
Setelah menempuh perjalanan yang cukup panjang, beberapa kali berhenti diperistirahatan untuk meluruskan badan dan mengisi perut serta melaksanakan kewajiban seorang muslim. Akhirnya merekapun tiba di kota. Udara yang tercampur dengan asap debu polosi, jalanan yang macet dipenuhi kendaraan warna warni dengan berbagai jenis dan gedung-gedung pencakar langit yang mengiasi pemandangan kota.
“Waaah, gedungnya tinggi sekali ya om? “ kata Sarah kagum dengan bangunan ibu kota
“Iya, itu adalah perkantoran dan juga beberapa apartemen. Kalian akan tiggal di salah satu gedung itu nanti” jawab Sarah
“Haaah ? yang bener om Sarah sama kakak dan ibu sarah bakalan tinggal digedung yang besar begitu. Aduuh, gak usah deh Om nanti Kakak dan ibu bakalan cape buat nyapu gedung sebesar itu” ucap Sarah yang mengira mereka akan tinggal di satu gedung yang sebesar itu
“Ya bukan satu gedung juga kali Sarah ! hanya satu unit apartemen saja luasnya cukup untuk kalian berempat” kata Anton penuh dengan penekanan
“Oooh, Syukurlah kalau tidak sebesar gedung itu” kata Sarah kemudian kembali fokus melihat-lihat
“Hadeeeh, nih anak kulot banget ya. Tapi kok jadi terlihat imut gini sih ?” batin Anton
“Tapi seru juga kali ya dikerjain, hehe” batin Anton sambil tersenyum memikirkan rencananya
Setengah jam kemudian mereka sudah tiba disalah satu gedung apartemen yang disiapkan Derya, Antonpun membangunkan bosnya untuk menyampaikan bahwa mereka sudah sampai.
“Bos, sudah sampai” kata Anton
“Hm…” sahut Derya smabil membuka kedua matanya
“Ibu,,, Dinda,,, kita sudah sampai” ucap Derya yang membangunkan keduanya
“Bunda…” kata Derya berbisik ditelinga Naya
“Hm… jangan ganggu ah, 5 menit lagi !” kata Naya yang tidak sadar bahwa saat ini mereka ada di mobil
“Bunda, kita sudah sampai. Mau bangun apa aku gendong ?” kata Derya yang masih berbisik, akan malu jika kena tegur ibu mertua lagi nanti
“Hah ?” kata Naya langsung bangun namun sayangnya gerakan Naya yang bangun tiba-tiba membuat dagu Derya terhantuk kepala Naya
“Aduhhh…”respon Naya sambil mengusap kepalanya
“Ssstt…” kata Derya mengusap dagunya
“Kenapa bos ?” Tanya Anton yang sudah ingin turun dari mobil
“Tidak apa. Kamu bongkar bawaan dibagasi saja sana !” perintah Derya
“Iya, iya ini juga mau turun baginda raja” kata Anton
__ADS_1
“Tidak apa-apa Bun ?” Tanya Derya khawatir
“Gak papa Mas” kata Naya
“Hm, syukurlah kalau begitu ayo kita turun” kata Derya melepas sabuk pengamannya dan turun lebih dulu membukakan pintu untuk kanjeng ratu
Mereka semua pun turun dari mobil, lalu masuk kedalam apartemen mengikuti Derya yang memimpin jalan.
“Waaah, ini ya yang namanya lift ? Sarah hanya pernah melihat gambarnya saja ternyata seperti ini rasanya naik lift” gumam Sarah kagum dengan hal yang baru dia rasakan
“Nah ibu dan adik ipar bisa tinggal disini dulu untuk sementara” ucap Derya setelah mereka mempersilahkan masuk kedalam salah satu unit apartemen yang ramah keluarga karena banyak ruangan dan cukup luas untuk ditinggali sebuah keluarga
“Nak Derya ini terlalu besar untuk kami, kami tidak akan sanggup untuk mmebayar sewanya” ucap ibu Naya saat melihat-lihat kondisi apartemen yang menurut mereka sangat mewah ini
“Tidak kok Bu, ini hadiah Derya untuk ibu dan juga adik ipar” kata Derya tersneyum ramah
“Ini terlalu mewah Nak Derya, ibu merasa sungkan jika menerima ini sebagai hadiah” kata bu Nisa sungkan
“Ibu tidak perlu sungkan. Saya juga akan menjadi keluarga ibu nanti, sudah sepantasnya saya berbakti kepada ibu mertua saya. Saya tidak memiliki ibu lagi, sehingga saya menganggap ibu sudah seperti ibu saya sendiri. Apa ibu tidak keberatan ?” Tanya Derya
“Tentu saja ibu tidak keberatan nak Derya, kamu ini calon suami anak ibu otomatis ibu juga akan menjadi ibu kamu” kata Ibu Naya sambil mengusap punggung Derya
“Iya nak ibu juga berterimakasih atas hadiah yang kamu berikan” ucap bu nisa
Merekapun akhirnya berkeliling melihat-lihat ruangan yang ada disana, Naya dan Aydin sudah ada didalam salah satu kamar karena Aydin tidak mau bangun dan memilih melanjutkan tidurnya.
