
Jam makan siangpun berakhir, mereka dengan berat hati harus berpisah. Walau masih ingin bermain namun mereka memutuskan untuk kembali ke kelas masing-masing untuk belajar.
“De Ila, kila-kila Nia punya temankan dikelasnya ? apa idak ada yang ingin menemaninya belmain dikelasnya ?” tanya Kivanc disela-sela mereka bernyanyi bersama
“Apa abang ? tidak terdengar dengan jelas” ucap Kila mendekatkan telinganya
“Apa Nia unya teman dikelasnya ?” tanya Kivanc mengulang
“Ada bang, Teh Santi pasti menemani Nia dikelas” jawab Kila
“Hm, kenapa lama cekali ya jalum jamnya belgelak” ucap Kivanc tidak sabar untuk bermain bersama lagi
“Sabar abang, jika abang terus melihat jam malah akan terasa semakin lama” ucap Kila memegang kepala Kivanc untuk tidak menatap jam
“Hm, baiklah…” ucap Kivanc berusaha kembali fokus
Waktupun berlalu, jam bergerak sesuai tugasnya dan kini sudah menunjukkan pukul 11 siang saatnya para anak ditaman kanak-kanakpun pulang.
“Kriiiing,,,kriiiing….” Kira-kira begitulah bunyi bel yang menandakan waktu pulang
“Pulaaaang ….” Ucap Kivanc semangat
“Abang, apa masih ingat pesan Ayah ?” tanya Kila
“Ah iya, ayo kita jemput Nia cegela” ucap Kivanc segera menggendong tasnya yang belum tertutup sempurna
“Abang tasnya belum tertutup semua” ucap Kila menegur sambil berjalan mendekat
“De Ila tutupkan, pleeesss…” ucap Kivanc memohon dengan mata yang dikedip-kedipkan
“Nah,,, sudah bang. Ayo do, kamu mau ikutkan ?” ajak Kila pada Aldo yang masih merapikan tasnya
“Memangnya ada rencana apa sih ?” tanya Aldo penasaran
“Kamu lupa do ? kita kan ingin menjemput Nia dan mengajaknya bermain dirumah kami” ucap Kila memberitahu
“Hmmm,,, bermain ya ? Aldo mau ikut !!!” ucap Aldo segera menggendong tasnya
“Ayo, kita halus lekas jemput Nia !” ajak Kivanc pada mereka berdua
“Eh bos kecil mau jemput Nia ya ?” tanya bi Ira
“Betul bi Ila, bi Ila mau ikut ?” tanya Kivanc
“Hm, bi Ira tidak ikut ya. Mau kekantin sebentar, nanti bi Ira nyusul keparkiran, La tolong jagain si kembar ya” ucap bi Ira segera pamit
“Baik Bude” ucap Laila mengangguk
Mereka berempatpun segera menuju kelas Nia yang cukup jauh dari kelas mereka. Walau jauh mereka dengan senang hati menjemput teman baru itu.
“Nah itu Nia, cenapa hanya cendili ?” tunjuk Kivanc pada Nia yang berdiri dikoridor sekolah
__ADS_1
“Hah, itu ada Alex !” ucap Aldo menunjuk Alex and the geng yang ingin mendekat
“Ayo kita kabul, cepeltinya Alex bawa anyak temannya” ucap Kivanc segera berlari menghampiri Nia
“Nia ayo ita kemobil Ipan, dicitu ada Alek” ucap Kivanc segera menggapai tangan Nia dan mengajaknya berlari
“Kemana ?” ucap Nia bingung
“Ah, tunggu Tuan. Mbak Laila benar-benar sudah tidak tahan” ucap Laila yang dari tading bingung kenapa mereka berlari namun tetap mengikuti
“Kenapa mbak ?” tanya Aldo berhenti berlari
“Mbak sakit perut, benar-benar panggilan alam yang tidak tepat. Nah itu ada toilet kalian tungguin Mbak ya, jangan lari” ucap Laila segera menuntaskan hajatnya
“Abang, kenapa kita berlari ? kan ada Mbak Laila tidak mungkin mereka akan menyerang kita bukan ?” tanya Kila menyampaikan pendapatnya
“Ah iya ya, kan ada olang becal melindungi. Huuuh, cukullah…” ucap Kivanc bernafas lega
“Em…” Nia menarik-narik tangannya namun tidak lepas
“Kivanc, tanganmu kenapa masih menggandeng Nia ?” tanya Aldo sambil melihat tangan mereka yang tergandeng
“Ah, maap Nia” ucap Kivanc segera melepas
“Hm…” ucap Nia sambil mengangguk
“Apa mereka sudah tidak mengejar lagi ?” tanya Aldo sambil melihat kebelakang, siapa tau geng anak nakal itu berhasil menyusul
“Ah, itu ada Unda…” tunjuk Kivanc sambil melambaikan tangan pada sebuah mobil yang menunggu didepan pagar, toilet yang mereka singgahi memang dekat gerbang sehingga bisa melihat mobil-mobil yang menjemput
“Ayo kita kecana, Unda cudah jemput !” ajak Kivanc menggandeng Kila dan Nia
“Eh tungguin aku Van” ucap Aldo juga ikut setelah ragu karena mbak Laila masih ditoilet
“Unda…” teriak Kivanc sambil mengetuk pintu mobil
“Sreeeet….” Pintu mobilpun terbuka
“Sepertinya ada yang aneh ? hari ini kan yang menjemput Ayah, kenapa Bunda ? mobilnya juga berbeda” batin Kila berpikir namun sudah terlambat, Kivanc, Nia dan Aldo sudah naik kedalam mobil
***
Sementara itu dilain tempat Teh Santi dengan panik mencari-cari Nia, dirinya hanya keruangan guru sebentar untuk tanda tangan namun Nia sudah tidak ada ditempat.
