I Want Bunda

I Want Bunda
S2_ Pariwisata


__ADS_3

Setelah menuntaskan hajatnya Kivancpun keluar dari ruang ajaib itu, nampak para bodyguard masih menunggu didepan pintu.


“De Ila kenapa juga ada dicini ? inikan toilet laki-laki” tanya Kivanc


“Tidak ada tuh tanda laki-laki dipintunya” ucap Kila sambil menunjuk pintu


“Ah benar ternyata, belalti toilet ini tidak laki-laki dan tidak pelempuan. Jadi apa dong de Ila ?” tanya Kivanc


“Itu cuma sebuah ruangan untuk apa memikirkannya. Ayo kita kerumah sakit bang !” ucap Kila


“Ah benal, kita halus belkunjung ke kamal kak Ay, lalu kekamal Aldo dan kemudian ke kamal Om Ton. Aih, Ipan akan lelah belkunjung nanti cepelti peljanan wicata caja” ucap Kivanc sambil mengusap dahinya berakting lelah


“Pariwisata dirumah sakit maksud abang ?” tanya Kila


“Hm, benal. Cepeltinya kita halus beli kelupuk, pelpen, lalu ail minum juga de Ila bial tidak kelelahan” ucap Kivanc


“Kita tidak sekolah dulu bang ?” tanya Kila


“Ah Iya, Ipan hampil telambat. Bagaimana ini ?” tanya Kivanc panik


“Untuk hari ini kalian tidak sekolah dulu, karena Tuan Derya meminta kami untuk segera mengantar kalian kerumah sakit” ucap bodyguard satu


“Yaaah, padahalkan Ipan ingin mencelitakan kejadian hali ini cama teman-teman. Tentang mobil Ipan yang berlablakan dan hampil telbalik, tapi om Anton jadi cupel helo dan menyelamatkan kami. Lalu belcelita tentang Ipan beltemu polici yang baik dan ante uban yang jahat. Ah iya, Ipan belum belfoto dengan om Polici !” ucap Kivanc yang tak bisa diam


“Abang, ayo kita langsung kerumah sakit saja” ucap KIla


“Idak mau de Ila, abang ingin belpoto !” ucap Kivanc penuh penekanan


“Disana ada Pak Polisi, biar saya panggilkan untuk berfoto dengan adek” ucap bodyguard dua yang peka terhadap rasa kagum Kivanc pada perwira polisi


“Om goat kelen, bahkan belani dekatin polici ! Ah Iya kan om goat dan om polici cama-cama becal badannya, jika beltalung ciapa yang menang ya ?” gumam Kivanc bertanya sendiri


“Selamat pagi” sapa polisi tu mendekat bersama bodyguard


“Agi pak Polici” ucap Kivacn memberi hormat


“Apa benar adek kagum dengan polisi dan ingin berfoto ?” tanya pak Polisi tersebut ramah


“Banal, Ipan cangat,, aaaa,,, cangat kagum dengan om polici” ucap Kivanc sempat berfikir


“Hehe… Wah, sebagai polisi om merasa sangat senang jika adik kagum pada kami. Mari berfoto !” ucap sang polisi tersebut mendekat kearah Kivanc dan ingin merangkulnya


“Om Polici ingin bolgol Ipan ya ?” tanya Kivanc waspada


“Haha,,, Adekkan bukan orang jahat untuk apa Om menangkap adek” ucap sang polisi tertawa karena kepolosan Kivanc


“Iya Ipan bukan olang jahat om Polici, Ipan anak baik” ucap Kivanc membela diri


“Iya, mari berfoto” ucap sang polisi kembali ketopik utama


“Cheseee !!!” ucap Kivanc berfoto dengan menampilkan gigi susunya itu

__ADS_1


“1,2,3 !” ucap bodyguard yang berubah menjadi kang foto kali ini


“De Ila ayo ikut !” ucap Kivanc menarik Kila dan akhirnya merekapun mengambil beberapa foto dan Kivanc beniat untuk mencetaknya dan menempelnya dikamar mereka


“Telimakacih Om Polici” ucap Kivanc berterimakasih


“Sama-sama dek, Saya kembali bertugas dulu ya” ucap sang polisi pamit


“Sekarang ayo kerumah sakit bang” ucap Kila


“Let go !” ucap Kivanc berjalan mendahului semuanya


Mereka yang dibelakang hanya mengikuti dengan diam, melihat tingkah laku Kivanc yang kadang seperti pemimpin namun sekejap kemudian bisa berubah menjadi anak kecil yang manja dan banyak inginnya.


