
Hari telah berganti, kini Aldo menikmati masa-masa bahagianya bersama orang tua yang lengkap. Setiap kali pertemuan geng minion disekolah Aldo selalu menceritakan tentang Daddy sampai kadang Kivanc bosan mendengarkan karena cerita itu sudah terulang sampai sepuluh kali.
“Aldo, ipan udah pelnah dengal celita ini. Pasti Daddy Aldo langcung belikan Aldo pelampung dan belajal belenang bercama kan ? cepelti ikan duyung” sanggah Kivanc saat Aldo bercerita
“Bukan ikan duyung Kivanc, tapi ikan Nemo” ucap aldo tidak terima dipanggil ikan duyung
“Yang Ipan tau itu cama caja, kan ikan ?” ucap Kivanc membela diri
“Huh, Kivanc tidak seru” ucap Aldo merajuk
“Abang, Aldo, jangan bertengkar karena ikan. Ayo berbaikan” ucap Kila mencoba menengahi
“Kan abang tidak calah de Ila” ucap Kivanc enggan
“Aldo juga tidak salah” ucap Aldo, mereka berdua sama-sama membuang muka karena pertengkaran ini
“Wleeeee,,, wleeekkk,,, Ayo ambil ini !!!” terdengar suara seseorang mengejek tak jauh dari mereka
“Hahahaha, lihatlah dia tidak sampai” tawa anak yang lainnya
“Iiih,,, eeeh…” anak yang sedang diejek itu nampak berusaha menggapai botol minumnya
“Ahahaa, ayo teriak ! kau tidak bisa teriak Kan, hahaha… Ops…” ucap anak terebut yang sepertinya tidak sengaja menumpahkan air dalam botol
“Ini botolmu, tidak seru karena tidak melawan !” ucap anak tersebut menyerahkan botol pada anak yang terbully
"Kalian dengal ?" tanya Kivanc sambil mencari sumber suara
"Dicana !" tunjuk Kivanc pada gerombolan anak yang sedang membully seseorang
“Hei, jangan pelgi !” teriak Kivanc segera berlari menghampiri
“Kau halus inta maap dengan Nia” ucap Kivanc yang mengenali anak yang tersiram air tadi
“Kau siapa heh ? bocah cadel” ejek anak laki-laki yang menumpahkan air tadi
“Bialin ipan cadel acalkan idak belbuat jahat cepelti kamu” ucap Kivanc tidak peduli dirinya membantu Nia yang tersungkur dilantai
“Heh, ayo pergi !” ajak anak tersebut pada dua temannya yang lain, ia tidak memperdulikan Kivanc
“Ipan akan bilang cama bu gulu !” teriak Kivanc pada geng anak nakal
“Wleeeek…” ejek anak tersebut kemudian benar-benar pergi
“Nia idak apa-apa ?” Tanya Kivanc
“Abang dia siapa ?” Tanya Kila menyusul
__ADS_1
“Namanya Nia, ipan beltemu kemalen waktu kancingkan tas Nia. Nia macih ingatkan dengan Ipan ?” Tanya Kivanc dan Nia hanya mengangguk
“Hai, aku Kila. Apa kamu tidak apa-apa ? kamu mengenal anak laki-laki tadi ?” Tanya Kila yang didapat Kila hanya sebuah gelengan dan gerakan tangan yang tidak Kila mengerti
“Kenapa dia tidak menjawab bang ?” Tanya Kila bingung
“Kata babycitel Nia dulu, Nia idak bica bicala cepelti ita de Ila” jawab Kivanc
“Hai, aku Aldo. Salam kenal ya” ucap Aldo mengenalkan dirinya dan menjabat tangan Nia
Nia hanya mengangguk dan tersenyum.
“Nia cenapa cendili caja ? dimana babycitel Nia” Tanya Kivanc
“Teh Sinta sedang mengambilkan bekal Nia” ucap Nia dengan bahasa isyarat namun geng minion tidak ada yang mengerti
“Apa makcudnya de ?” Tanya Kivanc, Kila yang ditanya hanya mengangkat bahu menandakan tidak tahu
“Sepertinya babysitternya sedang makan siang” tebak Aldo
“Apa itu benal Nia ?” Tanya Kivanc
Nia menggeleng mengatkan bahwa itu salah, Nia masih berusaha menjelaskan dan menunjuk ruang kelasnya yang ada dipojok sana.
