
“Cetoooop !!!” teriak Kivanc membuat semua orang kaget dan melihat kearahnya
“Ckiiit !!!” Anton segera mengerem mendadak
“Astagfirullahaladzim, ada apa ?” tanya Naya yang tersadar dari lamunannya
“Kenapa ?” tanya Kila dan Aydin berbarengan, mereka terbangun karena rem dadakan tersebut
“Kenapa berteriak ?” tanya Derya
“Ipan lapal, hehehe…” ucap Kivanc tersenyum canggung
“Em, Kila juga” ucap Kila malu-malu
“Ah iya, mereka belum makan malam Mas. Kita singgah direstoran dulu bagaimana ?” ucap Naya baru menyadarinya
“Baiklah” ucap Derya menatap Anton agar mengerti maksudnya
“Mau kemana kita ?” tanya Anton segera menyambung dengan frekuensi tinggi
“Ipan ingin makan bulgel” ucap Kivanc bersemangat
“Itu junk food tidak sehat” ucap Derya
“Hm, kalau begitu Ipan ingin lamen” ucap Kivanc lagi
“Restoran japanes Ton !” ucap Derya
“Siap laksanakan !” ucap Anton segera menginjak pedal gas
“Acciiiik ! Ipan ingin pecan lamen, telus cuci, telus udang goleng, lalu daging, teluus apa lagi ya ?” ucap Kivanc memikirkannya
“Satu menu saja ! tidak boleh sushi dan makanlah dengan cepat karena ini sudah hampir jam tidur kalian” ucap Derya
“Hm, idak celu !” ucap Kivanc cemberut
“Siapa yang kau bilang tidak seru ?” tanya Derya menatap tajam Kivanc
“Ceolang laki-laki becal, pakai baju bilu dan jas hitam. Mukanya celalu ditekuk jika belbicala dengan olang lain, kecuali dengan Unda dan De Ila” ucap Kivanc
“Darimana kau belajar menyinggung seperti itu ?” tanya Derya semakin geram, Kivanc hanya diam dan mengalihkan pandangan
“Hei, siapa yang mengajarimu seperti itu ?” ucap Derya yang berada dikursi depan mulai berdiri ingin menyentil dahi Kivanc
“Bos, bos,,, kita dilampu merah nanti terekan cctv” ucap Anton mencoba menghentikan
“Kaca ini tidak tembus pandang !” ucap Derya kembali duduk
“Ya, kalau gitu bos bisa duduk dengan tenang dan benar” ucap Anton agak ragu menegur Pak bosnya ini
“Ck ! lihat saja kau nanti” gumam Derya tidak melanjutkan karena Naya juga menatap dirinya dengan mengancam
Merekapun tiba direstoran dan Kivanc dengan segera berlari memasuki Resto, Derya ingin berteriak memanggilnya namun Naya berhasil menenagkannya
“Anak siapa sih itu Bun, kenapa sulit sekali diatur” ucap Derya saat Naya menahan tangannya
“Biarkan dia mengeksplor sebisa dia Mas, jangan dikekang terlalu berlebihan. Kita sebagai orang tua alangkah baiknya jika mengajarahkan dan mengawasinya saja” ucap Naya dengan lembut
__ADS_1
“Ya, tapi jika mereka itu dibiarkan bebas nanti akan membuat masalah Bun” ucap Derya lagi
“Baiklah, ayo kita masuk sayang” ucap Naya juga mengajak kedua anaknya
“Unda, kak Ay, dicini, ayo kecini !” ucap Kivanc yang sudah duduk manis disebuah meja
“Abang kursinya cuma ada empat, lalu Ayah, Om Anton dan bi Ira duduk dimana ?” tanya Kila yang sudah menyusul bersama yang lain
“Dicitu” tunjuk Kivanc pada kursi bayi yang diletakkan dekat dinding
“Kivanc !” ucap Derya penuh penekanan
“Hm,,, maap…” ucap Kivanc cembert dan sedih
“Silahkan pesan” ucap Derya setelah mereka berganti meja dan duduk dengan tenang
“Abang jadi ingin ramen sayang ?” tanya Naya pada Kivanc yang sedang merajuk
“Telcelah Unda caja” jawab Kivanc tidak bersemangat sama sekali
“Ipan kenapa ingin duduk disana sayang ?” tanya Naya mencaritahu
“Hm, Ipan ingin lihat ikan belenang dicana Unda” tunjuk Kivanc
“Kivanc bisa kok kesana sambil menunggu makanannyya siap, nanti Bunda panggil” ucap Naya mengerti kenapa Kivanc cemberut
“Benarkah ?” tanya Kivanc dengan mata berbinar
“Ya, pergilah” ucap Naya sambil mengusap lembt rambut Kivanc
“Yeaay !” ucap Kivanc segera turun dari kursi
Merekapun segera mendekat kekolam ikan koi yang ada disana, Naya dapat mengawasi dari mejanya karena letak mereka tidak terlalu jauh. Sedangkan Kila dengan patuh bermain game matematika didampingi Derya.
