
Keesokan harinya …
Pagi nan cerah menyambut hari kelahiran anak mochi yang lucu dan imut itu, mentari menyinari bumi dengan senang hati. Namun, suasana hati anak mochi mendung berawan karena seseorang yang ditunggu-tunggunya belum juga datang.
“Bi Ira, apa Bunda akan datang ?” tanya Aydin khawatir bercampur sedih, karena ini sudah pukul 09.00 dan acaranya sebentar lagi di mulai
“Aden tenang saja. Neng Naya pasti menepati janjinya untuk datang ke acara ulang tahun Aden” kata bi Ira menenangkan
“Humff…” Aydin hanya bisa berharap semoga apa yang dikatakan bi Ira benar
***
Sedangkan dilain tempat, Naya penuh dengan keringat berusaha sekuat tenaga mendorong beaty yang tiba-tiba merajuk ditengah jalan. Padahal sudah dikasih makan diwarung depan kos tadi, tapi masih saja merajuk dan tiba-tiba mati ditengah jalan begini...
“Humf,,, ada apa dengan kamu Beaty ??? ini sudah jam 09.00 aku akan sangat terlambat ke ulang tahun Aydin” kata Naya berhenti sejenak sambil menyapu keringat didahinya
“Menurut mbah google sih bengkelnya udah deket nih,,, oke Naya kamu harus semangat, gak papa terlambat yang penting datang…” kata Naya menyemangati dirinya, sebab sesuai undangan yang Aydin berikan kemaren acaranya akan dimulai jam 09.00 dan sekarang sudah pukul 09.00
“Ahhh,,, Akhirnya bengkelnya terlihat…” kata Naya penuh semangat 45 mendorong si Beaty
“Tiiitt,,,tiitt,,,” bunyi suara klakson mobil
“Astagfirullah, siapa sih ?” kata Naya kaget dan kemudian menengok ke belakang
“Assalamu’alaikum, Bundanya Aydin kenapa masih disini ?” tanya seseorang yang sudah menurunkan kaca mobilnya
"Wa'alaikumsalam. Maaf, siapa ya ?” Tanya Naya karena merasa tidak kenal dengan sosok didalam mobil tersebut
“Ah, ini aku Anton…” ucap Anton sambil melepas aksesorisnya
“Humfttt,,, hahaha,,, kenapa kamu jadi seperti ini Ton ?” kata Naya tergelak, saat pertama melihat orang didalam mobil dirinya sudah ingin tertawa. Namun, karena takut orang yang tidak dikenal tersinggung Naya berusaha menahan tawanya.
“Ya, beginilah nasib punya bos yang mantap betul…” ucap Anton dengan loyo mengacungkan jempolnya
“Ooh, jadi ini perhitungan yang kamu terima dari Bos ya… selamat anda sudah cocok dengan pakaian dan penampilan seperti ini, hahaha…” kata Naya setelah mengamati Anton yang memakai baju badut polakdot dan riasan badut disertai rambut kriting warna-warni
“Kurang asem kamu Nay, tuh motor kamu kenapa ?” tanya Anton yang ingin menyudahi tawa Naya
“Beaty merajuk, karena dikasih makanan warung mungkin,,,” ucap Naya
“Minta diganti tuh Beatynya, mau diganti jadi Alpaty…” ucap Anton
“Apa tuh Alpaty ?” tanya Naya
“Masa gak tau sih ? Itu mobil Alphard yang cocok untuk mobil keluarga…” Jawab Anton
“Ahaha, gak ada duitnya aku Ton. Terus mumbazir karena gak kepakai juga tuh mobil…” ucap Naya menanggapi candaan Anton
__ADS_1
“Bentar lagi perlu lo kamu Nay, kan bentar lagi punya keluarga… tuh Anaknya udah ada, si Aydin” kata Anton
“Ahaha,,, ya punya anak bukan berarti berkeluarga kan ? bisa jadi anak angkat” sanggah Naya
“Hm,,, iya juga ya. Mau nenbeng gak nih ?” kata Anton
“Hm, mau sih. Sekalian hemat saldo gopay… hehe” jawab Naya
“Oh ya, aku masukin Beaty ke bengkel dulu ya. Tunggu bentar…” ucap Naya segera bergeas mengantarkan Beaty
“Siip…” sahut Anton
Setelah Beaty masuk bengkel, Nayapun segera masuk ke mobil Anton dan keduanya berangkat menuju rumah mewah milik Derya
“Assalamu’alaikum…” salam Naya saat baru sampai didekat kolam renang rumah tersebut
“Bundaaaaa…..” Aydin langsung berlari ingin memeluk Naya
Namun ditengah perjalanan Aydin tersandung dan “Bukk….”
