
Di dalam ruangan menjadi semakin dingin, dengan tatapan tajam Derya yang mengarah pada dosen penguji, hal itu semakin membuat Naya gugup…
“Apa alasan kamu sehingga mengangkat topik permasalah ini!” Tanya salah satu dosen penguji memulai sidang akhir
Derya langsung menatap tajam dosen tersebut namun hal itu tidak mempengaruhi dosen muda yang professional dalam pekerjaanya, dia tidak memandang keberadaan Derya yang notabenenya adalah penyumbang terbesar dikampus tersebut.
“Em,,, begini pak. Menurut saya alam adalah anugerah yang begitu indah untuk kita abadikan dalam sebuah foto, alam juga bisa berubah sesuai dengan penghuni yang menjaganya. Maka dari itu skripsi saya mengangkat topik tentang pentingnya menjaga alam dan mengabadikan momen bersama alam, karena alam pasti berubah seiring dengan waktu, entah itu dalam waktu yang singkat atau miliyaran tahun lamanya” jawab Naya dengan lancar setelah menarik nafas dalam
“Saya bisa menerima jawaban ini, bagaimana dengan dosen yang lain ?” Tanya dosen penguji tersebut
“Setuju pak, bisa diterima” jawab dosen penguji Satu
“Iya saya juga bisa menerima jawabannya” jawab dosen penguji dua
“Apakah bapak-bapak ada pertanyaan yang ingin diajukan ?” Tanya dosen penguji tiga yang professional tersebut memberi kesempatan kepada seniornya
“Tidak ada” jawab mereka berdua serentak
“Baiklah kalau begitu saya yang akan lanjut bertanya. Apa manfaat yang kamu peroleh setelah meneliti hal itu. Apakah hanya sekedar mengabadikan pemandangan alam ? itu tidak akan berdampak besar bagi alam !” ucap sang dosen penguji
“Bapak Ilyas dengan adanya moment alam yang terekam di foto membuat kita sadar bahwa alam itu berubah, itulah dampak dari merusak alam ! sehingga secara tidak langsung foto tersebut membuat kita termotivasi untuk menjaga alam ! itu adalah dampak besar yang bisa diberikan sebuah foto” jawab Derya membantu Naya
“Mohon maaf pak Derya, anda adalah dosen penguji pengganti disini dan tugas dosen penguji adalah bertanya bukan menjawab pertanyaan untuk mahasiswa” ucap dosen penguji yang bernama Ilyas itu
“Ya saya hanya membantu menjawab pertanyaan mudah bagi mahasiswa pak. Pertanyaan anda tidak mencerminkan universitas yang sudah semegah ini” ucap Derya merendahkan dosen
“Ekheeeem !” ucap Naya menegur Derya yang mulai angkuh
“Mohon maaf pak Derya, saya memiliki jawaban sendiri mengenai pertanyaan dari pak Ilyas. Mohon maaf saya rasa Pak Ilyas benar mengenai hal ini, seharusnya anda menguji saya bukan meremehkan saya dengan cara menjawab pertanyaan yang ditujukan pada saya” ucap Naya
“Lanjutkan !” ucap Derya datar
Dia merasa sedikit kesal dengan sikap Naya yang sepertinya tidak senang dengan kehadiran dirinya disana, namun dia tau bagaimana sikap Naya yang selalu dijalan lurus dan tidak ingin melakukan hal curang.
“Syuuut, Booos…” panggil seseorang dengan kode-kode yang bisa mengalihkan perhatian Derya menuju orang tersebut
Deryapun melihat ke orang tersebut yang tak lain adalah asisten serba gunanya. Kali ini sang sekretaris bertugas mengumpulkan kejutan setelah sidang berlangsung.
“Silahkan dilanjutkan. Saya kebelakang sebentar” ucap Derya beralasan
__ADS_1
“Bagaimana ?” Tanya Derya yang ternyata menghampiri asistennya
“Sudah siap semua bos. Taraaa…..” ucap Anton sambil menggoyangkan jarinya menunjuk kepada kejutan yang dimaksudnya
“Oke sip” Ucap Derya setelah menatap kejutan yang sudah siap tersebut
“Apa Naya pasti lulus bos ? kenapa anda tidak melobby rektor kampus ini untuk memudahkan sidang Naya dan meluluskannya tanpa syarat” ucap Anton
“Kamu tidak mengenal Nayaku Ton ! saat melihat diriku didalam sana saja, dia sudah memperingatkan bahwa dia ingin lulus dengan jujur. Apalagi jika ide kamu itu aku jalankan, yang ada aku malah berantem dengan istriku. Aku percaya dengan kemampuan Nayaku !” ucap Derya sambil tersenyum membayangkan tentang betapa beruntungnya dirinya memiliki istri seperti Naya
“Ya, kalau percaya kenapa anda harus susah-susah masuk kedalam ruangan menjadi dosen penguji pengganti dari pagi saking tidak semangatnya bos untuk melihat Naya disidang akhirnya ? yang ada istri bos malah makin gugup setelah melihat wajah bos” ucap Anton berceramah dipagi hari
“Aku harus memastikan dia sudah siap Ton ! selalu ada plan B jika plan A gagal. Tapi aku rasa untuk kali ini Plan A saja sudah cukup, yakni dengan kejutan ini !” ucap Derya menunjuk kejutan tersebut dengan dagunya
“Hm, ya saya rasa ada anda disana saja sudah menjadi kejutan untuk Naya…” ucap Anton tersenyum
“Kejutan buruk” sambungnya dalam batin
Beberapa menit berlalu, Derya sudah memeriksa kembali kejutan yang sudah disiapkannya. Sedangkan asistennya berubah menjadi pengintai yang handal.
