I Want Bunda

I Want Bunda
S2_ Tak Sabaran


__ADS_3

Kembali kepada si kecil Adli dan keluarga kerajaan. Kini tibalah giliran Kivanc dan Kila beserta kedua orangtuanya yang masuk kedalam setelah drama panjang yang terjadi sembari menunggu.


“Kak Ay kenapa lama cekali didalam cih ? Ipan cudah tidak cabal tau !” ucap Kivanc dengan cemberut


“Habisnya adik Adli sangat menggemaskan, hidungnya, mulutnya, tangan dan kakinya sangat kecil loh. itu sangat menggemaskan” Ucap Aydin yang bercerita dengan penuh semangat


“Hum, Ayo Yah… Ayo kita macuk kedalam” ucap Kivanc yang iri segera menarik-narik Ayahnya


“Tunggu dulu, Ayah mau berbicara dengan Kakak dulu” ucap Derya meminta Kivanc menunggu


“Ipan ingin cepat-cepat ayah” ucap Kivanc tidak peduli pada kakaknya yang masih bercerita kepada sang Bunda dan adiknya Kila


“Tunggu ya” ucap Derya melepas tangannya yang ditarik oleh Kivanc dan pergi menghampiri Aydin dan yang lainnya


“Bagaiamana apakah kakak sekarang sudah bisa tidur siang ?” Tanya Derya langsung saat dirinya sudah dekat


“Hm, bisa yah. Terimakasih sudah mengijinkan Aydin menjenguk adik kecil” ucap Aydin dengan senyum gembiranya


“Ya, kalian kembalilah kekamar dan tidur siang. Jika kamu sudah sembuh, kamu akan bisa sepuasnya menjenguk adik” ucap Derya dengan nada datarnya memerintah


“Istrihat ya sayang, harus rajin minum obat dan patuhi kata dokter. Anank Bunda jagoan dan hebat, kak Aydin adalah kakak yang keren” ucap Naya menyemangati Aydin


“Hm baik Bunda, Aydin akan memberikan contoh yang baik untuk adik-adik Aydin. Aydin akan menjadi kakak yang kuat dan hebat” ucap Aydin mengangkat kedua tangannya dan mengepal telapak tangannya


“Semangat !” ucap Naya juga ikut mengepalkan tangannya


“Dadah kakak… nanti Kila menyusul untuk menemani Kak Aydin tidur siang kok” ucap Kila memberikan lambaian pada sang kakak

__ADS_1


“Dah Kila, jaga abang kamu yang satu itu ya. lihatlah dia sejak tadi sudah tidak sabar, hehehe…” ucap Aydin tertawa melihat tingkah laku Kivanc yang sejak tadi berjinjit untuk mengintip ruangan bayi


“Apa bisa abang Kivanc jadi adik Kila saja ? Kila malu jika punya abang seperti itu” ucap Kila sambil menggelengkan kepalanya


“Sayang kamu dan Kivanc itu memang kembar. tapi karena Kivanc yang lebih dulu keluar dari perut Bunda maka abang Kivanclah yang menjadi kakak” ucap Naya dengan lembut


“Tapi Kila merasa seperti Kila yang kakak Bunda” ucap Kila masih mempermasalahkan hal tersebut


“Sayang, setiap insan didunia ini memiliki tugas dan tanggung jawabnya masing-masing. Sudah qodratnya bahwa Kivanc yang lahir lebih dulu daripada Kila maka dari itu Kivanc yang menjadi kakak. Tapi sebagai sesama kalian juga berkewajiban untuk saling mengingatkan dan saling meluruskan ketika salah. Nah jika kepribadian abang Kivanc membuat kamu merasa tidak nyaman coba beri pengertian dan penjelasan dengan lembut ya. Siapa tau abang akan berubah suatu saat nanti” ucap Naya menjelaskan dengan penuh kasih sayang


“Hm, baik Bunda. Kila mengerti kok” jawab Kila akhirnya mengangguk


“Baiklah, kakak Aydin selamat beristirahat ya… dadah sayang” ucap Naya mencium hangat kening Aydin kemudian memberikan lambaian tangan


“Kami permisi ka, Assalamu’alaikum” ucap Dinda mewakili Aydin juga


“Tidak perlu berterimakasih kak, kita ini saudara. Jangan sungkan” jawab Dinda kemudian merekapun pergi


“Apa cudah ? ayo kita macuk Unda” ucap Kivanc segera mendoorng kursi roda Naya namun tidak bergerak sedikitpun


“Uuuuh ! kencapa tidak jalan cih !” ucap Kivanc kesal


“Abang harus bisa bersabar, sesuatu yang buru-buru itu tidak bagus loh bang” ucap Kila dengan bijak


“Hm,,, de Ila cepelti olang dewaca” jawab Kivanc sambil memiringkan kepala karena bingung maksud Kila


“Haaiih,,, Bunda…” rengek Kila meminta pertolongan Bundanya untuk menjelaskan

__ADS_1


“Maksud adik Kila abang harus sabar sayang, kita tidak bisa langsung masuk kesana untuk melihat adik Adli karena hanya bisa dimasuki oleh dua orang saja” ucap Naya


“Ooh itu, tapi Ipan cudah cangat ingin cepelti kak Ay tadi Unda” ucap Kivanc masih merengek


“Boy ! ini semua juga demi ketenangan dan kenyamanan adik Adli didalam sana” tegur Derya


“Baik Ayah” jawab Kivanc menunduk sedih


“Jam besuk sudah hampir habis ya bu. Untuk keluarga pasien karena bersama anak-anak dan dilihat ibu juga masih dalam masa pemulihan kalian berempat bisa masuk bersamaan. Bayinya sudah kami pindahkan keruang besuk yang lebih besar. Silahkan lewat sini Pak” ucap sang Suster menghampiri dan memberitahu mereka


“Terimakasih dok…” ucap Derya segera mendorong kursi roda istirnya


“Abang Kivanc dan Kak Kila jalan didepan ya” ucap Naya meminta sikembar untuk berjalan didepan Naya dan Derya


“Ciap Unda, ayo de Ila” jawab Kivanc segera menggandeng tangan Kila


“Waaah, dek Li !!!” teriak Kivanc namun suara yang keluar hanya pelan karena ditahan oleh tangannya sendiri


.


.


.


Jangan lupa like 👍 koment 💬 dan juga vote ya 🎫 jika berkenan...


Thanks all 🤗

__ADS_1


__ADS_2