
Di lain kamar, anak mochi mulai menggeliat dari balik selimut. Sedangkan orang disampingnya sedikitpun tidak ada tanda-tanda akan bangun padahal hari sudah menunjukkan pukul 7 pagi.
“Hoaaaam…” Aydin mulai membuka mata lalu membaca do’a bangun tidur seperti yang di ajarkan Bundanya
“Kemana Bunda ? kenapa bisa menjadi om Anton ?” gumam Aydin saat melihat orang disampingnya
“Hem, mungkin Bunda sedang dengan Ayah dan adik bayi sekarang sudah ada didalam perut Bunda. YEAAY ! Aydin akan segera menjadi kakak dan memiliki adik untuk di ajak bermain” kata Aydin berteriak senang dan itu membangunkan Anton yang sedang tidur
“Ayam, ayam,,,ayam,,, ! ada apa ? dimana ayamnya ?” kata Anton kaget sambil kebingungan
“Yeaaay ! om Aydin akan segera menjadi kakak“ kata Aydin sambil melompat di kasur
“Hah ? kakak ? bukan ayam ya ?” Tanya Anton mulai memanggil nyawanya untuk segera bersatu kembali kedalam tubuhnya
“Iya Om… Bunda dan Ayahkan sedang tidur dan membuat adik Aydin ? iyakan om ?” Tanya Aydin memastikan
“Hm, iya tadi malam Ayah kamu menggendong kanjeng ratu ke kemarnya” jawab Anton malas karena masih mengantuk
“Kanjeng ratu ? siapa itu om ?” Tanya Aydin berhenti melompat
“Maksud om Bunda kamu Aydin” jawab Anton ingin kembali menyelimuti dirinya
“Ayo om !” kata Aydin langsung menggandeng tangan Anton dan mengajak cicak yang mengantuk itu untuk segera berdiri
“Kemana bos kecil ?” Tanya Anton terpaksa bangun dan berjalan mengikuti tarikan Aydin
“Menemui adik aydin yang ada diperut Bunda. Aydin sudah tidak sabar untuk bertemu adik. Ayo om ! lekaslah jalannya” kata Aydin yang terus menarik Anton
“Hm…” kata Anton malas memberi penjelasan pada anak bosnya yang tidak sabaran ini
Mereka berduapun kini tiba didepan kamar pengantin baru tersebut.
“Tok,tok,tok,,,” Aydin langsung mengetuk pintu
“Itu Aydin ada bel nya. Pencet itu !” kata Anton menunjuk dengan dagunya
“Tingting….” Suara bela berbunyi sampai terdengar dari luar
“Assalamu’alaikum Bundaaaaa…. Ini Aydin, buka pintunya” teriak Aydin tidak sabaran
Setelah beberapa saat pintu terbuka dan Nampak wajah bantal Derya menyambut mereka
“Ada apa ?” Tanya Derya
“Ayah, dimana Bunda ?” kata Aydin langsung menerobos masuk
“Kamu kembalilah !” kata Derya pada Anton yang pagi ini menjadi kurir pengantar anak, kemudian menutup pintu tanpa menunggu respon Anton
__ADS_1
“Ck, syukur angin itu tidak menyakitkan ya ! kalau angin kenceng karena diditutupin pintu gini sakit, habis wajah gantengku ini babak belur” gumam Anton yang merasakan angin sepoi-sepoi mengenai wajahnya
Antonpun kembali kekamarnya setelah menjadi kurir dadakan dipagi hari. Didalam kamar pengantin baru Aydin bergegas menuju tempat tidur menemui Naya
“Ayah, apa Bunda masih tidur ?” Tanya Aydin saat melihat Naya yang masih berada dibalik selimut
“Iya my boy, Bunda masih tertidur jadi jangan berisik ya” ucap Derya menghampiri Aydin
“Apa Aydin boleh mendengarkan perut Bunda yah ?” Tanya Aydin menatap Derya dengan tatapan memohon
“Untuk apa ?” Tanya Derya penasaran
“Aydin ingin mendengarkan apa adik Aydin sudah ada dalam perut Bunda ? kata Bunda tadi malam adik Aydin akan ada didalam perut Bunda dulu yah” jelas Aydin
“Baiklah ayo kita mendengarkan perut Bunda bersama-sama” ajak Derya yang juga antusias
“Ayah disebelah sana, Aydin di sini ya” kata Aydin langsung naik ke tempat tidur dan menghampiri Naya
“Halo adik, ini kakak. Apa adik bayi sudah ada disana ?” bisik Aydin di depan perut Naya karena takut membangunkan Bundanya sehingga Aydin berbisik
“Hay kecebong, cepatlah jadi ya !” bisik Derya yang sudah menyingkap selimut dari tubuh Naya agar mereka dapat lebih dekat ke perut Naya
“Apa kecebong itu yah ?” Tanya Aydin
“Hm, anu pokoknya yang akan membantu agar adik Aydin segera jadi disini” ucap Derya tergagap menjelaskannya
