I Want Bunda

I Want Bunda
Episode 149


__ADS_3

"Ck, aku harus memanggil asisten serba guna untuk menyelesaikan masalah ini !” batin Derya sambil mencari ponselnya


“Mas, dimana guling yang biasa disimpen dilemari ?” Tanya Naya sembari membuka pintu-pintu lemari


“Mas juga tidak tau sayang. Jangan dikasih guling ya, Mas maunya kamu…” ucap Derya sembari memeluk Naya dari belakang, mencoba merayu Naya untuk berubah pikiran.


“Hm, Mas kenapa tiba-tiba romantis begini ?” Tanya Naya heran dengan perilaku Derya


“Tidak ada, Mas hanya ingin meluk kamu sayang…” ucap Derya sembari mengelus perut Naya


“Cebong yang baik hati dan tidak sombong, ayolah bekerjasama dengan Ayah untuk membuat Bundamu mau tidur bersama Ayah. Nanti Ayah belikan mainan jika kamu sudah keluar dari perut Bunda ya !!!” batin Derya selagi mengelus perut Naya.


*Flashback


Beberapa menit yang lalu…


“Tuuut…tuut…tuut...” suara hubung terdengar, kali ini sudah tidak ada lagi RBT lagu dangdut karena saham perusahaan Telkom sudah dibeli Derya (wkwkwk…)


“Iya, ada Bos ?” jawab Anton disebrang sana


“Ton, bujuk Aydin untuk tidak tidur bersama aku dan Naya !” perintah Derya


“Hm, gimana ya bos… Em…” ucap Anton berpikir


“Bonus 50% jika malam ini juga kamu bisa membuat Aydin tidak tidur bersama kami” bisik Derya di telephone, dirinya sengaja mendekat jendela untuk menelphone Anton


“Cara pertama, ini adalah cara yang cepat dan ampuh untuk segera membuat Aydin tidak tidur disana. Tapi sedikit sulit jika itu anda, ini mengandalkan sikap romantis dan keberuntungan anda Bos” kata Anton


“Ck, tapi aku tidak bisa berkata manis dan romasntis Ton ! hm, tapi tidak salahnya dicoba karena aku percaya dengan keberuntunganku !” gumam Derya


“Siiip, ini yang saya suka dari Bos. Optimisme !” jawab Anton


Deryapun mencoba rencana pertama…


“Tidak ada, Mas hanya ingin meluk kamu sayang…” ucap Derya sembari mengelus perut Naya


“Mas geli ih, jangan elus begini Naya tidak terbiasa” ucap Naya sambil memegang tangan Derya untuk berhenti mengelus perut Naya


“Nanti kamu akan terbiasa jika sering hamil sayang. Ayo kita bikin anak lagi” bisik Derya


“Ini aja belum kelar mas hamilnya. Udah ah bantu Naya cari guling buat mas dulu yu !” ucap Naya kemudian melanjutkan pencariannya


#Rencana pertama gagal (Tetooottt…)


***


(Masih salam sambungan telphone yang sama)


“Next plan ?” Tanya Derya lagi saat masih menelphone sebelumnya


“Kalau rencana pertama tidak berhasil masih ada cara kedua, kali ini cara klasik yang mengandalkan piala Oscar” kata Anton menjelaskan


“Maksudnya ?” Tanya Derya yang tidak paham dengan isi kepala seorang professor Anton


“Bos harus acting pura-pura sakit. Saya percaya dengan kepedulian dalam keluarga kecil kalian bos, pastikan keinginan bos terwujud dengan pura-pura sakit ! saya akan meminjamkan piala Oscar yang saya buat sendiri untuk bos jika ini berhasil” ucap Anton


“Cih, piala apaan yang dibuat untuk diri sendiri seperti itu !” ucap Derya mengejek kelakuan asistennya ini


“Ada bos, pialanya keren loh… semua piala dikontrakan saya adalah hasil buatan saya sendiri, eh ralat maksudnya hasil pesanan dari toko. Hehehe…” ucap Anton tertawa cekikikan