“Cetoop !” ucap Kivanc berhenti


“Kenapa bang ?” tanya Kila


“Mobil kitakan lucak dek Ila, kalena main tablak-tablakan dengan mobil ante uban. Jadi kita pelginya pakai apa ?” ucap Kivanc yang melihat kondisi mobilnya diparkiran pos jaga polisi


“Disana ada mobil kami, kita pakai itu dek” ucap sang bodyguard menunjuk mobil hitam yang ada disana


“Baik om, let go !” ucap Kivanc kembali memimpin jalan


Merekapun kini sudah berada dimobil dan bersiap untuk pergi kerumah sakit. Disana juga ada carseat untuk anak-anak dan Kivanc tidak lagi mmeprotesnya karena dia merasa aman saat duduk disana, syukurlah saat terjadi benturan mobil tadi mereka duduk dikursi itu dan tidak mengalami guncangan yang terasa karena keamanannya yang sudah teruji.


“Yeay, cudah campai !” ucap Kivanc senang saat baru saja tiba diparkiran rumah sakit


“Ya, Kila juga takut Bunda terlalu mengkhawatirkan kita” ucap Kila, lalu merekapun turun dari mobil dan bersama para bodyguard menuju kamar Anak mochi setelah bertanya pada perawat di meja administrasi


“Dicana kamal Aldo kan de Ila, belalti kita dapat mejenguk Kak Ay dan Aldo bercamaan kalena dekat” ucap Kivanc saat mereka tiba didepan pintu Aydin


“Tok,tok,tok, Accalamu’alaikum” ucap Kivanc dari luar


“Ceklek !” pintupun dibuka dari dalam


“Bi laci ada dicini juga telnyata. Apa kak ay cudah cembuh ?” tanya Kivanc segera masuk dan mendapati Aydin yang tertidur


“De Ila, syuuut… kak Ay ceding tidul” ucap Kivanc memberitahu Kila yang sejak tadi hanya diam


“Hm,,,” jawab Kila mengangguk


“Unda ada dimana bi Laci ?” tanya Kivanc


“Em, Bu Bos sedang diperiksa” ucap bi Lastri ragu


“Unda cakit ? kenapa halus dipelikca ? pelikca apa bi Laci ?” tanya Kivanc


“Em, nanti kalian akan tau jika Bu Bos sudah kembali. Tunggu disini saya ya Bos kecil” ucap bi Lastri


“Hm, bi Laci menculigakan” gumam Kivanc menatap intens bi Lastri

__ADS_1


“Duduk disini ya bos kecil. Nih ada Buah, silahkan dimakan” ucap bi Lastri


“Aduh, Ipan lupa cecuatu. Mainan Ipan teltinggal dimobil de Ila, ayo bantu abang cali !” ucap Kivanc sambil menarik Kila


“Eh bos kecil mau kemana ?” tanya bi Lastri bingung dan kaget


“Mau ambil mainan dimobil om goat. Ayo om goat !” ucap Kivanc keluar dari ruangan Aydin


“Kalian tadi membawa mainan ?” tanya Bodyguard satu


“Benal, cepeltinya teltinggal dikulci adik ayi” ucap Kivanc


“Biar saya carikan, kalian tunggu saja disini” ucap sang bodyguard kemudian segera pergi


“Om goat, lihat itu Ipan ingin beli cucu cepelti itu juga” tunjuk Kivanc pada seorang anak kecil yang memegang susu kotak ditangannya


“Hm, apa kalian tidak memilikinya didalam ta situ” tanya Bodyguard dua menujuk ransel dipunggung double K


“Idak ada om goat, Ipan cangat ingin itu” ucap Kivanc memohon


“Baiklah, ayo kita pergi membelinya” ucap sang bodyguard


“Ipan dan de Ila cangat lelah beljalan, kami akan tunggu didalam luangan kak Ay caja om” ucap Kivanc


“Baiklah kalau begitu, kalian masuklah kembali” ucap bodyguard dua kemudian pergi, kini double K tersisa berdua saja didepan pintu kamar Aydin


“Abang berbohong ?” tanya Kila


“Tidak, abang tidak belbohong cemua. Ayo kita pelgi de Ila !” ajak Kivanc


“Kemana ?” tanya Kila bingung


“Pelgi paliwicata di lumah cakit dan menemukan halta kalun. Yaitu Unda !” ucap Kivanc melangkah dengan besar


“Maksud abang, kita mau cari Bunda ?” ucap Kila


“Hm, benal” ucap Kivanc mengangguk


Merekapun mulai berpetualang dirumah sakit, kesana-kemari sambil mengintip dari balik kaca pintu untuk melihat orang didalamnya. Sesekali mereka bertanya pada suster dan perawat yang ditemui mereka. Namun masih belum menemukan petunjuk sama sekali…


.


.


.


See you next episode ya 😉~~~


Jangan lupa like, komen dan vote jika berkenan ✨✨✨


Thanks all 💞

__ADS_1


__ADS_2