
Keluarga kerajaanpun akhirnya benar-benar tiba dirumah dengan disupiri Derya.
“Kakak sama Bunda ya sayang, ayo Bunda bantu ganti baju” ucap Naya sambil mendekap Aydin
“Bos kecil apa sudah selesai makannya ?” tanya bi Ira dikursi belakang
“Catu cuap lagi bi Ila” ucap Kivanc menyuap makanan terakhirnya
“Kalian tidak turun ?” tanya Derya yang menunggu didepan pintu
“Nih abang makannya lama Yah” ucap Kila
“Lanjutkan didalam saja” ucap Derya menggendong Kivanc dan Kila turun dari mobil
“Tapi, makanan Ipan cudah habis Yah” ucap Kivanc dengan mulut penuh
“Jangan berbicara jika masih ada makanan dimulut” ucap Derya kemudian menurunkan kursi tengah agar bi Ira bisa turun
“Terimakasih Pak, nanti saya yang membenarkannya” ucap bi Ira segera turun
“Ingat ya, kalian jangan berpergian tanpa ada orang dewasa yang mengawasi, harus ada bi Ira atau Ayah atau Bunda atau Om Anton atau siapapun itu orang dewasa yang kalian kenal baru boleh pergi. Jangan sering-sering menghilang terutama kamu ya Boy, Kivanc !” ucap Derya menasehati
“Baik Ayah, Ciap !” ucap Kivanc memberi hormat
“Kalian masuk kamar dulu dan ganti pakaian. Ayah nanti kekamar kalian jika sudah berganti pakaian. Bi Ira tolong bantu sikembar ya” ucap Derya saat mereka
“Siap Pak Bos” ucap bi Ira
“Bi Ila idak pelu lepot, Kami bica kok ganti baju cendili. Bi Ila kan belum makan, bi Ila makan caja” ucap Kivanc
“Tidak apa bos kecil ini sudah tugas saya” ucap bi Ira
“Tidak pelu bi Ila, kami cudah becal” ucap Kivanc
“Hm, biar bibi bawakan masuk tas kalian ini ya” ucap bi Ira membawa dua tas sikembar
“Bial Ipan dan de Ila bawa cendili bi, kan kami cudah becal. Bibi kedapul caja bial bica makan lebih cepat” ucap Kivanc kekeh
“Heem, baiklah… sikembar memang sudah besar sekarang” ucap bi Ira sambil menyerahkan tas keduanya
“Abang ingin apa sih ?” bisik Kila yang bisa menyadari maksud Kivanc
“Syuut,, anti abang jelaskan” bisik Kivanc
“Bibi tulun caja, dadah bi Ila,,, celamat istilahat” ucap Kivanc sambil melambaikan tangannya
“Daah bos kecil” ucap bi Ira membalas, double K pun segera masuk kedalam kamar dan melepaskan tas mereka
“Ada apa bang ?” tanya Kila lagi
“Ayo kita cepat-cepat cuci kaki dan muka lalu ganti baju, bial abang celitain” ucap Kivanc segera menarik Kila
“Kenapa tidak cerita sekarang sih bang ?” tanya Kila penasaran, kini mereka sudah didepan wastafel dengan bantuan kursi
“Cikat gigi dulu de Ila” ucap Kivanc memberikan pasta gigi pada Kila
“Hm, baiklah…” ucap Kila lalu mengikuti abangnya
“Gluuk,,,!” Kivanc berhasil kumur-kumur namun diakhir tetap saja dia mencicipi air mentah itu
“Abang kebiasaan, nanti sakit perut tau !” ucap Kila menegur
“Idak kok, Ipan hanya ingin minum caja” ucap Kivanc mulai membasuh muka
__ADS_1
“Abang pelan-pelan, Kila basah jadinya” ucap Kila protes
“Kalau pelan anti kotolannya idak jatuh de Ila” ucap Kivanc masih membasuh muka dengan bar-bar
“Abang saja duluan, Kila mau ganti baju dulu baru cuci muka dan kaki” ucap Kila turun dari kursi dan berjalan menuju lemari, namun ketika matanya melihat kearah ranjang sudah ada baju tidur disana
“Siapa yang menyiapkan ? Hm, mungkin bi Ira masuk kembali tadi. Sudahlah Kila pakai yang ini saja” ucap Kila mulai bersilih baju.