“Permisi apa kalian melihat Nia ?” tanya Teh santi pada orang-orang yang ditemuinya
“Tidak lihat Mbak” jawab mereka
“Permisi, apa kalian melihat anak kecil berkepang kuda memakai seragan sekolah. Ini fotonya ?” tanya Santi lagi pada orang lain yang ditemuinya, namun mereka tidak ada yang tau
“Permisi apa kalian melihat anak ini ?” tanya Santi menunjukkan foto lagi, dia benar-benar panik dan khawatir mencari Nia
__ADS_1
“Ah iya, Ipan dan Kila. Apa Nia ke kelas mereka ya ?” batin Santi segera berlari menuju kelas double K namun ternyata disana sudah kosong
“Huuuf,,, Nia sayang, kamu dimana ???” gumam Santi dengan panik
“Oke jangan panik San, ayo kita cari lagi !” ucap Santi menyemangati diri
Hampir setengah jam Santi masih tidak menemukan Nia, akhirnya dia memutuskan keparkiran siapa tau Nia sudah ada disana.
“Pak Asep, apa Nia ada kesini ?” tanya Santi saat baru saja tiba diarea parkiran
“Tidak ada Teh, Nia tidak datang kesini” ucap Asep sang sopir pribadi Nia
“Hufff,,, dimana Nia ?” gumam Santi frustasi karena tidak kunjung ketemu
“Teh Santi, apa melihat anak-anak ?” tanya Laila yang ternyata juga mencari mereka
“Anak-anak maksud kamu Aldo, Nia dan double K ?” tanya Santi memastikan
“Iya, mereka tadi ada didepan toilet sana Laila suruh tunggu. Tapi saat keluar mereka sudah tidak ada” ucap Laila ikut panik
“Bagaimana ini ? mereka hilang kemana ?” ucap Santi mengusap wajahnya
Mereka yang panik sampai tidak menyadari jika sebuah mobil berhenti didekat mereka, orang didalam mobil tersebut turun dan mendekat ke arah mereka
“Santi, ada apa ?” tanya orang tersebut
“Ah, Bapak,,, begini Pak, anu,,,,” ucap Santi bingung menjelaskan, dirinya benar-benar panik
“San, tenangkan dirimu dulu. Tarik nafas, hembuskaaan…” ucap Bram sambil memegang kedua bahu Santi
“Huuuff,,, Nia Pak, Nia tidak ada” ucap Santi akhirnya dapat memberitahu
“Bukan hanya Nia, Aldo dan double K juga tidak ada” ucap Laila
“Kalian kehilangan mereka ?” tanya Bran khawatir
“Maaf, maafkan saya Pak… saya lalai dalam menjaga Nia…” ucap Santi tertunduk
“Saat ini bukan waktunya kamu menyalahkan diri, ayo kita mencari mereka ! aku akan periksa cctv kalian carilah lagi disekitar sini” ucap Bram segera membagi tugas
Pencarianpun dimulai, dengan hati dipenuhi rasa khawatir akan anak asuh mereka. Merekapun bergegas mencari diarea parkir berharap mereka segera ditemukan.
.
.
.
See you next episode ya 😉~~~
Jangan lupa tinggalkan jejak 💞
__ADS_1
Coba tebak mereka hilang kemana guys ?