I Want Bunda

I Want Bunda
S2_ Melamar


__ADS_3

“Yeeaay, aciiik… de Ila, Nia dan onty calah jadi julinya ya. Yang menang anti dibelikan om Anton esclem !” ucap Kivanc bersemangat


“Eeeeeh ?” ucap Anton kaget


“Satu,,, dua,,, tiga…” teriak Kila dan Sarah memulai perlombaan


“Mulai !!!” ucap mereka dan dengan segera Anton, Kivanc dan Aydin berlomba memanjat dinding masih-masing


“Semangat, semangat, semangat Aydin…” ucap Sarah memberi semangat


“Semangat kak Aydin” ucap Kila dan Niapun juga ikut memberi semangat sambil bertepuk tangan


“Huuh,, cenapa idak ada yang cemangatin Ipan cih ! Cemangat Ipan” ucap Kivanc menyemangati diri sendiri agar menang


“Yeay, kak Aydin first !” ucap Kila senang


“Yeaa, Ipan nomer dua !” teriak Kivanc senang kemudian dengan senang segera melepas pegangannya dan turun dengan tali


“Abang, awaaaas !” ucap Kila meneriaki Kivanc


“Hah ? cenapa ?” tanya Kivanc sambil ke menoleh kebawah


“Niaaa…” teriak semua orang karena melihat Nia yang berjalan mendekati dinding Kivanc untuk mengambil sesuatu


“BRUUUK !” Kivanc membuang diri jauh-jauh sebelum jatuh kelantai untuk menghindari Nia, sedangkan ada orang lain yang juga jatuh untuk mengamankan Nia


“Kamu tidak apa-apa sayang ?” tanya wanita itu khawatir


“Tidak apa-apa teh, kenapa teteh memeluk Nia ?” tanya Nia bingung


“Kamu hampir saja tertimpa Kivanc yang turun Nia, memangnya Nia kenapa mendekat kedinding ?” tanya Teh Santi


“Nia lihat permen Kivanc jatuh jadi ingin menyimpankannya untuk dikembalikan” ucap Nia memberitahu


“Baiklah, lain kali hati-hati ya sayang” ucap Santi kembali memeluk Nia dengan hangat


“Maap Nia, Ipan idak tau jika ada Nia dibawah” ucap Kivanc segera minta maaf setelah tali dilepas


“Tidak apa, ini permen Kivanc yang jatuh” ucap Nia mengembalikan yang dia pungut


“Terimakasih, tapi itu untuk Nia saja. Ipan macih punya kok” ucap Kivanc mengeluarkan sebuah permen lagi


“Terimakasih” ucap Nia tersenyum dengan bahasa isyaratnya


“Kalian tidak apa ?” tanya Bram mendekat


“Ayaaaah..." ekspresi Nia dengan senang dan segera memeluk Bram


“Terimakasih San, sudah melindungi Nia” ucap Bram tulus dia sempat melihat kejadian tadi sebelum akhirnya tersusul


“Iya Pak, sudah tugas saya untuk menjaga dan melindungi Nia” ucap Santi, Bram yang mendengar jawaban Santi hanya tersenyum


“Abang tidak apa ?” tanya Kila mendekati Kivanc


“Tidak apa, kan abang kuat de Ila” ucap Kivanc sambil memperlihatkan ototnya


“Benar tidak ada yang sakit Van ?” tanya Sarah sambil membolak-balikkan tubuh ponakannya itu


“Iya aunty, Ipan idak apa” ucap Kivanc sambil membuka bungkus permen


“Kivanc, kita dilarang makan disini” ucap Aydin segera merebut permen ditangan Kivan

__ADS_1


“Iiih, Kak Ay pelmen Ipan” ucap Kivanc ingin merebut


“Bleee,,, sini ambil jika mau permen” ucap Aydin seger berlari dan menjauh


“Ka Aaaaay !!!!” ucap Kivanc segera mengejar, sementara itu diberitakan bahwa seekor monyet tidak berhasil memanjat dengan cepat dan dikalahkan oleh anak king…


“Huufff,,, apa masih jauh ya ?” ucap Anton sambil menatap keatas tombol yang harus di tekan


“Ayang apa masih lama ?" Tanya Sarah dari bawah


"Dikit lagi yang" ucap Anton berusaha


"Haduuh ayang kok lama banget sih, masa kalah sama anak kecil" ucap Sarah mengeluh


"Beda yang dipanjat ayang, kalau manjatnya kamu mah aku pasti gercep" ucap Anton


"Maksudnya yang ?" tanya Sarah


"Diem disana aja yang, tungguin aku" ucap Anton malas untuk menjelaskan


"Iyadeh, Sarah tungguin disini. tapi cepet ya !!!" pinta Sarah


"Iya,,, iya,,," ucap Anton


Kembali pada calon keluarga baru, Bram dan Santi sedang menemani Nia bermain. Mereka dengan senang hati menyelimuti Nia dengan kasih sayang dan perhatian. Kila bersama Sarah masih setia menanti Anton dan anak itik masih berkejaran dengan anak mochi.


Namum diluar area bermain beberapa orang tengah sibuk menyiapkan sesuatu.