__ADS_1


”Hm, tapi aku akan coba ini jika rencana pertama gagal” ucap Derya sembari menimbang persentase keberhasilan rencana kedua


Rencana kedua dijalankan…


“Shhht… Aduh yang, perut aku…” ucap Derya memulai aktingnya


“Hah, mas kenapa ?” Tanya Naya langsung menghampiri Derya


“Perut aku sakit” ucap Derya sambil memegang perutnya


“Mas mau ke wc ya ? itu wc Mas ?” ucap Naya bingung dengan ekspresi Derya yang seperti menahan buang air


“Hah ? Mas tidak ingin buang air sayang. Tapi ini, sshhtt,,,, perut mas kayak ada yang nusuk-nusuk gitu” ucap Derya melanjutkan aktingnya


“Sepertinya Mas masuk angin, ayo kita ke kasur dulu biar Naya kerokin” kata Naya sambil mencari uang koin didalam rak


“Yes… step one plan two berhasil !” batin Derya senang


“Tapi Mas ingin dikerokin beruda saja sama kamu sayang. Apa Aydin boleh keluar kamar Ayah ? Ayah malu jika dilihat Aydin tidak memakai baju” ucap Derya dengan posisi tengkurap di atas kasur


“Kenapa malu yah ? Kan Aydin juga laki-laki” ucap Aydin yang dari tadi menonton kartun kesukaanya di televise


“Ya maksud Ayah, Aydin tidur sendiri saja boy. Biar Bunda bisa leluasa merawat Ayah yang sakit” rayu Derya


“Ayah sakit ? Aydin juga bisa merawat Ayah kok” ucap aydin langsung berdiri menghampiri Naya yang sudah membaw minyak kayu putih dan koin


“Bunda, biar Aydin saja yang merawat Ayah ya. Pinjam minyaknya” kata Aydin sambil merebut minyak kayu putih ditangan Naya


“Pintarnya anak Bunda…” ucap Naya senang melihat Aydin yang begitu peduli dengan keluarganya


“Ini untuk diapakan Bunda ? apa untuk ditumpahkan ke badan Ayah ?” Tanya adyin melihat punggung Derya yang kini tidak mengenakan apapun


“Ops, maaf Ayah. Aydin sudah menumpahkannya” ucap Aydin menunduk


“Yaaah, nanti Ayah kepanasan bagaimana dong ?” kata Derya khawatir


“Justru itu lebih baik Mas, jadi nanti Badan Mas akan hangat dan nyaman” ucap Naya yang kini sudah duduk disamping Derya


“Sini biar Naya ratain pakai kerokan” ucap Naya sambil mulai mengerok punggung Derya yang sudah licin karena minyak kayu putih


“Aduh sayang pelan-pelan” batin Derya mencoba menahan sakit, karena sebenarnya badannya tidak apa-apa


“Kenapa tidak merah ya Mas ? Apa Naya kurang kencang mengeroknya ?” Tanya Naya


“Anu, tidak,,, tidak kok sayang. Ini sudah enakan, sudah pas” ucap Derya menghentikan Naya menambah tenaga pada kerokannya


“Alhamdulillah kalau mulai enakan” ucap Naya lanjut mengerok punggung Derya


“Aydin, Aydin juga mau bantu Bunda” ucap Aydin yang tadi memperhatikan


“Aydin pijitin kaki Ayah saja ya sayang” ucap Naya


“Baik Bunda…” ucap anak mochi sambil antusias menuju kaki Derya


“Waah, kaki Ayah banyak rambutnya. Lucu…” gumam Aydin yang kagum melihat bulu kaki Ayahnya


“Hihihi, kenapa keriting seperti ini ya ? Aydin lurusin ah” ucap anak mochi sambil menarik bulu kaki tersebut


“Aduh, Aydin itu bulu kaki Ayah jangan ditarik” kata Derya terkejut karena bulu kakinya ditarik tiba-tiba

__ADS_1


“Maaf Ayah, Aydin hanya ingin meluruskan bulu kaki Ayah yang keriting” ucap aydin takut Derya marah


“Itu,,, itu tidak apa-apa jika keriting. Biarkan saja ya…” kata Derya mendapat double kill akibat kerokan dan tarikan bulu kaki


“Baik Ayah, aydin lanjut pijit kaki Ayah ya…” ucap anak mochi kembali melanjutkan tujuan awalnya.


