
Hari-hari selanjutnya Naya mulai mencoba untuk menjaga suasana hati suaminya, karena dia menjadi takut Derya akan kembali emosi dengan mereka yang tidak tau apa-apa. Bahkan Aydin juga sempat kena marah Derya, namun marahnya karena dia sedang menegur Aydin yang berlebihan menggunakan tabletnya kala itu.
“AYDIN, Tablet kamu Ayah sita !” ucap Derya dengan tiba-tiba merebut tablet ditangan Aydin
“A,,, ayah ” ucap Aydin kaget
“Iya ! kenapa kamu melanggar aturan Ayah untuk tidak bermain tablet secara berlebihan hah ! kan Ayah bilang kamu hanya boleh bermain selama satu jam saja” tegas Derya
“Tapi, hiks,,, tapi Aydin masih ingin bermain yah” ucap Aydin mulai sesegukan
“Mulai sekarang kamu tidak boleh lagi bermain tablet !!!” ucap Derya
“Kenapa ? ada apa ini Mas ?” Tanya Naya yang mendengar keributan diruang keluarga dan langsung mendatanginya
“Bunda, hiks,,,hikss,,, Ayah mengambil tablet Aydin” adu Aydin dipelukan Naya
Naya merespon dengan memiringkan kepalanya, meminta penjelasan dari Derya
“Aydin bermain tablet dengan berlebihan Bun, sudah lebih dari dua jam semenjak Ayah datang kemudian ayah turun kebawah lagi untuk mengambil air ternyata dia masih memainkan tabletnya. Aydin yang salahkan Bunda, bukan ayah ?” ucap Derya menjelaskan dengan berujung meminta pembelaan
Naya hanya tersenyum lembut menatap wajah suaminya saat ini seperti anak kecil yang sedang mengadu pada orang tuanya…
“Sayang, maafin Bunda ya karena terlalu sibuk didapur sehingga tidak menemani Aydin bermain” ucap Naya berjongkok dihadapan Aydin
“Hiks,, hiks,,, hm… Bukan salah Bunda, Aydin saja yang masih ingin bermain tablet Bun” ucap Aydin yang merasa tidak enak karena malah Naya yang meminta maaf
“Tapi jika ada Bunda yang menemani pasti Aydin tidak akan lama-lama bermain tabletnya yakan ? kesehatan mata itu penting sayang, terlalu lama didepan layar tablet bisa merusak mata Aydin walaupun Aydin sudah memakai kacamata antiradiasi” jelas Naya
“Jadi lain kali jangan diulangi lagi ya sayang ! ” sambung Naya dengan mencubit gemas hidung mancung Aydin
“Hm, baik Bunda. Aydin salah, maaf…” ucap anak mochi yang sudah mengerti kesalahannya
“Iya sayang, sama Ayah ?” Tanya Naya menatap pak Bos yang sedang mengawasi mereka berdua daritadi
“Hm, Ayah maafkan Aydin ya” ucap anak mochi menatap dengan pupple eyesnya
“Hm ya. Besok akan ayah kembalikan tabletnya” ucap Derya
“Baik Ayah, terimakasih” ucap Aydin tersenyum singkat
“Naaah, sekarang ayo kita makan malam. Bunda masakain masakan kesukaan kalian berdua looo” ucap Naya dengan nada gembira karena tom and jeryy sudah akur kembali
“Sini Ayah gendong” ucap Derya menghampiri Aydin
“Yeeey…” teriak Aydin senang sambil melompat kepunggung sang Ayah
Merekapun kini duduk dimeja makan, Naya dengan senang hati melayani baginda raja dan anak mochi kesayangannya. Namun, entah kenapa setiap mereka ingin memulai makan selalu ada suara ayam yang terdengar.
__ADS_1
“Kukuruyuk,,,kukuruyuuk,,,” Bunyi bel pintu rumah
“Mas, kenapa masih belum diubah bunyi belnya. Kan biasanya Cuma pagi yang akan berbunyi seperti itu ?” Tanya Naya pada Derya
“Hehehe, maaf sayang. Mas tadi terlalu fokus memerikas file jadi lupa. Ya sudah biar Ayah ganti sekarang ya sekalian membukakan pintu, ayah pamit sebentar baby” ucap Derya sambil mengelus perut Naya yang sedikit buncit itu
“Hueeek, mas udah ya jangan diterusin pegangnya” ucap Naya setelah sebisa mungkin menahan mualnya, ini lebih baik dibandingkan sebelumnya yang dimana hanya melihat wajah saja sudah membuat mual
“Hm, masih mual ya sayang. Dedek ayah salah apa hm ? kenapa seperti ini dengan Ayah ?” Ucap Derya dihadapan perut Naya dengan tatapan kecewa
“Maaf mas” ucap Naya tidak enak
“Kukuruyuuk,,, kukuruyuuk,,,” bel berbunyi kembali
“Tidak apa sayang, Mas buka pintu dulu ya” ucap Derya tersenyum kecut
Bi Ira dan Bi Lastri memang dibebas tugaskan ketika malam hari tiba, karena mengingat usia mereka yang sudah tidak muda lagi.
