I Want Bunda

I Want Bunda
Episode 159


__ADS_3

Pagi haripun tiba, Derya dengan semangat yang tipis bangun dari tidurnya dan melakukan rutinitas pagi seperti biasanya dengan uring-uringan


“Mas mau kemana ?” Tanya Naya saat melihat Derya memakai baju olahraganya melalui dapur


“Mau jogging sebentar Bun di halaman” ucap Derya tersenyum cerah melihat wajah sang istri


Dirinya semakin uring-uringan belakangan ini karena istrinya yang ada didepan mata tidur bersamanya tidak bisa dia peluk, jangankan peluk menggengan tangan saja itu membuat sang istri mual


“Hm, baik mas. Nanti Naya siapkan minum ya” ucap Naya lembut


“Terimakasih sayang” ucap Derya ingin memberikan kecupan pagi hari pada sang istri


“Mas, ini masih pagi. Jika Naya mual lagi semuanya akan jadi ketetran nanti” ucap Naya mencoba menahan Derya


“Cup. Selamat pagi istri mas” ucap Derya tak peduli dengan peringatan itu


“Hueeek,, hueeeek,,,” Naya langsung ke kamar mandi


“Kamu tidak apa sayang ?” Tanya Derya khawatir karena mual Naya lebih parah kali ini


“Hueekk,,, Hueeek,,,” Naya belum mejawab


“Maafkan Naya mas, berakting melebih-lebihkan seperti ini” batin Naya merasa tidak enak


“Mas buatkan teh hangat ya sayang” ucap Derya karena kkhawatir, dirinya sebenarnya tidak pernah masuk dapur


“Teeeng,, pltak, Taaang,,,” bunyi kerusuhan terdengar sampai kamar mandi


“Mas,,, Biar bibi saja nanti yang melanjutkannya” ucap Naya takut dapur meledak karena kehadiran Derya


“Maaf sayang” ucap Derya dengan kedua panci di tangannya


“Tidak apa Mas, ayo kita kekamar dulu ada yang Naya mau minta tolong ke Mas” ucap Naya mulai menjalankan saran Anton tadi malam


Sepertinya Anton benar-benar memerlukan pertambahan gizi untuk otaknya, sebab setelah makan malam kemaren dirinya langsung mendapatkan ide untuk membuat Derya yang berhadir kesekolah. Ide inipun berjalan dengan lancar.


Kini Naya dan Derya sudah berada didalam kamar pribadi mereka, anak mochi sedang di bantu oleh bi Lastri untuk bersiap pergi ke sekolah dikamar sebelah…


“Ada apa sayang ?” Tanya Derya saat melihat Naya sudah duduk dikasur


“Hm,,, Mas bisa tidak hari ini menggantikan Naya untuk menjaga Aydin disekolah ? Naya masih merasa mual Mas” pinta Naya


“Mas Tanya Anton dulu ya, apakah bisa jadwal mas pagi ini diatur ulang” ucap Derya langusng bergegas menelphone asistennya itu


“Bagimana Mas, apa bisa ?” Tanya Naya menunggu hasil


“Bisa kok sayang, mas siap-siap dulu ya… Cup” ucap Derya kembali kelepasan untuk mencium kening istrinya


“Terimakasih mas” ucap Naya tersenyum lembut


Selagi Derya bersiap-siap Naya menyampangi anak mochi yang ada dikamar sebelah.


“Assalamu’alaikum, selamat pagi jagoannya Bunda” ucap Naya menyapa Aydin

__ADS_1


“Wa’alaikumsalam Bunda” ucap Aydin langsung berlari dan memeluk Bunda kesayangannya ini


“Waaah, anak Bunda sudah rapi ternyata. Cup… Wangi lagi…” ucap Naya mencium pipi anak mochi yang gembul


“Hehehe, kan Aydin sudah mandi Bunda” ucap Aydin berdiri dihadapan Naya yang berjongkok


“Apa bibi bisa bantu Naya buat siapin sarapan ? biar Aydin Naya yang urus” ucap Naya meminta tolong


“Siap Nya, laksanakan” ucap Bi ala tentara


“Hahaha, disini bukan camp pelatihan tentara bi. Ada-ada aja bi Lastri ini” ucap Naya tertawa melihat tingkah asisten rumah tangganya ini


“Hehehe, hapir mirip Nya, soalnya disiplin waktu disini… beuh, lebih ketat daripada camp pelatihan” ucap bi Lastri sedikit berbisik takut yang empunya peraturan mendengar


“Haha, tapikan sekarang sudah mulai longgar bi. Pokoknya aman kalau ada Naya” ucap Naya mengacungka jempol


“Nyonya Naya memang the best !!! Bibi permisi dulu ya” ucap bi Lastri, setelah mendapat anggukan dari Naya barulah dia pergi


Naya kembali melanjutkan pekerjaan bi Lastri yang beralih ke dirinya, yakni menyisir rambut Aydin.


