
"Ini semua pasti karena kamu NAYA !!! sekarang juga kamu keluar dari rumah saya ! saya akan segera pulang detik ini juga” kata Derya kesal dan kemudian langsung mengakhiri panggilan yang berlangsung.
Naya yang melihat perdebatan tersebut merasa kasihan dengan kondisi keluarga ini, kekurangan sosok wanita yang memberikan mereka kasih sayang dan juga perhatian. Naya pun mendekati Aydin, mencoba menenangkan anak Mochi yang menangis tersebut. Dia sudah tidak terlalu perduli dengan nasib pekerjaannya yang diujung tanduk.
“Sayang,,, udah ya jangan nangis lagi” kata Naya sambil mengusap kepala Aydin
“Hikss,,,hikss,,, kenapa Ayah tidak pernah menyetujui keinginan Aydin Bunda ? Ayah tidak sayang dengan Aydin kan ? Ayah sudah tidak sayang lagi,,, hiks,,hiks,,,”kata Aydin menangis dipelukan Naya
“Pukk,,pukk,,, Setiap Ayah pasti mempunyai caranya untuk mengungkapkan kasih sayang mereka Aydin. Mungkin ini cara ayah Aydin menyayangi Aydin, dia tidak ingin Aydin terluka sehingga membatasi pergaulan Aydin” kata Naya menjelaskan sambil menepuk pundak Aydin
“Tapi Aydin tidak suka cara ayah seperti itu, Aydin lihat Ayah beruang tidak seperti itu kepada anak beruang Bunda…” kata Aydin
“Ayah beruang ?” kata Naya bingung
“Iya, Ayah beruang yang Aydin tonton di tablet Aydin… Setelah Ayah beruang pergi bekerja Ayah beruang pasti bermain bersama dengan anak beruang dan bunda beruang menyiapkan makanan mereka. Aydin ingin seperti itu Bunda” kata Aydin mengungkapkan keinginannya
“Semoga keinginan Aydin segera terwujud ya,,,” kata Naya sambil tersenyum, dia sedikit tahu bagaimana rasanya memiliki keluarga yang kurang lengkap. Pasti akan merasa seperti ada sesuatu yang kurang,,,
“Hmm,,,,” kata Aydin makin mengeratkan pelukannya.
“Sayang seksrang sudah pukul 20.50 sebentar lagi jam 21.00, sebaiknya kita bersiap untuk tidur yukz” ajak Naya setelah melihat jam yang tergantung diruangan tersebut
“Baik Bunda, tapi gendong…” kata anak Mochi yang mulai manja
“Siap boss,,,,” kata Naya smabil memberi hormat
Aydinpun kini berada dipunggung Naya, dan tak berapa lama mereka sudah tiba dikamar Aydin dan membersihkan diri sebentar seperti gosok gigi, cuci muka dan kaki. Setelah itu mereka siap meluncur ketempat tidur…
“Aydin tidur ya, Bunda kembali kekamar sebelah yang sudah disiapkan untuk bunda. Jangan lupa berdo’a ya sayang, Selamat tidur mimpi indah” kata Naya merapikan selimut dan mengusap lembut kepala Aydin
“Selamat tidur juga untuk Bunda..”jawab Aydin tersenyum
__ADS_1
“Iya sayang” kata Naya tersenyum
“Bunda…” kata Aydin sambil memegang lengan Naya
“Iya sayang, ada apa ?” kata Naya
“Bunda tidur disini saja ya, temani Aydin…” pinta Aydin
Naya berpikir sejenak, ranjang Aydin memang luas dan cukup jika Naya ikut tidur disana. Lagipula besok kemungkinan mereka tidak akan bertemu lagi. Jadi Naya menyetujui permintaan Aydin…
“Okey,,, tapi Bunda tidurnya gak bisa diem lo…” kata Naya menggoda Aydin
“Tidak apa-apa Bunda, nanti Aydin peluk biar Bunda diam,,, ” kata Aydin senang karena Naya mau tidur bersamanya
“Emmmm…” kata Naya gemas sambil mengacak-acak rambut anak Mochi didepannya ini. (Ternyata anak mochi pandai merayu ya Bun, wkwk…)
Setelah baca do’a dan menepuk-nepuk pundak Aydin agar tertidur lebih dulu, akhirnya Naya dapat merehatkan tubuhnya setelah seharian beraktivitas…Hari ini adalah hari yang panjang untuk Aydin dan Naya…
Sedangkan ditempat lain ada seseorang yang sedang meledak-ledak emosinya, karena sang anak terluka.
“ANTON, Segera keruangan saya !!! “ kata Derya setengah berteriak dia mengambil gangang telpon dengan kasar
“Siap, ada apa bos ?” kata Anton sedikit kaget dengan emosi bosnya saat ini
“Pesan tiket sekarang ! kita akan pulang” jawab Derya tegas
“Baik bos,,,” Anton tidak ingin kena semprot, karena jika melijat langusng pasti tergambar jelas diwajah sang bos yang sedang marah ini bahwa jika anda tidak patuh anda akan kena semprot dan insting bertahan hidup Anton juga membenarkan tindakannya saat ini, yakni tidak banyak tanya.
Setelah Anton menyiapkan semuanya, Antonpun melapor kepada bosnya…
“Permisi Bos, semuanya sudah siap” kata Anton setelah mendapat ijin untuk masuk
__ADS_1
“Baiklah, kita berangkat…” kata Derya langsung berjalan keluar ruangan tanpa menghiraukan ekspresi Anton
“Huummfff,,, kenapa gini banget sih punya bos. Padahal hotel sudah dipesankan dan pekerjaan masih banyak yang perlu di urus, kenapa mendadak sekali untuk pulang…” gumam Anton sambil merapikan meja bosnya dan memasukkan berkas dan juga laptop yang ditinggalkan begitu saja
Kini mereka sudah berada dalam mobil menuju bandara, Anton tidak berani bertanya dan memulai percakapan. Sehingga keheningan panjang tercipta disana…
“Anton, kamu harus bertanggu jawab karena sudah menyarankan Naya untuk menjaga anak saya” kata Derya tiba-tiba
“Bos kecil kenapa Bos ? Apakah Bos kecil diculik ??? “ tanya Anton kaget bercampur khawatir
“Ini semua gara-gara wanita yang kamu rekomendasikan itu ! Dia membuat Aydin terluka” kata Derya
“Hah ? bagaimana bisa Naya membuat Aydin terluka ? mana mungkin bos ? dilihat dari perlakuannya kepada Aydin dia adalah seorang yang peyayang…” Jelas Anton tidak percaya
“Kamu lihat saja nanti ! dan gajih kamu bulan ini tidak akan cair “ kata Derya kesal
.
.
.
.
.
.
Hari ini double up ya, sesuai permintaan para readers 💜, jangan lupa tinggalkan jejak 👣...
Terimakasih sudah setia membaca IWB 😊
__ADS_1
See you next episode ya 😉~~~