“Ceklek…” pintu besar dibuka
“Selamat malam baginda raja…” ucap sang tamu dimalam hari
“Hm, ada apa ?” Tanya Derya datar
“Mau bahas kerjaan bos, karena suhu dimalam hari cocok untuk kita membahas tentang ini” ucap Anton sambil mengangkat tas berisi berkas proyek mereka
“Iya bos, saya datang untuk ini” ucap Anton langsung masuk kedalam rumah
Dengan langkah yakin Anton berjalan menuju dapur…
“Assalamu’alaikum, selamat malam bumil dan anaknya” ucap Anton menyapa dengan ceria
“Wa’alaikumsalam Ton” sahut Naya
“Wa’alaikomsalam om” ucap anak mochi yang sudah memulai makannya
“Nay, kamu masih mual kalau dekat-dekat sama si bos ?” bisik Anton memastikan
“Kalau berdekatan sih sudah bisa Ton, tapi kalau ada kontak fisik aku masih mual ” sahut Naya juga berbisik
“Hm, mana ada proyek penting lagi nih Nay dalam waktu dekat. Bisa gaswat kalau si bos masih gitu moodnya” ucap Anton
“Ya gimana lagi dong ton ! aku sebenarnya juga gak mau ini terjadi” ucap Naya sedih
“Hm, gimana kalau kamu minta saran sama jeng-jengan yang disekolah itu Nay ?” saran Anton
“Maksud kamu bu-ibu komplek disekolah itu ton ? ck, yang ada mereka malah ceramahin aku Ton ! kasih tips apalah ? kasih do’a atau penangkal apa gitu aku juga gak tau ? pasti berakhir begitu kalau aku cerita ke mereka ” ucap Naya langsung menolak saran Anton
__ADS_1
“Gimana kalau si Bos yang akan mendapatkan itu ? biar sekalian diruqyah nanti supaya gak dingin kayak kulkas gitu” Saran Anton yang pantang menyerah
“Caranya ?” Tanya Naya
“Gampang, akan kupikirkan…” ucap Anton sambil menjentikkan jari
“Hm” respon Naya sambil mengangkat kedua bahunya menandakan semua itu dia serahkan pada Anton
“Sebelum itu aku harus meningkatkan asupan gizi dulu, biar tambah cerdas !” ucap Anton sembari menarik kursi dan mengambil piring
“Kenapa duduk ?” Tanya Derya dingin. Baginda raja ini baru saja kembali setelah mengubah bunyi bel rumah untuk malam hari
“Hehehe, disuruh sama kanjeng ratu bos” ucap Anton cengengesan
“Hah ?” Naya bingung sendiri, mana ada dia menyuruh Anton
“Iya Nay, anggukin kepala lo !” ekspresi wajah Anton memberikan kode tersebut
“Hm” ucap Naya sambil mengangguk-angguk
“Oh, sayang mana piring aku ?” Tanya Derya dengan manja
“Ini mas, untuk mas” ucap Naya menyerahakn piring yang sudah berisi makanan komplit
“Terimakasih sayang” ucap Derya ingin mencium Naya, namun Naya malah menghindar dengan cara mengambilkan tambahan lauk untuk anak mochi
“Haaaah…” Derya hanya menghembuskan nafas kasar. Seketika raut wajah sang bos berubah menjadi cuaca ekstrim
“Gleek…” Anton meneguk ludahya
Radar cuaca sudah menunjukkan zona merah. Bertanda resiko potong gaji terlalu besar akan terjadi…
“Sepertinya aku harus segera mempertemukan Derya dengan geng jeng-jengan itu !” batin Anton menyuap makanan sambil otaknya berpikir keras
.
.
.
See you next episode ya 😉~~~
Apa nih rencana Anton buat bantu nyelesain permasalahn rumah tangga keluarga kerajaan ini ? apalagi melibatkan geng bu ibu komplek yang udah lama gak muncul 🤭 pasti bakalan heboh ye kaan 🤣🤣🤣
Maafkan author yang jarang up dan malam² begini. Because author lagi sibuk guys...
Terimakasih banyak buat para readers yang sudah setia menunggu IWB up, keep healthy and have a nice day ❤️❤️❤️
__ADS_1