
Nayapun keluar dari kamar yang biasa dirinya tempati namun kini menjadi kamar Kakek dan Neneknya Derya selama mereka menginap disini. Nampak di meja makan ada anak mochi yang sedang mengunyah apel yang telah Naya kupas tadi sambil menonton film kartun di tabletnya.
“Waaah pintarnya anak Bunda, sudah bisa makan buah sendiri sekarang” kata Naya menghampiri Aydin
“Iya Bunda, kan Aydin sudah besar. Jadi Aydin harus bisa mandiri” ucap Aydin sambil mengunyah apelnya
“Memangnya Aydin tau apa itu mandiri ?” Tanya Naya menguji Aydin, kini dirinya sudah duduk disamping Aydin
“Hm,,, kata om Anton Mandiri itu kepanjangannya mandi sendiri Bunda” jawab Aydin
“Hehehe, terus maksudnya mandiri apa sayang ?” Tanya Naya lagi
“Hmmm, harus bisa makan sendiri, ganti baju sendiri, tidur sendiri dan mandi sendiri biar Aydin dikasih Allah adik kecil untuk jadi teman Aydin bermain. Aydin ingin adik laki-laki ya Bunda biar bisa main bola bareng Aydin. Aydin mau sepuluh biar bisa jadi tim sepak bola Bunda” kata aydin menyatakan keinginannya dengan antusias
“Hahaha, kenapa Aydin ingin banyak sekali punya adik sayang. Nanti kalau banyak adiknya jadi ribut loh rumah Aydin. Dan kenapa adik laki-laki yang Aydin mau, kenapa tidak mau permpuan ?” tanya Naya
“Hm,,, Aydin ingin adik laki-laki saja biar bisa bermain bersama Aydin. Kalau adik perempuan kan mainannya tidak sama dengan Aydin Bunda” jelas anak mochi
“Hm, tapi nanti Bunda kesepian dong karena tidak ada teman perempuan dirumah” Kata Naya pura-pura sedih
“Hmmm, Bunda jangan sedih. Iyadeh Aydin juga mau punya adik perempuan untuk menemani Bunda dirumah. Tapi satu saja ya Bunda” kata Aydin mengalah karena melihat Bundanya sedih
“Sayang kalau Aydin mau adik itu kita tidak boleh pilih-pilih ya. Apapun jenis kelamin adik Adyin nanti kita harus mensyukurinya dan menyayangi adik yang Allah kasih untuk Aydin. Kita tidak boleh membeda-bedakan mereka” kata Naya menjelaskan dengan lembut
“Baik Bunda, tapi Aydin ingin adik laki-laki yang banyak boleh ?” Tanya Aydin yang kekeh pada keinginan awalnya
“Iya sayang, jika Allah mengizinkan Aydin untuk memiliki banyak adik laki-laki pasti nanti aydin dikasih Allah adik laki-laki yang banyak sesuai keinginan Aydin. Tapi Aydin harus rajin minta sama Allah biar keinginan Aydin didengar oleh Allah ya” kata Naya
“Baik Bunda, kan Aydin sudah belajar shalat dan mengaji dengan Bunda. Pasti Allah dengar do’a Aydin kan Aydin anak yang sholeh bukan anak kakek sholeh” ucap Aydin sambil menyuap potongan buah terakhir
“Pintarnya anak Bunda…” kata Naya sambil mengusap lebut kepala anak mochi
Nayapun membersihkan bekas mangkok Aydin makan buah tadi, bi Ira yang menemani Aydin sejak tadi sudah pergi kebelakang melanjutkan pekerjaanya. Setelah Naya membersihkan mangkok dan ingin kembali duduk mendampingi Aydin menonton tiba-tiba terdengar keributan dari luar.
