
“Kalena…” Ucap Kivanc dengan pelan-pelan
“Kenapa apa sayang ?” Tanya Naya dengan penasaran
"Kalena, Ipan,,, Ingin,,, ajak Unda Kabul,,,” ucap Kivanc menyelesaikan perkataanya
“Kabur ? kenapa harus kabur ?” Tanya Naya bingung
“Ipan cebelum tidul tadi belpikil” ucap Kivanc sambil memegang dagunya
“Berpikir apa anak Bunda ini hm ?” Tanya Naya
“Ipan belpikil adik Li juga pasti ingin mendata ciuman Unda cebelum tidul ciang” ucap Kivanc
“Hehe, Abang Kivanc memang kakak yang perhatian. Tapi Bunda masih belum bisa berdiri dan berjalan mengunjungi adik Adli sayang” jawab Naya dengan lembut
“Hm, Ipan tadi lihat kulci dolong Unda, cepelti keleta dicupelmalket. Kata custel kalau tidak bica jalan kita boleh naik itu” ucap Kivanc menjelaskan
“Memangnya abang bisa mendorongnya ?” Tanya Naya
“Bica kok, tadi kak custel cedang ambilkan kulcinya” ucap Kivanc dengan raut senang
“Kenapa kita harus kabur ?” Tanya Naya
“Kalena om Doktel pasti tidak ijinkan dan Ayah juga melalang” ucap Kivanc
“Kata siapa dokter dan Ayah tidak mengijinkan hm ?” Tanya Naya
“Hm, entahlah Ipan hanya menduga-duga caja” ucap Kivanc mengangkat bahunya
“Jika abang tidak bertanya dan menyimpulkan sendiri apakah itu baik sayang ? bagaimana jika kesimpulan kita salah” ucap Naya
“Hm,,, belalti abang calah dan belbuat jahat kalena cudah sozon” ucap Kivanc
“Pintarnya anak Bunda, jadi kita seharusnya ?” Tanya Naya merasa senang karena anaknya bisa mengambil maksud dari pembicaraan tadi
“Hm, belalti kita halus tunggu ayah dan ijin cama om doktel” ucap Kivanc
“100 buat abang, tapi abang belum tidur siang loh. Nanti pas jenguk adik Adli malah mengantuk” ucap Naya kembali membujuk Kivanc
“Ipan ingin tidul ciang tapi cebental caja bolehkan Unda ?” Tanya Kivanc
“Boleh kok sayang, ayo naik kesini tidur disamping Bunda ya” ucap Naya mengulurkan tangan membantu Kivanc naik
“Huump… Ipan kelenkan bica naik cendili Unda ?” Tanya Kivanc ingin dipuji
“Abang akan semakin mudah naik kesini nanti jika tidur siang dan pertumbuhan akan semakin tinggi” ucap Naya sambil menyeimuti Kivanc
“Baik Unda” jawab Kivanc agak kecewa karena pujian yang diharapkannya tidak diberikan
“Anak Bunda sudah semakin besar dan pintar, jadi anak yang kerena dan kebanggan orang tua ya sayang. Selamat tidur, kita berdo’a dulu ya” ucap Naya menepuk-nepuk pundak Kivanc sambil menemaninya membaca do’a
Dengan lembut Naya membantu anak itik tertidur, walau Kivanc anak yang aktif namun ketiak tidur wajah tampannya itu Nampak teduh dan menenagkan. Naya kadang terkejut dengan tingkah dan hal baru yang dilakukan Kivanc yang penuh kejutan ini
“Tok,tok,tok, Sayang kamu tidur ?” Tanya Derya ketika datang dua kantong kresek
__ADS_1
“Mas, Kivanc sedang tidur” ucap Naya dengan tenang
“Kenapa anak cebong yang satu ini ada disini ?” Tanya Derya agak kaget
“Katanya mau culik Bundanya” ucap Naya sengaja membuat Derya bingung
“Culik ?” Tanya Derya hanya menangkap kata itu
“Iya Ayah, hasil cebongmu ini mau ajakin Bundanya kabur untuk melihat adik cebong yang baru lahir” ucap Naya memanggil dengan nama cebong sesuai kebiasaan Derya
“Sayang kamu juga menyukai panggilan itukan ?” Tanya Derya mendekat
“Tidak, Naya hanya ingin menyinggung mas saja” ucap Naya dengan cepat
“Hm, jangan membohongi Mas. Nanti jika kita punya anak lagi panggilannya saat diperut harus cebong ya” ucap Derya meletakkan makan siang diatas nakas
“Katanya tidak ingin mempunyai anak lagi, sudah cukup dengan 4 anak” ucap Naya menagih janji Derya
“Ya siapa tau nanti Allah beri lagi sayang, kan kita hanya berusaha setiap malam” ucap Derya menaik turunkan alisnya
