
"Ekhemmm,,,” Derya berdehem karena merasa tersinggung
“Ahaha,,, om lucu kan Bos kecil ?” tanya Anton mencoba biasa-biasa saja
“Iya om sangat lucu…” ucap Aydin sambil memberikan dua jempol
“Wah kuenya besar sekali sayang, Ayo kita bernyanyi dan tiup lilin, supaya kuenya dapat segera masuk perut bunda,,, hehe,,,” ucap Naya yang memang tidak sabar jika melihat dissert
“Oh iya,, Ayo Bunda… Bunda disamping Aydin juga…” pinta Aydin
Merkapun bernyanyi dengan bahagia, nampak Aydin juga sangat bahagia. Ada Ayah dan Bunda, dia dapat membayangkan rasanya memiliki keluarga yang utuh…
“Ayo, lihat kesini,,, “ ucap Pak Udin dengan kameranya
“1,,,2,,,3,,, Cekrek…” jadilah sebuah foto keluarga bahagia dengan anak mochi ditengan Derya dan Naya
“Ahaha,,,” Naya tertawa saat dirinya mencoretkan krim kue diwajah Aydin
“Ah,,, Bunda…” kata Aydin yang tidak terima
“Hyaaaaa,,,,” serang Aydin dengan krim yang lebih banyak
“Aish,,, kalian ini seperti anak kecil. Ini Ayah mau memotong kuenya jadi terganggu…” Ucap Derya yang kesulitan memotong karena dari tadi kue dimeja terus begeser
“Maaf ayah…” sahut keduanya smabil menunduk
“Hm,,, Nah ini kuenya. Silahkan Aydin suapkan kuenya pertama kali untuk orang yang Aydin paling sayang…” Ucap Derya dengan percaya diri karena dirinyalah yang akan mendapat suapan pertama itu
“Ini Bunda,,, aaaa….” Kata Aydin menyuapi Naya
Nayapun melahapnya dengan cepat.
“Selanjutnya untuk Ayah…” ucap Aydin ingin menyuapkan kue ke Derya namun Derya tampak linglung
“Ayah ?” kata Aydin lagi
“Ah iya,,,,” sahut Derya yang kembali kedunia setelah pikirannya melayang karena melihat anaknya lebih sayang orang lain dari pada dirinya
“Aaaa,,,, Terimakasih banyak Ayah atas kejutan dan pesta ulang tahunnya. Aydin sayang Ayah, cup….” Aydinpun mencium Derya
Derya seketika membeku mendapat ciuman dari Aydin, pasalnya anaknya itu dulu tidak pernah mengungkapkan perkataan sayang seperti itu ditambah dengan tindakan seperti ini, ini benar-benar kejutan luar biasa bagi dirinya…
“Ayah … cup,,,cup,,cup,,,” Aydin mencium seluruh wajah Ayahnya
“Ahahahaa,,,,” tawa Aydin pecah sehingga menyadarkan Derya yang dari tadi sibuk dengan pikirannya
“Ah, ada apa ?” tanya Derya bingung
“Ahaha,,, wajah Ayah juga ada krimnya karena Aydin cium…” kata Aydin
“Aydin,,,,” kata Derya dengan suara tertahan
__ADS_1
“Ahaha,,,” Aydin masih tertawa karena dikedua pipi Ayahnya ada krim kue
“Ini kamu rasakan,,,” kata Derya dengan datarnya mencoret krim kue kepipi anaknya sendiri
“Ah,,, Ayah…. Ini dia….” Ucap Aydin tidak terima dan membalas mencoret krim kue menjadi kumis Pak Raden
“Ahahahaaa,,,” Naya melihat itu tidak dapat menahan tawanya
“Ini, coba Aydin begitu juga…” kata Naya sambil mencoretkan krim menjadi kumis di wajah Aydin
“Ahaha,,, Aydin jadi anaknya Pak Raden” Kata Naya tertwa
“Ish, ini Bunda juga jadi Bunda anaknya Pak Raden” kata Aydin sambil menyapukan krim yang sama menjadi kumis diwajah Naya
“Ahahaha,,, kita adalah keluarga Pak Raden….” Canda Naya saat melihat mereka bertiga berkumis krim
Semua moment tidak lepas dari jepretan kamera Pak Udin dan video documenter oleh Anton… Catering by Bi ira dan Bi lastri, penata ruang oleh kakek Sholeh dan Pak Udin, Sponsor By Derya Erhan Murat. Itulah rincian panita acara ulang tahun hari ini. Wkwk…
Setelah acara tiup lilin dan potong kue selesai, merkapun segera menyerbu makanan yang ada dimeja. Naya adalah orang yang paling banyak mengambil makanan, jarang-jarang mahasiswa makan enak begini pikirnya, sekalian perbaikan gizi,,, hehe.
