
Saatnya amunisi terakhir dipakai. Derya sangat berharap dan terus berdo’a agar kecebong mendengarkannya.
Setelah dikerok dan memakai baju. Derya menelentangkan tubuhnya… Dia memeluk pinggang Naya yang masih duduk disampingnya
“Mas kenapa sih ?” Tanya Naya bingung
“Kan Mas pengen meluk kamu sayang…” ucap Derya yang masih menyembunyikan wajahnya diperut Naya
“Aydin juga mau peluk Bunda…” ucap anak mochi langsung berdiri dan memeluk Naya di lehernya
“Pada kenapa nih dua jagoan Bunda ?” Tanya Naya mengelus satu-satu pucuk kepala mereka
“Aydin sayang Bunda, makanya Aydin peluk Bunda” ucap anak mochi
“Ayah juga sayang Bunda” ucap Derya tidak mau kalah
“Dan juga Ayah sayang sama AK diperut Bunda, cup…” Derya kemudian mencium perut Naya
“Aydin, Aydin juga sayaaaang banget sama adik kecil” ucap Aydin langsung menyerbu tempat Derya agar dirinya juga bisa mencium perut Naya
“Tidak boy, disini tempat Ayah” Kata Derya tidak ingin memberi ruang utnuk Aydin nyempil
“Aah, Ayah… Aydin juga mau cium adik kecil” rengek Aydin
“No no, Aydin siang aja manja-manja sama Bunda kalau malam jatah Ayah ya !” kata Derya
“Hm, Bunda…” kata anak mochi menatap Naya dengan pupple eyesnya
“Hahaha, kalian ini bukan tom and jerry tapi Ayah dan anak. Jangan menunjukkan rasa saling sayang kalian seperti ini, saling berdebat itu tidak baik lo sayang-sayangku… Sini Bunda ditengah ya” ucap Naya langsung memposisikan diri untuk duduk ditengah-tengah kasur
“Bunda tidak rebahan ?” Tanya Derya setidaknya Naya mau tidur ditengah sehingga dirinya masih bisa memeluk Naya walau harus berbagi dengan anak mochi
“Sebentar lagi Mas. Aydin sudah mengantuk belum ?” Tanya Naya menatap Aydin
“Sedikit Bunda” ucap Aydin
“Kita cuci tangan dan gosok gigi dulu yu sayang” ajak Naya
“Baik Bunda” kata anak mochi langsung bangun dari rebahannya
“Ayah tidak diajak nih ?” Tanya Derya dengan nada cemberut
__ADS_1
“Hehehe, Ayo kalau Ayah juga mau ikut” ucap Naya smabil mengulurkan tangannya
“Hehe, terimakasih Bunda. Cup…” kata Derya berdiri dan mencium pipi Naya
“Aydin, Aydin juga mau cium pipi Buna” ucap anak mochi sambil menarik-narik tangan Naya
“Hahaha, anak sama Bapak ternyata tidak ada bedanya ya” ucap Naya sambil membungkukkan diri agar Aydin bisa mencium pipinya
“Hehehe…” yang disebut hanya tersenyum pepsodent menaggapi candaan Naya
Merekapun akhirnya cuci tangan dan gosok gigi bersama, benar-benar pemandangan keluarga bahagia. Seperti iklan pasta gigi di tv, Aydin menyebarkan kecerian di saat gosok gigi bersama sehingga candaan dan tawa terdengar dari dalam kamar mandi.
Setelah selesai dengan ritual sebelum tidur, mereka bertigapun kini sudah berbariny di atas kasur dengan Naya berada ditengah-tengah mereka. Derya menerima keputusan ini, setidaknya dirinya bisa memeluk istri tercintanya ini
“Mas sudah tidur ?” ucap Naya menghadap Naya. Adyin baru saya tidur setelah di puk,, puk,, Naya
“Belum sayang, kenapa ?” Tanya Derya semakin menabah erat pelukan agar Naya menyender di dada bidangnya
“Em, anu… Naya hanya ingin tidur memeluk Mas saja” ucap Naya malu-malu
“Manisnya istri Mas…” ucap Derya sambil mengelus kepala Naya yang ada dipelukannya
“Hm…”respon Naya semakin merapatkan diri pada Derya
Malam itu Naya terus menempel pada suaminya, walau ada Aydin di sisi lain tapi anak mochi sudah terlena dengan mimpinya malam itu, sehingga tidak ada gangguan untuk kemesraan sepasang suami istri ini.