“Bos, gawat !!!” kata Anton yang tiba-tiba masuk menghampiri Derya
“Teman kuliahnya Naya yang bos beri ganjaran itu malah membuat keributan diperusahaan” Kata Anton setengah berbisik agar masalah ini tidak terdengar oleh adik dan juga ibunya Naya
“Hm, masih belum jera ternyata…” kata Derya geram
“Bu, saya permisi dulu ya ada urusan dikantor” kata Derya meminta ijin untuk pamit
“Iya nak Derya sekali lagi terimakasih banyak ya !” kata bu Naya memberi ijin
“Iya Bu, saya permisi untuk pamit ke Naya dulu ya bu. Assalamu’alaikum” ucap Derya mencium tangan sang ibu mertua
“Wa’alaikum salam” ucap ibu mertuanya, Ibu Naya dan adik-adik Naya sedang membongkar isi koper mereka dan membawanya kedalam kamar masing-masing
“tok,,,tok,,tok,,,” Derya mengetuk pintu kamar Naya
__ADS_1
“Masuk saja, tidak dikunci kok” sahut seseorang didalam
“Ceklek…” Deryapun masuk kedalam, sedangkan anton akan menjadi bodyguard didepan pintu
“Bunda aku mau ijin kekantor dulu ya” kata Derya duduk disala satu sudut kasur
“Hm, kan baru datang Mas. Kenapa langsung ke kantor ? apa tidak lelah ?” Tanya Naya perhatian
“Hm,,, ini hanya hal kecil tidak terlalu menguras pikiran kok. Aydinnya belum bangun ya ?” Tanya Derya menatap Aydin
“Iya, tadikan dijalan dia terbangun dan sangat ceria melihat pemandangan. Baru ketika hampir sampai kota dia malah tertidur” kata Naya
“Iya, dia jauh lebih ceria saat ada kamu Nay” kata Derya memandang lembut Naya
“Tidak mas, pada dasarnya Aydin memang anak yang ceria. Naya hanya mengarahkan” jawab Naya sedikit malu karena dipuji
“Saya beruntung bisa kenal dengan kamu Nay” kata Derya masih dengan tatapan itu
“Hm, Saya juga beruntung bisa mengenal Aydin” kata Naya tertunduk malu
“Bos, ini sudah hampir jam 5 sore. Perusahaan akan segera tutup” kata Anton yang tiba-tiba memunculkan kepalanya di balik pintu
“Astagfirullah, ada Anton ternyata” kata Naya kaget
“Iya, dia menunggu diluar dari tadi. Kalau begitu aku pamit ya Bun, tolong jaga Aydin” Kata Derya
“Iya mas. Hati-hati dijalan” kata Naya tersenyum hangat
“Iya…” kata Derya, ingin rasanya dia berpamitan dan mendapat ciuman dari Naya. Itu akan menambah semangatnya 1000 persen
“Sabar, tahan Derya. Sebentar lagi kamu akan segera mendapatkannya” batin Derya menenangkan dirinya.
Setelah berpamitan dengan Naya dan mencium anaknya, Deryapun berangkat ke kantor bersama Anton. Dia akan menyelesaikan ulat bulu yang ternyata sangat sulit dibasmi secara baik-baik ini. Harus dirinya sendiri yang turun tangan untuk menyemprotkan pestisida ternyata, agar hama ini segera pergi.
.
.
.
See you next episode ya 😉~~~
__ADS_1