
"Maas, Naya pikir ada apa..." ucap Naya lega karena semuanya baik-baik saja
"Mas hanya ingin mendapat ciuman dari kamu sayang" ucap Derya sambil berjalan mendekat pada Naya
"Sini big babynya Naya" ucap Naya merentangkan tangannya menyambut Derya
"Cup..." Naya mencium kening Derya
"Cium yang banyak sayang" protes Derya
"Baiklah, sini lebih dekat lagi mas"ucap Derya
"Hm..." Deryapun memajukan wajahnya
"Humpp, Mas Naya tidak bisa nafas jika wajah mas menempel disini" Ucap Naya agak tidak jelas karena hidung dan mulutnya ditutupi Derya
"Maaf maaf sayang, mas tidak menyadarinya" ucap Derya segera menjauhkan wajahnya dengan senyum kemenangan
"Mas mengerjai Naya kan ?" selidik Naya
"Tidak, mas benar-benar tidak sengaja sayang" Ucap Derya segera mengubah ekspresinya menjadi serius
"Hm, baiklah. Naya ingin tidur, mas bisa pergi kok sekarang" Ucap Naya memejamkan matanya
"Sayang, ciumnya belum" ucap Derya kembali mendekat dan memegang tangan Naya
" Hm, Naya ingin tidur" gumam Naya masih dengan mata terpejam
"Baiklah, kalau begitu biar Mas saja yang kasih Sun" ucap Derya kemudian mencium seluruh wajah Naya beberapa kali
"Mas, Naya kebanjiran tau" ucap Naya membuka matanya sambil menyapu wajahnya dengan tangan
"Ini hadiah dari mas" ucap Derya sambil tersenyum
"Humpp..." Naya hanya mendengus kesal
"Hehe, bukan ini kok hadiahnya. Tapi ini sayang..." Ucap Derya mengeluarkan sebuah kotak dari saku celananya
"Hah ? Naya tidak ulang tahun hari ini ?" kata Naya bertanya-tanya
"Tidak perlu ulang tahunkan untuk memberi Hadiah. Coba tebak isinya apa ?" tanya Derya membuat Naya penasaran
"Perhiasan ?" ucap Naya sudah menduganya
"Lebih spesifik lagi sayang" ucap Derya
"Cincin, kalung, gelang ?" jawab Naya asal
"Benar" Kata Derya segera membuka kotak perhiasan tersebut
"Mas ini semuanya ?" tanya Naya tidak menduga jika yang disebutnya ada dalam kotak tersebut
__ADS_1
"Ya, kamu suka ?" tanya Derya dengan senyum hangatnya
"Naya suka, sangat suka. Tapi apa ini tidak berlebihan ? berapa yang mas habiskan untuk membeli ini ?" tanya Naya tidak bisa menyembunyikan jiwa emak-emaknya mengenai perkara pengeluaran rumah tangga
"Berapa banyak waktu yang kamu habiskan untuk mengurus Mas dan anak-anak kita sayang ? Ini masih tidak sebanding dengan waktumu yang berharga. Jangan pikirkan berapa biayanya namun lihatlah maknanya" Ucap Derya mengeluarkan kalung tersebut dan meletakkan ditangannya, Naya hanya menatap Derya meminta penjelasan tentang makna hadiah yang diberikannya
"Lihat liontinnya ada lingkaran dan 7 permata kecil disana. Kilauan itu adalah keluarga kita dan lingkaran ada bentuk tanpa ujung sayang. Semoga keluarga kita selalu bersama dan hidup bahagia" ucap Derya kemudian memasangkan kalung tersebut
"Terimakasih mas" ucap Naya menerimanya dengan senyum bahagia
"Kembali kasih sayang" ucap Derya mencium sejenak pucuk kepala Naya
"Lalu makna yang lainnya ?" tanya Naya menatap kotak perhiasan yang masih ada cincin dan gelang
"Semuanya memiliki makna yang sama, hehe..." ucap Derya ingin memakaikan gelang
"Terimakasih banyak sayang, tapi Naya sekarang masih menjalani pengobatan. mana ada orang sakit tangan dan lehernya memakai perhisan ?" tanya Naya sambil mengangkat satu alisnya
