
Pagi ini Naya benar-benar sibuk. Karena bi Ira sedang tidak enak badan sehingga bi Lastri hanya seorang diri merapikan rumah, Naya dengan inisiatifnya sendiri ikut membantu urusan dapur dan Aydin. Dia dengan senang hati mengurus anak mochi kesayangannya ini…
“Bunda, Aydin ingin mandi pakai air hangat ya…” pinta anak mochi
“Iya sayang, bunda siapkan ya…” jawab Naya, kini mereka sudah berada dikamar Aydin setelah Naya selesai membuatkan sarapan tadi.
“Bunda, nanti setiap hari Bunda tidur dirumah Aydin ya… Please….” Pinta Aydin saat Naya memandikannya
“Hm, kan Bunda juga sudah menyewa kosan. Sayang kalau tidak ditinggali…” kata Naya
“Bunda berhenti saja tinggal dikosan, Bunda tinggal disini ya…” kata Aydin lagi
“Hehe,,, nanti kita lihat keadaanya dulu ya sayang” ucap Naya akhirnya tidak dapat mengelak permohonan Aydin
“Yeeey, benar ya Bunda… Bunda harus tinggal disini” kata Aydin memastikan
“Nah Aydin sudah wangi nih, ayo sebelum kedinginan kita pakai bajunya…” kata Naya mencoba mengalihkan pembicaraan
“Hahaha,,, geli Bunda…” kata Aydin yang kegelian karena Naya mencium dirinya dengan gemas sambil mengeringkan badannya
“Nah sudah rapi deh anak Bunda… sekarang kita sisir dulu ya rambutnya, setelah itu kita turun kebawah untuk sarapan…” ucap Naya sambil megambil sisir yang ada di nakas
“Tok,tok,tok,,,” seseorang mengetuk pintu kamar Aydin
“Iya, masuk saja…” sahut Naya
“Bos ? ada apa bos ?” Tanya Naya heran karena Derya yang mengetuk pintu tersebut
“Em, tolong saya Nay…” kata Derya
“Iya, tolong apa bos ?” Tanya Naya lagi yang makin keheranan
“Eem, tolong pilihkan dasi yang cocok untuk setelan saya hari ini. Karena hari ini saya bertemu dengan clien penting…” kata Derya agak gugup saat meminta bantuan Naya
“Oooh, kan biasanya bos juga milih sendiri kenapa kali ini mau dipilihkan ?” tanya Naya bingung dengan sikap sang bos sejak semalam
“Kalau saya yang memilih pasti warna yang itu-itu saja Nay, saya ingin menampilkan kesan yang berbeda untuk pertemuan kali ini” jelas Derya
“Em,,,, baiklah bos. Dimana letak lemari dasi bos ?” Tanya Naya mulai berdiri
“Bunda… Rambut Adyin belum Bunda rapikan…” kata anak mochi menahan Naya
“Em, ya sudah sini Bunda sisir dulu ya sayang…” kata Naya mulai menyisir rambut Aydin
“Nay, kumpulan dasinya ada di walk in closet saya pintu sebelah kiri saat kamu masuk ke kamar. Kamu bisa tidak tolong pilihkan segera, nanti saya bisa terlambat…” ucap Derya
“Em,,, tapi Aydin…” kata Naya bingung
“Aydin biar saya saja yang sisirkan” kata Derya mengambil alih sisir ditangan Naya
__ADS_1
“Em, baiklah… Bunda kesebelah dulu ya sayang…” kata Naya pada Aydin
“Baik Bunda…” sahut anak mochi yang juga senang karena diperhatikan sang Ayah
Nayapun segera menuju kamar Derya dan memilihkan beberapa dasi yang menurutnya cocok dengan setelan Derya hari ini, setelah beberapa saat Naya memilih dua buah dasi yang mnenurutnya cocok dan kembali kekamar Aydin…
“Bos,,, yang mana yang bos suka ?” Tanya Naya
“Hm, yang maroon itu saja Nay…” jawab Derya
“Nah ini dia bos,,,”kata Naya sambil menyerahkan dasi tersebut
“Dimana Aydin bos ?” Tanya Naya karena tidak ada sosok anak mocha dikamar tersebut
“Dia turun kembawah duluan tadi…” jawab Derya
“Oooh, kalau begitu saya kebawah dulu ya bos…” kata Naya
“Hm,,,” sahut Derya yang kini sedang sibuk memakai dasinya