Naya yang melihat anak mochi penuh ide itu hanya tersenyum merasa bahagia dengan tumbuh kembang anak mochi sekarang.


“Aiish, ini semua gara-gara Anton badaku malah berbelang dan sakit seperti ini” gumam Derya yang hanya bisa pasrah dengan bentuk perhatian yang didapatkannya


#Plan two (Tetooot…)


***


“Ada plan C tidak Ton ? dua rencana yang kamu sebutkan tadi presentasi keberhasilannya hanya sekitar 60%. Aku ingin presentasi yang lebih tinggi” ucap Derya yang masih menunggu rencana selanjutnya


“Hm,,, cara terakhir yang menurut saya berhasil adalah Bos harus bekerjasma dengan cabang bayi yang ada diperut Naya. Gunakana mata batin anda bos ! kan itu hasil kecebong anda” ucap Anton


“Jangan panggil kecebong ! kamu panggil AK aja Ton ! kecebong hanya untukku” ucap Derya mengomentari panggilan Anton


“Iya, iya bos… gimana udah cukupkan sampai plan c “ kata Anton kembali ketopik utama


“Tunggu, maksudnya mata batin yang seperti apa ?” Tanya Derya


“Bos coba berkomunikasi dengan AK diperut Naya, puji dia, sanjung dia, biar bisa bekerjasama dengan Bos ! jadi nanti Naya bakalan ngidam buat mau tidur berdua sama bos. Tapi ini lagi-lagi faktor keberuntungan Bos, semoga saja anda beruntung !” ucap Anton


“Apa yang harus kulakukan agar Baby cebong mau bekerjasama ?” Tanya Derya


“Ya, bos elus perut Nayalah, coba kontak sedekat mungkin, dan yang pasti banyak berdo’a bos biar berhasil ! Good luck. By,by, bos… saya lagi jadi guru privet nih…” ucap Anton mengakhiri telephone


“Hm…” sahut Derya


“Eist, tunggu bos… jangan lupa ya piti nya, hehehe…” ucap Anton cengengesan


“Ya, sudah sana ! Saya tau kamu itu sedang pdkt, makanya tidak ingin diganggu kan?” kata Derya menebak


“Hehehe, bos memang terbaik... Kita kan sudah bisa pakai komunikasi batin ya gak bos” ucap Anton


“Terserah kamu. Dah sana !” ucap Derya tak peduli, dirinya mulai memikirkan apa yang harus dia lakukan untuk rencana ketiga ini agar berhasil


“Assalamu’alaikum Bos…” ucap Anton


“Wa’alaikumsalam” sahut Derya


“Tut…” Telponpun berakhir


.


.


.


See you next episode ya 😉~~~


So guys, kira² plan ke 3 berhasil gak ya ???


Apakah keberuntungan berpihak pada Derya 🤭


Author minta maaf ya baru bisa up sekarang 🙏 soalnya tugas othor pada menyerbu dihari yang bersamaan, kan tak kuase othor buat nulis story jadinya 😁

__ADS_1


Note : Buat yang kurang mengerti alurnya di eps ini. jadi sikonnya itu si Derya menelphone Anton cuma sekali aja, tapi author potong² sama penerapan rencana yg dikasih Anton. Jadi gini, Derya nelphone Anton kasih 3 plan, tapi author ceritakan selang seling biar tidak ada rahasia di antara kita 🤣


__ADS_2