"Hehe, iya ya. Mas tidak memikirkan sampai situ" ucap Derya tertawa canggung
"Mas simpan ya sayang. nanti akan mas taruh di laci meja rias kamu" Ucap Derya
"Terimakasih mas" Ucap Naya dengan senyum lembutnya
"Sekarang, ayo kita makan siang. Kamu mau apa sayang ?" tanya Derya yang mengingat jika Naya belum makan apa-apa sejak di sadar
"Hm, apa Naha boleh langsung makan nasi padang ?" tanya Naya
"Tidak, kamu hanya boleh makan bubur saja" jawab Derya dengan tegas
"Maksud mas mau bubur apa sayang, bukan menu yang lain" ucap Derya dengan lembut karena khawatir Naya marah
"Hehe. Naya suka kalau mas berbicara dengan nada seperti ini" ucap Naya tak bisa menahan tawanya
"Kamu mengerjai mas ya ?" ucap Derya dengan kesal
"Hehe, maaf,,, maaf mas..." ucap Naya
"Sini ya kamu" ucap Derya bersiap untuk menggelitiki
"Mas, perut Naya masih belum sembuh lo..." ucap Naya segera mengingatkan
"Hm, tunggu saja nanti" ucap Derya tiba-tiba hilang semangat
"Naya menang, wleek..." ucap Naya dengan ceria
"Kamu lebih ceria dari biasanya sayang. apa ini kode bahwa kamu baik-baik saja jika kita tambah anak lagi ?" tanya Derya menerka-nerka
"Jangan bilang itu dulu mas, katanya mau beli makanan. kok belum berangkat ?" tanya Naya segera menghindari topik tersebut
"Eh iya, habisnya kamu terlalu ngangenin untuk mas yang perindu ini" ucap Derya mengedipkan matanya dengan genit
__ADS_1
"Mas kerasukan ya ?" tanya Derya kaget mendapat kedipan dari suaminya sendiri
"Kerasukan cintanya kamu sayang" ucap Derya masih saja menggombal
"Naya masih belum siap jika Mas menjadi roman picisan" ucap Naya dengan muka memelasnya agar suaminya kembali
"Iya iya, mas tidak berubah kok sayang. Maaf ya, mas hanya ingin menghibur kamu dan bisa menjadi patner kamu untuk berbincang" ucap Derya kembali serius
"Syukurlah tadi itu tidak permanen" ucap Naya mengusap dadanya dengan lega
"Mas pergi kekantin sebentar ya" ucap Naya mengelus kepala Naya kemudian pergi setelah mendapat anggukan
Hening disana saat kepergian Derya beberapa menit lalu. Pikiran Naya hanyut mengembara mengingat pertemuan perrtama mereka.
"Tok,tok,tok,,," seseorang mengetuk Pintu
"Mas Derya kenapa cepat sekali kembali, apa ada yang terlupa ?" Batin Naya menunggu orang yang mengetuk tersebut masuk
"Accalamu'alaikum Unda... Unda apa cudah tidul ?" ucap mini Deryas dengan suara pelan
"Kivanc ? tanya Naya heran
"Yeey, Unda belum tidul. Ops..." Kivan yang berteriak tiba-tiba mengnutup mulutnya
"Kenapa abang ?" tanya Naya kebingungan dengan Ekpsresi Kivanc
"Apa Ayah ada ?" tanya Kivan berbisik
"Tidak apa, Ayah sedang kekantin" Jawab Naya
"Yeaay ! Ayah bawa makanan !!!" kini teriakan anak itik itu tidak ditahannya lagi
"Kamu ini ada-ada saja bang" ucap Naya tidak ambil pusing dengan tingkah anaknya yang satu ini
"Abang kenapa kemari lagi ? tidak tidur siang kah? " tanya Naya penasaran
"Syuut Unda jangan kencang-kencang" ucao Kivanc meletakkan jarinya didepan mulut itik meminta Naya diam
"Kenapa ?" tanya Naya berbisik
"Kalenaaaa...." ucao Kivanc dengan pelan-pelan
.
.
.
.
See you next episode ya 😉
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak 👣
Ada yang bisa nebak gak nih, kenapa anak itik kembali menemui Bundanya ? 😁