
“Kenapa lagi ? mau beliin obat salep gajah ?” Tanya Anton
“Bukan, tapi itu… lihat itu sepertinya kak Dinda om” tunjuk Sarah pada restoran yang kebetulan masih satu atap dengan kandang gajah
“Hah ? yang mana Rah ?” Tanya Anton memastikan
“Itu Om. Samperin yuk !” ajak Sarah
“Eh tapi kita mesti ijin dulu sama keluarga kerajaan Rah” ucap Anton
“Hm, nah itu mereka kesini. Ayo om lambaikan tangan !” ajak Sarah sambil melambaikan tangannya lebih dulu
“Kenapa Dek ?” Tanya Naya, mereka masih berada dipunggung gajah
“Anu kak. Om Anton haus katanya mau beli minum dulu boleh ?” ucap Sarah berbohong
“Dimana belinya ?” Tanya Naya
“Itu kak, diresto sebelah” ucap Sarah
“Anton saja yang beli sendiri, kan dekat ! Kamu tunggu disini saja Dek. Jangan berdua-duan ya!” ucap Naya mengingatkan kembali
“Em, anu kak. Gak bisa… anu…” ucap Sarah yang lemot berpikir untuk menyusun strateginya
“Gini kanjeng ratu. Si Sarah malu bilang kalau dia belum sarapan tadi pagi. Dia mau gunain nama aku buat dirinya ijin makan” ucap Anton langsung membantu Sarah
“Kamu belum makan Dek ?” taya Naya menatap Sarah
“Em, iya kak” jawab Sarah sambil menunduk
“Tunggu kami turun dulu ya, habis itu kita langsung ke restoran” ucap Naya
“Tidak Bunda, Aydin tidak mau turun” ucap anak mochi yang masih ingin menaiki gajah
“Hm, bagaimana dong ? nanti aunty sarah sama om Anton berduaan dong sayang” ucap Naya kebingungan
“Ton ! kamu tau kan bodyguard yang selalu ngawasin kita dari jauh. Panggil salah satu dari mereka buat menemani kalian makan” ucap Derya menemukan solusi
“Tapikan keberadaan mereka tersembunyi bos. Pasti tidak bisa mengenali mereka” ucap Anton
“Gunakan otak kamu untuk itu !” ucap Derya
“Let’s go, Ayo gajah !!! ” teriak Aydin bersemangat
Naya tersenyum hangat melihat anak mochi yang begitu semangat dan sang suami yang begitu lembut memeluk pinggang dirinya dari belakang.
***
“Gimana om ? bisa nemuin bodyguardnya” Tanya Sarah sambil menemani Anton yang celingak-celinguk mencari keberadaan bodyguard
“Hm, mereka biasanya menyamar Rah agar tidak terlalu mencolok. Mereka bisa menyamar jadi orang tua, kakek-kakek, bahkan menjadi anak muda juga bisa” ucap Anton sambil tetap mengawasi sekitar
“Yang seperti itu om ?” Tanya Sarah yang kebetulan melihat seorang kakek sedang melepas jenggot putihnya
“Beruntung kamu Rah. Ayo samperin” ucap Anton langsung menarik lengan Sarah
“Hai ?” ucap Anton menyapa orang tersebut
“Salam asisten Bos” kata orang tersebut sambil memberi hormat ala tentara pada Anton
“Ya ternyata itu memang kalian. Aku minta bantuan untuk kamu ikut kami ke restoran sebelah” ucap Anton.
__ADS_1
Semua yang bertugas menjadi bodyguard bayangan keluarga kerajaan pasti mengenal Anton karena dirinyalah yang menyeleksi mereka semua.
