I Want Bunda

I Want Bunda
S2_ Perjalanan


__ADS_3

"Apa ada yang terluka ?” Tanya suster khawatir


“Hiks,,, custel halus tunggangjawan !” ucap Kivanc yang ternyata benar-benar kesakitan


"Tunggang ? ooh tanggungjawab" batin sang suster bermonolog sendiri karena bingung


“Maaf ya dek, kakak tidak melihat adik berlari kearah sini. Mari kakak obati” ucap sang suster membantu Kivanc untuk duduk dikursi terdekat


“Telimakacih kak custel cantik” ucap Kivanc dengan senyuman manisnya, sehingga sang suster terpanah pesona Kivanc seketika


“Kau terluka ?” Tanya Aydin yang sudah dekat


“Hm, ini cakit kak Ay” ucap Kivanc sambil menujuk lututnya yang memerah


“Ini tidak luka, hanya memar saja. Ayo kita pergi !” ucap Aydin ingin mengajak Kivanc pergi


“Idak mau, Ipan mau dilawat kakak custel cantik itu dulu” ucap Kivanc tidak bergerak


“Ini kakaknya ya ? kakaknya lagi sakitkah ?” Tanya sang suster kebali dengan peralatannya


“Tante adik saya tidak apa-apa. Kami hanya ingin menuju ruangan Bunda, apa tante tahu ?” Tanya Aydin dengan dingin


“Jangan panggil Ante kak Ay, ini itu Kakak custel !” ucap Kivanc dengan penekanan


“Apa tante tau ? Bunda kami habis melahirkan dan dirawat disini, kami ingin menjenguk Bunda. Tolong antarkan ke ruangan Bunda kami” ucap Aydin tidak menghiraukan pembicaraan Kivanc


“Akak…” ucap Kivanc sambil manyun


“Adik diam ! ingat tujuan utama kita” ucap Aydin tegas


“Hm…” Kivanc malah merajuk dan memalingkan wajahnya


“Saya tau kok dimana ruangan ibu dan bayi. Kita obati luka adiknya dulu ya, nanti saya antar kalian” ucap suster tersebut dengan sabar


“Baiklah. Terimakasih…” ucap Aydin masih dengan nada yang datar


“Ternyata kakak adek ini orang yang baik ya… Sini dek, saya obati lututnya dulu” ucap suster tersebut mengeluarkan salep dan sebuah cotton bud

__ADS_1


“Huuh,,,Tiup dulu, biasanya Bunda selalu melakukan itu” ucap Aydin yang memperhatikan bagaimana suster tersebut mengobati adiknya


“Hehe, baiklah,,, huuuh…apa sakit ?” Tanya suster tersebut mulai mengolesi salep


“Tidak cakit, itu dingin kak custel” jawab Kivanc sambil menggeleng


“Kak Ay jangan dekat-dekat nanti jadi cakit !” protes Kivanc karena Aydin masih meniup-niup lututnya Kivanc


“Suster itu boleh mendekat, kenapa kakak tidak ?” Tanya Aydin menatap tajam Kivanc


“Kalena kak ay malahin Ipan tadi” ucap Kivanc


“Huummfff… baiklah kak Ay minta maaf. Sekarang ayo kita pergi menemui Bunda” ucap Aydin mengalah


“Janji tidak malah lagi dengan Ipan ?” Tanya Kivanc memastikan


“Ya, ayo sudah bisa berdirikan ?” Tanya Aydin menahan sabar


“Oh ya kak custel, dalah kak Ay mau diambil inpus jahat itu. Apa kak custel bica menyelamatkan kak Ay ?” Tanya Kivanc yang tak sengaja kembali melihat lengan Aydin


“Boleh saya lihat ?” Tanya suster dengan lembut


“Darimana adik mengetahuinya ?” Tanya sang suster kebingungan


“Aydin membacanya dibuku” jawab Aydin singkat


“Baiklah kalau begitu, mari infusnya kita letakkan disini. Kemudian kita menuju ruangan Bunda kalian” ucap sang suster mengambil alih infus Aydin dan meletakkan ditongkat


“Ipan macih tidak mengelti. Apa makcudnya ?” Tanya Kivanc kebingungan


“Kamu masih kecil, tidak perlu belajar terlalu banyak !” ucap Aydin kemudian berjalan lebih dulu


“Eeeh dek, tunggu…” ucap sang suster yang tertinggal dengan tiang infus Aydin


“Ayo dek, lewat sini” ucap suster tersebut menggandeng Kivanc agar segera mengikuti mereka


“Siapa nama Bunda kalian ?” Tanya sang suster saat mereka menaiki lift

__ADS_1


“Unda Naya, Unda itu cantik, lembut, cayang dengan ipan” ucap Kivanc mendeskripsikan Bundanya


“Nayyara Salama” ucap Aydin memotong pembicaraan Kivanc


“Nayyara, baik nanti kita Tanya ke meja administrasi lantai ibu dan anak” ucap sang suster, tak lama kemudian pintu terbuka dan mereka segera menuju meja administrasi


“Permisi, kami mau menanyakan ruangan Ibu Nayyara Salma ada dimana ya ?” ucap sang suster


“Maaf, apa anda perawat disini ?” Tanya sang resepsionis


“Ya, saya perawat dilantai bawah dibagaian anak. Saya kemari…” ucap suster tersebut


“Untuk apa kamu mengetahui informasi pasien ? membawa kabur anak-anak ?” Tanya sang resepsionis curiga


“Kami mencari Bunda kami, Nayyara Salma. Bunda habis melahirkan dan dirawat disini” ucap Aydin


“Aah, kamu mengantar keluarga pasien ?” Tanya resepsionis tersebut


“Iya, tadi saja juga ingin menjelaskannya” ucap suster tersebut merasa kikuk karena penjelasannya dipotong tiba-tiba


“Nayyara Salma ? kalian Aydin dan Kivanc ?” Tanya sang resepsionis seperti mengingat sesuatu


“Benal itu kami, dali mana aunty tau ?” Tanya Kivanc


“Kalian kemana saja ? kalian membuat heboh satu lantai karena tiba-tiba menghilang. Kami baru saja mendapatkan informasinya tadi, tunggu sebentar saya menghubungi keluarga kalian" ucap sang resepsionis segera mengangkat ganggang telphonenya


“Kalian kabur ?” Tanya sang suster yang tidak menyangka kedua anak ini kabur


“Hehehe, kami hanya lupa pamit dengan Nini dan aunty Din. Coalnya nini dan aunty cibuk ciiih,,, makanya kami pelgi caja !” ucap Kivanc menjelaskan


“Itu namanya kabur dek ! Haaah, pantas saja aku dicurigai menculik anak. Lihat pakian kalian, jam tangan mewah itu. Astaga kenapa aku baru menyadarinya” ucap sang suter tersebut sambil menepuk jidatnya, karena baru menyadari kedua bocah itu memakai pakaian bermerk dan mahal.


.


.


.

__ADS_1


See you next episode ya 😉


Jangan lupa tinggal jejak 👣


__ADS_2