“Oooh, kalau begitu Aydin akan membelikan Bunda banyak kecebong agar adik Aydin semakin cepat jadi” kata Aydin dengan senang karena itu adalah ide yang luar biasa menurutnya
“Oh begitu. Baiklah…. Adik bayi, apa sudah ada didalam ?” sambung Aydin sambil bebisik ke perut Naya lagi
“Kalian sedang apa ?” tiba-tiba suara lembut menyapa mereka yang terlalu fokus menatap perut
“Eh Bunda sudah bangun” kata Derya yang pertama kali menyadari jika Naya sudah terbangun, dia tersenyum hangat menyambut sang bidadari tak bersayapnya itu
“Ini Bunda, minum dulu !” ucap Derya dengan cekatan mengambilkan Naya gelas yang berisi air putih
“Aydin juga mau, biar Aydin saja yang memegangkan gelas untuk Bunda minum yah” kata Aydin sambil merebut gelas yang ada ditangan Derya
“Tidak usah boy, biar Ayah saja “ ucap Derya tidak mau mengalah
“Ada apa dengan kalian berdua pagi ini ? sini biar Bunda sendiri saja ya yang melakukannya” ucap Naya sambil memegang sendiri gelas yang dibawakan Derya tadi
“Baik Bunda” jawab keduanya bersamaan sambil menatap Naya yang meneguk minumnya
“Kenapa ? apa ada sesuatu diwajah Bunda sehingga kalian menatap Bunda seperti itu ?” Tanya Naya kebingungan
“Bunda cantik” kata Aydin lebih dulu memuji Naya
__ADS_1
“Iya, Bunda sangat cantik dan menawan dipagi hari” jawab Derya mendukung ucapan anaknya
“Hehehe, terimakasih” ucap Naya tertawa lucu karena keduanya berusaha menarik perhatian Naya
“Apa sebenarnya yang ingin Aydin dan Ayah sampaikan hm ?” Tanya Naya menatap keduanya penuh selidik
“Bunda, Aydin ingin adik. Apa adik Aydin sudah ada didalam perut Bunda ?” Tanya Aydin kembali memegang perut rata Naya
“Kalau kamu mas, mau nanya apa ?” Tanya Naya
“Hm, Bunda apa kita bisa langsung punya anak saja ! jangan memakai kb ya, please !!! Mas tau kamu masih muda dan juga masih kuliah, tapi Mas rasa kehamilan tidak akan menggangu kamu kan ?” Tanya Derya sambil menatap Naya dengan pupple eyesnya
“Jadi dua jagoan kesayangan Bunda ini mau adik bayi ya ? Bunda juga mau adik bayi kok, jadi buat apa kita menundanya” jawab Naya penuh dengan senyum bahagia
“Terimakasih Bunda” kata keduanya
“Cup…” keduanya mencium pipi Naya bersamaan dan kemudian mereka memeluk sayang Naya
Naya tersenyum bahagia, dirinya sangat bersyukur karena di kelilingi oleh mereka yang tulus menyayanginya. Semua yang dia lihat adalah apa adanya pada diri mereka berdua tidak ada tipu muslihat dan kebohongan yang terpancar di hati mereka. Hening tercipta beberapa saat
“Gruuuk…” bunyi sebuah gempa internal bagi para cacing diperut
“Aydin lapar ya ?” Tanya Naya langsung menatap Aydin
“Hehe,,, iya Bunda Aydin sedikit lapar” ucapnya malu
“Jangan ditangan sayang, nanti kasian perut Aydin jadi sakit. Bunda buatkan sarapan ya” kata Naya ingin berdiri
“Bunda disitu saja, biar Ayah yang pesankan sarapan ya. Setujukan My boy ?” Tanya Derya pada Aydin
“Baik yah, Bunda kenapa ? apa Bunda sakit ?” Tanya Aydin yang tadi sempat memperhatikan Ayahnya yang memapah Bunda kesayangannya untuk kembali duduk
“Bunda harus istirahat sayang, agar adik kecilnya cepat jadi disini” kata Derya sambil mengelus perut Naya
“Benarkah ? iya Bunda harus istirahat jangan jalan kemana-mana ya Bunda. Aydin akan selalu ada disamping Bunda, jadi Bunda minta tolong sama Aydin saja ya !” pinta anak mochi
Naya hanya tersenyum dengan perhatian yang berlebihan dari keduanya, baru satu hari menjadi bagian keluarga yang sesungguhnya di keluarga kecil ini dirinya sudah mendapatkan begitu banyak kasih sayang dan perhatian yang tidak terkira membuat Naya semakin bersyukur akan kehidupannya.
.
.
.
See you next episode ya 😉~~~
Jangan lupa like 👍 komen 💬 dan juga vote 🎫
__ADS_1
Lope you all ❤️
Salam sayang dari anak mochi 💌