“Mas, makan yuk !” ucap Naya segera mengalihkan topik
“Ah iya, ayo sayang. Duduk dikursikan ?” Tanya Derya yang langsung teralihkan karena sedang lapar
“Boleh mas, tapi bantu Naya ya” ucap Naya ingin turun dari ranjangnya
“Biar Mas gendong” ucap Derya segera bertindak
“Huumpp…” Derya dengan gagahnya menggendong Naya
“Tidak kok sayang, kamu sangat ringan dan bentuk tubuh kamu sekarang itu semakin montok. Mas suka” bisik Derya
“Mas !” ucap Naya membelalakkan matanya karena godaan Derya yang tidak biasa
“Mas berkata jujur sayang, Nah sekarang kamu tetap harus menjaga kemontokan ini agar Adli juga menyukai kamu” ucap Derya meletakkan Naya dikursi dengan pelan
“Mas jangan bilang kata itu lagi, Naya malu tau” ucap Naya menutupi pipinya yang memerah
“Maksud mas, kamukan harus memberi asi untuk Adli jadi jangan diet dan tetap makan makanan yang sehat ya sayang” ucap Derya membukakan makanan untuk Naya
“Pasti mas, Double K juga mendapatkan asi yang baik saat mereka masih Bayi jadi Naya harus adil dan berusaha sebaik mungkin untuk kebutuhan asi Adli” ucap Naya membuka mulutnya karena Derya mulai menyuapinya
“Bagaimana enak ?” Tanya Derya
“Hm, enak mas. Terimakasih ya” ucap Naya dengan senyum lembutnya
“Mas coba ya” ucap Derya menyuap makanan yang masih ada disendok
“Bagaimana enakkan ?” Tanya Naya
“Ini asin sayang” ucap Derya dengan wajah mengkerutnya
“Enak kok mas, rasanya pas” ucap Naya mengambil alih bubur tersebut dan menyuapnya sendiri
“Kamu hamil lagi sayang ?” Tanya Derya masih kebingungan
__ADS_1
“Mas mana mungkin kan baru aja berojol satu” ucap Naya tidak perduli dan lanjut menyantap makanannya
“Iya juga ya” gumam Derya kemudian ikut makan
“Huuum,, apa ini ?” Tanya seseorang masih tergeletak setengah sadar diatas kasur
“Sayang, kamu coba ini deh” ucap Derya menyuai Naya
“Waah apa itu ?” Tanya anak itik yang terjaga karena aroma menggoda
“Ipan ingin itu !” teriak Kivanc membuat Derya tersentak dan pudding disendok pun jatuh
“Astagfirullah, petir dari mana itu ?” Tanya Derya segera menoleh kesumber suara
“Ayaah, hehehe… Ipan juga ingin pudding dan itu ayam goleng itu !” tunjuk Kivanc yang dapat mengidentifikasi makanan walau dari jarak yang jauh
“Bagaimana kau tau ini ayam goreng ?” Tanya Derya
“Kalena Ipan mencium alomanya Yah” jawab Kivanc yang sedang berusaha turun dari ranjang dan menuju orangtuanya
“Hm, kalau yang didalam sini apa ? coba tebak ?” ucap Derya menguji Kivanc
“Ini baunya cepelti kecukaan Ipan. Aliolio” ucap Kivanc dengan senang
“Kalau yang ini ?” Tanya Derya lagi mengambil plastic lainnya
“Huum, ini cepelti lendang dan opol ayam kecukaanya de Ila” ucap Kivanc
“Hehe, Kau punya hidung yang tajam seperti gajah afrika” ucap Derya terkekeh
“Gajah ? Ipan idak mau cebecal gajah Ayah nanti Unda tidak bica gendong Ipan lagi” ucap dengan nada kesal
“Maksud Ayah kemampuan mencium kamu boy” ucap Derya
“Cium ? Ipan hanya cuka cium Unda caja” jawab Kivanc
“Hadeeh, maksud Ayah kemampuan indra penciuman kamu dalam mencium bau” ucap Derya menjelaskan
“Ipan tidak mengelti” ucap Kivanc Nampak bingung
“Maksud Ayah, Abang kerena karena bisa menebak jenis makanan yang benar hanya dengan mencium aroma makanannya sayang” jelas Naya
“Ooh, Ipan memang cuka makan dan Ipan pasti tau aloma makanan itu kalena Ipan cuka” jawab Kivanc
“Apakah penjelasanku sesulit itu dimengerti ?” batin Derya hanya bisa ternganga menghadapi hasil perjuangan cebong yang berbeda ini
.
.
.
See you next episode ya 😉
Jangan lupa tinggalkan jejak ✨
__ADS_1