“Bunda…” kata Aydin yang dari tadi selalu disamping Naya
“Iya sayang, ada apa ?” tanya Naya disela-sela kunyahannya
“Kata Bunda, Aydin dapat merayakan ulang tahun Aydin dengan teman sebaya Aydin” kata anak mochi yang menagih hadiah Naya
“Oh iya, Bunda sudah janji ya sama Aydin. Sebagai hadiah ulang tahun dari Bunda, Bunda akan membawa Aydin untuk merayakan ulang tahun dengan teman-teman sebaya Aydin.” Kata Naya yang memang sudah mempersiapkan semuanya disuatu tempat
“Iya, apa kita berangkat sekarang Bunda ?” tanya Aydin tidak sabar
“Ada apa ?” tanya Derya tiba-tiba
“Astagfirullah bos, selalu saja mengagetkan…” kata Naya yang kaget
“Heh, kamu saja orangnya yang memang mudah kaget” kata Derya tidak mau disalahkan
“Kata saya kamu mau apa ? celingak-celinguk begitu…” tanya Derya lagi
“Oh, lagi cari Anton, ada gak bos ?” tanya Naya
“Anton sudah kekantor, dia akan mengganti saya. Karena hari ini quality time saya dengan Aydin. Kamu jangan menganggu…” kata Derya
“Gak bisa Bos, saya harus menganggu waktu anda karena sudah ada janji dengan Aydin untuk membawanya merayakan ulang tahun dengan teman sebayanya” kata Naya
“Aishhh,,, kamu mau kemana membawa anak saya hah !? ” Tanya Derya kesal
“Santai aja dong bos nanyanya, jangan ngegas gitu…” Kata Naya yang tidak takut dengan galaknya Derya
“Kemana ?” tanya Derya singkat
“Nah, ini lebih baik. Saya mau ngajak Aydin ke panti asuhan yang dekat taman kota itu Bos, disana banyak teman-teman seusia Aydin. Pasti Aydin senang karena ada teman sebaya yang bisa diajak bermain, sekalian berbagi bos…” jelas Naya
__ADS_1
“Kenapa kamu tidak bilang lebih dulu ke saya ? Saya tidak menyiapkan apapun untuk berkunjung kesana” jelas Derya
“Tenang Bos, semuanya sudah siap. Saya sudah menyiapkan satu buah parsel dan amplop. Ya walau gak seberapa isinya tapikan intinya saya ikhlas berbagi sebagai ucapan syukur atas bertambahnya usia Aydin,,,” kata Naya
“Aydin itu anak saya. Kalau saya berkunjung tidak bisa dengan tangan kosong, setidaknya saya harus membawa bingkisan untuk mereka. Ayo berangkat !” kata Derya meninggalkan Naya yang bingung
“Berangkat ? berangkat kemana ?” kata Naya bingung sendiri. Pasalnya dirinya tidak mengajak Derya untuk ikut ataupun pergi kemanapun
“Hey, Ajak Aydin masuk mobil…” Kata Derya yang sudah turun dari lantai atas
“Hah ? Kemana bos ?” Tanya Naya bingung
“Cepat !” perintah Derya
“Aydin sayang, yukz kita ikut Ayah Aydin…” ajak Naya kepada anak mochi yang sedang ngemil buah
“Kemana Bunda ?” tanya Aydin
“Hm,,, Bunda juga tidak tau. Kita ikut aja dulu, nanti siapa tau Ayah Aydin mau antarin kita ke tempat yang banyak teman sebaya dengan Aydin…” jelas Naya
“Baik Bunda, ayo berangkat…” kata Aydin semangat
“Ayo, let’s go…” ucap Naya menimpali semangat anak mochi
Merekapun segera meghampiri mobil yang didalamnya sudah ada Derya menunggu…
“Kenapa lama ?” tanya Derya
“Tidak lama kok Bos, hanya selisih 5 menit dari bos mengajak” jelas Naya
“Tetap saja kamu membuat saya menunggu…” kata Derya yang tidak suka menunggu
“Maaf…” kata Naya tidak ingin berdebat kemudian membuka pintu belakang mobil
“Kenapa duduk dibelakang ? kamu pikir saya sopir taksi…” kata Derya ketus
“Kalau duduk didepan tidak muat untuk kami berdua bos” kata Naya
“Aydin bisa duduk dipangkuan kamu, intinya saya tidak ingin seperti sopir taksi” jelas Derya
“Hm,,,” respon Naya sambil memutar bola matanya sambil berjalan menuruti keinginan Derya
.
.
.
.
.
__ADS_1
See you next episode ya 😉~~~
Jangan lupa tinggalkan jejak 👣