“Lapor, kijang satu sudah melihat target selesai sidang dan kini mulai berjalan ke arah lokasi” ucap Anton dari sebrang telephone
“Pastikan dia menuju lokasi yang tepat ! aku sudah siap disini” jawab Derya
“Humfff, ada apa dengan si cicak itu. Apa menurutnya penyamaran menempel di dinding itu tidak akan terlihat oleh ku ?” gumam Naya saat sudah keluar dari ruang sidang dengan hati yang tenang
“Hay Nay, bagaimana hasilnya ?” sapa Indah langsung mengahampiri Naya
“Alhamdulillah Ndah, aku lulus ujian sidang” ucap Naya tak lupa menyucap syukur terlebih dahulu, walau ada penganggu diawal namun kelanjutannya berjalan dengan lancar. Dia mulai percaya diri karena Derya sepertinya hanya mencek situasi didalam sana dan memastikan bahwa kesiapan dirinya selama ini memang sudah matang
“Waaah, selamat Nay. Ayo kamu traktir aku makan sekarang ! hehehe” ucap Indah sambil menggandeng tangan Naya
“Ayo kita keparkiran dulu” ucap Naya tanpa memperdulikan maksud asisten cicak itu mengikutinya, paling hanya bertugas menjadi pengawas pikir Naya
“Oke, sepertinya target akan langsung ke parkiran sesuai dengan lokasi kejutan” gumam Anton merasa yakin. Dirinya mulai melangkah untuk menuju tempat persembunyian lainnya.
Namun teriakan seseorang membuat langkahnya terhenti…
“Jeng !!! Jeng Naya” ucap seorang ibu-ibu. Yang tak lain dan tak bukan adalah geng bu ibu rumpi komplek SD
__ADS_1
“Hay Jeng Naya, aduh akhirnya bertemu juga kita” ucap jeng Ayu
“Hai bu-ibu, Assalamu’alaikum” ucap Naya sedikit kaget dengan kehadiran geng ibu-ibu itu
“Kami sebenarnya mau menemani Jeng Naya untuk sidang akhir, tapi kami tadi tersesat ke jurusan hukum gara-gara Jeng Lidya ! padahal sudah bela-belain minta suami untuk jaga anak disekolah hari ini, hehehe…” ucap Jeng Putri
“Lah kenapa aku yang disalahin sih. Jeng Putri juga iya-iya aja tadi aku ajakin kesana” ucap Jeng Lidya tidak mau disalahkan sendiri
“Ya kami tersesat atas saran Jeng Lidya, katanya mahasiswa hukum ganteng-ganteng ternyata malah zonk semua ! eh tapi ada sih satu yang ganteng, hehehehe” ucap Jeng Nia
“Hehehe, maaf ya jeng jadi lama baru menghampiri kesininya. Oh ya bagaimana sidangnya ?” Tanya Jeng Ayu
“Alhamdulillah bu, lancar dan Naya sudah dinyatakan lulus sidang akhir” ucap Naya memberitahu geng bu-ibu rumpi ini
“Waaah, selamat ya Jeng. Ayo kita kekantin kampus, biar kami yang traktir !” ucap Jeng Putri mengusulkan
“Tapi kami mau makan diluar bu, bagaimana jika kita makan bersama diluar saja” ucap Indah
“Hm, kami ini sebenarnya ingin merasakan menjadi muda kembali dengan mengingat nongkrong dikantin kampus. Hehe,,,” ucap Jeng Lidya
“Ya sudah, ayo kita kekantin saja Ndah. Toh menunya juga banyak kok, gak kalah sama resto diluar” ucap Naya menghargai keinginan bu-ibu ini.
Merekapun berjalan menuju kantin kampus…
“Gawat, apa mereka akan kekantin kampus ? Aduh apa yang harus ku lakukan agar target tetap menuju lokasi tujuan. Jika aku muncul aku akan menjadi korban dalam genggaman bu-ibu macan itu, jika diam saja disini rencana bos akan gagal total. Humfff,,, aku harus memikirkan Plan B dadakan kali ini !” gumam Anton panik sendiri sebab dirinya tidak menyiapkan rencana lain untuk menggiring Naya menuju lokasi
.
.
.
.
See you next episode ya 😉~~~
Kira² apa plan B dadakan Anton ? apakah itu akan menumbalkan dirinya sendiri atau ada ide cemerlang yang tiba-tiba terlintas dalam benaknya 😁😁😁
Note : Maafken author yang jarang up akhir² ini, author lagi ada kegiatan bina desa sampai bulan depan jadi gak bisa sering-serinh nulis story 🙏 Semoga para readers dapat memahaminya dan terus setia dengan IWB...
__ADS_1
Thanks All 🤗
Sayang banyak² untuk kalian semua ❤️❤️❤️