“Bunda… Buuuun, kamu dimana ?” teriak seseorang dari depan rumah
__ADS_1
“Kenapa mas Derya teriak-teriak begitu ya ?” Tanya Naya bingung dan bergegas menghampiri Derya
“Bundaaa, kamu dimana !!! “ teriak Derya lagi yang gelisah mencari-cari keberadaan Naya
“Iya Mas, ada apa ?” jawab Naya sedikit berteriak agar Derya tidak membuat keributan lagi karena dirinya khawatir Kakek dan nenek akan terbangun karena teriakan Derya
“Bunda kamu gak papa kan ? kamu jangan terpengaruh ya sama ucapan kakek peyot itu !” kata Derya langsung memegang kedua tangan Naya
“Mas, siapa yang Mas maksud ? tidak baik loh mengatai seseorang yang lebih tua dari kita” kata Naya bingung dengan perkataan Derya
“Kakek aku Bun. Dia datang ke Indonesia dan aku gak tau dia ada dimana sekarang. Tapi yang pasti jika dia menemui kamu, aku mohon kamu jangan terpengaruh ya sama ucapan dia !” pinta Derya
“Memangnya kakek Mas mau bilang apa sama Naya ?” Tanya Naya penasaran
“Kakek pasti akan membujuk kamu untuk meninggalkan aku. Dia pasti akan menjelek-jelekan aku dan bilang kalau aku sudah dijodohkan sama pilihannya. Padahal aku sama sekali tidak setuju dengan perjodohan yang kakek rancang untuk aku. Aku gak mau siapapun selain kamu yang menjadi istri dan ibu dari anak-anakku Bun !!!” kata Derya yang tertunduk dan masih memegang tangan Naya
“Iya Mas, Naya tidak akan terpengaruh oleh siapapun. Mas duduk dulu ya. Itu Aydin bingung kenapa Ayahnya dari tadi teriak-teriak” kata Naya yang melihat Aydin yang ternyata juga ikut menyaksikan kegundahan hati sang Ayah
“Naya ambilin minum dulu ya mas biar lebih tenang” kata Naya setelah Derya duduk
“Apa Aydin juga punya kakek buyut ?” tanya Adyin pada sang Ayah sedangkan Naya tengah pergi megambilkan air untuk Derya
“Iya Aydin, kamu jangan bertemu dengan kakek buyut ya. Ayah takut dia akan mengambil Aydin dari sisi ayah” kata Derya sambil memeluk Aydin
“Tapi nenek buyut baik kok yah. Aydin suka dengan nenek buyut. Kata Bunda kita harus menghormati dan menyayangi orang yang lebih tua dari kita” ucap Aydin yang mengingat perkataan Bundanya
“Hah ? nenek buyut ?” Tanya Derya melepas pelukannya sambil menatap wajah anaknya
“Iya mas. Tadi kami bertemu dengan Nenek Alara di supermarket dan kami membantu beliau membawakan belanjaan. Nenek Alara baik kok mas dan kakek mas sepertinya juga baik” ucap Naya yang langsung nimbruk ke obrolan Aydin dan Derya.
Naya sebenarnya takut jika Derya salah menangkap dan langsung melabrak nenek dan kakek yang sedang tidur dikamar tamu. Naya pikir dirinya harus menjelaskan pelan-pelan agar tidak terjadi salah paham yang semakin larut nantinya
“Maksud kamu istri barunya kakek ?” Tanya Derya memastikan
“Iya mas, istri barunya kakek sekaligus nenek sambung kamu. Beliau baik dan lembut kok, ini minum dulu mas” kata Naya sambil menyerahkan air yang diambilnya tadi
__ADS_1
“Gluk,,,gluk,,,gluk…” Derya minum dengan sekali tegukan, sepertinya dirinya sangat terburu-buru untuk pulang sampai-sampai asisten serba gunanya itu tidak terbawa kemari
“Mas sebenarnya Naya sudah bertemu dengan kakek” ucap Naya setelah melihat Derya sedikit tenang
“Hah, kamu tidak apa-apa kan Nay ? apa yang dia ucapkan ? dimana ? kapan kamu bertemu dengan kakek peyot itu !” Tanya Derya kembali gelisah
“Mas tenang dulu ya, disini masih ada Aydin” kata Naya sambil berbisik
“Tapi Nay…” kata Derya masih ingin berdebat
“Mas” kata Naya penuh penekanan
Akhirnya Deryapun diam kembali, kini Naya dapat mengalihkan fokus untuk menjaukan Aydin dari obrolan mereka terlebih dahulu
“Sayang, Aydin tidur siang dulu ya. Tapi tidur siang sendiri bisa ?” Tanya Naya
“Bisa Bunda, kan Aydin sebentar lagi jadi kakak. Jadi Aydin harus mandiri… Dadah Ayah, dadah Bunda. Cup,,,cup,,,” Aydin berpamitan dan mencium pipi keduanya
“Dadah sayang, nanti Bunda menyusul ya” kata Naya
“Tidak usah Bunda, Bunda tidur dengan Ayah saja jangan tidur dengan Aydin. Dadah…” pamit anak mochi yang entah dari mana pemahaman itu muncul
“Good job Ton !“ batin Derya saat melihat anaknya mandiri dan membiarkan Naya tidur dengan dirinya. Fokusnya kini teralihkan.
“Ayo Bunda !” Ajak Derya sambil menggandeng tangan Naya
“Kemana mas ?” Tanya Naya bingung
“Ayo tidur siang bareng !” ucap Derya dengan santainya
.
.
.
__ADS_1
See you next episide ya 😉~~~