
“Akhhh,,, aduh…” teriak seseorang yang mengagetkan Naya
“Hah siapa ?” tanya Naya sambil melihat seseorang yang berada dikakinya
“Bos ????” kata Naya tidak percaya, dia sudah menginjak punggung sang bos saat ini
“Akh,,, turun kamu !” ucap Derya sambil menahan beban
“Maaf, maaf bos. Saya sengaja,,, eh tidak sengaja maksudnya bos ” kata Naya gugup
“Apa kamu tidak melihat tubuh saya sebesar beruang begini kamu injak” kata Derya kesal
“Humffftt,,, beruang ya … pantesan dingin kek beruang kutub” gumam Naya sambil menahan tawanya
“Apa yang kamu tertawakan ?” tanya Derya yang tidak jelas mendengar gumaman Naya
“He, tidak ada bos” cengir Naya
“Hm,,, apa yang mau kamu lakukan. Ini belum subuh tapi kamu sudah bangun “ tanya Derya
“Saya ingin shalat sunnah sebelum masuk waktu subuh bos” jawab Naya
“Oh, kalau begitu kasurnya tidak terpakai. Saya akan tidur dikasur “ kata Derya
“Kenapa bos masuk kekamar ? apa diluar bos ditemani makhluk cantik berwarna cokelat itu ?” goda Naya mengejek bosnya
“Haha, saya tidak takut dengan hewan itu. Saya hanya tidak terbiasa tidur dengan alas murahan yang tipis seperti ini” tunjuk Derya pada selimut yang ada dilantai
“Ooooh,,, tidak takut ya ?” kata Naya tidak percaya
“Ya, sudah sana kerjakan apa yang ingin kamu lakukan tadi” kata Derya langsung menutupi dirinya dengan selimut.
“Hahahaaaa,,,” Naya sudah tidak dapat menahan tawanya saat dirinya sudah berada dikamar mandi. Nampak jelas pada kantong mata bosnya bahwa bosnya itu tidak dapat tidur dengan nyenyak karena kecoak, Naya juga sempat mendengar teriakan Derya tadi malam yang takut akan kecoak.
Naya melaksanakan shalat dengan khusyuk dirinya sangat menikmati ketika bisa lebih dekat dengan Tuhannya melalui do’a diujung shalatnya… Dirinya merasa tenang dan damai, siap untuk memulai kembali harinya…
Waktu subuh sudah hampir habis, sedangkan sang bos masih bersembunyi dibalik selimutnya. Naya yang merasa tergerak untuk membangunkan bosnyapun mendekat.
“BOOOSSS !” teriak Naya
“Hm,,,” sahut Derya
“BANGUUUNNN !” lanjut Naya berteriak
“Hm,,,” gumam Derya yang mulai bergerak-gerak karena terganggu
“Waktu subuh sudah mau habis Bos, bangun shalat dulu !” kata Naya
“Ya, nanti…” jawab Derya
“BOOOSSS MAU SHOLAT ATAU SAYA SHOLATIN !!!“ Ancam Naya sambil berteriak
__ADS_1
“Bisa gak sih pagi-pagi jangan teriak” kata Derya langsung duduk
“Bangun Bos, shalat. Mau masuk neraka ya karena tidak mau shalat” kata Naya lagi
“Aish,,, kamu tu bukan Tuhan yang bisa menentukan saya masuk neraka atau syurga” jawab Derya tidak suka
“Astagfirullah bos, saya panggilkan Mamah Dede kesini ya. Biar tiap pagi bos dapat siraman rohani. Biar sadar !” kata Naya kesal dengan jawaban Dery
Naya mencari handphonenya berniat untuk memutarkan ceramah mamah dedeh yang ada di youtube, ternyata handphoneya kehabisan battery dan dia juga tidak membawa charger, jadilah pagi ini Mamah Naya berpidato dihadapan orang yang kembali bersembunyi dibalik selimut.
“Ckckck,,, Astagfirullah. Wahai orang yang berada dibalik selimut janganlah kamu melalaikan waktu shalat. Orang yang disiplin dalam kehidupannya selalu mengikuti aturan yang sudah dibuat ! Anda bos besar, tapi tidak disiplin dalam shalat. Apa ini mencerminkan perilaku seorang pemimpin ?” kata Naya
“Ck, iya iya bangun nih… aku bangun “ Kata Derya bangun dan menuju kamar mandi
Naya menatap kelakuan malas si beruang ini, mengawasinya bagaikan pengawas ujian yang tak lengah sedikitpun. Deryapun sudah selesai shalat dan kini mereka bingung harus melakukan apa.
“Bos, sampai kapan kita dikunci disini ?” tanya Naya akhirnya
“Ck, mana saya tau. Berani-beraninya mereka mengurung saya disini” kata Derya geram
“Emang bos tau siapa yang ngunci kita disini ?” tanya Naya
“Gak yakin sih, tapi kayaknya ini kerjaan Anton “ kata Derya sambil memcingkan matanya
“Kenapa Anton mengurung kita disini ?” tanya Naya lagi
Derya hanya merespon dengan mengangkat bahunya, menandakan dia tidak tahu.
