
"Hm, ya saya rasa juga begitu…” kata Derya yang sambil menatap Naya
“samperin gak nih bos ?” Tanya Anton
“Ya, hentikan mobilnya didepan mereka…” kata Derya
“Si bos sia-sia punya sopir kalau ujung-ujungnya mau jemput sendiri begini…” batin Anton berkomentar
Mobilpun berhenti didepan Naya dan Aydin, Nampak ekspresi bingung diwajah Naya…
“Naik” ucap Derya yang menurunkan kaca pintu belakang
“Terimakasih bos,,,” ucap Naya yang langsung naik ke mobil
“Hm,,,” respon Derya
“Kenapa bos yang jemput ? apa ada keperluan dengan Aydin ?” Tanya Naya
“Tidak, hanya kebetulan lewat sini jadi sekalian menjemput” ucap Derya beralasan
“Oooh,,,” respon Naya mempercayainya
Mobilpun melaju meninggalkan sekolah, hening tercipta dalam perjalanan. Anak mochi sudah sibuk dengan tabletnya sehingga, hanya suara dari tablet yang mengisi didalam mobil…
“Sepertinya sedang ada perang dingin nih…” batin Anton yang merasakan hawa-hawa dingin dari kursi belakang
“Eeeem bos…” kata Naya setelah beberapa lama memikirkan ucapannya nanti
“Ya, kenapa ?” Tanya Derya
“Em,,, anu saya mau ijin libur kerja besok boleh bos ?” Tanya Naya
“Kenapa libur ?” Tanya Derya lagi singkat
“Saya mau melakukan photoshoot di pantai X bos, sebagai bahan laporan akhir saya” jelas Naya
“Berapa lama ?” Tanya Derya lagi
“Mungkin sekitar 3 hari bos, nanti minggu selanjutnya ketika weekend saya minta ijin kembali untuk melanjutkan obser saya…” kata Naya meminta ijin sekalian
“Tidak boleh” kata Derya
“Lah kenapa Bos, ini untuk tugas akhir saya bos… kalau tidak saya kerjakan kapan saya lulusnya bos…” protes Naya tidak terima
“Tidak boleh jika kamu hanya pergi bersama teman-teman kamu. Saya sebagai sponsor dari kampus harus ikut untuk mengawasi jalannya kegiatan itu” terang Derya
__ADS_1
“Hah ? sejak kapan bos jadi sponsor kampus saya ?” Tanya Naya kebigungan
“Sejak hari ini !” kata Derya dingin
“Hmmm, jika ada bos aku pasti tidak akan bebas…” gumam Naya kecewa
“Apa katamu ? kamu ingin bebas mendekati laki-laki begitu ?” Tanya Derya yang mendengar keluhan Naya
“Siapa yang mau mendekati laki-laki sih bos, aku tu ya mau bebas main sama teman-teman, mau main air nanti, mau berenang… kalau ada bos pasti banyak aturannya…” ucap Naya
“Saya tidak akan melarang itu…” kata Derya
“Benarkah ? waaah terimakasih bos… pastikan ya, ingat janji anda !” kata Naya mengingatkan
“Apa Aydin boleh ikut ? tadikan Bunda juga mengajak Aydin” Tanya anak mochi yang teralihkan perhatiannya pada obrolan orang dewasa didekatnya
“Hm, Bunda tidak masalah sih jika Aydin ikut sayang. Tapi siapa yang akan menjaga Aydin nanti ketika Bunda mulai melakukan pemotretan…” kata Naya
Nayapun memikirkan hal ini untuk beberapa menit, menimbang kemungkinan yang ada sampai matanya bertemu dengan Anton…
“Nah Bunda ada ide, bagaimana jika om Anton yang menjaga Aydin nanti… kan Bos juga gak ke kantor, otomatis om Anton juga libur “ kata Naya akhirnya menemukan solusi
“Daripada libur gak berfaedah, cuma santuy dan rebahan mending kamu jadi babysitters dadakan ya Ton, gak masalah kan ?” pinta Naya sambil tersenyum
“Gak mau ah aku Nay, jarang-jarang lo aku libur kaya gini…” kata Anton langsung menolak
“Terimakasih kanjeng ratu, tapi saya tidak tertarik…” tolak Anton
“Ton !” ucap Derya singkat padat dan jelas
“Hehe, baik,,, baik Bos…” kata Anton terpaksa menerimanya
“Thanks Ton…” kata Naya akhirnya menang karena dapat bantuan dari baginda raja
“Yeeeey, Aydin bisa ikut Bunda deh… terimakasih om Anton” ucap Aydin senang
“Ini sih bukan observasi, tapi piknik keluarga…” batin Anton pasrah dengan keadaan
Esok haripun tiba dengan cepat, Naya beserta rombongannya sudah berkumpul didepan kampus untuk upacara pelepasan yang dilakukan kepala program studinya. Namun ada satu hal yang menjadi fokus semua orang, yakni seorang pria tampan nan gagah dengan tampilan casualnya yang sedang berdiri disamping kepala prodi.
