
“Ipan ingin mandi” ucap Kivanc tiba-tiba saat mereka sedang menonton kartun kesukaan
“Kalau begitu kita pulang ya sayang” ucap Naya membujuk Kivanc yang sejak tadi tidak mau turun dari ranjang Aldo
“Idak mau, Ipan ingin dicini caja Unda. Ipan ingin mandi dicini” ucap Kivanc kekeh
“Ini sudah hampir malam lo sayang, kita pulang ya Aldo pasti juga ingin istrahat” kata Naya
“Idak mau, Ipan uga tunggu Nia kecini Unda. Nanti Nia kemali Ipan idak ada pasti Nia cali-cali” ucap Kivanc keras kepala
“Kivan bisa pakai baju Aldo nanti jika Mommy dan daddy sudah datang” ucap Aldo
“Bu Bos, sebenarnya bos kecil membawa baju ganti ditas mereka. Karena hari ini pelajaran olahraga” ucap bi Ira memberitahu
“Kalau begitu baiklah, Kivanc bisa mandi disini sayang” ucap Naya mengalah
“Mari kita lihat sampai kapan mereka mau bertahan disini” batin Naya melihat sang anak yang begitu sulit untuk dibujuk
“Aciiik, mandi…” ucap Kivanc segera turun dari ranjang Aldo
“Aldo, Ipan mandi dulu ya. Cebental kok, tungguin ya” ucap Kivanc kemudian pergi kekamar mandi
“Kila juga ingin Mandi apa boleh bunda ?” tanya Kila yang tadi bermain dengan Aydin, ketika mendengar Kivanc ingin mandi dirinyapun mendekat
“Boleh kok sayang, nanti setelah abang ya” jawab Naya
Hanya ada Naya dan Laila yang menjaga Aldo dan anak-anak disana, Derya sedang mengurus pekerjaannya melalui laptop dibilik sebelah, Angel dan Haris kembali kerumah untuk mengambil perlengkapan Aldo, sedangkan Nia, Bram, dan Santi masih belum kembali.
“Tok,tok,tok,,, permisi” suara pintu diketuk dengan pelan
“Silahkan masuk” jawab Laila sambil membukakan pintu
“La, bagaimana keadaan Aldo ?” tanya Santi bersama Bram dan Nia ada dibalik pintu
“Alhamdulillah Aldo sudah sadar Teh, Kila dan Kivanc juga masih ada didalam silahkan masuk” ucap Laila mempersilahkan
“Nia, kita sudah sampai diruangan Aldo. Katanya tadi mau menjenguk Aldo dulu ?” ucap Santi mengusap punggung Nia yang ada digendongan Bram
“Kenapa tidak menyahut ?” tanya Bram bingung
“Nia sayang…” ucap Santi lagi sambil memeriksa wajah Nia dari belakang
“Hehe, Nia tertidur mas” ucap Santi
“Benarkah ? daritadi saat pemeriksaan dia terus menangis karena ingin menjenguk Aldo, saat sudah tiba mala tidur,, heem…” ucap Bram pasrah, karena saat pemeriksaan dan ditanya oleh dokter Nia sangat sulit untuk diajak bekerjasama karena pikirannya selalu tertuju pada temannya padahal kulitnya memerah karena fobia darah itu
“Bagiamana mas ? apa kita pulang saja ?” tanya Santi
“Apa orang tua Aldo ada ? kami ingin berpamitan” ucap Bram pada Laila
__ADS_1
“Tuan dan Nyonya sedang kerumah untuk mengambil perlengkapan Aldo, sudah cukup lama sepertinya sebentar lagi akan kembali” ucap Laila
“Bagaiamana San ?” tanya Bram meminta pendapat
“Em, bagaimana jika kita tunggu saja dulu mas” ucap Santi memberi pendapat
“Ya, baiklah” ucap Bram kemudian menidurkan Nia diranjang tambahan yang ada disana
“Cieee,,, calon manteen… sudah berubah aja nih panggilannya” goda Naya sekilas mendengar panggilan Santi tadi, dirinya baru saja keluar kamar mandi setelah memandikan si kembar
“Tidak perlu malu-malu begitu. Kalian sebentar lagi akan menjadi suami istri, itu pilihan yang tepat untuk mengubah panggilan agar terlihat lebih mesra, hehhee” goda Naya lagi
“Bu…” gumam Laila malu dengan wajah memerah
“Hahaha, baiklah aku akan berhenti menggodamu. Oh ya dimana Nia ?” tanya Naya
“Itu disana bu, Nianya tertidur” ucap Laila sambil menunjuk Bram yang sedang membenarkan selimut
“Ayah yang penyayang, semoga dia juga menyayangi kamu dengan tulus seperti itu San” do’a Naya tulus
“Unda, Ipan cudah wangi. Ayo cium Ipan” ucap Kivanc yang baru keluar kamar mandi setelah berpakaian dibantu bi Ira
