I Want Bunda

I Want Bunda
Episode 163


__ADS_3

“Em,,, baik Bunda” ucap aydin mencoba mengerti, walau dilubuk hatinya sangat menginginkan adik laki-laki tapi dia kini mulai bisa menerima jika adiknya nanti perempuan


“Nah sekarang mari kita ke kasur untuk mulai USG ya Bun” ucap sang dokter sambil mengarahkan Naya


“Pertama kita lihat perkembangan janin dulu ya” ucap sang dokter


“Alhamdulillah perkembangan janin sudah sempurna Bun. Nah ini tangannya dan ini mata, mulut, telinga dan hidung…” ucap sang dokter menjelaskan sambil menggerakkan mouse menunjuk gambar dimonitor (mohon dimaafken ya Bun jika ada kesalahan dalam penjelasan perkembangan janin, soalnya author bukan anak kebidanan. Hehehe…)


“Sekarang, kita lihat janin yang satunya ya Bun” ucap sang dokter


“Janin itu apa dokter ? apa itu adik Aydin juga ?” Tanya Aydin yang fokus mengamati


“Iya sayang, janin itu artinya adik Aydin yang masih didalam perut Bunda” jelas sang dokter


“Jadi maksud dokter ada Adik satunya lagi ? dimana dokter adik Aydin yang satunya lagi ?” Tanya Adyin sambil celingak celinguk mencari sesuatu


“Disini boys, dalam perut Bunda ada dua adik Aydin loh, Ayah sudah tau lebih dulu” ucap Derya langsung menyerang disaat yang tepat


“Hah ? Adik Aydin ada dua dan Ayah sudah tau kalau Aydin akan punya dua adik ?” Tanya Aydin kaget, merasa tidak percaya dia akan langsung memiliki dua orang adik


“Iya” ucap Derya tersenyum penuh kemenangan


“Hm,,, Bundaaa… kenapa Aydin tidak tau jika ada dua adik kecil diperut Bunda” ucap Aydin cemberut


“Tapi Aydin adalah orang kedua yang mengetahuinya setelah Ayah sayang. Jadi Aydin masih masuk orang tercepat yang mengetahui kalau adik Aydin kembar” ucap Naya mencoba menenagkan Aydin


“Oooh, jadi ini niat mas sehingga ingin membritahukan Aydin sendiri” batin Naya sambil menatap Derya, yang ditatap hanya senyum pepsodent pada Naya


“Alhamdulillah, kedua janin sehat dan berkembang dengan baik Bun. Selanjutnya kita lihat jenis kelaminnya ya” ucap sang dokter menengahi perselisihan ringan natara Ayah dan anak ini, mereka sama-sama ingin menjadi yang pertama dalam setiap hal yang berkaitan dengan adik bayi yang masih dalam kandungan ini


“Yeeeey, Aydin punya adik kembar” teriak Aydin senang


“Hah kembar bos ?” Tanya Anton yang sedang menunggu diluar mendengar teriakan Aydin langsung memunculkan kepalanya dari balik pintu kemudian masuk kedalam ruangan, namun tidak sampai menengok Naya yang ada dibalik tirai pembatas


“Iya Ton, gimana keren kan ?” Tanya Derya sambil menaikkan satu alisnya

__ADS_1


“Iya bos, Iya anda hebat. Selamat membesarkan dua bayi sekalgus ya bos” ucap Anton mengacungkan jempolnya


“Ada kamu, saya bisa tenang jika memiliki dua orang bayi sekaligus Ton ! tetaplah jadi asisten serbaguna yang bisa diandalkan” ucap Derya sambil membalas acungan jempol Anton


“Huh, selalu saja aku yang kena imbasnya” gumam Anton sambil memutar bola matanya


“Adik Aydin apa Dokter ? laki-laki atau perempuan ?” Tanya Aydin yang tidak mengerti gambar USG yang ada tapi tetap saja mengamati hal tersebut dengan seksama


“Nah, kalau yang satu ini perempuan. Selamat ya, Aydin akan memiliki satu adik perempuan” ucap sang dokter memberi selamat


“Alhamdulillah” ucap Naya dia mensyukuri apapun yang Allah beri, apalagi anak adalah amanah yang harus dijaga sepenuh hati, dia harus menerima dan mensyukuri apapun jenis kelamin anaknya walau terbesit akan Aydin yang kecewa karena menginginkan adik laki-laki, tapi apapun itu Naya tetap mensyukurinya


“Hm, kalau adik yang satunya apa dokter ?” Tanya anak mochi lagi


“Mari kita lihat janin yang satunya ya” ucap sang dokter


“Yah, yang ini alat kelaminnya tidak bisa dilihat karena tertutup oleh kakinya” ucap sang dokter memberitahu


