
Mentari masih saja terik, namun hal itu tidak melunturkan semangat double K menjalankan tugas pertama mereka.
“De Ila, angan” ucap Kivanc sambil menadahkan tangannya
“Untuk apa abang ?” Tanya Kila sambil meletakkan tangannya di atas tangan Kivanc
“Ila angan jauh-jauh, nanti teltinggal” ucap Kivanc kemudian kembali berjalan sambil menggandeng Kila
“Hm, panas sekali bang. Kenapa tadi kita tidak memakai payung” ucap Kila sedikit mengeluh
“Iya ya, kenapa matahlinya tidak belsembunyi di awan ?” ucap Kivanc sambil memandang langit
“Cilaaaau Ila” ucap Kivanc sambil menutup matanya dengan tangan yang satunya
“Abang, dimana uang abang ?” Tanya Kila
“Nih uang Ivan” ucap Kivanc sambil menyodorkan tangannya yang kini tidak berisi apa-apa
“Tidak ada Abang” ucap Kila
“Hah, dimana ? mana uang Ivaan ?” Tanya Kivanc sambil menoleh kesana kemari
“Tadikan ada ditangan abang, kemana abang menyimpannya ?” Tanya Kila
“Idak ada De Ila, Abang idak menyimpannya kemana-mana” ucap Kivanc mulai sedih
“Hm, sepertinya terjatuh dijalan bang. Ayo kita berbalik sebentar mencari uang yang jatuh” ajak Kila
“Hm, tapi es dogel udah didepan de Ila” ucap Kivanc yang kecewa karena tidak bisa segera makan es doger
“Kita tidak bisa beli jika tidak ada uang abang” ucap Kila
“Hm, baiklah. Ayo kita cali uangnya” ucap Kivanc terpaksa
“Abang masih ingat tidak, abang tadi pegang uangnya sampai mana ?” Tanya Kila
“adi waktu didepan lumah Om Umis ada meong, Kita main sama meong” ucap Kivanc
“Apa hilangnya disitu Bang ?” Tanya Kila
“Iya, sepeltinya meong yang ambil uang Ivan” ucap Kivanc pasti
“Abang jangan menuduh sembarangan, nanti meongnya sedih kalau abang salahkan” ucap Kila
“Em, nah itu meongnya” ucap Kivanc sambil menunjuk kucing yang ada dibawah pohon manga Pak Kumis
“Meong” ucap double K menghampiri kucing yang berteduh tersebut
“Apa meong melihat uang Ivan ?” Tanya Kila
“Meongkan yang ambil uang Ivan ?” Tanya Kivan langsung mengintrogasi
Sementara double K sedang berdebat dengan kucing, seseorang tengah menahan rasa gatal karena digigit semut
“Huuuh,,, Lah itu kenapa balik lagi sih ? bukannya bang es doger udah deket ya ?” ucap Anton yang ngos-ngosan karena berlari mundur agar tidak ketahuan
__ADS_1
“Pada ngapain lagi ngomong ama kucing ?” gumam Anton sambil terus memperhatikan
“Aduh, nih semut gak bisa apa nyari mangsa yang laen aja” ucap Anton sambil menyapu tangan dan kakinya yang tidak tertutup kain
“Meong jangan sembunyiin uang Ivan, Ivan mau beli es dogel” ucap Kivanc marah-marah
“Abang kata Bunda kita tidak boleh marah-marah, nanti keriput” ucap Kila mengingatkan abangnya
“Uang ? apa uang yang gue temuin dijalan tadi ya” batin Anton, sambil mengingat beberapa menit sebelum kejadian
“Waah, rezeki nomplok nih. Lumayan 20 ribu buat beli nasi padang sama es the” ucap Anton sambil mengantongi uang tersebut, sebba dilihatnya disekitar tidak ada orang lain.