“Astagfirullah, sayang….” Kata Naya langsung menolong Aydin
“Tidak apa-apa Bunda, tidak sakit kok…” ucap Aydin tersenyum memandang Naya
“Hem,,, memang jagoannya Bunda…” kata Naya lalu menggendong Aydin menghampiri merka yang sejak tadi menjadi penonton
“Huh, alasan kamu aja tuh, padahal memang niat terlambatkan sehingga membuat kami menunggu “ Gerutu Derya yang dapat terdengar oleh semua orang disitu
“Waktu saya yang berharga terbuang sia-sia karena menunggu kamu selama 30 menit “ Kata Derya masih menggerutu
“Maaf bos, kejadiannya memang tidak terduga.” Kata Naya
“Hm,,,,” sahut Derya malas berdebat
“Oh ya sayang, Aydin tau gak Ayah Aydin punya kejutan lo untuk Aydin…” Kata Naya
“Hah, benarkah yah ?” kata Aydin semangat bertanya kepada sang Ayah
“Janagn mengada-ada kamu Nay….” Kata Derya membantah, pasalnya dia haya menyiapkan kado untuk ulang tahun Aydin tidak ada tuh mempersiapkan kejutan seperti yang dikatakan Naya
“AN.TON” Ucap Naya tanpa suara, memberi isyarat kepada sang bosnya mengenai hukuman untuk Anton
“Oh,,, Ayah baru ingat. Ternyata Ayah ada menyiapkan kejutan untuk Aydin “ kata Derya yang akhirnya ingat
"Aydin pasti suka…” Kata Naya bersemangat
“Yey, makasih Ayah. Dimana Bunda kejutannya ?” tanya Aydin tidak sabar
__ADS_1
“Kejutaaan,,, silahkan masuk !” kata Naya sedikit berteriak
“Taraaaa……”
Muncullah seorang badut dengan riasan menor dan rambut kriting, dia mulai berjoget asal mengikuti iringan music ceria yang diputar…
“Ahahahaaaaa,,, siapa itu yah ?” tanya Aydin sambil tertawa
“Lihat pinggang badutnya Bunda,,,, kenapa seperti itu seperti orang keseleo,,, haha…” tanya Aydin lagi
“Hahahaa,,, benar ini mah bukan pertunjukan joget. Tapi simulai pinggang encok…” kata Naya yang juga terhibur dengan badut Anton
“Ahaha,,, encok itu apa Bunda ?” tanya anak mochi disela tawanya
“Hahaha, Encok itu enak dan cocok…” jawab Naya asal
“Hah ? Kan badutnya tidak dapat dimakan Bunda ?” kata anak mochi yang makin bingung
“Hahaha, siapa yang bilang badutnya bisa dimakan sayang ?” tanya Naya yang juga ikut bingung
“Itu kata Bunda, enak dan cocok… itukan pujian untuk makanan Bunda ?” kata Aydin menjelaskan kebingungannya
“Ahaha,,, kamu lucu sayang. Maaf ya maksud Bunda encok itu, orang yang sakit pinggang…” jelas Naya
“Oh,,, orang sakit pinggang…” kata Aydin yang akhirnya paham
Ada-ada saja anak mochi ini, disituasi lucu seperti ini masih saja bertanya dengan hal-hal yang membuatnya penasaran, memang anak yang rasa ingin tahunya sangat tinggi…
Dan sampailah dipenghujung pertunjukan pinggang encok oleh Anton, Antonpun menghampiri Aydin.
“Selamat ulang tahun bos kecil…” ucap Anton sambil menyerahkan sebuat hadiah
“Wah,,, ternyata om Anton ya… terimakasih banyak om, Om sangat lucu, hahaaa” ucap Aydin masih tertawa melihat penampilan Anton
“Ahaha,,, om senang jika Aydin senang… berarti gaji om tidak akan dipotong, hehe.” Ucap Anton sambil melirik sekilas Bosnya yang sudah mengancam potong gaji 70% itu. Kalau diskon 70% mah siapapun tidak akan menolak, ini potong gaji 70% manusia mana yang tidak menganggap itu penistaan.
“Ekhemmm..." dehem seseorang disamping mereka
.
.
.
.
.
__ADS_1
See you next episode 😉~~~