I Want Bunda

I Want Bunda
Episode 97


__ADS_3

"Naya dan Aydin kalian satu kamar, ikuti saya !” kata Derya kemudiam berjalan lebih dulu


“Bos, kenapa saya satu kamar dengan Aydin ? kan seharusnya saja juga satu kamar dengan teman saya” kata Naya bertanya


“Jika ingin tetap digaji full. Karena siang hari kamu tidak dapat menjaga Aydin, maka sebagai gantinya dimalam hai kamu harus menjaga Aydin “ kata Derya


“Oooh, ternyata ada solusi seperti ini ya… baguslah kalau saya tetap menapatkan gaji full, terimakasih bos “ kata Naya senang


“Ini kamar kalian dan disebrangnya kamar saya” kata Derya sambil membukakan pintu kamar Naya berserta Aydin


“Waaah, besar sekali kamarnya bos, ini mah bukan penginapan tapi apartemen, ada dapurnya segala…” kata Naya yang langsung berkeliling sebentar melihat isi kamarnya


“Ini tempat tidur utamanya, kalian bisa tidur disini…” kata Derya


“Empuknya,,,” kata Naya langsung merebahkan diri di kasur yang nyaman


“Hahaha,,, seru…” ucap Aydin yang malah lompat-lompatan dikasur


“Ck, kalian ini kenapa begitu senang hanya dengan sebuah kasur…” gumam Derya melihat tingkah keduanya


“Terimakasih bos…” ucap Naya yang kini kembali duduk dikasur


“Terimakasih Ayah…” ucap Aydin yang berhenti melompat karena dirinaya sudah didekapan Naya


“Hm, bersitirahatlah… jika ada apa-apa hubungi saya !” kata Derya yang kemudian mendapatkan anggukan dari keduanya


“Selamat malam Ayah,,, cup…” ucap Aydin yang turun dari pangkuan Naya dan beralih ke Ayahnya untuk memberikan kecupan selamat malam


“Malam juga Aydin,,,” kata Derya membalas sambil mengusap lembut kepala Aydin


Deru ombak semakin terdengar jelas karena malam yang kian sunyi, jam dinding terus berputar melakukan tugasnya yang kini sudah menunjukkan pukul 11 malam. Anak mochi sudah terlelap sejak tadi karena kelelahan bermain dan merasa senang karena dirinya tidur bersama Bundanya…


“Hoaaam,,, masih jam 11 nih, kayaknya aku masih sanggup buat melanjutkan mengerjakan lapora supaya nanti cepat rampung…” gumam Naya setelah membersihkan dirinya


“Semangat Naya,,,” katanya sambil menghidupkan laptop


Nayapun mengerjakan dengan konsentrasi penuh dan ditemani dengan secangkir kopi instan, dirinya sangat ingin segera selesai kuliah agar bisa fokus mencari uang untuk membahagiakan sang Ibu dan adik-diknya di kampong…


Selama dua bulan ini Naya selau rutin mengirimkan setengah gajinya kepada ibunya, sang ibu tidak bercerita apa-apa mengenai adanya rentenir baru yang menagih utang ke mereka, Ibunya selalu terlihat baik-baik saja saat ditelpon dan itu membuatnya semakin khawatir.


Kebetulan saat berkemah digunung nanti, tempat tersebut dekat dengan kampung halamannya, sehingga dia berniat untuk sekalian mengunjungi ibunya nanti...


Naya terlalu fokus melamun sampai tidak mendengarkan ketukan pintu diluar kamarnya…


“Naya saya masuk ya…” ucap yang mengetuk akhirnya

__ADS_1


“Nay… Naya Assalamu’alaikum…” kata orang tersebut sedikit berbisik karena takut menganggu


“Hah,,, wa’alaikumsalam Bos…” kata Naya kaget, karena dirinya kini sedang berada di meja makan


“Apa Aydin sudah tidur ?” Tanya Derya menanyakan sang anak


“Iya bos, itu ada dikamar…” tunjuk Naya dengan dagu


“Oooh, saya mau memeriksanya sebentar…” kata Derya kemudian berlalu


“Humff,,, kenapa bos tiba-tiba masuk sih ? apa dia punya pintu kamar ku ya ? syukurnya aku sudah mengenakan hijab jika keluar dari kamar utama…” batin Naya yang benar-benar kaget dengan kedatangan Derya selarut ini


“Kamu tidak tidur ? ini sudah larut Nay… sudah jam 12…” kata Derya smabil berjalan mendekati Naya


“Em, anu iya bos… ini sebentar lagi tidur kok…” kata Naya gugup


“Hm, ya sudah jangan tidur terlalu larut… saya balik ke kamar saya…” pamit Derya kepada Naya