“Semuanya perkenalkan ini adalah Pak Derya Erhan Murat, dia merupakan sponsor kalian dalam perjalanan kali ini. Jadi semua penginapan dan makan serta sewa peralatan kalian terjamin karena beliau…” kata kepala prodi memperkenalkan Derya
Semuanya bersorak senang karena dapat gratisan, sebelumnya group kelompok benar-benar heboh karena baru mengetahui bahwa semua akomodasi yang mereka dapat untuk tugas akhir kali ini gratis. Mereka semua penasaran dengan sosok yang menyelamatkan isi kantong mereka dan ternyata orang itu adalah pria tampan tersebut dan hal ini benar-benar membuat semua wanita dalam rombongan menjadi semakin histeris, kecuali Naya.
“Naya, kamu selaku ketua dalam rombongan ini silahkan berkomunikasi dengan beliau. Karena saya juga menyerahkan pengawasan kali ini kepada beliau…” ucap kepala prodi
__ADS_1
“Baik Pak, siap…” sahut Naya
“Kalau tidak ada yang ditanyakan, saya selaku kepala program studi secara resmi membuka kegiatan observasi hari ini…” ucap kepala prodi kemudian menutupnya
“Naya, mari ikut ke mobil saya. Ada yang saya ingin saya bicarakan…” ucap Derya dengan santai didepan teman-teman Naya
“Waaah Naya, sudah dekat aja nih sama Pak Derya… bagi-bagi dong Nay…” kata salah satu teman perempuan Naya yang bernama Ajeng
“Hehe, bagi-bagi apanya jeng. gak ada tu yang bisa dibagi…” kata Naya
“Ish, pelit kamu Nay. Bagi nomer Om ganteng itulah maksudku… biar aku bisa pdkt gitu, hehehe….” Kata Ajeng sambil melirik-lirik ke arah mobil Derya
“Orangnya dingin gitu Jeng yang ada membeku kalau kamu deketin “ kata Naya
“Ih, Naya mah seleranya gak uptodate. Om om ganteng gitu lebih menjamin tau gak Nay, apalagi uangnya banyak…” kata Ajeng
“Uang bisa dicari jeng, kalau berusaha dan kerja sungguh-sungguh itu uang juga pasti datang,,,” sahut Naya
“Ya tapikan tetap aja, kerja itu susah Nay. Mending cari yang langsung siap aja…” kata Ajeng kekeh dengan prinsipnya
“Hehehe,,, ya terserah kamu deh…” kata Naya menyerah mengingat Ajeng untuk meluruskan niatnya
“Jangan ditikung ya Nay. Itu om udah ku keep jadi incaran aku…” kata Ajeng
“Siapa cepat dia dapat !” ucap Naya kemudian berlalu meninggalkan Ajeng yang bengong dengan maksud ucapan Naya
“Ooooh, ternyata kamu juga ngincer om itu ya Nay. Okedeh kalau gitu kita bersaing…” ucap Ajeng pada Naya setelah memikirkannya sebentar
Naya terus saja berjalan tanpa menghiraukan ucapan Ajeng untuk bersaing dengan dirinya…
“Isssh,,, Naya kenapa kamu ngomong begitu sih. Aduuh ribet nih jadinya entar…” gumam Naya pada dirinya sendiri
Langkah Nayapun terhenti didekat mobil yang biasanya dia naiki, pintu belakang dibukakan oleh seorang dari dalam…
“Ayo naik !” kata Derya yang sudah memangku Aydin di dalam mobil
“Te,, terimakasih bos” ucap Naya yang baru menyadari jika sang bos juga cocok berpakaian casual seperti ini, nampak seperti anak muda yang mengasuh saudaranya
.
.
.
.
__ADS_1
See you next episode ya 😉~~~