“Yaaah, kenapa adik kecil bersembunyi” ucap Aydin cemberut


“Hm, Iya Ayah. Nanti Aydin akan terus mengajak ngobrol kedua adik Aydin suapaya tidak malu jika Aydin ingin melihat mereka di layar tv itu” tunjuk Aydin pada layar USG


“Layar tancep aja bos sekalian biar jelas liatnya” celetuk Anton yang mendengar omongan Aydin


“Apa bisa begitu Dokter ?” Tanya Aydin yang tidak tau apa itu layar tancep


“Hahaha, tidak bisa sayang. Layar tancep itu untuk menonton film dan memiliki layar yang besar sekali agar bisa dilihat oleh banyak orang, nah kalau sekarang itu sama seperti layar dibioskop” jelas sang dokter


“Oooh, kalau begitu jika pakai tv dirumah Aydin juga tidak bisa dong” Ucap Aydin cemberut


“Tapi nanti Aydin bisa melihat hasil usg ini di tv Aydin, iyakan dok ? nanti akan Bunda buat dokumentasinya sayang” ucap Naya menghibur anak mochi


“Benarkah Bunda, terimakasih” ucap Aydin kembali tersenyum


Semua orang pulang dengan perasaan yang senang, karena mengetahui salah satu jenis kelamin Adik bayi didalam perut Naya, namun perasaan itu tidak berlakuk bagi Anton karena dia memikirkan apakah benar jika hadirnya dua anak bos nanti akan membuat dirinya semakin sibuk dan tidak ada waktu untuk berkencan dengan Sarah.

__ADS_1


“Humfffft…. Semoga tidak seburuk yang aku bayangkan” Batin Anton sambil terus mengemudi mengantar keluarga kerajaan dengan selamat


***


Beberapa hari berlalu dengan damai di instana kerajaan, kusir kerajaan juga berbahagia karena perusahaan berhasil mendapatkan patner kerja baru karena cuaca semakin stabil setiap harinya dan pastinya hal itu akan semakin menguntungkan perusahaan serta membuat bonusnya meningkat. Tak lupa juga sepasang ayah dan anak yang semakin lengket dengan Bundanya karena adik kecil kini yang semakin aktif bergerak dan menendang dalam perut Naya


“Bunda, kenapa belum tidur ini sudah jam 10 lewat loh” ucap Derya yang sejak tadi memperhatikan istrinya sedang belajar untuk menghadapi siding akhirnya besok pagi


“Sedikit lagi mas, Naya perlu mengingat tentang ini sepertinya ini akan ditanyakan nnati” ucap Naya sambil tetap fokus membaca beberapa jurnal


“Hm, sudah dulu ya sayang. Nanti debay dan bundanya kelelahan” ucap Derya menghampiri Naya dengan membawakan selimut untuk menyelimuti ibu muda yang mengandung itu


“Ayo tidur atau mau mas panggilkan Aydin” ucap Derya mengancam


“Jangan mas, akhir-akhir ini Aydin selalu lengket dengan Naya dan akan ngambek jika Naya beraktivitas bahkan ketika Naya bangun dari kasur saja dia akan menjadi cerewet Mas” ucap Naya bercerita


“Berarti Aydin itu anak yang perhatian sayang, dia tidak mau kamu kelelahan” ucap Derya sembari memeluk bahu dan menuntun Naya menuju kasur


“Tapi Naya rasa itu berlebihan mas” ucap Naya terpaksa ikut berjalan menuju kasur


“Mas rasa itu tidak berlebihan. Sudah ya kita tidur saja sekarang” ucap Derya menuntun Naya untuk merebahkan diri dan merapikan selimut Naya


“Selamat malam sayang, mimpi indah dan jangan lupa berdo’a. Cup,,, cup,,,cup,,,” Derya mencium dahi Naya, kemudian kedua sisi perut Naya.


Aydinpun sebelum tidur juga melakukan hal yang sama seperti Derya, yakni mencium Bunda dan kedua adik kecil yang masih didalam perut.


Akhir-akhir ini sikap Derya semakin lembut dan sebelas dua belas dengan anak mochi. Mereka berdua sama-sama begitu overprotektif kepada Naya, mereka juga memiliki hobi baru yang sama yakni mengelus perut Naya yang semakin membuncit. Seperti saat ini yang Derya lakukan, dia memeluk Naya sambil tangannya terus mengelus perut Naya sebelum mereka tidur.


.


.


.


See you next episode ya 😉~~~

__ADS_1


Yang satu masih ngumpet guys, mau kasih suprise buat para aunty online dan juga anak mochi nanti katanya 😁


__ADS_2