I Want Bunda

I Want Bunda
Ternyata


__ADS_3

Nayapun masuk kedalam kamarnya dan menunggu suaminya datang kembali, dirinya sudah menanggalkan pakaian musim dingin tadi dan kini siap untuk tidur dengan nyenyak.


“Sayang” ucap Derya yang baru saja masuk


“Hm…” respon Naya mengantuk


“Tungguin Mas” ucap Derya segera masuk kedalam selimut


“Mas, ganti baju dulu atuh. Cuci kaki sama muka” ucap Naya


“Tunggu ya jangan tidur” ucap Derya segera bergegas


“Hem” gumam Naya


“Sayang, kenapa pintu kamar mandi kamu biarkan terbuka” ucap Derya yang baru saja kembali


“Naya belum ada kekamar mandi mas setelah datang, Naya cuci kaki dan muka dibawah tadi” ucap Naya kembali membuka mata


“Kita cek cctv yuk yang” ajak Derya sambil mengambil tab miliknya


“Ayo mas, mana ?” ucap Naya yang tidak jadi tidur lalu duduk dan mendekat kepada Derya


“Sayang sini, deket-deket lagi” ucap Derya merangkul Naya dan mendekapnya ke dada bidang miliknya


“Hm, mana mas ?” ucap Naya yang pasrah


“Lihat, ini anak-anak bukan ?” ucap Derya


“Iya, mereka terbangun ternyata” ucap Naya


“Hahaha, lihatlah Kivanc malah bersembunyi dibelakang Kila” Derya terkekeh menertawakan anaknya


“Ternyata kita masih kurang ya Mas dalam mendidik anak, Kivanc anak cowo seharusnya lebih berani daripada adiknya” ucap Naya mulai mengevaluasi diri


“Kepribadian Kivanc memang begitu sayang, dia sebenarnya pemberani dan penasaran dengan banyak hal. Namun caranya saja yang nampak lucu seperti itu” ucap Derya


“Iya Mas, tapi orang yang melihatnya pasti mengira jika Kivanc itu anak penakut” ucap Naya sedikit sedih


“Sayang, jangan berucap seperti itu. Kata kamu ucapan adalah do’a dan kamu jangan terlalu memerpdulikan kata orang, mereka tidak tau bagaimana sifat asli anak kita.” Ucap Derya menenagkan


“Ya mas, maaf. Oh ya Naya penasaran kenapa mereka berakhir didapur seperti itu” ucap Naya yang merasa nyaman dipelukan Derya


“Sama, mas juga penasaran” ucap Derya segera mengatur cctv dijam sebelum mereka tiba


“Lihatlah sayang, mereka berjalan seperti itu dengan sapu dan pel yang diseret. Haha… siapa yang mengajarkan itu” ucap Derya

__ADS_1


“Hehe, iya Mas. Sepertinya mereka gagal dengan misi mereka karena tergoda dengan selai coketat diatas meja” ucap Naya yang juga ikut tertawa melihat anaknya yang menggemeaskan


“Entah apa tujuan mereka, tapi ini menyenagkan sayang. film sebelum tidur untuk kita” ucap Derya


“Iya Mas, nanti pagi mereka pasti akan cerita” ucap Naya


“Kalau begitu ayo kita tidur” ucap Derya mematikan tabny, kemudian membaringkan Naya


“Selamat tidur sayang, jangan lupa berdo’a. Cup…” ucap Derya kemudian mengecup kening istrinya


“Selamat tidur, Mas juga jangan lupa berdo’a” ucap Naya yang mulai memejamkan mata


“Ya sayang” ucap Derya yang masih betah menatap wajah istrinya


“Terimakasih, termakasih ya Allah atas segala kebahagiian yang kau berikan padaku dan keluargaku. Aku akan menjaga mereka dengan segenap jiwa ragaku” batin Derya sambil memandang wajah istrinya


“Terimakasih sayang, sudah hadir dikehidupanku” gumam Derya kembali mencium kening istrinya dan kemudian terlelap sambil memberi kehangatan dengan memeluk Naya


Malampun berganti menjadi pagi hari, walaupun tadi malam mereka tidur sangat larut namun Naya tetap bangun subuh untuk melaksanakan kewajibannya.


