara


“Iya nek, pasti” ucap Naya kembali duduk di atas kursi roda dengan bantaun Derya


“Assalamu’alaikum nenek, bi Ira dan bi Lastri” ucap Naya saat ingin keluar dari ruangan


Merekapun tiba di depan rumah sakit, sudah ada mobil dan dua orang bodyguard disamping mobil.


“Silahkan bos” ucap seorang bodyguard membukakan pintu untuk mereka berdua


“Ayo sayang !” ucap Derya sambil membantu Naya untuk masuk kedalam mobil


“Terimakasih sayang, tapi kenapa kita memakai bodyguard ?” Tanya Naya


“Hm, karena kamu sedang hamil jadi harus ekstrak hati-hati dan harus dijaga ketat sayang !” ucap Derya sambil mengelus kepala Naya


“Tapi Mas, kenapa Naya merasa takut ya dengan mereka yang berpakaian serba hitam begitu ?” ucap Naya


“Jadi kamu mau mereka memakai baju warna apa sayang ?” Tanya Derya


“Bisa tidak mereka memakai baju pelangi Mas ? Naya rasa itu cocok untuk mereka” ucap Naya


“Hm, tapi jika mereka memakai baju warna-warni mereka akan dikira badut sayang” ucap Derya ragu untuk menolak keinginan istrinya


“Ya sudah, kalau begitu mas saja yang memakai bajunya ! Ayo kita beli baju dulu mas !!!” ajak Naya menjadi bersemangat


.


.


.

__ADS_1


See you next episode ya 😉~~~


__ADS_2