
Setelah beberapa menit mengendara kembali, Derya dan Antonpu tiba di perusahaan. Di loby perusahaan nampak seseorang yang mereka kenal, dengan spanduk bertuliskan “Pemilik perusahaan ini kejam dan tidak beperikemanusiaan !” dia sambil berteriak-teriak menjelek-jelekkan Derya
“KELUAR ! Mana Bos perusahaan ini saya mau protes ! Saya ingin menuntut dia !” teriak ajeng di loby perusahaan.
Para karyawan hanya melihat kemudian mengacuhkannya dirinya, karena tidak ada yang berani ikut campur urusan bos besar perusahaan.
“Dasar pria berhati dingin ! Pembunuh ! Keluar kau !” teriak Ajeng
“Ck, suaranya benar-benar membuat telinga sakit” kata Derya sambil mengusap telinganya
“Kenapa tidak ada yang bisa mengurusnya ?” Tanya Derya pada bodyguard disekelilingnya
“Maaf bos, dia sangat agresif dan beberapa security sampai terluka ketika berusaha mengeluarkan dia” ucap salah satu security yang ikut melindungi Derya nanti
“Apa dia membawa benda tajam ?” Tanya Derya
“Tidak bos, tapi cakarannya sangat tajam” kata security tersebut
“Hm, kalian pakailah pakaian yang tebal dan gunakan helm agar dia tidak bisa mnecakar kalian” kata Derya yang mendapatkan ide agar para bodyguardnya tidak terluka
“Baik bos” kata mereka semua, lekas bergegas memakai apa yang disarankan Derya
“Humfttt, kok kaya pasukan power rangers ya bos” kata Anton tak dapat menahan tawanya saat melihat para bodyguard memakai helm warna warni
“Ini lebih baik daripada ada yang terluka nanti” kata Derya yang sebenarya juga merasa lucu
“Hahaha, Pak darimana dapat helm hello kity ini” kata Anton menunjuk seorang bodyguard yang memakai helm hello kitty
“Kami meminjamnya dari parkiran kantor pak” jawabnya dengan tegas
“Ahahha, apa tidak ada yang lain pak ? rasanya saat ini seperti kita sedang main perang-perangan” kata Anton gelak
“Tidak ada Pak, hanya ini yang tersisa” kata pengawal
“Ide anda emang brilliant bos” kata Anton mengacungkan jempolnya pada Derya
“Keamanan itu penting Ton ! saya takut ada benda tajam yang dia sembunyikan” kata Derya yang selalu waspada
“Iya bos. Ayo kita kesana” kata Anton kembali serius. Merekapun berjalan menghampiri Ajeng yang masih berteriak-teriak
“Ada apa ?” Tanya Derya dingin
“Dasar kejam, tidak berperikemanusiaan! Pembunuh ! Gara-gara kau perusahaan ayah ku hancur ! Gara-gara kauu ayah ku bunuh diri ! Mati kau !!!” teriak Ajeng histeris ingin menyerang Derya namun ditahan oleh para bodyguard
__ADS_1
“Pembunuuuuuh !!!” kata Ajeng yang benar saja ada sebuah pisau kecil ditangannya dan itu ditujukan ke arah Derya. Syukurnya pisau tersebut sudah diamankan oleh bodyguard
“Itu hanya sedikit hukuman untuk kamu” kata Derya dingin
“Dimana salah ku sehingga kau menghukumku ?” teriak Ajeng
“Kamu berniat mencelakai milikku. Kamu menyentuh milikku ! aku tidak suka milikku diganggu “ kata Derya
“Akkkhhhh, ini semua gara-gara Naya kurang ajar itu. Cewek gatel, sok kecakepaaan… Akhhhhhh !!! ku bunuh kamu Nayaaa !!!” teriak Ajeng histeris
“Hubungan rumah sakit jiwa, saya rasa mental dia tidak kuat menghadapi semua ini” kata Derya kemudian berlalu
Tidak ada rasa kasian sedikitpun dengan orang seperti Ajeng bagi Derya, karena apa yang diterima Ajeng adalah ganjaran yang dia dapat selama observasi. Membahayakan nyawa Naya beberapa kali, membuatnya hampir terjatuh kejurang, sengaja menipunya untuk mendorongnya ke jurang bahkan ketika di tolong tidak ada permintaan maaf yang tulus, semuanya palsu.
Inilah ganjaran yang diterima ketika berani menyentuh miliknya. Derya akan menjadi kejam dan tidak berperasaan karena dia tidak ingin kehilangan orang yang dia sayangi lagi !
Deryapun berjalan menuju ruangannya di ikuti oleh Anton dibelakangnya, sedangkan para bodyguard mengamankan Ajeng. Tiba di depan ruangannya ada Vera yang tersenyum menyambut ramah
“Selamat sore bos, selamat datang kembali keperusahaan” kata Vera lembut
Namun hal itu tidak dihiraukan oleh Derya hanya Anton yang tersenyum dan mengangguk menanggapinya.
