
“Drttt,,,drtt,,,drt,,,,” getar dari handphone Naya yang berada dinakas membuat Naya kaget dan terbangun dari tidur singkatnya
“Astagfirullah…” Ucap Naya karena kaget
“Hummff, aku kira apa. Ternyata ada yang menelpon “ kata Naya setelah sadar apa yang menaggetkannya
“ Kak Prilly, ada apa ya menelpon ku ?” gumam Naya penasaran
“Halo, Assalamu’alaikum kak Prilly” jawab Naya
“Wa’alaikumsalam Naya. Naya kamu sedang tidak sibukkan ?” tanya Prilly disebrang sana
“Tidak kak, Naya tidak sibuk. Kenapa ?” tanya Naya balik
“Temani aku ke Mall mau gak ? mau cari tas nih, tapi gak ada teman. Entar aku traktir deh…” bujuk Prilly
“Naya mau aja sih kak, tapi Naya lagi ngasuh anak bos nih” jawab Naya yang baru teringat dengan anak mochi yang masih tidur dikasurnya itu
“Yah,,, yaudah deh… lain kali harus bisa ya…” jawab Prilly agak kecewa
“Maaf ka, Naya baru inget kalau ada anak bos dirumah” jawab Naya meminta maaf
“Iya gak papa kok. Eh,,, tapi kenapa anak bos kamu, jadi kamu yang jaga ? “ tanya Prilly penasaran
“Oh,,, itu panjang ceritanya kak, entar kalau ketemu Naya cerita deh…” Jawab naya yang tidak memungkinkan untuk menjelaskannya melalui telpon
“BUNDAAA… Huwaa,,,, hiks,,, hiks,,,,” teriak Aydin sambil menangis karena tidak ada Naya disampingnya. Dia takut kejadian pagi tadi terulang, tiba-tiba Naya tidak ada disampingnya
“Aydin,, sayang… kenapa ini Bunda disini…” kata Naya cepat langsung memeluk Aydin
“Kak, sudah dulu ya. Nanti Naya jelaskan, assalamu’alaikum” kata Naya mengakhiri panggilannya
“Bunda,,, hiks,,, hiks,,, Bun,,,da,,, hiks,,, jangan pergi…” kata Aydin disela tangisnya
“Iya sayang, Bunda disini. Bunda gak pergi kemana-mana kok” jawab Naya smabil menusap punggung Aydin
__ADS_1
“Janji ya,,, hiks,,, Bunda jangan tinggalin Aydin,,, hiks,, Bunda jangan pergi-pergi dari Aydin…” kata anak Mochi dengan tangis yang mulai mereda
“Iya sayang, Bunda gak akan ninggalin Aydin” jawab Naya
Namun batinnya melanjutkan berkata “Bunda tidak akan meninggalkan Aydin, namun Bunda tidak yakin kedepannya akan terus bisa bersama Aydin”
“Sudah ya sayang, ayo minum dulu. Bunda ambilkan ya…” kata Naya sambil beranjak kedapur untuk mengambil minum
“Ikut…” rengek Aydin dia tidak ingin pisah jauh dengan Naya
“Ya sudah, ayo…” kata Naya mengajak Aydin
Mendengar perkataan Naya, Aydinpun merentangkan kedua tangannya minta digendong.
Sangat jarang anak mochi ini bersikap manja dalam hidupnya, dia hanya bermanja pada Naya. Nayalah yang membuatnya tahu bagaimana rasanya diperhatikan dan dipedulikan.
“Ahaha,,, sekarang anak mochi benar-benar berubah menjadi anak koala ya…” kata Naya tertawa sambil menggendong Aydin
“Koala ? Aydin tidak suka koala Bunda. Koala itu pemalas dia sangat suka tidur, Aydin bukan anak yang pemalas Aydin anak yang rajin” jawab Aydin yang tidak ingin disamakan dengan hewan Koala
“Hm ? kalau Mochi Aydin suka ?” tanya Naya sambil mendudukan Aydin dikursi yang ada disana
“Ih,,, gemesnya… Ini sayang minum dulu air putihnya” kata Naya sambil duduk dikursi dekat Aydin
“Ayah melarang Aydin makan mochi banyak-banyak karena untuk kesehatan gigi Aydin agar tidak berlubang. Coba lihat gigi Aydin sekarang, sehat bukan ?” tanya Naya memberi pemahaman pada anak mocha
“Hm, Aydin tidak pernah sakit gigi bunda” jawab Aydin sambil menganggukan kepalanya
“Nah kan, itu bentuk perhatian Ayah Aydin untuk menjaga kesehatan gigi Aydin” kata Naya
“Aydin tidak suka cara Ayah melarang Aydin. Ayah selalu marah-marah jika Aydin bertanya apa boleh memakan mochi, Ayah marah karena Ayah tidak sayang Aydin Bunda…” kata Aydin cemberut
“Hm ? nanti Bunda balik marahin Ayah Aydin biar tidak memarahi Aydin terus. Kan anak kesayang Bunda cuma bertanya, kenap dimarahi iyakan ?” kata Naya juga ikut kesal dengan kelakukan Derya
“Iya betul Bunda,,, Aydinkan Cuma bertanya…” kata anak Mochi dengan wajah yang dibuat serius membuat pipi mochinya mengembang
__ADS_1
“Apa Aydin lapar sayang ?” tanya Naya karena sekarang hampir menunjukkan pukul 1 siang
“Iya bunda, Aydin lapar” jawab anak mochi cepat
“Aydin mau makan apa ? biar Bunda masakin, tapi kita kesupermarket yang didekat sini dulu ya untuk beli bahan makananya” kata Naya
“Emm,,, Aydin mau udang goreng, terus sayurnya Aydin mau sayur tumis aja Bunda…” kata Aydin setelah berpikir
“Itu aja ? tidak ada yang lain ?” tanya Naya
“Emm,,, Aydin mau mochi boleh ?” tanya Aydin agak takut
“Hahaha, kenapa takut begitu sih mukanya. Ini Bunda bukan Ayah Aydin, hehe…” kata Naya tertawa karena wajah Aydin
“Boleh Bunda ?” tanya Aydin memastikan
“Iya, boleh tapi cukup satu saja ya sayang” kata Naya lembut
“Iya, makasih Bunda…” kata Aydin sambil memeluk Naya
“Let’s go, kita kesupermarket…” kata Naya sambil mengambil tas belanja dan dompetnya. Supermarket yang dimaksud sangat dekat dengan kos Naya, yakni berada disebrang jalan.
“Let’s go Bunda…” Jawab Aydin bersemangat, karena ini pertama kalinya Aydin kesupermarket.
.
.
.
.
.
Let's go readers buat kasih jejak 👣
__ADS_1
Like, komen dan juga masukkan fav ya biar selalu update kalo author up episode baru 😉
See you next eposide ~~~