“Eh mana tadi si bos kembar ?” ucap Anton kemudian terus mengikuti, kembali saat ini kedua anak itu masih saja berdebat dengan kucing
“Hm, by by nasi padang. Sepertinya malam nanti aku akan makan rendang dan telor mata sapi lagi” batin Anton yang mengingat istrinya hanya bisa memasak telor dan mie instan
Antonpun dengan terpaksa meniupkan uang tadi kearah si kembar. Berharap mereka segera menyadarinya dan kembali ketugas mereka
“Hm, kenapa tidak menoleh juga. Itu uangnya ada dibelakang kalian” batin Anton gemas
“Meong,,, meong,,,” ucap Anton meniru suara kucing agar mereka menoleh kebelakang
“Meong ?” ucap Kivanc langsung menoleh kebelakang
“De Ila, ini uang Ivan… Yeeey Ketemuuu !” teriak Ivan senang
“Yeeey !” ucap Kila juga ikut senang
“Uang Ivan ketemu…. Yeeey,,, yeeey,,,” ucap Kivanc sambil berjoget
“Aiiih ! siapa yang menganggu siang bolong begini ?” tengok seorang pria paruh baya sambil mengelus kumisnya
“Om Umiiis… Haaaai “ sapa Kivanc sambil melambaikan tangannya
“Si Kembar, kenapa kalian jalan berdua saja ?” Tegur Om Kumis
“Kami ingin membeli es doger didepan Om, Bunda sudah ijinin kok” jawab Kila
“Haih, orang tua muda jaman sekarang. Kenapa anak dibiarkan keluyuran sendiri. Saya telephone Bunda kamu dulu” ucap Om Kumis
“Kraaak !!!” Suara dahan patah
“Sssshht, ada saya Pak. Mereka sedang melakukan tugas pertama mereka” Kode Anton dengan bahasa Isyaratnya
“Oh, kalian hati-hatilah. Lekas pulang, Bunda kalian pasti khawatir !” ucap Om Kumis sedikit memahami kode Anton yang kembali bersembunyi dibalik rerumputan
“Baik om Kumis, dadah” ucap double K sambil melambaikan tangan
Langkah kakipun kembali berjalan menuju penjual es doger, double K masih berpegangan tangan atas saran Kivanc.
“Abang, uangnya sini biar Kila simpan” ucap Kila
“Ini de Ila, abang tidak unya saku” ucap Kivanc menyerahkan uangnya
Kini tibalah mereka didepan penjual es doger, wajah mereka bahkan tidak terlihat oleh penjual yang sedang duduk santai diatas kursi.
__ADS_1
“Abaaang es dogeelll beli…” ucap Kivanc
“Abang beliii” ucap Kivanc lagi yang berteriak dari balik motor dan gerobak es doger
“Bang, beli es doger 3” ucap Kila berjalan mendekati abangnya
“Oooh, makhlus halus ternyata. Saya kita setan yang teriak-teriak. Hehehe” ucap abang es doger segera berdiir dan membuatkan es doger mereka
“Mau yang besar atau kecil de ?” Tanya sang penjual
“Em, uangnya segini cukup bang ?” Tanya Kila mengeluarkan semua uangnya
“Oh, kalau segini yang besar cukup Neng. Tunggu ya” ucap si abang segera membuat es doger
“Berduaan aja de, gak sama orang tuanya ?” Tanya si abang yang curiga dengan gerak gerik di semak
“Iya bang, Bunda sedang tidak enak abdan” ucap Kila
“Iya bang, ade ecil ndak mau jalan-jalan ata Unda” ucap Kivanc
“Oooh, apa perlu saya temani de. Bahaya jika anak kecil keluyuran sendiri” ucap si abang yang melihat pergerakan Anton yang mencurigakan
“Paaak, syuut… saya om nya” Anton yang muncul dari balik semak sambil memberikan kode seperti itu
“Eh, hantu….” Ucap si abang yang kaget karena Anton muncul
“Enapa bang ?” Tanya Kivanc yang melihat si abang tertumpanh membuat es doger ke plastik
“Tidak ada de. Nah ini esnya ya. Hati-hati membawanya” ucap Abangnya menyerahkan tiba bungkus es doger
“Makasih bang, ini uangnya” ucap Kila
“Pas ya de, tiga puluh ribu. Makasih” ucap si abang menerima dengan ramah
“Ama-ama bang” ucap Kivanc
“Ayo de,” ucap Kivanc lagi menggandeng tangan Kila dan sebelahnya membawa es doger
“Abang kuat bawanya ?” Tanya Kila
“Hm” ucap Kivanc mengangguk pasti
Setelah perjalanan panjang akhirnya mereka tiba dirumah dan berhasil menyelesaikan tugas pertama mereka…
“Haaaah, akhirnya sampai juga” ucap Anton yang telah berjuang menjadi mata-mata sejati
.
.
.
See you next episode ya 😉~~~
Jangan lupa tinggalkan jejak 👣
__ADS_1