“Iya bos…” sahut Naya sambil mengantar Derya keluar dari kamarnya dengan tatapan


“Si Bos segitu sayangnya sama anak sampai-sampai segala sesuatu yang berkaitan dengan anak harus diperiksa sendiri… huuumffff, jadi Bapak memang harus posesif gitu ya ?” tanya Naya dalam batinnya


“Hoooaaam, lebih baik aku tidur deh… ini mata sudah tidak bisa diajak kerjasama…” gumam Naya karena daritadi dirinya terus menguap


Malam pun berlalu begitu cepat, Bunda mochi yang sudah terbiasa bangun pagi kini sudah rapi. Naya sudah shalat subuh dan mandi, kini dirinya bergegas kedapur untuk membuat sarapan karena sudah hampir jam 6 pagi…


“Alhamdulillah, sudah selesai selanjutnya aku harus menyiapkan anak mochi nih…” kata Naya yang kemudian langsung berjalan kedalam kamar untuk membangunkan Aydin


“Yeeey,,, Yiiiipiii…” Aydin yang sudah bangun namun kembali melompat-lompat di tempat tidur


“Astagfirullah, sayang kenapa bangun tidur langsung lompat-lompat begini. Ayo kita kekamar mandi untuk cuci muka dan sekalian mandi ya…” kaget Naya saat melihat anak mochi yang melompat


“Hehehe,,, siap Bunda… Aydin suka melompat seperti ini, ini menyenagkan karena Aydin seperti sedang terbang Bunda, hehehe…” kata anak mochi menyampaikan perasaanya


“Benarkah, berarti Aydin suka terbang ya sayang ?” Tanya Naya sambil menuntun Aydin kekamar mandi


“iya Bunda, Aydin suka sekali terbang, Aydin suka naik pesawat sama helekopter jika ikut Ayah bekerja jauh sekali…” cerita Aydin


“Waaah, berarti Aydin anak yang berbakti karena selalu bersama Ayahnya…” puji Naya


“Hm,,, Aydin pernah tidak ingin ikut ayah pergi, tapi Ayah malah marah dan memaksa Aydin untuk tetap ikut Bunda…” katanya sambil cemberut


“Itu sih namanya pemaksaan…” batin Naya dalam hatinya


“Hm, mungkin Ayah Aydin tidak ingin terpisah jauh dengan Aydin, makanya Ayah selalu mengajak Aydin untuk ikut…” kata Naya mencoba memberi pemahaman positif

__ADS_1


“Oooh,,, “ kata anak mochi


Setelah memandikan Aydin dan memakaikan pakaian Aydin, Naya dan Aydinpun keluar dari kamar untuk sarapan. Mamun Naya malah dibuat kaget dengan sosok yang ada didapur saat ini…


“Astagfirullah,,,” kata Naya kaget sambil mengusap dadanya


“Pagi kanjeng ratu, kusir numpang sarapan ya… hehe…” sapa Anton dengan mulut penuh makanan


“Sejak kapan kalian berdua masuk ?” Tanya Naya pada Anton dan juga bos dingin yang duduk disampingnya


“Sejak tadi…” jawab Anton


“ish,,, maksud aku tu jam berapa kalian sudah masuk ke sini ? kenapa tidak memberitahu lebih dulu ? kan kalau saya tau saya bisa membuat sarapan lebih banyak…” kata Naya sambil mendudukan Aydin dimeja makan dan menyiapkan sarapan untuk anak mochi


“Tau nih, si bos yang ngajak Nay. Saya pikir dia sudah menghubungi kamu…” kata Anton


“Hm, gak ada tuh bos nelpon atau mengirim pesan…” ucap Naya


“Ya sudahlah, kalian mau minum apa ?” tawar Naya akhirnya


“Tolong buatkan saya kopi…” kata Derya yang sejak tadi hanya diam


“Kalau aku mau kopinya satu, gulanya banyakin ya biar manis kayak aku… terus aku mau telor mata sapi yang setengah mateng dan juga roti panggang dengan selai cokelat…” ucap Anton


“Aishhh,,, kau ini Ton. Dikasih segelas air malah minta lautan…”gumam Naya


“Hehehe,,, kapan lagi kan Nay aku dibuatin makan sama kanjeng ratu…” ucap Anton senyum cengar cengir. Padahal dirinya sudah menghabiskan dua roti panggang namun masih saja meminta Naya membuatkan kembali...


“Harga semuanya 7,5 juta Ton, 50% dari gaji kamu… jadi ?” kata Derya


“Hehe,, gak jadi, gak jadi bos… Nay aku kopinya aja ya ? kali ini berapa bos ?” Tanya Anton


“Hm,,, 750.000... 5% dari gaji kamu…” jawab Derya dingin


“Mahal banget sih bos… udah ah, saya bikin sendiri saja…” kata Anton yang kemudian bangkit dari duduknya dan menghampiri Naya


.


.


.


.


.

__ADS_1


See you next episode ya 😉~~~


__ADS_2