“Anton akhir-akhir ini selalu bercerita tentang kebaikan Naya, dia juga orang yang merekomendasikan Naya untuk menjaga Aydin, dia juga selalu membujuk saya untuk memberikan Aydin Bunda baru. Apa dia ingin membuat Naya masuk dalam keluarga saya ? atau ini jebakan untuk membuat keluargaku hancur lagi ? aku hanya punya Aydin sekarang, aku harus menjaganya dengan ketat” batin Derya memikirkan tingkah Anton
“Ekhem,,, bos” panggil Naya
“Hm ?” jawab Derya sambil mentap Naya
“Saya periksa pintunya ya “ kata Naya beranjak dari duduknya
“Hm,,,” respon Derya
“Ck, macam beruang aja hm hm hm mulu” batin Naya kesal dengan jawaban Derya
Saat Naya mencoba membuka pintunya…
“Ceklek…” dan pintupun terbuka
“Happy birthday to you… Happy birthday to you….” Semua orang menyanyikan lagu selamat ulang tahun untuk Naya. Nampak dihadapannya saat ini ada Aydin, Anton, bi Ira dan bi Lastri, Pak Udin dan Kakek sholeh dengan wajah ceria mereka, terutama anak Mochi yang sedang memegang kue strawbery saat ini.
“Hah ? ada apa ini ?” kata Naya Nampak bingung
“Selamat ulang tahun Bunda, Aydin sayang sekali dengan Bunda” Ucap Aydin
"Hah ? tanggal berapa hari ini sayang ?” tanya Naya sambil berjongkok mensejajarkan tinggi dengan Aydin
__ADS_1
“ 7 Oktober Bunda… Selamat ulang tahun” ucap Aydin lagi sambil menciup pipi Naya
“Haha,,, terimakasih sayang” kata Naya sambil mencium kedua pipi Aydin. Dirinya baru sadar bahwa memang hari ini adalah ulang tahunya.
“Ada apa ini ribut-ribut ?” ucap Derya yang baru menghampiri mereka
“Selamat pagi bos…” ucap Annton
“Selamat pagi tuan…” ucap para pengurus rumah
“Siapa yang mengurung saya disini ?” tanya Derya dingin
“Aydin Ayah, maaf” jawab Aydin merasa sedikit bersalah karena terlihat jelas kantung mata sang Ayah yang menandakan kurang tidur
“Tidak mungkin hanya kamu, pasti ada yang membantu kan ?” tanya Derya sambil menatap orang-orang didepannya
“Aydin hanya ingin membuat kejutan untuk Bunda dan ini sebagai ganti permintaan Aydin di hari ulang tahun Aydin nanti, yah… jangan marah ya ” kata Aydin berusaha menyelamatkan om Anton yang banyak membantu pada rencananya kali ini
“Siapa yang bantu kamu !” tegas Derya
“Makasih ya sayang sudah memberikan kejutan untuk ulang tahun Bunda, Bunda sangat terharu. Tapi lain kali jangan dikurung sama Ayah Aydin lagi ya… Bunda bukan pawang beruang, hehe” ucap Naya sambil mengusap lembut kepala Aydin. Naya berusaha mengalihkan perhatian semua orang dari ancaman Derya
“Maaf bunda…” kata Aydin sediki sedih karena ternyata Naya tidak suka dikuring dengan Ayahnya
“Iya sayang, sudah yuk kita ke rumah utama untuk makan kuenya. Sayangkan kue enak begini di anggurin” kata Naya mengajark semuanya kecuali Derya
“Hey… itu rumah saya. Siapa kamu senaknya masuk ke rumah orang” kata Derya tidak terima dan menyusul Naya
“Oh, kirain yang punya gak ada bos… hehe” kata Naya
“Hm, karena kamu ulang tahun saya akan memaafkan perilaku kasar kamu” ucap Derya yang teringat dengan sikap Naya yang berani menamparnya
“Good boy…” ucap Naya sambil mengacungkan satu jempolnya, karena tangan satunya masih digandeng Aydin
“Sudahlah, saya ingin tidur “ ucap Derya kemudian membiarkan mereka memakan kue dirumahnya
“Dan kamu Anton, tunggu setelah saya bangun tidur. Kamu akan saya urus !” ancam Derya
“Baik bos…” ucap Anton menunduk
“Bagaimana ini, apa aku akan dipecat ? tapikan yang kulakukan itu permintaan bos kecil. “ Batin Anton panik
“Ahaaa,,, tenang Anton kan ada Naya dan Aydin disisi mu. kamu pasti aman…” Kata Anton dalam hatinya saat melihat kedekatan Aydin dan Naya
.
.
.
.
__ADS_1
.
See you next episode 😉~~~