“Cup,,, hm,,, wangi sekali anak Bunda, anak gantengnya Bunda mau kemana sih rapi banget ?” Kata Naya yang kini sudah duduk dikursi
“Mau temani olang cakit dicana ! Dadah Unda, Ipan kecana dulu ya” ucap Kivanc segera berlalu
“Sepertinya walau tidak bertanya Kivanc tetap menghampiri Nia bu” ucap Santi yang melihat Kivanc berlalu dari ranjang Aldo dan mendekati ranjang Nia
“Bunda, Kila juga sudah selesai mandi. Teh santi ?” ucap Kila keluar dari kamar mandi
“Hai Kila cantik” sapa Santi
“Nia dimana Teh ?” tanya Kila sambil memperhatikan sekitar
“Nia sedang tertidur, itu Kivanc sedang menjenguknya” ucap Santi
“Kila akan kesana, permisi” ucap Kila pamit dengan sopan
“Itu anak pertamaku Aydin, dia sepertinya tertidur karena lelah” ucap Naya menatap Aydin yang terlelap disofa lainnya
“Ceklek,,,” pintu kembali terbuka dan terdengar sayup-sayup suara ramai disana
“Sepertinya itu Angel dan Haris” ucap Naya
“Kalau begitu mari kita kesana Bu, saja ingin pamit untuk pulang” ucap Santi segera berdiri
“Ah iya benar, ayo” ucap Naya ikut bangkit
Ternyata benar ada banyak orang disana, Angel dan Haris yang baru saja datang, Derya yang sudah selesai dengan pekerjaanya, dan Bram yang ternyata menemui Derya ditambah Naya dan Santi yang juga kesana untuk memeriksa
__ADS_1
“Wah semua orang terkumpul disini ternyata” ucap Naya, mereka saat ini ada dibilik depan, antara ranjang dan ruang tamu diberi sekat disini agar pasien tidak terganggu
“Mari Nyonya, Laila bantu rapikan” ucap Laila ikut menyusul untuk membawa koper majikannya
Para orang dewasa itupun mulai mengobrol tanpa mengingat waktu hingga tak terasa waktu sudah pukul 7 malam dan akhirnya mereka mengakhiri obrolan kemudian menyampaikan maksud untuk berpamitan
“Mari kita bangunkan Nia sebentar agar dirumah dia tidak menangis lagi” ucap Bram pada Santi
“Santi tidak tega mas” ucap Santi
“Baiklah biar aku saja yang membangunkan” ucap Bram
Merekapun berjalan dengan pelan menuju bilik sebelah, mereka dibuat bingung dengan keheningan yang terjadi disana, tumben sekali anak-anak tidak terdengar suara sama sekali.
“Krik,,,krik,,,krik,,,” hening dan canggung saat mereka tiba
“Semuanya sedang tidur ?” tanya Naya berbisik pada Laila
“Iya Bu, baru sekitar lima menit tadi mereka tertidur” ucap Laila yang sedang menata air minum kekulkas mini disana
“Ah baiklah,,,” bisik Naya sambil memberikan kode oke pada Laila agar pesannya tersampaikan dengan baik
“Jadi bagaimana ?” tanya Angel
“Mumpung anak-anak tertidur dan kita juga jarang terkumpul seperti ini, bagaimana jika kita makan malam bareng diresto dekat rumah sakit ?” ucap Naya yang tiba-tiba terpikirkan ide tersebut
“Hm, boleh juga” ucap Angel setuju
“Calon manten bagaimana ?” tanya Naya pada Bram dan Santi
“Karena diplaygorund tadi terjadi sesuatu yang tidak diduga, aku akan menggantinya menjadi acara makan malam bersama kalian. Aku yang traktir !” ucap Bram
“Cakeep… Yuk !!!” ucap Naya bersemangat
“La, aku titip anak-anak ya. Jika kamu kerepotan bangunkan saja bi Ira, beliau bisa diandalkan” ucap Naya pamit, dirinya juga tidak tega untuk membangunkan wanita paruh baya yang beberapa tahun ini sudah sangat membantunya
“Baik bu, Serahkan saja anak-anak pada saya. Semoga acaranya lancar” ucap Laila dengan sepenuh hati bekerja
“Kami pergi dulu La, titip Aldo ya” ucap Angel yang sudah menganggap Laila seperti adiknya sendiri, Laila bekerja dengan keras untuk menghidupi dua adiknya yang masih bersekolah, sebelum bekerja dengan Angel Laila bekerja serabutan untuk mencari uang, namun kini semuanya tercukupi karena Angel dapat menjamin kecukupan ekonomi adik-adik Laila jika dirinya bekerja dengan baik.
“Baik nyonya, hati-hati dijalan” ucap Laila tersenyum tulus
.
.
.
See you next episode ya 😉~~~
__ADS_1