“De Ila gimana ita ambil baju ya ? kan lemalinya tinggi” ucap Kivanc yang baru saja keluar dari kamar mandi
“Tuh baju abang” tunjuk Kila kemudian kembali kekamar mandi untuk mencuci mukanya
“Telimakacih De Ila” ucap Kivanc melepas bajunya dan melemparnya sembarang
“Tunggu Ayah datang caja, balu mulai celita dengan de Ila” gumam Kivanc sambil mengganti bajunya
“Tok,,tok,,, Ayah masuk ya” ucap Derya mengetuk dengan sopan
“Iya Ayah” ucap Kivanc didalam. Derya melangkahkan kaki untuk masuk, baru satu langkah dia terhenti karena tumpuka kain yang berserakan
“Apa ini Boy ?” tanya Derya menatap Kivanc
“Baju telbang” jawab Kivanc sambil mengenakaian pakaian atasnya
“Memangnya baju kotor diletakkan disini ?” tanya Derya lagi
“Biacanya idak dicitu, bi Ila menaluhnya dikamar mandi" jawab Kivanc
“Nah lalu ?” tanya Derya menatap tajam
“Letakkan dikamal mandi juga. Hmmm, tapi De Ila juga meletakkan dicini, jadi Ipan hanya mengikuti caja yah” ucap Kivanc menunjuk pakaian Kila yang ada disamping ranjang Kila
“Haaaah, jika tau salah harusnya jangan diikuti Boy. Kamu itu kakak harus memberikan contoh dan mengingatkan adek kamu jika dia salah” ucap Derya mencoba sabar
“De Ila, ceplaiiss…” ucap Kivanc baru saja masuk kamar mandi dan mendekatkan baju kotor tersebut kewajah Kila
“Iih, abang !” ucap Kila segera mendorong tangan Kivanc
“Tooooop ! De Ila jangan malah lagi dicini, abang cudah kena malahi Ayah tadi gala-gala de Ila tau !” ucap Kivanc cembrut
“Kenapa Ayah marah ?” tanya Kila yang sedang mencuci kakinya didalam ember
“Kalena de Ila taluh baju cembalangan” ucap Kivanc sambil memasukkan kekeranjang pakaian kotor baju yang dipungutnya tadi
“Terimakasih bang, Kila setelah ini baru mau membawa bajunya, tadi Kila lupa” ucap Kila
“Cebagai upahnya De Ila halus ikuti lencana Abang, oke !” ucap Kivanc ternyata patuh karena ada sesuatu yang dia rencanakan
“Apa rencana abang ?” tanya Kila
“Cini abang bicikin” ucap Kivanc mendekati Kila, lalu terjadilah pertukaran informasi rahasia yang bahkan para readerspun tidak bisa mendengarnya.
“Hei, kenapa kalian lama sekali didalam kamar mandi” teriak Derya dari luar
“Dengalkan de ? cetujukan cama lencana abang ?” ucap Kivanc mengakhiri bisikannya
“Ya, baiklah. Kila ngikut saja” ucap Kila tidak mempersulit rencana abangnya
Merekapun keluar dari kamar mandi, dengan Kila lebih dulu agar bisa menenangkan Derya yang sudah berteriak tadi
“Ayaaah…” ucap Kila segera menghampiri Ayahnya yang sudah duduk disisi ranjang Kila
“Kenapa lama sekali hm ?” tanya Derya
__ADS_1
“Kila cuci muka lagi tadi, karena abang menyuruh Kila mencium baju kotornya” ucap Kila setengah berbohong
“Ck, jahil sekali tu anak. Turunan Anton sepertinya” gumam Derya
“Ayaah…” ucap Kivanc keluar dari kamar mandi
“Kenapa iseng dengan adik sendiri hm ?” tanya Derya langsung dengan muka serius
“Ehehe,,, Ipan hanya belcanda Yah” ucap Kivanc dengan tawa khasnya
“Lain kali jangan diulangi ya Boy” ucap Derya
“Hm, baik Ayah” ucap Kivanc patuh
“Ayo tidur, kalian mau mendengar cerita apa ?” tanya Derya
“Idak pelu yah ! Kami cudah mengantuk kok, cebental lagi pasti akan teltidul” ucap Kivanc
“Benarkah ?” tanya Derya penuh selidik
“Ya, benalkan de Ila ?” ucap Kivanc
“Iya” ucap Kila menyahut seadanya
“Baiklah, kalau begitu Ayah matikan lampu kamar kalian, tidur yang nyenyak ya” ucap Derya berdiri untuk mematikan lampu kamar kemudian merapikan selimut Kila dan Kivanc lalu pergi keluar dengan berjalan pelan
Beberapa menit berlalu, Kivanc membuka matanya dan menghadap kearah Kila.
“Syuut,, de Ila. De Ila tidak tidul kan ?” ucap Kivanc setengah berbisik
“Hm, ya” ucap Kila bangkit dari rebahannya
“Baiklah, de Ila ciapkan kainnya ya. Abang akan keluar mengambil malkas kita” ucap Kivanc
“Markas ?” tanya Kila
“Iya, tempat yang abang bicikan tadi” ucap Kivanc
“Oooh, itu memangnya harus disitu ya bang ?” tanya Kila
“Iya halus itu bial cepelti detitip betul. De Ila jaga kamal caja, bial abang yang ambil” ucap Kivanc segera menuju pintu dan membukanya dengan pelan, kepala Kivanc menengok ke kanan dan kiri memastikan tidak ada orang
“Yes, idak ada olang” ucap Kivanc kemudian keluar dari kamar dengan jalan jinjit
“Cukullah macih ada dicana” gumam Kivanc kemudian memabawa markas yang dia maksud dengan satu tangan
“De Ila abang kembali” ucap Kivanc membuka pintu dengan pelan kembali
“Apa ini cukup bang ?” tanya Kila yang sudah melipat selimutnya
“Hm, Talaaa… lihat ini, baguskan ?” tanya Kivanc memamerkan barang yang dibawanya
.
.
.
See you next episode ya 😉~~~
Jangan lupa tinggalkan jejak ✨✨✨
Ada yang bisa nebak gak anak itik bawa apa ? 🤭🤭🤭
__ADS_1