***
Kicauan burung terdengar dan mentari mulai terbit dari peraduannya. Nampak seorang wanita muda yang sudah disibukkan dengan urusannya didapur, menyiapkan sarapan untuk orang-orang terkasih. Hari ini mereka berencana untuk mengunjungi kakek dan nenek, sehingga Naya masak lebih banyak pagi ini.
“Bunda masaka apa ?” Tanya Derya sambil memeluk Naya dari belakang, semenjak tadi malam Naya selalu ingin melihat Derya dan dipeluk oleh Derya sehingga Derya tidak bisa jauh-jauh dari aknjeng ratu yang sedang hamil muda ini
“Hm, Naya sedang masak opor ayam Mas. Kata Mas masakan Indonesia kesukaan kakek opor ayam kan ?” Ucap Naya smabil membelai lembut wajah suaminya yang bertengger dipundaknya saat ini
“Tapikan ribet sayang, kita beli di restoran saja ya” ucap Derya
“Tidak Mas, Naya ingin membuatnya sendiri. Akan ada sesuatu yang beda ketika masakan itu kita buat sendiri” ucap Naya sambil mengaduk kuah opor yang meletup-letup menandakan opor sudah hampir masak
“Istri mas memang ter the best pokonya” ucap Derya sambil mencium belakang kepala Naya
“Mas mau kemana ?” Tanya Naya saat Derya melepas pelukannya
__ADS_1
“Mas mau mencek Aydin dulu sayang, karena hari ini libur jadi Aydin tadi tidur kembali. Mas melihat apa dia sudah bangun atau belum” ucap Derya tersenyum hangat
“Hm, baiklah. Jangan lama-lama ya Mas” ucap Naya
“Baik sayangku…” jawab Derya bahagia
Alangkah bahagianya hati Derya, mendapati sang istri begitu bermanja dengan dirinya. Keromantisan dan kehangatan yang begitu dirindukannya selama ini kita dia kembali merasakannya bahkan lebih dari sebelumnya.
Berbeda dengan keluarga kerajaan yang diselimuti pagi yang hangat, Kusir kerajaan dengan rambut berantakan dan mata pandanya baru terbangun dari tidurnya.
“Astagfirullah…. Ini sudah siangkah ?” Tanya Anton langsung duduk kala dia membuka mata
“Cahaya matahari ? itu cahaya matahari ?” Tanya Anton saat menatap kaca jendela yang tertutup horden
“Sudah jam berapa ini ? gawat Aku harus kerja…” ucapnya buru-buru turun dari tempat tidur
“Aduh, gaji aku 50% balik gak ya ?” gumam Anton disela-sela kepanikannya
“Akh, ini gara-gara si Sarah nih. Masa iya habis dijadikan kelelawar buat ngerjain tugas dia terus di usir pulang” gumam Anton kesla sambil menggosok gigi
“Perlu dikasih pelajaran tu orang, uhukkhhh…” Anton yang kesal malah tersedak dengan busa odol. Setelah sikat gigi dan mencuci muka dirinyapun mandi…
Dibawah guyuran air, Anton mulai berpikir…
“Ini hari apa ya ?” Tanya Anton dalam hati saat guyuran pertama berhasil mendarat ditubuhnya
“Kemaren kan jum’at” gumamnya lagi di saat guyuran kedua mulai melayang
“Jadi hari ini sabtu dong ?” ucapnya tersadar disaat guyuran air menerjang dirinya
“Akh, kenapa aku harus tergesa-gesa jika hari ini libur” ucap Anton kesal
“Humf, sudahlah… aku memang harus mandi dan mendatangi rumah Bos pagi ini. Karena 50% gajiku sudah menanti sembari sarapan disana nanti” ucap Anton yang selalu berfikir positif untuk menyemangati diri sendiri
Ya, begitulah Anton walau memiliki presentasi keberuntungan yang tipis dan selalu kena apes. Namun dia adalah orang yang selalu bisa menyemangati diri, memotivasi dan menumbuhkan positif thingking disetiap hal yang terjadi.
.
.
.
__ADS_1
See you next episode guys 😉~~~
Jangan lupa like 👍 komen 💬 dan vote 🎫 ya ~~~