“Nia mau ke kelas ?” Tanya Aldo dan mendapat anggukan dari Nia
“Kivanc juga kerena karena membela Nia dari anak nakal tadi” balas Aldo memuji
“Hehehee…” keduanya tertawa senang dan sudah melupakan pertengkaran tentang ikan tadi
“Ayo kita keruang kelas Nia” ajak Kila sambil menggandeng Nia
“let go…” ucap Kivanc bersemangat
Sekolah mereka adalah taman kanak-kanak campuran, dimana disini mereka juga menerima anak berkebutuhan khusus untuk menempuh pendidikan. Namun kelas mereka dibedakan anatara anak yang berkebutuhan khusu dengan anak normal pada umumnya, tapi karena ruang kelas yang berdekatan sehingga kadang mereka bertemu dengan anak-anak yang berkebutuhan khusus tersebut seperti Nia.
Nia adalah seorang anak bertubuh mungil yang berkebutuhan khsus yaitu dirinya tidak dapat mendengar dan berbicara seperti orang pada umumnya. Sehingga bahasa isyaratlah yang bisa dimengerti Nia saat berkomunikasi
“Apa kelas Nia disini ?” Tanya Aldo, Nia mengangguk
“Dimana babycitel Nia ?” ucap Kivanc sambil mencari-cari
“Haah,, haaah,, Neng Nia kemana saja Teh Santi cari-cari tidak ketemu” ucap Santi dengan bahasa isyarat, dirinya khawatir dengan Nia yang tidak ada ditempat menunggu
“Maaf Teh, Nia tidak bermaksud untuk pergi jauh. Nia hanya ingin mengambil botol minum Nia” ucap Nia menggerakkan tangannya dengan lancar
“Lain kali jangan pergi jauh-jauh lagi ya Neng” ucap Sinta lega karena Nia baik-baik saja
__ADS_1
“Eh ini anak yang kemaren bantu tutupin tas Nia kan ?” Tanya Sinta mengenal Kivanc
“Iya ante” jawab Kivanc
“Panggil Teh Santi saja nak, saya babysiternya Nia” ucap Santi
“Baik Teh canti. Ini adek Ipan namanya Ila, ini teman ipan namanya Aldo” ucap Kivanc memperkenalkan mereka
“Nama saya Kila teh, bukan Ila” ucap Kila meluruskan, Teh Santi yang melihatnya hanya mengangguk, dirinya sebenarnya mengerti jika Kivanc cadel dan salah menyebutkan nama adiknya
“Kalian anak baik, terimakasih ya sudah mengntar Nia kembali ke kelas” ucap Santi tulus
“Cama-cama” ucap Kivanc sambil menggerakkan tangan untuk bahasa isyarat, karena hanya itu bahasa isyarat yang Kivanc ketahui
“Nia ayo bilang terimakasih dengan teman-temannya” ucap Santi menegur Nia yang melamun menatap seorang anak yang bermain dengan Ibunya
“Nia sayang…” ucap Santi lembut
“Ah, terimakasih teman-teman” ucap Nia sedikit tersentak karena ketahuan melamun
“Nia ihat apa ?” Tanya Kivanc dan Nia menunjuk teman kelasnya yang sedang disuapi oleh Ibunya
“Nia ingin dicuapi ? ipan cudah idak dicuapi kalena ipan abang” ucap Kivanc
“Hm, apakah memiliki ibu itu akan membuat bahagia ?” batin Nia sambil melamun menatap teman sekelasnya
“Nia ???” ucap Kivanc karena tidak dihiraukan
“Cepeltinya Nia ingin Unda, apa Nia idak unya Unda dilumah ?” Tanya Kivanc pada The Santi
“Hm, ya… Bunda Nia sudah pergi ke Surga lebih dulu” jawab Santi dengan lesu, dirinya juga merasa kasihan dengan anak majikannya ini, karena telah kehilangan sosok ibu sejak masih kecil.
“Kacian cekali Nia, Ayo ita calikan Unda balu untuk Nia !” gumam Kivanc, kemudian menatap teman-temannya menandakan bahwa ini adalah misi baru yang harus mereka selesaikan kembali.
Aldo dan Kila yang merasa sama-sama iba mengangguk dengan yakin, dirinya ingin melihat kawan mereka merasakan kebahagiaan dan kasih sayang seorang Ibu.
.
.
.
See you next episode ya 😉~~~
Jangan lupa tinggalkan jejak 🤗🤗🤗
Thanks All ❤️❤️❤️
__ADS_1