“Kedua anak ini berasal dari Rahim yang sama dan lahir diwaktu yang sama. Tapi sikan mereka sangat jauh seakali” batin Naya menatap anak kembarnya
“Kenapa sayang ?” tanya Derya yang menyadari jika ada sesuatu yang dipikirkan Naya
“Tidak ada mas, Walau satu anak sulit diatur tapi masih ada anak yang patuh denganmu. Naya rasa semuanya jadi seimbang, hehehe” jawab Naya
“Ya, Kila membuat emosiku jadi stabil kembali” ucap Derya tersenyum hangat
Sementara itu anak itik mengikuti anak mochi dari belakang, merasa taku jika ikan disana meloncat dan masuk kedalam mulutnya begitu saja, dirinya baru saja menonton youtube bersama Aldo dirumah sakit tadi.
“Kau ingin kesini tapi kenapa takut ?” tanya Aydin menoleh kebelakang
“Ipan hanya ingin pastikan Kak Ay, Ipan tadi ihat video youtube berlcama Aldo” ucap Kivanc bercerita
“Video apa ?” tanya Aydin
“Ikan itu telbang macuk kedalam mulut. Kak Ay nanti jangan telalu dekat ya lihatnya. Nanti kemacukan Ikan, telus disuluh bayal deh” ucap Kivanc memperingati
“Mana ada ikan terbang, tontonan kamu itu salah Van !” ucap Aydin tidak percaya
“Benalkan, video itu belbohong ?” tanya Kivanc mulai goyah
“Ya, tuh lihat mereka hanya berenang. Tidak terbang sama sekali” ucap Aydin kini sudah berada ditepi kolam
__ADS_1
“Hm,,, iya ya. Kenapa divideo tadi Ikannya bica telbang ?” ucap Kivanc juga ikut menengok
“BYUUUR !!!” seseorang terjatuh memasuki kolam, membuat ikan yang dekat segera berhamburan untuk kabur
“Kak Ay ! toloooong ! hiks,,, kak Ay ! kak Ay kenapa belenang dicini !” ucap Kivanc panic dan sudah keburu nangis
“Hei, bantu aku naik !” ucap Aydin yang terjatuh kedalam kolam
“Ante beluban ! cepat bantu Kak Ay ! Ante kan yang cenggol kak Ay” teriak Kivanc malah marah pada orang yang tadi baru saja lalu dibelakang mereka
“Ante jangan pelgi ! Ante halus Gantungjawab !” ucap Kivanc ingin mengejar
“Van ! disini dingin. Bantu aku dulu” ucap Aydin, untunglah air disana hanya sepinggang Aydin sehingga dia tidak perlu khawatir tenggelam
“Kakak !” ucap Naya segera berlari menghampiri saat mendengar suara jatuh keair
“Bunda awas perut kamu kena meja” ucap Derya memperingati
“Aydin jatuh ?” tanya Derya namun kemudian segera berlari menyusul
“Sini Kak !” ucap Derya yang berlari dan mengulurkan tangan membantu Aydin naik
“Kakak kedinginan ?” tanya Naya segera melepas jaketnya
“Brrrrr,,, sedikit Bunda” ucap Aydin dengan bibir biru yang kedinginan
“Kita pulang ya” ucap Naya mendapat anggukan dari Aydin karena dirinya sungguh tidak sanggup jika tidak segera berganti pakaian
“Kenapa jatuh ?” tanya Derya
“Tadi ada Ante beluban cenggol kak Ay dengan kelas, telus Kabul ! Ipan cudah teliaki tapi idak berbalik” ucap Kivanc melapor
“Kalau begitu kita pulang sekarang ya, makanan akan dibungkus. Siapa yang lapar boleh makan dimobil. Ton kamu segera lihat cctv disini, jika sudah berhasil menemukan pelaku kirim kesaya” ucap Derya dengan serius, dia melonggarkan sedikit peraturannya karena diluar sudah tidak aman bagi mereka
“Lah jadi saya ditinggal nih bos ?” ucap Anton bingung pulang pakai apa
“Ya, kau pesan saja taksi online” ucap Derya segera bergegas
“Baiklah, ongkosnya bos. Hehe….” Ucap Anton seperti biasa tidak mau rugi sedikitpun
“5% gajimu kembali” ucap Derya kemudian benar-benar pergi mengambil pesanan mereka
“Aiiih, bos pelit !” gumam Anton
“Ting…” sebuah notif masuk
“Hehehe, bos memang baik hati” ucap Anton saat melihat notifikasi transfer dengan 5 digit dibelakang angka 2 masuk direkeningnya
“Makasih Bos !” teriak Anton
“Kerjakan dengan benar !” ucap Derya kembali mendekat untuk mengajak semuanya kecuali Anton kembali kemobil dan merekapun akhirnya benar-benar pulang ke rumah kerajaan
.
.
.
__ADS_1
See you next episode ya 😉~~~
Jangan lupa tinggalkan jejak 👣