“Mas, bangun” ucap Naya lembut


“Sayaang ayok bangun” ucap Naya lagi sambil menepuk pelan bahu Derya


“Hm…” respon Derya sambil menggeliat


Sementara itu, Double K juga mulai membuka mata mereka.


“Hoaam, celamat agi Ila” sapa Kivanc yang bangun lebih dulu


“Hah, Ipan cudah dikamal ? ciapa yang angkat ipan ?” Tanya Kivanc


“Hoam, ada apa abang ?” Tanya Kila yang juga sudah terbangun


“Ita cudah dikamal De, apa Ade Ila angkat abang ?” Tanya Kivanc


“Tidak, Kila mana bisa angkat abang” jawab Kila


“Oh ya, Unda dan Ayah dilucik !” kata Kivanc teringat kejadian malam tadi sambil menepuk dahinya


“Ayo kita periksa kamar Ayah Bunda bang” ajak Kila


“Yuk !” ajak Kivanc sampai lupa memakai sandal rumahnya


“Tok,,, tok,,,tok,,, Unda… Ayaaaah…” ucap Kivanc dengan nyaring

__ADS_1


“Ceklek” kamar pintu terbuka


“Undaaa,,, Ayaaah…. Hiksss,,,, cukullah Unda dan Ayah tidak dilucik” ucap Kivanc sambil memeluk Naya yang membuka pintu


“Ayah dan Bunda tidak apa-apakan ?” Tanya Kila juga ikut memeluk Naya


“Iya Ayah dan Bunda baik-baik saja. Bunda tidak diculik sayang” ucap Naya membalas pelukan sang anak


“Hoeekk,,, ada apa ?” Tanya Derya yang baru saja keluar kamar mandi


“Anak-anak Mas, ternyata mereka mengira kita diculik” ucap Naya


“Ahahaha, pantas saja mereka membaca sapu dan pel dengan mengendap-endap malam tadi,, hoeekkkkk…” Derya kembali masuk kamar mandi karena pagi ini dirinya merasa mual


“Ayah dan Bunda tau jika kami mencari kalian ?” Tanya Kila


“Iya sayang, maaf ya Bunda dan Ayah tidak pamit dengan kalian tadi malam. Sehingga kalian menjadi salah kira seperti itu” ucap Naya sambil mengelus rambut mereka


“Tuuuh kan benel, Ipan idak calah. Ada olang buka pintu” ucap Kivanc


“Kalian sudah cuci muka dan mandi sayang ?” Tanya Naya tersenyum lembut menatap muka bantal double K


“Belum” jawab keduanya sambil menggeleng


“Kalau begitu Kivanc dan Kila mandi dulu yuk sama Bunda” ucap Naya mengajak kedua


“Let go Unda” ucap Kivan sambil menggandeng tangan Naya dengan semangat


“Mas, Naya kekamar K dulu ya. Mau mandiin mereka” ucap Naya memberitahu


“Siip sayang, nanti buatkan wedang jahe ya. Mas mau minum yang anget-anget” ucap Derya yang mengeluarkan kepalanya dari balik pintu kamar mandi


“Iya mas” ucap Naya kemudian merekapun menuju kamar double K


“Oh ya, Bunda mau memeriksa kak Aydin dulu ya. Kalian lepas baju sendiri bisakan sayang ?” ucap Naya


“Ciap Unda” ucap Kivanc memberikan dua jempolnya


“Anak Bunda dan Ayah memang pintar” ucap Naya tersenyum hangat


.


.


.

__ADS_1


See you next episode ya guys 😉~~~


Jangan lupa tinggalkan jejak 👣


__ADS_2