“Sayang, hari ini Aydin berangkat ke sekolah dengan Ayah tidak apa-apakan ?” ucap Naya memberitahu


“Kenapa dengan Ayah. Bunda ?” Tanya balik Aydin


“Hm, Bunda masih sedikit pusing dan mual sayang karena adik kecil sedang meraju disini” ucap Naya sambil mengelus perutnya


“Em, baik Bunda. Aydin akan pergi dengan Ayah” ucap anak mochi sambil mengangguk pasti


“Terimakasih sayang” ucap Naya sambil mengelus pelan kepala anak mochi


“Hehehe, memangnya Aydin berani membasmi orang yang membuat adik kecil merajuk ?” Tanya Naya tak dapat menahan tawa


“Berani Bunda ! Kan Aydin akan menjadi kakak. Jadi Aydin harus berani” ucap anak mocha bersungguh-sungguh


“Hm, Aydin tau tidak yang membuat adik kecil merajuk itu Ayah. Karena Ayah tidak mengikuti keinganan AK untuk makan lele goreng waktu itu” ucap Naya mmeberitahu


“Ayah ? Hmmmm…” ucap anak mochi berpikir kembali


“Hehhee, iya sayang… hayooo bagaimana Aydin membasminya ?” ucap Naya menakut-nakutin


“Aydin minta om Anton saja nanti” ucap Aydin dengan pasti


“Hm, kenapa om Anton ? memangnya om Anton mau bantu Aydin” Tanya Naya lagi


“Mau, nanti Aydin bilang kalau Aydin akan setuju punya uncle seperti om” ucap Aydin mengatakan rencananya


“Hahaha, pintarnya anak Bunda… ya sudah yuk kita kebawah untuk sarapan” ucap Naya menggandeng tangn Aydin


Merekapun sarapan bersama di meja makan, Derya mendekati Aydin untuk membujuknya agar patuh dengan dirinya selama disekolah. Aydin yang sudah diberitahu langsung mengiyakan.


“Apa om Anton juga ikut yah ?” Tanya Aydin disela-sela makan


“Yuhuuu… Asisten serba guna ada disini ? kenapa nih pangeran mencari kusir kerajaan ini” ucap Anton yang tiba-tiba ada dibalik tembok pembatas ruang keluarga dan dapur

__ADS_1


“Asatagfirullah…” ucap Naya kaget karena ada teriakan tiba-tiba di arah belakang


“Hehe, maaf kanjeng ratu… ada apa nih bos kecil pagi-pagi dah mencari saya ?” ucap Anton yang kini bergabung di meja makan


“He, tidak ada hanya ingin disupiri om Anton saja” ucap anak mochi tersenyum pepsodent


“Kalau itu sih sudah tugas saya bos kecil. Anda tenag saja ! dijamin selamat sampai tujuan” ucap Anton sambil tangannya mengambil piring dan lauk-pauk


“Ngapain ton ?” Tanya Derya dingin


“Makan Bos. Kan kusir ini juga perlu ngisi bensin buat nginjek pedal gas sama rem nanti” ucap Anton yang sudah mulai melahap makanannya


Derya tidak merespon apapun karena sudah menduga pasti ada saja alasan asistennya ini untuk numpang makan dirumahnya…


Setelah selesai sarapan para lelaki inipun berangkat menuju sekolah, Naya mengantar mereka sampai depan rumah. Dan kode-kode antara kusir kerajaan dan kanjeng ratu terjadi…


“Next plan Nay, kamu harus bisa membangkit jiwa-jiwa mamah dedeh pada diri Jeng-jengan itu” kode Anton


“Siip, setelah ini aku akan menghubungi mereka dan menghidupkan kompor dengan api kecil supaya suami ku masih bisa kembali dengan keadaan utuh nanti” kode Naya dengan memberi acungan jempol


“Siiip, aku akan memastikan rencana berjalan lancar disana. Demi hari yang cerah, Semangat !” kode Anton dengan mengagngkat tangannya yang dikepal


“Semangat !” kode Naya mengikuti mengepalkan tangannya dengan tersenyum agar suaminya tidak curiga


“Dadah sayang…” sambung Naya setelah membalas kode Anton, dia melambaikan tangan untuk anak mochi dan suaminya


“Belajar baik-baik ya anak Bunda dan mas tolong dijaga yang benar anaknya. Jika mas berhasil mengerjakan tugas ini dengan baik nanti malam boleh kok tidur sambil meluk Naya. Cup, dadah mas. Hati-hati dijalan” Ucap Naya memberi wejangan pada Aydin, lalu berbisik ditelinga Derya yang sudah duduk didalam mobil namun pintunya masih terbuka


“Siap sayang, dadah mas berangkat dulu ya” ucap Derya mulai cerah karena mendapat ciuman selamat pagi oleh sang istri


“Hoeek… iya mas dadah” ucap Naya keceplosan menahan mual yang berusaha dia tutupi setelah mencium suaminya


“Maaf sayang, mas akan cari cara supaya kamu tidak mual lagi” ucap Derya kembali mendung karena melihat istrinya yang terpaksa menahan mual demi menyenangkan dirinya


“Iya mas, tidak apa-apa kok. Nanti babynya Naya bujuk supaya tidak merajuk lagi” ucap Naya


“Udah belum bos menyiksa bujangan ini ? nanti telat kesekolah karena kelamaan mesra-mesraanya” ucap kusir kerajaan yang iri karena dirinya masih tidak bisa seperti itu dengan Sarah


“Hm, berangkat !” ucap Derya dingin


“Oke, Tarik sis…” ucap Anton sambil menginjak pelan pedal gas


Naya masih setia menunggu didepan rumah sampai mobil tidak terlihat lagi, setelah itu barulah dirinya masuk kedalam dan mulai melaksanakan step 2 dalam rencanya besarnya kali ini…


.


.


.


See you next episode ya 😉~~~


Oke next episode akan bu-ibu komplek hadir

__ADS_1


😁 Akankah Derya menyadari kesalahannya setelah mendapat ceramah manah dedeh dari bu ibu ataukah Derya malah menyebarkan cuaca badai tiada henti ??? Jeng jeng jeeeeeng.... Tunggu di episode selanjutnya ya...


By,,,by,,, 👋


__ADS_2