I Want Bunda

I Want Bunda
Episode 39


__ADS_3

"Hiks,,,hiks,,,” Aydin yang ada disamping Naya mulai menangis


“Aydin, kamu kenapa sayang ?” kata Naya langsung mesejajarkan tinggi dengan Aydin dan memeluknya


“Apa anak mochi ini indigo ya ? bisa melihat sesuatu yang kasat mata” batin Naya sambil menenangkan Aydin, dia bingung dengan Aydin yang tiba-tiba menangis


“Sayang, udah ya jangan Nangis. Kamu kenapa sih ? bilang sama Bunda, kamu melihat sesuatu ?” tanya Naya


“Hiks,,, Aydin,,, Aydin anak Bunda,,, hiks,,, kenapa Bunda menyebut Aydin adik ?” kata Aydin menjelaskan alas an dia menangis


“Astagfirullah,,, maaf ya sayang kalau kata-kata Bunda bikin Aydin sedih. Tapikan itu kebenarannya Bunda bukan Bunda Aydin yang sebenarnya” kata Naya mencoba menjelaskan agar Aydin tidak menganggap Naya adalah Bunda sungguhan, karena tidak mungkin baginya untuk selalu bersama Aydin.


“Bunda harus jadi Bunda Aydin, hiks,,,” kata Aydin mulai menghentikan tangisnya


“Ya kalau Aden ingin Nak Naya menjadi Bunda den Aydin yang sesungguhnya Tuan Derya harus menikahi dengan Nak Naya ini den…” kata sang Kakek yang memahami keinginan Aydin untuk Naya menjadi Bundanya


“Iya, Bunda harus menikah dengan Ayah. Pokoknya itu harus, Aydin mau itu sebagai hadiah ulang tahun Aydin 3 hari lagi” rengek Aydin setelah mendengar perkatan kakek Sholeh


Aydin tidak tau apa itu menikah, namun yang jelas dia ingin Ayah dan Bundanya Naya saling dekat dan selalu bersama Aydin, rencana Aydin yang sedang berjalan inipun juga bertujuan untuk itu, untuk membuat Ayah dan Bundanya menjadi lebih dekat.


“Anu,,, katanya tadi mau mencari selimut peninggalan Bunda kandung Aydin. Udah ya jangan menangis lagi, nanti kita kemalaman mencarinya” kata Naya mengalihkan pembicaraan


“Hm,,,” sahut Aydin sambil berusaha menghentikan tangisannya


“Kakek sholeh tau tidak dimana barang-barang peninggalan ibu kandungnya Aydin, siapa tau disana ada selimut yang dicari Aydin kek” tanya Naya


“Oh, barang-barang peninggalan nyonya ada digudang bawah Neng. Mari saya antarkan” kata kakek sholeh kemudian berjalan didepan


“Makasih kek, oh ya Naya bingung kenapa dirumah ini sepertinya pegawai baru semua ? seperti bi Ira tidak tahu apa-apa tentang ibu kandung Aydin” tanya Naya saat mereka berjalan menuju gudang yang dimaksud


“Setiap orang pasti memiliki masa sulitnya sendiri…itulah yang membuat tuan sangat selektif dalam memilih orang yang ada dilingkungannya Neng” jawab Kakek Sholeh


Naya hanya terdiam, bingung harus merespon apa. Sepertinya masalah yang dihadapi bosnya itu sangatlah berat, sehingga sangat sulit bagi seseorang yang mengetahuinya untuk menceritakan kembali.


“Nah ini dia Neng, kita sudah sampai…" kata kakek sambil mengambil banyak kunci yang ada disakunya, sang kakek sedang sibuk mencocokan kunci untuk bisa membuka pintu


Nampak dihadapan mereka saat ini sebuah bangungan yang sederhana namun tetap terlihat elegan. Tidak terlalu besar tapi terlalu mewah jika disebut gudang, bangunanya juga bersih dan terawat.


“Hehe,, becanda ya ? ini disebut gudang ? apa kabar dengan rumah ku dikampung yang lebih sederhana dari ini “ batin Naya sambil melihat bangunan yang katanya gudang ini

__ADS_1


“Nah, Alhamdulillah sudah terbuka. Ayo neng masuk,,,” ajak kakek sholeh setelah berhasil membuka pintu


Naya dan Aydinpun melangkahkan kakinya masuk kedalam gudang, Nampak rak-rak tersusun dengan rapi berisi berbagai barang antik dan jadul.