“Merhaba Derya” kata seseorang yang sudah ada didalam ruangan Derya
“Maafkan saya tidak memberi kabar jika mau kesini. Ada hal penting yang harus saya sampaikan” kata om Tayyip yang merupakan Ayanhya Vera sekaligus rekan kerja perusahaan
“Silahkan duduk om” kata Derya mencoba ramah
Merekapun kini duduk di kursi yang tersedia diruangan Derya, mereka duduk berhadapan.
“Apa saya bisa meminta privasi” kata om Tayyip sambil memandang Anton
Anton yang paham maksudnya menatap Derya menunggu respon bosnya
“Biarkan dia disini ! dia orang kepercayaan saya” kata Derya yang sudah sangat mempercayai Anton dan merasa Anton akan menjadi sekretarisnya dalam waktu yang lama
“Hm baiklah, ini mengenai pertunangan kamu dan Vera. Sebenarnya kakek kamu menjodohkan kamu dengan anak saya” kata om Tayyip langsung pada intinya
“Maaf saya menolaknya” jawab Derya tegas
“Tapi ini atas keinginan kakek kamu Nak Derya, Vera juga menyukai kamu. Tidak ada salahnya kalian mencoba untuk dekat terlebih dahulu” kata om Tayyip membujuk Derya
“Saya sudah memiliki tunangan” kata Derya kemudian berdiri dari duduknya
__ADS_1
“Saya tidak percaya, jika kamu benar-benar memiliki tunangan kakek kamu akan memberitahu saya. Kamu akan sangat rugi jika melewatkan kerjasama dan pertungan ini Derya” kata om Tayyip juga ikut berdiri
“Maaf om, ini sudah keputusan saya. Tidak ada kaitannya kerjasama dengan urusan pribadi saya. Jika tidak ada yang ingin dibicarakan lagi silahkan pintu keluar ada disana” ucap Derya dengan nada yang berusaha dia buat seramah mungkin
“Jika kakek kamu yang akan turun tangan langsung tentang ini kamu tidak akan bisa menolak Derya, lebih baik kamu mau bekerjasama dengan saya sekarang daripada kakek kamu semakin ikut campur” kata om tayyip memperingati
“Saya tidak takut dengan kakek” tegas Derya
“Heh, dasar keras kepala. Lihat saja nanti sampai kakek kamu yang turun tangan. Kamu tidak akan bisa bekutik” kata om Tayyip kemudian berjalan menuju pintu keluar dan pergi.
“Akkkh, kenapa aku melupakan kakek sih ! dia adalahan halangan terbesar dalam hidupku !” kata Derya duduk dengan kasar dikursinya
“Bos tenangkan diri anda. Saya yakin Naya pasti akan diterima oleh kakek anda” kata Anton menenangkan bosnya
“Ini tidak sesederhana itu Ton ! Naya bisa dalam bahaya jika dia terus melawan” kata Derya kebingungan
“Ya walau saya belum pernah bertemu langsung dengan kakek anda, saya rasa tidak akan ada yang tidak menyukai sosok Naya yang ceria dan penuh kasih sayang itu bos. Saya yakin Naya pasti bisa menghadapi ini semua bersama bos” kata Anton meyakinkan bosnya
“Ya, saya harap Naya bisa menjalani semua kesulitan yang akan datang nanti” kata Derya sambil memijit kepalanya
"Bos siih menolak ide untuk bermalam dirumah Naya saja ! jika tau begini menikah lebih cepat lebih baik bos" gumam Anton yang sedikit kesal karena Derya menolak ide Anton agar cepat-cepat menikah dengan Naya
"Ya tidka begitu juga caranya Ton !" jawab Derya sambil menerawang ke masa dia dikekang oleh sang kakek
Dia tidak pernah berpikir jika kakeknya itu akan ikut campur kembali dalam hidupnya. Padahal dirinya pindah ke Indonesia dan mengurus anak cabang perusahaan disini adalah karena tidak ingin hidupnya dikendalikan oleh kakek, sudah cukup selama usia mudanya dia menjadi budak sang kakek. Dia sudah muak, dia ingin memulai kehidupan normal yang bahagia tanpa ada sosok kakek yang mengekangnya itu.
Awalnya Derya memang masih di ancam dan di kendalikan oleh sang kakek ketika baru tiba di Indonesia, namun lambat laun dia berhasil terlepas dari itu semua dan dia pikir kakeknya sudah menyerah menggangu hidupnya. Namun ternyata dia salah…
...Akan selalu ada rintangan yang menghadang, sesuatu yang terlalu mulus bisa membuat kita kurang bersyukur dan kurang merasakan yang namanya berjuang. Sebab perjuanganlah yang membuat sesuatu menjadi lebih istimewa ❤️...
...Semangat berjuang Bunda mochi ...
.
.
.
See you next episode ya 😉~~~
Jangan lupa like 👍 koment 💬 dan vote 🎫
Terimakasih....
__ADS_1