"Mas apa ini tidak berlebihan ?" tanya Naya melihat buket mawar merah besar dan hiasan balon serta kelopak mawar


"Bram menyerahkan semuanya ke kita, jadi menurut Mas ini tidak berlebihan sayang, jika kau menginginkannya juga nanti Mas siapkannyang lebih besar" ucap Derya


"Tidak perlu Mas, Naya sudah puas dengan semua yang mas lakukan" ucap Naya tersenyum tulus


"Kan kata Naya tidak perlu mas" ucap Naya bingung


"Sayang cincin ini dimana kita meletakkannya ?" tanya Derya mengalihkan pembicaraan


"Hm, jika ada meja lebih baik kita letakkan semuanya disana mas" ucap Naya teralihkan


"Baiklah Mas akan minta pada pengelola tempat untuk ambilkan meja" ucap Derya kemudian berlalu memanggil manajer tempat itu


"Permisi Bu Naya, biolanya sudah sampai" ucap Laila baru saja datang, dia bertugas menari biola untuk acara


"Terimakasih La, apa kau bisa memainkannya ?" tanya Naya


"Tidak, Laila tidak bisa main ini" ucap Laila


"Hm,,, saya juga tidak bisa memainkannya" ucap Naya sambil berpikir


"Jadi apa biolanya tidak jadi dipakai Bu ?" tanya Laila kebingungan harus dikemanakan


"Terpakai La, sepertinya saya sudah tau siapa yang akan memainkan biola ini" ucap Naya


"Siapa bu ?" tanya Laila


"Monyet serbaguna yang masih tergantung disana itu" tunjuk Naya pada Anton


"Monyet ?" tanya Laila bingung


"Haha, sudahlah kau tidak perlu terlalu memikirkannya. Mari kita susun makanan disana" ucap Naya kembali menyiapkan perlengkapan acara

__ADS_1


Merekapun melanjutkan menata ruangan untuk acara dadakan ini, walaupun dadakan namun nampak terlihat rapi dan mewah seperti dilakukan WO terkenal. Semua ini terjadi karena WO nya bukan sembarang orang, dia adalah Derya sang overprotektif kerapian.


"Apa masih ada yang kurang ?" tanya Derya saat sudah kembali


"Sudah siap semua Mas, tinggal nunggu pemain biolanya turun" ucap Naya


"Siapa sayang ?" tanya Naya


"Nah itu dia orangnya" ucap Naya menunjuk sepasang insan yang keluar dari area permainan


"Ooh, biar mas panggilkan. Ton kemari !" ucap Derya memanggil


"Waaah ada apa ini bos ? Acara kejutan untuk ulang tahun saya kah ? tapi ulang tahun saya bulan depan bos" ucap Anton GR


"Bukan, ini untuk Bram dan Santi. Kau bertugas memainkan biola saat acara,bisakan ?" ucap Derya


"Berapa honornya bos ?" tanya Antin tertarik jika itu menambah pundi-pundi uangnya


"Tanya dengan Bram saja nanti, tapi kau bisakan ?" tanya Derya sekali lagi


"Tidak, hehehe... tapi saya punya ide" ucap Anton tidak menyia-nyiakan kesempatan


"Bagaimana ?" tanya Derya menaikkan satu alisnya menatap ragu


"Begini" ucap Anton sambil mengeluarkan ponselnya lalu menyetel lagu dengan instrumen biola dan meletakkannya dibawah biola


"Cara kau memegangnya nampak aneh" komentar Derya


"Kalau begini gimana bos, sudah seperti Violinis ahli bukan ?" tanya Anton setelah meletakkan handphonenya dibahu kemudian di tutupi dengan biola


"Masih jauh..." komentar Derya dingin


"Nah itu yang punya acara udah keluar" ucap Anton menunjuk Bram, Nia dan Santi serta para kurcaci mengikuti dibelakang


"Acara apa ini Pak ?" tanya Santi bingung


"Mari kita mendekat" ucap Bram menggandeng tangan Santi


"Eeh..." ucap Santi kaget


Alunan musik mengiringi langkah kaki mereka, para geng minion mengikuti dibelakang, berjalan diatas taburan kelopak mawar nan menawan, bisik-bisik dari belakang nampak terdengar ditelinga Santi


"De Ila, ini ada acala apa ?" tanya Kivanc


"Syuuut, diam abang. Kila juga tidak tau, tapi kita iringi saja" ucap Kila


Merekapun tiba diatas panggung mini, saling berhadapan dengan 99 bunga mawar ditangan Bram, Santi mulai bisa menerka-nerka kearah mana ini semua


"Santi, mungkin ini terlalu mendadak bagimu. Namun, aku tidak ingin menundanya karena pusat duniaku sudah sangat menantikannya. Santi maukah engkau menjadi ibu dari anak-anakku dan menjadi istriku ?" tanya Bram sambil berlutut dengan satu kakinya


"Pak ini...." Santi gugup merasa semuanya ini tidak nyata, Dia menatap orang-orang disekelilingnya meyakinkan bahwa ini kenyataan lalu pandangannya bertemu dengan anak kecil yang menatap dengan binar padanya, menantikan penentu takdir dari mulutnya, anak itu adalah Nia yang sangat menginginkan status Bunda untuk wanita yang selalu membersamainya.


.


.


.


See you next episode ya 😉~~~


Jangan lupa like, komen dan juga Vote jika berkenan ✨

__ADS_1


Thanks all 💞


__ADS_2