“Ini sih bukan gudang kek, ini museum “ kata Naya kagum dengan apa yang dilihatnya


“Hehe,,, iya Neng. Kakek juga setuju, tapi gudang yang saya maksud ada dibawah sana” tunjuk kakek ke sebuah tangga menuju kesuatu ruangan yang ada dibawah


“Oh, jadi ini ruangan memang untuk menempatkan koleksi ya kek ?” tanya Naya


“Iya neng, kadang kakek juga tidur disini menjaga barang-barang ini” jawab kakek karena memang ada sebuah kamar disini untuk kakek tidur


“Mari kita kebawah” ajak sang kakek dan menyalakan lampu diruang bawah tersebut


“Nah, ini kumpulan barang-barang tentang nyonya Neng, Eneng bisa cari disekitar sini…” kata kakek menunjukkan beberapa tumpuk barang yang memang nampak jika itu milik seorang wanita.


“Terimakasih banyak kek” kata Naya tulus


“Bunda, ayo cari selimutnya…” ajak Aydin yang saat sampai sudah mulai celingak-celinguk melihat barang-barang disana


“Baiklah ayo sayang…” kata Naya yang kini juga sudah mulai melihat beberapa barang disana


“Hachimmm,,, hachimmm,,,” suara Aydin yang bersin-bersin


“Bunda,,, hachim,,, Aydin tidak tahan dengan debu disini. Udaranya juga tidak nyaman” kata Aydin menjelaskan ketidak nyamanannya berada didalam ruangan ini


“Kalau begitu Aydin naik keatasa saja ya Sayang, biar Bunda saja yang mencari selimutnya… Kakek sholeh bisa temani Aydin tidak kek ? biar Naya saja disini ” kata Naya kwatir dengan Aydin yang bersin


“Tapi,,, hacimm,,, hachimm,,, apa Bunda tidak apa-apa disini sendirian ?” tanya Aydin


“Iya sayang, sudah kamu cepat naik ya. Terus minum obat alerginya,,,” kata Naya. Naya hanya ingin menyelesaikan tujuannya kesini secepat mungkin sebelum Derya datang


“Baik Bunda,,, hachim,,, Aydin keatas duluan ya, hachim…” kata Aydin sambil memeluk Naya


“Iya sayang, udah cepat minum obatnya ya,,,,” kata Naya mengusap sepentar kepala Aydin


“Baik Bunda, dadah…” kata Aydin yang masih enggan meninggalkan Naya sendirian. Tapi apa boleh buat, karena memang dia alergi dengan debu dan juga rencananya tidak akan berhasil jika dirinya tetap berada disitu


***

__ADS_1


Sedangkan dirumah utama sedang diributkan dengan kedatangan Derya yang meneriakkan nama Aydin dan membuka dengan kasar pintu-pintu yang ada dirumah tersebut…


“AYDIIIINNN… DIMANA KAMU ???” teriak Derya sambil membuka pintu kamar Aydin


“Aydiiiinnnn…” teriak Derya tidak sabar ingin menemukan anaknya yang tidak patuh karena kembali kerumah tanpa sepengetahuannya


“Dimana anak itu ?” geram Derya yang tida menemukan Aydin dimana-mana


“Se,,selamat sore tuan ? ada apa tuan ?” tanya bi Ira yang segera menghampiri saat mendengar teriakan Derya


“Dimana Aydin ? kemana dia ? kenapa tidak ada dirumah ?” tanya Derya dengan tidak sabar


“Aden muda anu,,, sepertinya ada digudang tuan “ jawab bi Ira


“Aaaishhhh,,, kenapa dia kesana ? dia alergi debu ! apa kamu tidak tahu hah !!! kenapa kamu tidak melarangnya !!!” kata Derya berdecis semakin kesal


“Apa yang dicari anak itu disana ? “ kata Derya sambil melajukan langkahnya menuju gudang


“Aydiiinnnn…. Apa yang kamu lakukan disini ???” teriak Derya ketika sampai di bagunan yang didatangi Naya dan Aydin tadi


“Aydin,,, dimana kamu ?” teriak Derya lagi yang tidak menemukan Aydin diruang atas


“Kamu ada dibawah kah ? Apa yang kamu lakukan disana ? kamu itu alergi debu Aydin, disana pasti berdebu…” oceh Derya sambil berjalan keruang bawah karena melihat lampu disana menyala


Naya yang sedang sibuk mencari selimut mendengar teriakan Derya, dia segera bersembunyi diantara barang-barang yang ada disana. Berharap Derya tidak menemukan keberadaanya…


“Aydin, cepat kemari…” tarik Derya saat melihat sebuah tangan. Lampu disana tidak terlalu terang sehingga tidak bisa melihat dengan terlalu jelas


“Arghhh…” teriak Derya


.


.


.


.


.

__ADS_1


Episode ini masih pemanasan ya 🤭, Deryanya masih belum meledak ke Naya... wkwk...


See you next episode 😉~~~


__ADS_2