"Nay..." kata Derya tiba-tiba
"Iya bos ? kenapa ?" jawab Naya yang kini sudah didepan pintu
"Terimakasih..." Ucap Derya lalu dia mulai mengalihkan perhatian pada dasinya kembali
"Ya, sama-sama..." jawab Naya
“Aydin …” kata Naya memanggil anak mochi
“Iya Bunda…” sahut anak mochi sambil memunculkan kepalanya dari balik kursi
“Astagfirullah,,, sayang kenapa rambut kamu seperti ini ?” Tanya Naya kaget
“Ini kata ayah yang disebut style Bunda…” jawab anak mochi dengan gaya imutnya
"Ahehehe,,, tapikan Aydin mau sekolah sayang. Rambutnya jangan dinaikin seperti ini…” kata Naya sambil merapikan rambut Aydin yang terlihat berdiri tegak
“Benarkah Bunda, tidak boleh ya ?” Tanya Aydin
“iya sayang, jika ingin sekolah Aydin harus menyisir rambut dan berpakaian yang rapi…” jelas Naya
“Oooh, berarti Ayah yang salah Bunda” kata anak mochi mengerti
“Tidak juga sayang, Ayah Aydin hanya ingin melihat anaknya tampak modis… tapi harus sesuai tempatnya, nah style rambut seperti ini baru terlihat modis untuk ke sekolah…” ucap Naya yang sudah merapikan kembali rambut Aydin
“Terimakasih Bunda….” Kata anak mochi dengan senyum manisnya
“Iya sayang, ayo kita lanjut sarapan” kata Naya yang kini sudah duduk disamping Aydin
__ADS_1
“Mana kopi saya ?” Tanya Derya saat dirinya ingin duduk
“Em maaf bos saya lupa. Tunggu sebentar saya buatkan…” kata Naya bergegas untuk berdiri
“Tidak apa, lanjutkan saja makannya. Biar saja minum yang ada saja…” kata Derya sambil menunjuk dengan dagu jus jeruk yang sudah Naya siapkan
“Benar tidak apa nih bos ?” Tanya Naya memastikan
“Ya…” jawab Derya yang kini sudah sibuk memakan sarapannya
Merekapun sarapan dengan tenang, Aydin dengan lahapnya sarapan nasi goreng buatan Naya…
“Bunda, apa Aydin boleh membawa bekal nasi goreng buatan bunda ?” Tanya Aydin setelah menghabiskan sarapannya
“Boleh kok sayang, nanti Bunda siapkan ya…” kata Naya yang juga hamper selesai sarapannya
“Apa masih cukup jika dibuatkan untuk bekal saya juga ?” ucap Derya tiba-tiba
“Bos mau diuatkan bekal ?” Tanya Naya memastikan
“Ya…” jawab Derya kemudian melanjtkan mengunyah sarapannya
“Bos sakit ya ? dari kemaren kok agak beda ?” Tanya Naya akhirnya yang tidak tahu mengapa bosnya berubah
“Tidak “ jawab Derya singkat
“Ooooh,,,” kata Naya bingung harus berkata apa lagi karena Derya kini kembali ke sikap dinginnya
Nayapun menyiapkan dua bekal, satu untuk Aydin si anak mochi dan satunya untuk Derya si ayah bear yang mulai berubah jadi baby bear kemaren. Setelah siap Nayapun meletakkannya diatas meja untuk dimasukkan kedalam tas bekal agar mudah dibawa…
“Nah, ini dia sudah siap…” ucap Naya ambil menenteng kedua bekal tersebut
“Ekheeeem, mohon maaf karena menggangu nuansa keluarga bahagia disini… saya hanya sponsor yang lewat, kalau bisa anggap saja hanya angin lalu…” kata Anton yang tiba-tiba sudah ada didapur
“Kapan kamu diam-diam merayap kesini Ton ?” Tanya Naya yang sudah mulai terbiasa dengan kehadiran tiba-tiba anton
“Saya bukan cicak kanjeng ratu, monggo dilanjutkan acara keluarganya… saya akan menunggu diluar…” kata Anton pamit secara baik-baik karena mata Derya sudah menatap tajam dirinya
.
.
.
.
.
See you next episode ya 😉~~~
__ADS_1
Mohon maaf Anton, author gak maksud nyiksa kamu🙏. Tapi ya gitu, ini ujian untuk kamu Ton 💪 yang betah ya jadi tokoh di novel author 😁