I Want Bunda

I Want Bunda
S2_ Pilih Kasih


__ADS_3

"Assalamu’alaikum sayang” ucap Naya sambil menatap lekat wajah anaknya ketika mereka sudah berada didalam ruangan bertemu dengan malaikat kecilnya


“Assalamu’alaikum adik, Ini kak Kila. Terimakasih sudah membuat Kila menjadi seorang kakak ya” ucap Kila dengan senyum hangat dan mendapat gerakan tangan oleh Adli


“Acalamulaikum Dik Li. Ipan akan belbagi mainan dengan Dik Li, jadi cepat becal ya !” ucap Kivanc namun dirinya tidak mendapatkan respon apapun


“Assalamu’alaikum boy. Ini Ayah, selamat bergabung dikeluarga kita” ucap Derya juga ikut memberi salam pada cebongnya


“Bunda apa Kila bisa mencium adik Adli ?” Tanya Kila


“Apa bisa sus ?” Tanya Naya


“Bisa kok bu, kaca ini bisa dibuka dan keluarga bisa menyentuh langsung bayinya. Namun tidak bisa terlalu lama ya, hanya sekitar 5 menit saja” ucap suster tersebut sambil membukakan salah satu dinding kaca


“Waah, Adik lihat kakak. Adik Adli sangat kecil Bunda, lihat tangan adik Adli” ucap Kila sambil menyentuhnya


“KIla ingin menciumnya boleh ?” Tanya Kila


“Boleh sayang” ucap Naya menatap hangat anak-anaknya yang menyambut bahagia adik baru mereka


“Cup, tangan adik Adli sangat lembut dan wangi Bunda” ucap Kila berkomentar


“Ipan ! Ipan juga ingin de Ila. gentian !” ucap Kivanc yang tadi berusaha keras menahan sabarnya


“Abang harus pelan-pelan ya sayang, adik Adli masih sangat kecil dan mudah terkejut” ucap Naya mengingatkan


“Ciap Unda !” jawab Kivanc sambil memberi hormat


“Hai dik Li…” sapa Kivanc segera memegang tangan mungil adik bayinya


“Ooeek,,,, oeeekkk,,,,” suara tangisan bayi terdengar seketika


“Syuut ! diam dek Li. Ipan tidak gigit adik li kok” ucap Kivanc panik


“Ushh,,, ush,,,, kenapa sayang ?” Tanya Naya sambil menepuk pelan bokong Adli dan membuatnya tenang


“Bunda apa Kila bisa mencium adik Adli ?” Tanya Kila saat melihat Adli mulai tenang

__ADS_1


“Ibu bisa menggendongnya sebentar diluar, mari saya bantu bu” ucap sang suster meletakkan Adli digendongan Naya


“Hai sayang, apakabar ? cepat sehat ya nak ini Bunda” ucap Naya dengan nada lucu seperti anak kecil


“Bunda mau cium” ucap Kila yang menunggu-nunggu


“Ah iya, ini sayang. pelan-pelan ya” ucap Naya sambil menurunkan sedikit tubuhnya


“Cup, adik Adli sayang kaka Kila ya ?” Tanya Kila setelah mencium adiknya


“Iya, Adli cangat canyang kak Kila” ucap Naya menjawabkan pertanyaan Kila


“Hehe, adik Adli sangat lucu Bunda” ucap Kila dengan senyum bahagianya


“Ipan juga ingin cium” ucap Kivanc memberanikan diri


“Baiklah, pelan-pelan ya abang” ucap Naya kembali menurunkan badannya


“Cup,,, pipi adik Li sangat menggemaskan” ucap Kivanc mencolek pipi Adli setelah menciumnya


“Oeeekkk,,, oeeek,,,, oeeek,,,” Adli kembali menangis


“Hiks,,, hiks,,, Kenapa Dik Li celalu menangis jika Ipan dekati. hiks…” Kivanc mulai merasa bersalah


“Ipan tidak cubit adik Li, hik,,,, hiks,,, kenapa dik li menangis ?” Tanya Kivanc ditengah sesegukannya


“Apa Kivanc menggunakan tenaga yang besar saat memegang pipi adik Adli ?” Tanya Derya


“Tidak Ayah, Ipan hanya menaliknya cedikit” ucap Kivanc mencontohkan pada pipi Ayahnya


“Aah, pantas saja adik Adli menangis” ucap Derya mengelus pelan pipinya akibat Kivanc


“Apa sangat kencang mas ?” Tanya Naya dengan isyarat bibir dan mendapat kedipan mata dari Derya


“Hiks,,, tidak kencangkan ya ? Dik Li pilih kacih ! kenapa tidak mau dicentuh Ipan, saat disentuh de Ila dan Kak Ay Dik Li tidak menangis !” ucap Kivanc masih cemberut


“Sus,,,” panggil Naya untuk meminta Adli kembali dimasukkan kedalam tabungnya

__ADS_1


“Hiks,,, Unda…” ucap Kivanc masih belum puas bermain dengan adik barunya


“Sayang. adik Adli sangat mudah kesakitan karena kulitnya sangat tipis dan lembut. Abang harus menyentuhnya dengan lembut dan juga hati-hati, misalnya seperti ini” ucap Naya mencontohkan sambil mengusap tangan Kivanc


“Ini cangat pelan Unda” ucap Kivanc yang merasakannya


“Iya sayang, begitu kalau kita ingin menyentuh adik bayi yang baru lahir ya” ucap Naya


“Baik Unda” jawab Kivanc yang sudah mengerti


“Dik Li maapin abang Ipan ya” ucap Kivanc merasa bersalah


“Iya abang Ipan, cemangat ya” jawab Naya menirukan suara anak kecil


“Unda itu cuala Unda, bukan Dik Li” ucap Kivanc kembali cemberut


“Hehe, Bunda hanya mewakili suara adik Adli kok sayang” jawab Naya terkekeh karena wajah lucu anaknya saat cemberut


“Huh !” Kivanc memalingkan wajahnya dan menyilangkan tangan didada karena kesal


“Itu mulutnya seperti itik, jangan dibiasakan boy” ucap Derya sambil menyapu mulut Kivanc dengannya


“Ayah, tangan Ayah bau obat tau !” protes Kivanc yang kesal karena mulutnya dipegang-pegang


“Mau cium lagi ?” Tanya Derya masih melihat mulut itik Kivanc


“Tidak, tidak,,,” jawab Kivanc segera menurunkan tangannya dan menggeleng pasti


Begitulah pilih kasih yang dirasakan Kivanc, bukan pilih kasih yang besar namun hanya tidak terbiasa sehingga mendapatkan repson yang berbeda. Masih banyank mission dan perjalanan panjang yang akan dilalui The geng minion ! kini The geng bertambah satu personil yang masih bayi dan akan memiliki peran tersendirinya nanti.


.


.


.


See you next episode ya 😉

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak 👣


Thanks all 🤗


__ADS_2