“Laksanakan !” Jawab Sang bodyguard kembali memasang jenggot putihnya
“Eh, gak usah nyamar seperti itu. Kamu ikuti kami di belakang” ucap Anton langsung menghentikan pemasangan jenggot palsu tersebut
“Baik, laksanakan” jawab sang bodyguard
Akhirnya merekapun pergi menuju restoran sebelah yang berdekatan dengan lokasi rekreasi
“Dimana Dindanya Rah ?” Tanya Anton saat mereka memasuki restoran tersebut
“Tadi Sarah lihat disini om” ucap Sarah menunjuk kursi didepannya yang sudah kosong
“Hm, apa mereka sudah pergi Rah ?” Tanya Anton
“Yah, bisa jadi om. Kan kita lama tadi minta ijinya sampai main dek –adekan segala” ucap Sarah
“Hah ? adek ? detektif rah detektif…” ucap Anton memberitahu
“Itu susah om namanya, ganti sama dek -adekan aja lebih mudah bilangnya” ucap Sarah
“Gak nyambung rah. Asli…” ucap Anton makin kesal
“Ya pokoknya itu om. Terus gimana nih kita nyari kak Dinda” ucap Sarah tanpa merasa bersalah meminta Anton untuk berpikir kembali
“Ya dicari rah. Masa diem-diem bae…” ucap Anton yang masih kesal
“Yah om Anton kenapa marah ?” ucap Sarah menyusul Anton yang pergi
“dek – adekan ayo sini bantu Sarah kejar om Anton” ucap Sarah meminta bantuan bodyguard yang mengiringi mereka dari belakang sejak tadi
“Iya ayo dek. Itu kemana lagi om Antonnya ih” ucap Sarah berjalan cepat mencari Anton
“Nah ketemu…” ucap Sarah senang karena mendapati Anton yang sedang mengamati sesuatu didepan sebuah pintu
“Syuut… jangan teriak-teriak ! ” bisik Anton dengan isyarat tangannya
“Kenapa om ?” ucap Sarah langsung mendekati Anton dan ikut mengawasi apa yang dilihat Anton
“Hah ?!? itu kan ka… humfff,,, humfff,,,” Sarah yang berteriak langsung dibekap mulutnya oleh Anton
“Syuut, kan dibilangin jangan teriak-teriak Rah !” bisik Anton
Sarah dengan cepat mengangguk, karena dirinya tidak bisa bernafas sebab Anton juga menutup lubang hidungnya
“Haaaaah, Om mau bunuh Sarah ya ?” ucap Sarah lega setelah tangan Anton terlepas
“Sorry gak sengaja Rah” ucap Anton meminta maaf
“Itu mereka sedang main lempar semangka ya om ?” Tanya Sarah
“Aduh, ni anak asal sebut aja. Itu bola bowlling Rah. Motifnya aja yang kayak semangka” ucap Anton menjelaskan
“Ohh, terus kenapa semangkanya dilempar om ? kan harusnya buat dimakan…” lanjut Sarah yang tidak memperhatikan penjelasan Anton
“Pltak ! Rah, itu bukan semangka…” ucap Anton dengan suara ditahan untuk tidak berteriak
“Aduh, bisa gak sih om jangan pakai kekerasan gini. Aku aduin ke komnas HAM tau rasa ni om-om bocil” ucap Sarah sambil mengelus kepalanya yang disentil Anton
“Ya siapa tau otaknya bisa geser rah, biar lebih waras” ucap Anton
__ADS_1
“Iiih, bilangin kakak ipar loh nanti…” ucap Sarah mengancam
“Eh iya, enggak-enggak.. maafin abang ya rah” ucap Anton langsung meleyot ketika mendengar nama sang bos. Ia harus mengamankan gajinya untuk bulan ini
“Coba kamu perhatiin si Dinda rah” ucap Anton yang mulai bisa membaca situasi
“Kenapa om ?” Tanya Sarah
“Itu lihat, dia sepertinya sedang dibully” ucap Anton
“Hah, kebuli ? nasi kebuli om ? dimana ?” Tanya Sarah
“Astaga ni anak budek atau otaknya emang gak nyampe sih !” ucap Anton kembali kesal
“Itu, si Dinda disuruh-suruh Rah. Dibully namanya… lihat dia malah membawakan tas besar milik cowo itu, belum lagi dia disuruh sana sini sama tu cowo berengsek !” ucap Anton geram
“Kurang ajar banget kak ! kan kak Dinda bukan pembantu tu cowo. Ayo samperin !” ucap Sarah dengan berani masuk kedalam
“Kak Dinda !” teriak Sarah memanggil kakaknya
“Sarah ?” ucap Dinda bingung
“Siapa ?” Tanya sang cowo langsung pasang badan di depan Dinda
“Kamu yang siapa ? berani-berani menyuruh-nyuruh kakak aku !” ucap Sarah tidak gentar
“Kakak kamu ?” Tanya sang cowo memastikan
“Iya !” ucap Sarah masih dengan nada songongnya
“Oh” ucap sang cowo menatap Dinda dan melihat Dinda mengangguk
“Aku lanjut main lagi” ucap sang cowo kemudian pergi dari mereka berdua
“Eh, bro tunggu dulu” ucap Anton menahan sang cowo
“Om siapa ? kakak iparnya Dinda ?” ucap sang cowo sedikit gentar
“Bukan, saya adik iparnya” ucap Anton
“Haaah ? masa om-om begini jadi adik ipar sih ! om jangan becanda ya…” ucap sang cowo menjadi lebih santai karena orang ini bukanlah kakak iparnya Dinda alias Derya yang namanya sudah terkenal seantero novel author.
“Ya bisalah. Saya buktinya !” ucap Anton membanggakan diri
“Oh, ya sudah.. permisi om pedofil…” ucap cowo tersebut
“Eh,,,, lo panggil gua apa ?” Tanya Anton
“Om pedofil, om kan calon adik ipar Dinda jadi om itu pacarnya adikya dinda yang masih SMP itukan om ?” ucap sang cowo dengan gaya santainya
.
.
.
See you next episode ya 😉~~~
Sorry author gak sempat upload kemaren🤗🙏...
Btw, kalian bisa nebak gak ? itu si cowo baik atau jahat ???
__ADS_1