
Mereka asyik menyusun dan membongkar balok lego didepan mereka, terutama Aydin. Dia sangat senang dan malah mengumpulkan semua balok lego dekat dengan dirinya, hanya menyisakan sedikit untuk Naya.
“Aydin, bagi Bunda dong baloknya…” kata Naya ingin menggoda Aydin
“Tidak Bunda, kata Bunda nanti tidak cukup untuk membangun rumah. Aydin memerlukan banyak balok lego Bunda…” kata Aydin yang masih ingat saat dia bertanya pada Naya berapa banyak balok yang diperlukan untuk membangun rumah
“Hmm,,, satu aja. Bolehkan ?” kata Naya sambil ingin mengambil balok yang ada didekat Aydin
“No,,,no,, Bunda. Nanti minta belikan Ayah saja lagi legonya jika Bunda mau. Ini untuk Aydin bangun rumah bunda” kata anak Mochi
“Whaha,,, kalau rumah yang mau dibangun sebesar rumah Aydin memang tidak cukup jika baloknya segini sayang. Tapikan rumahnya cuma kecil, kalau Bunda minta juga masih cukup kok…” kata Naya tertawa melihat Aydin yang sangat pantang menyerah mempertahankan miliknya
“Bunda,,,, kan Aydin pengen bangun rumah yang besaaaarrr,,, jadi tidak cukup jika Bunda ambil balok Aydin” kata Aydin masih kekeh dengan pipi mengembang cemberut
“Whahaha, oke sayang. Bangun yang besar ya rumahnya” Naya tertawa melihat pipi Mochi yang semakin mengembang saat marah seperti itu.
Disaat mereka sedang terhanyut dengan apa yang mereka kerjakan, tiba-tiba….
“Kukuruyuuukkk,,,, kukuruyuuukkk,,,” bunyi ponsel Aydin yang ada diatas meja berbunyi
Dalam hati naya berpikir sejenak, kenapa rumah ini selalu berbunyi ayam ? dimulai dari bel sampai nada dering ponsel… Apakah ada rahasia dibalik ini ?
“Ini Ayah menghubungi Aydin Bunda” kata anak Mochi sambil meperlihatkan ponselnya kepada Naya
__ADS_1
“Iya, angkat saja sayang” kata Naya
“Assalamu’alaikum Ayah…” jawab anak Mochi, saat ini mereka sedang melakukan video call sehinga Nampak wajah Derya disebrang sana
“Wa’alaikumsalam. Kamu sedang apa ?” tanya Derya tanpa basa-basi menanyakan kabar
“Sedang membangun rumah bersama Bunda Ayah…” jawab Aydin apa adanya
“Rumah ? kamu mau bangun rumah dimana ? kamu ingin tinggal dengan wanita itu? “ kata Derya yang salah maksud
“Iya, Aydin ingin tinggal dengan Bunda yah. Kami membangun rumahnya dirumah kok yah” jawab Aydin
“Membangun rumah apa kamu didalam rumah kita ?” tanya Derya yang sadar bahwa awalnya dia salah memahami maksud Aydin tadi
“Aydin, tolong kasih ponsel kamu ke wanita itu. Ayah ingin bicara” kata Derya
“Baik Ayah, siyap” kata Aydin sambil meberi hormat ala tentara dan tanpa sadar menunjukkan sikunya yang diplester
“Aydin, kenapa dengan siku kamu ?” tanya Derya cepat
“Oh,, ini menandakan kalau Aydin laki-laki hebat Ayah, Aydin tidak menangis lama karena terjatuh dari sepeda. Aydin laki-laki hebat bukan Yah ? “ kata Aydin sambil tersenyum, berharap sang Ayah memujinya
“Aydin, cepat kamu kasih ponselnya kewanita itu” kata Derya menaham geram
__ADS_1
“Baik Ayah…” kata Aydin sedikit sedih karena tidak sesuai harapannya
“Bunda, ini Ayah mau berbicara dengan Bunda” kata Aydin smabil menyerahkan ponselnya dan kemudian melanjutkan untuk membangun rumah dari balok lego tadi
“Heeyyy,, Siapa nama kamu ?” tanya Derya tanpa basa basi
“Nama saya Naya bos” kata Naya, dia sudah mempersiapkan mentalnya untuk dimarahi saat mendengar Aydin bercerita seperti itu ke Ayahnya
“NAYA… kamu apakan anak saya sampai terluka seperti itu. Kamu tidak becus bekerja dan membuat client terluka, apa itu kinerja kamu selama ini. Jika kamu tidak berniat untuk bekerja diperusahaan saya, silahkan kamu pergi !!! ” kata Aydin dengan menggebu-gebu
“Maaf bos, saya kurang hati-hati saat membonceng Aydin bersepa hari ini tadi. Saya janji ini kesalahan pertama dan terakir saya saat bekerja Bos” kata Naya tak berani menatap wajah Derya didalam ponsel.
“Kamu sudah membuat anak saya lecet ya, kamu akan saya tuntut ke dewan perlindungan anak. Tunggu saja itu !” kata Aydin menatap Naya semakin tajam
.
.
.
.
.
__ADS_1
See you next episode ya 😉~~~